The Story Of Amber

The Story Of Amber
Masa lalu



Carl memejamkan matanya perlahan, sebut saja ia gila karena dipertemuannya yang sudah lama ini Carl malah melakukan hal yang tidak sopan pada Amber, ia tak bisa menahan semuanya, ia merindukan Amber dan masih mencintai Amber sepenuhnya, rasa benci tak bisa tinggal di dalam hati nya, hanya ada rasa rindu dan cinta yang terus membesar. "I love you," lirih Carl lalu menjauhkan kepalanya, ia mengusap pelan bibir bawah Amber dan tersenyum malu. "Kalau begitu aku harus kembali keruang bermain Carl, aku takut dia mencari ku, dan maaf sudah mengganggu masak mu," ucap Carl yang terdengar begitu malu-malu, ia menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal sambil berbalik keluar dari dapur. Bagus Carl, kau memang seharusnya bisa menahan diri, karena sangat buruk jika semuanya semakin jauh dan Earl akan melihat sesuatu yang tidak pantas, haha.


~


Sean menatap layar laptopnya, keningnya berkerut dalam dan kepalanya semakin mendekat dengan layar. "Siapa yang Amber bawa?" Gumam Sean pelan. Ia mengubah tampilan menjadi bagian luar rumah, disana terdapat sebuah mobil mewah yang tak banyak orang miliki. Selama ini tak pernah ada yang tahu jika Sean menaruh kamera tersembunyi diluar rumah dan ruang tamu, semua ini untuk memantau kondisi rumah saat Sean, Amanda berada di kota sedangkan Amber dan Carl hanya berdua di rumah tanpa penjaga seorang pun.


Sean mengetukkan jarinya diatas meja, ia memutar mundur waktu untuk mengetahui sejak kapan mobil itu terparkir, disana terlihat jelas jika Amber dan Earl tampak akrab dengan pria itu. "Tunggu sebentar," gumam Sean pada dirinya sendiri, ia membuka ponsel dan mencari akun sosial media Carl, disana terlihat jelas jika Carl menyebarkan postingan story bersama Earl, walaupun tak menampilkan wajah Earl namun Sean mengetahui bentuk tubuh Earl, pakaian Earl juga tempat tersebut.


Dengan cepat Sean mengirimkan hasil tangkap layar yang ada di story Carl kepada Amanda, tak berapa lama panggilan telepon ia dapatkan. "Hallo Sean, apa maksudnya? Mengapa Carl bisa bersama Earl?" Terdengar nada panik dari wanita itu. Sean pun menjelaskan jika dirinya mendapatkan berita itu dari teman dirumah sakit yang sangat menyukai Carl, ia merasa ada yang salah dari foto anak kecil yang Carl sebarkan. Namun kita semua tahu jika yang diucapkan Sean hanyalah kebohongan untuk menutupi kamera tersembunyi yang sudah 5 tahun ini ia simpan.


Setelah mendengar keputusan Amanda yang akan langsung pulang, Sean pun bersiap-siap untuk menjemput Amanda di restoran, Sean mengetahui jika Amanda adalah kelemahan Amber dan Amanda sangat membenci Carl, entah apa yang membuat Amanda sangat membenci Carl dan Sean tidak perlu penjelasan karena dirinya pun tak menyukai Carl. Seorang aktor yang hanya menampilkan kebaikan yang palsu.


~


Setelah makan siang bersama, Amber mulai membantu Earl mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah, mereka bertiga pun berjalan keluar rumah dan tampak seperti keluarga bahagian yang seutuhnya.


"Mom akan menjemput mu nanti, semangat," ucap Amber lalu mencium kening Earl lembut.


"Baiklah Paman, aku akan menunggu mu datang," ucap Earl lalu mendekatkan wajahnya pada telinga Carl. "Jangan lupa membawa foto Daddy ku," bisik Earl.


Setelah mendapatkan anggukan dari Carl, Earl tersenyum pada Amber dan melambaikan tangannya lalu berjalan masuk ke dalam kelas. Amber dan Carl pun berjalan kembali kearah rumah, Amber menoleh pelan menatap Carl yang tampak asik menatap pemandangan sekitar. "Mengapa kau tidak memberitahu Earl jika kau ayahnya?" Tanya Amber pelan.


"Aku akan memberitahunya besok Amber, aku juga akan membawa foto-foto pernikahan kita untuk di perlihatkan kepada Earl."


Sesampainya di pagar, Amber berbalik, ia menatap Carl dengan seyuman lembut. "Terima kasih sudah mengunjungi ku dan Earl, hati-hati di jalan," ucap Amber.


Carl menganggukkan kepalanya, ia pun melemparkan senyum pada Amber, "Terima kasih juga sudah mengijinkan ku bermain kesini, aku akan mengunjungi mu jika sudah sampai," jawab Carl lembut.


Baru saja Carl akan berbalik membuka pintu mobil. Sebuah mobil terwarna hitam terparkir dengan tiba-tiba di depan Carl dan Amber, pintu mobil terbuka dan menampilkan wajah Amanda yang tampak marah besar. "Amber! Apa yang kau lakukan? Kau membawa pria ini ke rumah? Apa kau sudah gila? Aku mencari rumah sejauh ini agar pria ini tak bisa menemui mu!" pekik Amanda yang terdengar kesal, terlihat pula pria yang turun dari pintu supir dengan jas dokternya. Sekarang Carl ingat, itu pasti Sean yang diceritakan Earl.


"Amanda aku bisa menjelaskannya," ucap Amber saat Amanda menarik tangan Amber kasar ke dalam halaman dan hendak masuk ke dalam rumah.