The Story Of Amber

The Story Of Amber
Merindu



Keesokan paginya, Carl dengan begitu semangat mengendarai mobilnya, perjalanan menuju rumah Amber memang cukup jauh jika tidak menggunakan kereta, di kursi belakang sudah ada 2 paper bag berisikan mainan untuk Earl. "Disini?" Gumam Carl pelan, ia menatap rumah berwarna putih yang sederhana dan cukup nyaman, ia mengeluarkan ponselnya dan menangkap gambar rumah tersebut lalu mengirimkannya pada Amber. [Apa ini rumah mu?]


Belum ada balasan. Carl menghembuskan nafasnya pelan, tangannya masih menggenggam stir dengan santai. Carl belum memberitahu siapa pun tentang pertemuannya dengan Amber, ia merasa semua orang tak perlu tahu dengan proses mendapatkan Amber kembali, mereka hanya perlu tahu jika Amber sudah berhasil ia bawa kembali, tak Carl tidak menerima seorangpun menentang hubungan mereka.


'Ting' Sebuah nada pesan masuk membuat lamunan Carl buyar, membaca pesan yang di kirim Amber. [Ya, benar. Sebentar lagi aku akan keluar, Earl baru selesai mandi.]


Carl mempersiapkan senyuman terbaiknya, ia merapikan kemeja yang ia kenakan dan tak lupa ia menatap cermin untuk melihat rambutnya yang harus rapi. Carl merasa dirinya seperti anak remaja kembali, dimana ia akan menemui gadis yang ia sukai dan masih malu-malu. Untuk masa lalu, ia ingin Amber benar-benar melupakannya, tak ada kenangan manis yang bisa mereka ingat dari masa lalu. "Hai!"


Carl mengalihkan pandangannya pada dua orang yang baru keluar dari rumah putih tersebut, Amber tampak melambaikan tangannya dengan pelan. "Oh, hai!" Seru Carl sambil membalikkan tubuhnya mengambil 2 paper bag lalu keluar dari dalam mobil.


"Kau masih mengingatnya sayang?" Tanya Amber pada Earl dihadapan Carl.


"Ya Mom, aku masih mengingatnya, paman yang ada di kereta kemarin," jawab Earl.


"Pintar, aku suka ingatan mu Earl, aku membawakan mainan yang sedang ramai tahun ini, semoga kau suka." Carl memberikan dua paper bag tersebut pada Earl dan anak laki-laki itu mengambilnya dengan begitu antusias.


"Baiklah, kau akan mengajak Earl bermain dimana? Aku harus mengajar sebentar lagi," ucap Amber.


Carl terdiam sesaat, ia sendiri bingung akan membawa Earl bermain apa. "Dimana kau mengajar?" Tanya Carl terlebih dahulu.


"Didepan, ada sekolah kecil dan tempat penitipan anak, Earl sekolah siang—"


"Apa disana ada taman bermain?" Tanya Carl dengan cepat memotong ucapan Amber.


"Tentu saja ada."


Senyum Carl pun mengembang, ia mengusap pelan rambut Earl. "Kalau begitu aku bermain disana saja, agar kau bisa mengawasi aku dan Earl."


Mereka pun berjalan kearah sekolahan yang sudah memiliki banyak perubahan, sekolah ini sudah di bangun menjadi 2 lantai dan memiliki murid yang lumayan banyak, namun Amber tak ingin waktunya habis untuk mengajar saja, ia ingin lebih banyak waktu untuk menemani Earl. "Tunggulah disini, jika kau ingin menginginkan sesuatu untuk di makan ada kantin di sebelah sana," jelas Amber.


Mereka pun mulai berpisah, Earl duduk di kursi taman dan membuka box berukuran sedang yang berisikan mobil juga remote nya. "Wow, mobil ini sangat gagah, seperti mobil paman Sean," pekik Earl membuat kening Carl berkerut samat tak suka. Mainan mobil tersebut memiliki ban yang besar.


"Paman Sean? Apa dia dekat dengan mom?" Tanya Carl pelan, hatinya menjadi tak menentu, ia merasa tak asing dengan nama itu, namun ia lupa dimana Carl pernah mendengarnya.


"Paman Sean lebih dekat dengan Aunty, mereka selalu bersama-sama berdua, Mom lebih dekat dengan ku. Kami tinggal bersama," jelas Earl. Ia mulai tampak fokus dengan remote yang ia gunakan, gerakan mobil pun melaju dengan beratur.


Penjelasan Earl cukup membuat Carl sedikit tenang, namun tetap saja ia merasa tak asing dengan nama tersebut. "Kau sering menggunakan mainan remote seperti ini sayang? Kau sepertinya sudah ahli," ucap Carl.


"Ya, paman Sean selalu membelikan mainan terbaru, tapi mobil ini yang paling keren menurut ku," jawab Earl.


Carl tersenyum bangga mendengar itu, tak sia-sia ia mengetahui segala hal tentang mainan yang sebenarnya untuk Gerald dan lagi-lagi ia berikan pada Earl. "Aku akan selalu memberikan mainan terbaru dan terbaik untuk mu Earl, aku juga akan memberikan semua hal baik untuk Mommy mu," ucap Carl.


"Kau menyukai Mommy ku paman?" Tanya Earl tiba-tiba.


"Ya, apakah itu boleh?" Tanya Carl sambil tertawa pelan.


Wajah Earl tampak kebingungan, ia mengangkat bahunya pelan. "Paman Sean juga menyukai Mom, tapi Mom selalu menolak, sepertinya Paman juga akan di tolak oleh Mom. Paman harus tahu, Mommy hanya merindukan Daddy." Earl berbalik kearah Carl. "Paman sudah menyampaikan pesan ku untuk Daddy? Kapan ia kembali kesini?" Tanya Earl tiba-tiba.


"Aku sudah menyampaikan pesan mu, besok aku akan kembali kesini dan memberikan foto masa kecil mu bersama Daddy dan Mommy mu 5 tahun yang lalu," ucap Carl sambil tersenyum kecil. Hatinya begitu tak menentu, ia cukup senang dengan kejujuran Earl yang mengatakan semuanya. Amber merindukannya dan itu langkah yang baik untuk Carl mendapatkan Amber kembali. Namun Carl masih bingung dengan Sean yang juga mencintai Amber, siapa itu Sean?


~