
Author's pov
Pagi harinya mereka bertiga sudah berkumpul di depan gerbang desa. Arthur, Alice dan Sierra hanya membawa alat dan bahan makanan yang sekiranya diperlukan saat perjalanan. Tidak lupa juga Arthur membawa peta yang didapat dari Alice.
Mereka pun mulai melangkahkan kaki menuju sungai yang memisahkan antara hutan Lightforest dengan dunia luar. Dan juga sungai yang menjadi tempat tinggal sang naga air.
Sepanjang perjalanan mereka bertiga berdiskusi akan pergi kemana setelah berhasil melewati naga air.
"Arthur, setelah kita berhasil keluar dari hutan ini kita akan pergi ke benua mana ?"tanya Sierra.
"Sebenarnya aku juga tidak tahu. Aku belum memikirkan akan pergi ke benua mana. Tapi sepertinya kita akan pergi ke benua Drasius. Tempat para naga tinggal"ucap Arthur sembari melihat ke arah peta.
"Kenapa kita harus ke benua para naga telebih dahulu ?"tanya Alice.
"Hanya instingku saja"
"Tapi...bukan kah benua itu sangat jauh dari sini ? Kita membutuhkan waktu sekitar 5 hari untuk sampai di sana. Itu pun jika perjalanan kita lancar."tanya Sierra.
"Aku tahu, tapi entah kenapa aku sangat tertarik ingin pergi ke benua itu."
"Baiklah...sudah diputuskan. Kita akan pergi ke benua Drasius. Tapi sebelum itu. Sepertinya ada yang sedang menunggu kita"ucap Sierra.
Setelah Sierra mengucapkan kalimat terakhirnya. Aku bisa melihat tepat di depan kami sebuah makhluk raksasa yang terbuat dari air. Dengan sepasang sayap kelelawar dipunggungnya.
Makhluk yang menyerupai kadal dengan empat kaki itu terlihat sedang menunggu sesuatu. Makhluk itu adalah spirit naga air. Spirit yang sangat ditakuti para peri. Sedang berdiri dengan gagah berani dihadapan mereka bertiga.
Arthur dan Alice mulai melangkah dengan ragu. Tetapi Sierra tetap berjalan dengan percaya diri. Walaupun merela berdua terlihat ragu, mereka tetap berjalan mengikuti Sierra yang sudah ada di depan mereka.
Hingga akhirnya, mereka bertiga telah sampai di hadapan naga air itu. Tepat lima meter jauhnya mereka berhenti berjalan. Sang naga air yang sangat ditakuti itu mulai berbicara.
"M**ana diantara kalian yang merupakan reinkarnasi phoenix** ?"
Aura yang sangat besar tiba - tiba muncul bersamaan dengan naga air yang berbicara.
"Maaf sebelumnya tuan naga. Biar saya yang menjawab. Dia adalah Arthur. Sang reinkarnasi red phoenix yang kau maksud itu"ucap Sierra sembari menunjuk ke arah Arthur.
'Kenapa Sierra bisa tetap tenang ? Ada yang tidak beres di sini. Sebenarnya apa yang kau lakukan, Sierra ?'ucap Arthur dalam hati, curiga dengan Sierra.
Bagaimana dia tidak curiga. Seharusnya Sierra juga sama seperti Arthur dan Alice yang ketakutan saat berhadapan langsung dengan naga air. Tetapi Sierra tetap tenang dan itu mengundang kecurigaan Arthur kepadanya.
"Hohoho, ternyata kau. Mau apa kau menemuiku phoenix ?"
*glup*
Naga air memajukan kepalanya sejajar dengan Arthur. Arthur pun menjadi sangat - sangat takut dan gugup.
"A-aku ........... i-ingin ........... keluar ......... h-hutan"ucap Arthur dengan gugup. Terlihat banyak sekali Arthur mengeluarkan keringat dingin.
"Kau ingin keluar hutan ini ? Hahahaha ... Kalau begitu, kau harus melawanku terlebih dahulu. Kalau kau menang, kau boleh pergi dari hutan ini."
"Kalau dia kalah, perutku akan kenyang. Hahahaha"
Tiba - tiba naga air berubah menjadi sangat serius. Sierra menarik tangan Alice untuk menjauh dari naga air.
Setelah Alice dan Sierra sudah menjauh. Naga air mulai menyerang Arthur dengan sulur - sulur airnya. Arthur terbang kesana kemari untuk menghindari terjerat sulur air.
"ARTHUR !!! KAU HARUS SERIUS MELAWANNYA. KALAU KAU TIDAK SERIUS MELAWANNYA, KAU AKAN MATI !!!"Sierra tiba - tiba teriak mengejutkan Alice yang berada di sampingnya
Setelah diteriaki seperti itu. Arthur menjadi lebih serius dalam melawan naga air. Dia tidak hanya menghindari serangan dari naga air. Dia membalas serangan yang menuju kearahnya dengan sihir apinya.
Arthur membuat bola api yang sangat banyak yang kemudian dilempar kearah sulur air yang mengarah kepadanya. Tetapi ada beberapa sulur yang tidak berhasil dihancurkan oleh Arthur.
"Apa hanya itu kekuatanmu ? Sangat lemah !! Kau tidak akan bisa mengalahkan kegelapan jika kekuatanmu saja tidak biaa melukaiku sesikit pun !!!"
"Hahahaha ..... Kau akan mati di sini !!! ..... Phoenix ..... Rasakan ini !"
Pertarungan menjadi lebih sengit saat naga air terbang melesat kearah Arthur dan menyemburkan air. Bukan air biasa. Tetapi air dengan tekanan yang sangat tinggi. Bahkan batu besar yang berada di belakang Arthur terbelah dua setelah terkena air itu.
Arthur tersenyum masam saat melihat hal itu. Keringat dingin juga bermunculan.
'Aku akan benar - benar mati.... Semburan airnya saja sudah bisa membuat batu yang sangat keras terbelah menjadi dua. Bagaimana jika yang terkena semburan itu adalah tubuhku ? Bagaimana ini ? Aku harus melakukan apa ?'Arthur memikirkan cara untuk terus bertahan dan tidak mati melawan lawannya ini.
'Air ..... Air ..... Air ..... Lawan air adalah api ...... Dan aku adalah reinkarnasi phoenix ...... Ya, aku tidak akan tahu hasilnya sebelum aku mencobanya'pikir Arthur
Arthur memfokuskan pikirannya. Tiba - tiba api yang besar menyelimuti seluruh tubuh Arthur. Setelah api itu padam, terlihat sayap Arthur terselimuti oleh api seolah - olah sayapnya terbuat dari api.
Bukan hanya sayapnya saja yang terselimuti api tetapi seluruh tubuhnya juga diselimuti api yang membara.
Naga air terkejut melihat perubahan Arthur. Bukan dia saja yang terkejut, Sierra dan Alice pun membelalakan matanya dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Arthur berubah menjadi burung yang sangat besar. Burung yang selalu dikaitkan dengan air mata ajaib dan keabadian. Dengan kata lain. Arthur telah berubah menjadi Red Phoenix.
"Hohoho, ternyata kau sudah bisa merubah wujudmu menjadi phoenix"
"**Saatnya serius"
*******
**Jangan lupa vote, like, dan komentarnya. Author butuh saran dari para pembaca yang budiman :)
Maaf baru up + lebih pendek dari sebelumnya :(
Terima kasih bagi yang mau menunggu updete dari cerita abal - abal author ini.
salam :
*CapricornDS089*****