
Alice dan Sierra dengan kompak mengalahkan semua monster fire bull.
Sierra terbang mengelilingi monster dan menumbuhkan sulur - sulur tanaman yang mrlilit beberapa ekor fire bull. Lalu Alice menyerang setiap monster yang sudah terlilit oleh sulur - sulur tanaman.
Alice mencakar dan menggigit setiap monster fire bull yang terikat. Alice hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk membunuh satu ekor fire bull.
Sierra terus mengeluarkan sihirnya sembari mengepakkan sayapnya hingga tiba - tiba semburan api yang panas mengarah kepadanya secara mengejutkan.
Sierra yang tidak siap menerima serangan, harus terpental sejauh sepuluh meter dan jatuh ke tanah dan baru berhenti saat tubuhnya menabrak batang pohon. Bulu - bulu disayap kanannya terbakar sehingga kini Sierra tidak bisa terbang lagi.
"SIERRA !! Cih....sial !!!"teriak Arthur saat melihat Sierra terpental.
"Argh..."
Sierra meringis kesakitan. Alice yang melihat Sierra terluka ingin pergi menolongnya, tetapi sebelum Alice melangkahkan kakinya, dia segera dihadang oleh sekumpulan fire bull yang tersisa.
Begitu juga dengan Arthur,dia tdak bisa menolong Sierra karena pemimpin monster fire bull itu tidak memperbolehkan Arthur untuk mendekati Sierra.
Beberapa fire bull nampak menghampiri Sierra yang duduk tidak berdaya sembari memegang sayap kanannya yang rusak. Beberapa fire bull itu mendengus sembari mengeluarkan asap dari hidungnya.
Sierra hanya bisa pasrah, dia melihat kearah Alice yang mulai tersudut oleh beberapa fire bull. Demikian juga dengan Arthur, dia nampak terdesak menahan setiap serangan yang dilancarkan oleh pemimpin monster.
"Ancient Technique : Triple slash !"
Tiba - tiba suara seseorang terdengar dari arah belakang Sierra. Sierra terkejut saat mengetahui ada orang lain disana dan dia pun melihat kearah belakang.
Disana terlihat seorang pemuda dengan rambut dan bola mata sehijau daun sedang memegang pedang yang terbuat dari kayu seluruhnya. Lalu Sierra melihat ke depan lagi dan terkejut saat melihat tubuh semua monster fire bull yang ingin menyerangnya terbelah menjadi empat bagian dan mati seketika.
"Butuh bantuan, nona ?"pemuda itu mengulurkan tangannya.
Sierra memandang tangan yang diulurkan oleh pemuda itu lalu memandang kearah wajahnya. Sierra tersipu malu saat matanya memandang mata hijau pemuda itu yang juga memandang mata hitam Sierra.
Sierra menerima uluran tangan itu dan mulai berdiri. Dengan nada kecil dan raut wajah yang merona, Sierra berterima kasih kepada pemuda yang telah menolongnya itu.
"T-terima kasih..."
Walaupun suara Sierra kecil, pemuda itu dapat mendengar apa yang Sierra katakan. Pemuda utu oun membalas perkataan Sierra sembari tersenyum.
"Sama - sama. Kau istirahatlah di sana. Aku akan membantu kedua temanmu dulu."
"B-baik..."
Lalu pemuda itu pun berlari melesat ke arah Alice yang sedang tersudut dan mengayunkan pedangnya ke arah sekumpulan fire bull itu.
"Ancient Technique : The Sky Destruction !"
Pemuda itu berputar beberapa kali di udara. Pedang kayu yang dipegang olehnya nampak mengeluarkan cahaya berwarna biru.
Setelah berputar beberapa kali, pemuda yang masih melayang diudara itu menebaskan pedangnya menghasilkan sebuah tebasan cahaya berbentuk bulan sabit berwarna biru mengarah ke sekelompok fire bull yang menyerang Alice, membuat semua monster yang terkena cahaya itu terbelah menjadi dua seketika.
Masih tersisa sekitar lima ekor fire bull yang masih hidup. Kelima ekor fire bull itu pun merubah targetnya menjadi pemuda itu.
Alice yang melihat itu tidak tinggal diam. Tanpa menunggu lebih lama Alice langsung menyerang kelima ekor fire bull itu dan mencabik - cabiknya hingga kelima monster itu tidak bernyawa lagi.
Lalu Alice yang masih dalam wujud serigala dan pemuda itu melesat ke arah pertarungan yang terjadi antara Arthur dengan pemimpin monster fire bull.
Mereka berdua langsung membantu Arthur untuk melawan pemimpin monster fire bull. Ketiganya menyerang bersama - sama.
Pemimpin monster itu mulai kewalahan saat di serang oleh tiga orang. Luka sayatan dan cakaran mulai bermunculan di tubuh monster itu.
Di sisi lain, Sierra hanya bisa memandang kedua temannya bersama satu orang lagi berkeja keras mengalahkan pemimpin fire bull. Sierra sangat ingin membantu mereka, tapi keadaan tubuhnya yang tidak mendukung, dia hanya bisa memperhatikan dari kejauhan.
Disisi lain, Arthur berhasil menahan semburan api yang mengarah kepadanya menggunakan semburan api yang lain.
Akhirnya pertarungan pun selesai yang dimenangkan oleh kelompok Arthur. Alice mengubah dirinya menjadi wujud manusianya kembali. Begitu juga dengan Arthur yang menghilangkan sayapnya. Mereka semua pun beristirahat di dekat Sierra.
Pemuda berambut hijau yang melihat Sierra masih dalam keadaan terluka parah mengulurkan tangannya dan mengucapkan sebuah mantra sihir yang tidak dikenal oleh Arthur dan yang lainnya.
"Ancient Magic : True Healing !"
Dari tangan pemuda itu, keluar kabut berwarna biru yang sangat menenangkan. Kabut biru yang terlihat sangat padat itu terbang ke arah Sierra dan menyelimuti tubuhnya.
Kabut biru itu meresap kedalam tubuh Sierra. Bulu sayap di punggung Sierra berjatuhan seperti daun yang berguguran dari tangkainya digantikan oleh bulu yang baru.
Organ dalam Sierra yang terluka segera memperbaiki diri setelah tubuhnya menyerap kabut biru yang berasal dari tangan pemuda berambut hijau itu.
Semakin lama kabut biru itu semakin menipis seiring dengan turunnya tangan pemuda berambut hijau itu. Sierra juga kin sudah sembuh total.
Sierra sangat senang saat mengetahui bahwa sayapnya telah sembuh. Dia berdiri dari duduknya dan langsung memeluk tubuh pemuda berambut hijau itu sembari mengucapkan kata terima kasih berkali - kali.
"Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih."
"Ya, sama - sama."
Pemuda berambut hijau itu pun membalas pelukan Sierra. Mereka berpelukan selama beberapa menit. Arthur dan Alice yang melihat adegan itu hanya memandangnya dengan tatapan datar.
Karena tidak tahan, Arthur berdeham untuk menyadarkan kedua makhluk yang ada di depannya.
"Ekhem... Apa kalian akan terus berpelukan sampai dewi cinta turun ke Starus dan memisahkan kalian..."
Mereka berdua pun sadar dan segera melepaskan pelukannya masing - masing. Raut wajah keduanya memerah karena malu. Susasanya tiba - tiba menjadi canggung.
"Ngomong - ngomong, siapa kau ?"tanya Arthur memecah suasana canggung yang terjadin
"Siapa ? Aku ? Oh, aku William. Kalian bisa memanggilku Will. Dan jika kalian ingin tahu rasku, jawabannya aku berasal dari ras dryad. Lebih tepatnya setengah dryad dan setengan manusia."ucap Will memperkenalkan diri.
"APA !!!" "TIDAK MUNGKIN !!!" "MUSTAHIL !!!"Arthur dan yang lainnya berteriak mengucapakan kata - kata yang berbeda secara bersamaan mengekspresikan keterjutan mereka bertiga.
"Apa, apa ada yang lain ?"tanya Alice dengan pandangan kosong.
"Aku adalah satu - satunya keturunan yang tersisa atau dengan kata lain aku adalah keturunan terakhir. Jadi, jawabannya tidak..."ucap Will dengan enteng.
"....."
Mereka semua hanya terdiam dengan pandangan mengarah ke depan.
___________________________________________
Note : author bikin cerita baru di n*v*l*e. sebenernya bukan cerita baru sih, judul ceritanya the dragon controller (lanjutan cerita yang ada di sini) kalau kalian penasaran langsung aja ke aplikasi sebelah :)
Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote, rate, tip dan saran & komen supaya author tambah semangat untuk update cerita :)
Jangan pernah bosan untuk menunggu update-an cerita ini ya (:
Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati :)
See you in the next chap :v
CapricornDS089