
Saat ini, Arthur dan yang lainnya tengah menunggu kelompok fire bull dengan bersembunyi di semak - semak.
Mereka telah menunggu selama tiga jam, tetapi tidak ada satu pun fire bull yang datang ke tempat itu.
Mereka bertiga mulai tidak sabar dan kesal karena kelompok fire bull yang sering mengganggu desa Greender tidak kunjung datang.
"Sampai kapan kita akan menunggu ? Aku sudah lelah..."ucap Sierra.
"Bersabarlah..."jawab Arthur dengan singkat.
"Sierra benar. Sampai kapan kita akan menunggu ? Atau jangan - jangan, quest membasmi sekelompok fire bull tidak pernah ada !?"kata Alice mengungkapkan isi pikirannya.
"Itu tidak masuk akal Alice... Tidak mungkin serikat petualang meemasang quest palsu di papan... Mungkin..."kata Arthur yang mulai mempercayai perkataan Alice.
*sreek* *sreek*
Tiba - tiba Alice mendengar suara seperti daun kering yang diinjak.
"Apa kalian mendengarnya ?"tanya Alice kepada Arthur dan Sierra.
Arthur dan Sierra yang merasa tidak mendengar apapun saling berpandangan sejenak sembari mengerutkan dahi.
"Mendengar apa ? Aku tidak mendengar apapun..."ucap Sierra dengan kebingungan.
"Lupakan saja. Mungkin aku salah dengar."kata Alice.
*sreeek* *sreeek* *sreeek*
Suara gesekan daun itu semakin terdengar jelas sehingga Arthur dan Siera bisa mendengarnya juga.
"Diam... Jangan ada yang berisik..."kata Arthur.
*sreeek* *sreeek* *sreeek*
Suara gesekan daun itu seperti menghampiri tempat mereka bertiga. Arthur segera mengintip untuk melihat siapa atau makhluk apa yang mendekat.
Arthur membelalakkan matanya setelah tahu makhluk apa yang datang, dia segera bersembunyi kembali agar tidak diketahui makhluk itu.
"Ada ap-"ucapan Sierra Segera dipotong oleh Arthur yang menyuruhnya untuk tidak berisik.
"Sstttt !!"
Sierra yang mengerti keadaan pun memelankan suaranya.
"Ada apa ?"tanya Sierra.
"Fire bull. Dan jumlahnya ada tiga puluh ekor..."ucap Arthur dengan raut wajah yang panik.
Sierra dan Alice yang mendengar ucapan Arthur menjadi terkejut dan tidak mempercayainya. Dengan nada yang dinaikkan sedikit Sierra mengungkapkan perkataannya.
"Apa ! Apa kau bercanda ?!"
"Kalau kalian tidak percaya, lihat saja sendiri dengan mata kepala kalian."ucap Arthur yang memasang raut wajah buruk.
Alice dan Sierra yang tidak percaya dengan ucapan Arthur segera mengintip. Sama halnya dengan Arthur, setelah mereka berdua mengintip dibalik - balik semak mereka membelalakkan mata tidak percaya.
"I-ini.... I-ini t-tidak mungkin... Bukankah seharusnya hanya ada tujuh fire bull ?"kata Alice tidak percaya dengan apa yang telah dilihatnya.
"Aku tidak sedang bermimpi kan ?"ucap Sierra yang ikut tidak percaya.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang ? Monster itu terlalu banyak. Kita tidak akan bisa melawan semuanya...."kata Alice dengan cemas.
"Apa kita kembali saja dan meminta bantuan kepada pihak serikat petualang ?"tanya Sierra.
"Tidak ! Kita pasti bisa melawan semua monster itu !"kata Arthur.
Alice dan Sierra masih ragu dengan ucapan Arthur.
"Apa kau yakin ?"tanya Sierra yang ragu.
"Ya !"jawab Arthur dengan tekat yang kuat.
"Tapi... Bagaimana caranya ?"tanya Alice yang menyadarkan Arthur.
Arthur pun berpikir keras untuk mendapatkan jalan keluar dari masalah ini.
"Baiklah, kalian berdua bantu aku untuk menggali lubang besar, minimal mampu untuk menampung sebagian monster fire bull itu..."ucap Arthur.
Arthur dan yang lainnya pun berjalan pergi menjauh dari kumpulan fire bull itu. Setelah dirasa sudah cukup jauh, mereka mulai menggali tanah menggunakan kekuatan mereka untuk membuat sebuah lubang yang cukup besar.
Akhirnya lubang jebakan sudah selesai dengan lebar sepanjang sepuluh meter dan tinggi tujuh meter.
Setelah itu mereka bertiga keluar dari lubang. Sesampainya di atas Sierra segera menumbuhkan tanaman runcing di dalam lubang menggunakan kekuatannya dan menutup lubang besar itu dengan dedaunan.
"Aku akan memancing kelompok fire bull itu kesini. Kalian berdua bersembunyi di pepohonan. Saat kelompok fire bull itu sudah masuk ke dalam lubang segera serang menggunakan sihir kalian. Setelah selesai kalian berdua bantu aku mengurus sisanya."jawab Arthur.
"Baiklah..."ucap Alice.
Setelah itu Alice dan Sierra pergi bersembunyi diatas pohon yang tidak jauh dari lubang jebakan agar mereka bisa menyerang fire bull yang masih bertahan didalam lubang secara langsung menggunakan sihir mereka.
Sedangkan Arthur berjalan kembali menuju tempat dimana kumpulan fire bull berada. Sesampainya Arthur ditempat fire bull itu berkumpul, Arthur bersembungi terlebih dahulu di atas pohon.
Lalu Arthur menumbuhkam sayapnya kembali. Setelah itu arthur mengalirkan mananya ke tangan kanan dan merubahnya menjadi sihir elemen api sehingga tangan kanannya kini diselimuti oleh api yang berkobar.
Arthur memadatkan api yang ada ditangannya. Api yang berkobar di tangan kanannya memanjang dan menjadi padat, membentuk sebuah tombak yang sepenuhnya terbuat dari api.
Setelah dirasa sudah siap, Arthur segera melempar tombak api itu ke arah sekumpulan fire bull.
*syuut* *jleb*
Tombak yang dilempar oleh Arthur menancap tepat di kepala salah satu fire bull, menembus kepala dan menghancurkan otaknya yang membuat fire bull itu mati seketika.
Semua fire bull menjadi waspada membentuk posisi pertahanan mereka mengikuti insting hewan mereka. Para monster itu tampak marah saat melihat salah satu dari mereka mati secara mengenaskan.
Di tengah - tengah kawanan fire bull, terdapat seekor fire bull yang memiliki tubuh yang lebih besar dari yang lainnya.
Kulitnya berwarna merah maroon mendekati warna hitam, sangat berbeda dengan fire bull yang ada di sekitarnya yang berwarna merah cerah. Fire bull setinggi lima meter itu adalah pemimpin dari kawanan itu.
Sedangkan diatas pohon, Arthur sekali lagi membuat satu tombak api dan melemparkannya ke kerumunan fire bull yang memasang posisi bertahan itu.
*syuut* *jleb*
"MMOOOO"
Salah satu fire bull berteriak kesakitan dan akhirnya mati saat tombak api yang dilemparkan Arthur mengenai perut monster itu dan membakar organ dalamnya.
Kini pemimpin monster itu mengetahui posisi Arthur yang bersembunyi di salah satu pohon di dekat kawanannya. Pemimpin monster itu pun berlari menuju pohon yang dijadikan persembunyian Arthur dan menyeruduknya hingga pohon itu tumbang.
Tetapi sebelum pohon itu menyentuh tanah, Arthur segera mengepakkan sayapnya dan terbang menjauh menuju ke lubang jebakan.
Melihat musuh yang menyerang mereka kabur, pemimpin fire bull itu mendengus marah dan berlari mengejar Arthur diikuti oleh seluruh kawanannya.
Arthur meliuk - liuk menghindari pepohonan. Tidak butuh waktu lama, Arthur telah sampai di lubang jebakan.
Arthur pun melayang tepat di atas lubang dan tetap diam di posisi itu. Tidak lama setelahnya, tanah tiba - tiba bergetar, pepohonan dari arah datangnya Arthur tadi satu - persatu berjatuhan.
Dan pohon terakhir pun jatuh, menampilkan segerombolan fire bull yang dipimpin oleh seekor fire bull setinggi lima meter.
Pemimpin fire bull itu mendengus marah, mengeluarkan uap panas dari hidungnya. Lalu pemimpin monster itu mengaum dan mengeluarkan semburan api dari mulutnya, memerintahkan semua fire bull yang ada di sekitarnya untuk maju menyerang Arthur.
"MMMOOOOOO"
Para fire bull pun berlari menghampiri lubang jebakan yang berada tepat di bawah Arthur.
Arthur yang melihat itu menyeringai. Secara tiba - tiba, setengah dari kawanan fire bull itu terjatuh ke dalam lubang jebakan dan mati tertusuk tanaman runcing yang ada di dalam lubang.
Ada juga yang masih hidup, tetapi hal itu tidak terjadi lama karena Sierra dan Alice menyerang menggunakan sihir mereka dan membunuh fire bull yang masih hidup di dalam lubang.
Kini hanya tersisa lima belas ekor fire bull, termasuk pemimpin mereka.
"Alice ! Sierra ! Bantu aku mengurus semua fire bull... Aku akan mengurus pemimpinnya..."ucap Arthur kepada Alice dan Sierra.
""Baik !""jawab mereka berdua.
Alice dan Sirra pun melompat turun dari atas pohon. Alice dengan cepat merubah dirinya menjadi seekor serigala silver setinggi dua meter. Sedangkan Sierra menumbuhkan sayapnya sama seperti Arthur.
Mereka berdua melesat menuju ke sekumpulan fire bull dan mulai menyerang monster itu dengan sihir dan cakar yang mereka punya.
Sedangkan Arthur melesat menuju ke arah pemimpin monster fire bull itu. Pertempuran sengit pun terjadi antara sekelompok fire bull yang dipimpin oleh fire bull setinggi lima meter dengan kelompok Arthur.
_____________________________________________
Note : kayaknya minggu depan author ga bakalan up. Soalnya tugas sekolah numpuk, kalo ga dikerjain author takutnya malah makin numpuk. :(
Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote, rate, tip dan saran & komen supaya author tambah semangat untuk update cerita :D
Jangan pernah bosan untuk menunggu update-an cerita ini ya (:
Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati ( ;
See you in the next chap :v
CapricornDS089