The Reincarnation Of A Phoenix

The Reincarnation Of A Phoenix
Chapter 8 : The Story



Author's pov


Malam ini di desa Lightforest sedang mengadakan pesta. Pesta itu diadakan di balai desa dengan sederhana. Hanya ada acara makan bersama.


Semua fae menikmati pesta itu. Tetapi ada satu fae yang tidak menikmati pesta dan pergi menuju bukit tertinggi di hutan Lightforest. Dia adalah Arthur.


Arthur lebih memilih duduk memandangi hitamnya langit malam yang ditaburi ribuan bintang. Terdapat raut kesedihan dan kerinduan di dalam tatapan Arthur saat memandangi langit. Entah apa yang membuat Arthur menjadi seperti itu.


Terlihat siluet dua makhluk di belakang Arthur yang menuju ke arahnya. Setelah dekat dengan Arthur terlihat wujud asli mereka. Mereka adalah Sierra dan Alice. Mereka duduk di samping Arthur.


Keheningan melanda mereka bertiga. Tidak ada yang ingin memecahkan keheningan itu. Keheningan itu terus terjaga hingga akhirnya Sierra memecahkan keheningan itu.


"Arthur.... Apa kau teringat tentang 'kejadian itu' lagi ?"tanya Sierra kepada Arthur.


"Ya."


Arthur mengucapkan itu dengan nada yang mengandung kesedihan.


"Aku masih takut untuk keluar dari hutan ini dan membuat 'dia' marah sehingga kejadian itu terulang kembali"tambahnya.


"Ayolah, kejadian itu adalah masa lalu. Jangan hanya karena masa lalumu, kau jadi terhambat untuk maju. Masa lalu biarlah berlalu. Terus lah maju dengan menatap masa depan. Tapi sekali - kali kau juga harus lihat masa lalumu agar tidak jatuh ke lubang yang sama. Jadi kan lah masa lalumu sebagai patokan agar kau berhasil."ceramah panjang Sierra.


"Tetapi tetap saja. Aku mungkin tidak akan bisa keluar dari hutan ini tanpa bertemu dengan 'dia' Sierra"ucap Arthur dengan nada tinggi.


"Aku tahu. Tapi kau kan harus segera bertemu dengan reinkarnasi phoenix lainnya dan segera mengalahkan kegelapan"ucap Sierra.


"Ayolah, kau adalah reinkarnasi phoenix. Tidak seharusnya kau takut dengan 'dia'. Sekarang kau itu lebih kuat dari 'dia' Arthur." tambahnya.


Arthur hanya menghembuskan napas panjang dan kembali melihat ribuan bintang di langit.


Sedangkan Alice, dia sedari awal tidak memahami apapun tentang percakapan yang terjadi diantara kedua temannya. Dia terlihat bingung. Wajar saja dia terlihat seperti itu. Itu dikarenakan dia bukan penduduk asli hutan Lightforest dan tidak mengetahui kejadian apa saja yang terjadi di sini.


"Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan. Siapa 'dia' yang kalian maksud ? Memangnya dulu ada kejadian apa ?"


tanya Alice.


Arthur dan Sierra bertatap mata sebentar dan saling mengangguk seakan akan mereka berdua melakukan telepati.


"Jadi, kejadian itu terjadi saat kami masih kecil. Waktu itu....."Sierra mulai bercerita.


*******


Flashback


"Alexa ! Jangan tinggalkan aku !"teriak anak lelaki dark fae sembari terbang mengikuti anak perempuan dark fae yang berada jauh di depannya . Anak lelaki fae itu adalah Arthur saat dia masih kecil.


"terbangmu saja yang terlalu lambat. Ayolah, terbang lebih cepat. Kita ini adalah penguasa langit."balas teriak anak perempuan yang dipanggil Alexa itu.


"Alexa ! Berhenti !!"teriak Arthur lagi.


"Ada apa ?"


"Kita tidak boleh terbang terlalu cepat di daerah ini, apa kau lupa ?"ucap Arthur yang terlihat takut akan sesuatu.


"Kenapa ? Apa kau teringat dengan perkataan semua fae tentang spiritvnaga air yang tinggal di sini ?"


"Ayolah, mereka hanya menakut - nakuti kita saja agar kita tidak terbang cepat di daerah ini. Mereka hanya tidak mau kita terluka karena terbang terlalu cepat"


"Tapi-"ucapan Arthur terhenti saat ada yang memanggil keduanya.


"Arthur ! Alexa !"panggil anak perempuan fae yang menuju ke arah mereka berdua.


"Sierra ? Sedang apa kau di sini ?"tanya Alexa.


"Seharusnya aku yang mengucapkan itu ! Sedang apa kalian di sini ? Seharusnya kita tidak ada di sini. Di sini sangat berbahaya ! Ada spir-"ucapan Sierra langsung di potong oleh Alexa.


"Spirit naga air yang tinggal disini. Ya ya ya aku sudah mendengarnya dari Arthur. Kalian sama saja. Sama - sama penakut. Kalau kalian takut lebih baik kalian kembali ke desa saja"Alexa mengucapkannya dengan nada malas.


"Bagaimana dengan mu ? Apa kau akan kembali ke desa bersama kami ?"ucap Arthur dengan khawatir.


"Aku ? Tentu saja aku akan bermain di sini sebentar. Kalau kalian ingin pergi duluan, pergi saja"


"Aku tidak peduli. Kalian pergi saja"


*whusss*


Alexa terbang dengan cepat.


""Alexa!!!""Arthur dan Sierra meneriaki Alexa. Tetapi Alexa tidak memperdulikannya. Dia tetap terbang dengan cepat.


Arthur dan Sierra segera terbang mengejar Alexa yang berada jauh di depan. Tetapi saat mereka berdua tepat berada di bepakang Alexa. Tiba - tiba air bermunculan dari dalam tanah dan ada juga yang tercipta di udara.


Air yang bermunculan sangat banyak dan semua air terbang dan berkumpul di satu titik, tepat di depan mereka bertiga. Serentak mereka memberhentikan terbang mereka dan memperhatikan air yang mengumpul itu.


Sedikit demi sedikit air yang mengumpul itu mulai membentuk suatu wujud. Wujud yang ditakuti oleh para peri. Mereka bertiga pun yang mengetahui wujud dari air yang mengumpul itu mulai panik.


Wujud itu mulai terbentuk sempurna. Wujud yang terlihat penuh kegagahan sekaligus menyeramkan. Tidak lupa hawa membunuh yang dikeluarkannya sangat besar sehingga membuat mereka bertiga diam membeku ketakutan.


*RRRROOOOAAAARRRR*


Wujud itu mengeluarkan raungannya yang membuat ketiga fae di depannya terpental cukup jauh ke belakang. Tak disangka oleh ketiganya, wujud yang berbentuk naga air itu bisa berbicara.


"Beraninya kalian mengganggu tidurku !!! Kalian akan aku bunuh !!!"ucap spirit itu dengan nada yang terkesan marah.


Lalu tiba - tiba muncul sulur yang sangat banyak yang terbuat dari air mengarah kepada mereka bertiga. Sulur - sulur itu dikendalikan oleh naga air untuk menangkap mereka bertiga.


Arthur dan Sierra berhasil menghindari semua sulur - sulur itu dengan terbang menjauh. Tetapi tidak dengan Alexa. Dia terlilit sulur saat dia ingin terbang dan langsung ditarik menuju naga air. Alex dan Sierra tidak sempat untuk menarik Alexa dikarenakan sulur itu bergerak sangat cepat.


Alexa meronta saat tubuhnya dililit oleh sulur air. Tetapi usahanya itu tidak membuahkan hasil apapun. Dia tetap terlilit kuat oleh sulur air itu. Saat Alexa sudah berada di hadapan naga air, tanpa basa - basi lagi naga air membuka mulutnya lebar - lebar dan memakan Alexa hidup - hidup.


Arthur dan Sierra membelakakkan mata saat melihat sahabat mereka mati didepan mata kepalanya sendiri. Mereka berdua teriak histeris.


"ALEXAA"teriak Sierra dan meneteskan air mata.


"Tidak mungkin, Alexa....dia......"ucapan Arthur tifak dilanjutkan lagi karena dia tidak bisa berkata apa - apa lagi saat dia melihat dengan mata kepalanya sendiri kejadian yang sangat menerikan tersebut.


Setelah memakan Alexa, naga air itu langsung merubah dirinya menjadi air kembali dan air - air itu membentuk sebuah jalur air yang lumayan deras. Dengan kata lain, spirit itu berubah menjadi sungai yang sekarang menjadi pembatas antara hutan Lightforest dengan daratan lainnya.


Dan mulai saat itu hutan Lightforest terisolasi dari dunia luar seolah - olah terkena kutukan. Semua yang sudah memasuki hutan Lightforest tidak akan pernah keluar dari sana. Itu disebabkan oleh naga air yang berubah menjadi sungai itu.


Semua makhluk bisa memasuki hutan Lightforest. Tetapi tidak akan bisa keluar kembali tanpa bertemu dengan naga air yang akan berakhir menjadi santapan sang spirit naga air seperti apa yang terjadi dengan Alexa.


Begitupun dengan para peri yang tidak bisa keluar dari hutan Lightforest ini. Mereka takut dimangsa oleh naga air itu. Mereka tidak mau bernasib sama dengan Alexa.


*******


Sierra menyelesaikan ceritanya. Alice yang sedari tadi mendengarkan cerita hanya mengerutkan dahinya. Dan akhirnya Alice bertanya kepada Sierra.


"Tunggu, tadi kau bilang semua makhluk yang ada di hutan tidak bisa keluar ? Itu berarti kita juga tidak bisa keluar ?"


"Ya, kita memang tidak bisa keluar dari hutan ini"Sierra menjawab dengan tenang.


"Kalau begitu bagaimana caranya kita bisa berpetualang ? Huh... Padahal aku sudah tidak sabar"Alice mengucapkannya dengan kecewa.


"Tenang saja, aku tahu bagaimana cara kita agar bisa keluar."Sierra menyeringai teringat dengan rencana yang sudah ia buat.


Arthur sedari tadi hanya mendengarkan. Dia terlihat tidak ingin terlibat dalam pembicaraan.


"Kalian akan tahu besok. Sekarang kita harus tidur. Lagipula pestanya sudah selesai"ucap Sierra.


Lalu setelah itu mereka berpisah untuk kembali ke rumah mereka masing - masing. Saat masih di perjalanan Alice terlihat memikirkan sesuatu sedangkan Sierra, dia tidak melihat Alice yang sedang memikirkan sesuatu itu.


'Ternyata banyak rahasia yang masih belum terungkap dari mereka. Baiklah, aku akan membongkar semua rahasia kalian Arthur, Sierra.'batin Alice.


*******


jika ada kesalahan kasih tau di komentar. :)


oh, jangan lupa di like yaa :)


CapricornDS089