
"Jadi.....Brian, benar ?"tanya Will memastikan.
"Ya, benar. Kau siapa ?"jawab Brian dan menanyakan nama Will.
"Perkenalkan aku adalah William. Half-Dryad terakhir. Kau bisa memanggilku Will. Aku mempunyai satu pertanyaan untukmu."ucap Will memperkenalkan dirinya.
"Apa ?"tanya Brian.
"Apa kau mengenal Naga yang bernama Escanor ?"tanya Will.
"Hanya ada satu Naga yang memiliki nama itu. Yaitu raja para Naga, Yang Mulia Raja Escanor."jawab Brian.
"Tidak ku sangka. Bocah ingusan itu sekarang menjadi raja para Naga."ucap Will sembari tersenyum.
"Sepertinya kau sangat akrab dengan raja Escanor, Will."ucap Arthur yang mendengar Will menyebut raja para Naga dengan sebutan bocah ingusan.
"Yah, begitulah. Bisa dibilang aku dan Escanor merupakan sahabat."ucap Will.
"Tapi, saat ini, yang mulia raja Escanor sudah berumur 6546 tahun. Sebenarnya umurmu itu berapa ?"tanya Brian
"Emm.....kalau tidak salah, tahun ini aku berumur......10.365 tahun."jawab Will yang mencoba mengingat - ingat.
"APA !!!"teriak mereka semua kecuali Will yang menutup kedua telinganya.
"MUSTAHIL !!!"teriak mereka semua lagi.
"Kenapa kalian terkejut ? Ini adalah hal yang wajar dari ras kami. Ras Dryad bisa hidup sampai umur ratusan ribu tahun. Dan untuk ras Half-Dryad sepertiku, aku bisa hidup sampai umur 80.000 tahun. Itu pun kalau tidak ada yang membunuhku."ujar Will.
'Umurku dengannya terpaut cukup jauh. Tidak, itu sangat - sangat jauh.'gumam Sierra di dalam hati.
Disaat yang bersamaan, Will bergumam dalam hati seolah - olah Sierra dan Will memiliki ikatan batin.
'Umurku dengannya memang terpaut sangat jauh. Tapi aku harap kali ini ia bisa lebih lama berada di sisiku.'gumam Will.
'Apakah aku bisa selalu berada di sisinya ?'tanya Sierra dalam hati.
Seakan mendengar keraguan Sierra, Will pun mengucapkan hal yang hampir sama dengan Sierra.
'Aku pasti bisa selalu berada di sisinya kali ini."ucap Will dalam hati
'Aku tidak boleh menyerah hanya karena masalah umur !'ucap Sierra yang semangatnya kembali muncul.
'Aku tahu aku terlalu tua untuknya. Tapi aku tidak boleh menyerah karena masalah umur !'ucap Will dalam hati yang juga semangatnya kembali muncul.
'Waktu ku masih panjang, aku pasti bisa mendapatkan hatinya !'ucap Sierra dalam hati.
Walaupun kenyataannya Will tidak bisa mendengarkan suara hati Sierra, tetapi Will seperti tahu apa yang sedang Sierra ucapkan di dalam hatinya.
'Waktu ku memang masih panjang, tapi tidak untuknya. Aku. Aku pasti bisa mendapatkan hatinya kembali !'ucap Will dalam hati sembari melihat ke arah Sierra.
'Karena dia adalah cinta pertamaku dan cinta terakhirku untuk selamanya.'lanjutnya.
Suasana menjadi hening sejenak. Lalu Alice pun mencoba untuk mencairkan suasana canggung yang terjadi dengan memulai percakapan.
"Hei Will, Sierra. Mengapa kalian tiba - tiba menjadi murung ?"tanya Alice.
"Ah.hahaha..tidak...tidak apa - apa. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu."jawab Sierra dengan tertawa canggung.
"Aku tidak ingin membicarakannya."jawab Will yang membuang wajahnya.
Suasanya menjadi canggung kembali. Brian yang tidak tahan dengan suasananya mencoba mencari topik untuk dibicarakan.
"Ehm....apa kalian ingin datang ke desaku ?"tanya Brian memecah suasana canggung.
"Itu ide yang bagus."ucap Arthur.
"Yah, tidak ada salahnya kita datang ke desa para Naga."sahut Alice.
"Sebelumnya, boleh aku mengetahui nama kalian berdua ?"tanya Brian kepada Alice dan Sierra.
"Oh, perkenalkan aku Sierra. Seorang Dark Fae. Aku dan Arthur berasal dari hutan Moonlight."ucap Sierra memperkenalkan diri.
"Baiklah. Jika kalian ingin datang ke desaku, ikuti aku..."
Lalu mereka berlima pun berjalan menuju ke arah barat, tempat di mana desa para Naga tinggal. Brian terus membimbing mereka menembus lebatnya hutan.
Setelah menempuh jarak selama empat puluh lima menit, akhirnya mereka sampai di depan gerbang desa para Naga.
Saat mereka berlima ingin melewati gerbang, mereka dihadang oleh tiga orang penjaga gerbang yang menodongkan tombak ke arah mereka.
"Brian, mengapa kau membawa orang luar ke desa !?"tanya salah satu prajurit yang paling kanan.
"Aku mohon, tenang lah. Mereka adalah temanku, mereka tidak memiliki niat jahat !"ucap Brian yang memohon kepada ketiga prajurit itu.
"Tidak boleh ada orang asing yang memasuki desa Draxius !"ucap prajurit paling kiri dengan tegas.
"Apalagi kalau orang asing itu adalah Manusia ataupun Elementer !"tambahnya yang melihat ke arah Will yang terlihat seperti seorang Manusia.
"Ekhem....sepertinya kalian telah salah paham denganku. Aku bukanlah Manusia ataupun Elementer. Aku merupakan Half-Dryad terakhir. Dan mereka berdua merupakan Fae. Sedangkan dia merupakan Werewolf."ujar Will menjelaskan.
"Kalian mendengarnya sendiri bukan !? Mereka bukanlah Manusia maupun Elementer !"ucap Brian.
"Peraturan tetap peraturan, Brian ! Tidak ada yang boleh melanggarnya !"ucap prajurit tengah dengan tegas.
"Huh. Apa boleh buat. Hei Brian, kau masuk saja sendiri. Kami berempat akan menunggu di sini sebentar."ucap Will.
"Tapi...."
Brian menjadi ragu untuk meninggalkan Arthur dan yang lainnya di luar desa.
"Tenang saja, aku mempunyai sebuah rencana."ucap Will dengan tenang.
"Baiklah. Kalian harus tetap berhati - hati !"ucap Brian lalu jalan melewati ketiga prajurit yang menghadang.
"Ya."jawab Will dengan singkat.
Brian pun masuk ke dalam desa tanpa Arthur dan yang lainnya. Setelah Brian pergi, mereka berempat pun diusir oleh para penjaga tadi.
"Jika kalian tidak memiliki urusan lagi, lebih baik kalian pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi !"ucap prajurit tengah.
"Baiklah, tapi nanti kau jangan menyesal dengan perbuatanmu ini, ya !?"ucap Will yang menampilkan seringai liciknya.
"Cih...aku tidak akan pernah menyesal hanya karena mengusir orang asing dari desa."ucap prajurit kiri.
"Hei, Will. Apa maksudmu mengatakan itu kepada mereka ?"tanya Arthur dengan berbisik.
"Kau tenang saja, aku tidak asal berbicara. Kau akan tahu dengan sendirinya."jawab Will yang juga berbisik.
'Hei ! Jika kau mendengar suaraku, datanglah ke gerbang desa Draxius yang berbatasan dengan hutan yang memisahkan dua benua. Aku membutuhkan bantuanmu di sini.'ucap Will dalam hati dengan lantang seakan - akan sedang berbicara kepada seseorang.
'Oh, satu lagi. Aku sekarang berada di dalam hutan tidak jauh dari desa bersama tiga orang temanku.'tambahnya lagi.
Lalu Arthur dan yang lainnya pun pergi dari gerbang desa para Naga dan kembali masuk ke dalam hutan. Tetapi saat mereka di tengah - tengah jalan, Will memberhentikan mereka dan meyuruh untuk diam di tempat.
"Berhenti ! Kita akan menunggu mereka di sini."ucap Will yang memberhentikan yang lainnya.
"Mereka ? Siapa ?"tanya Sierra kebingungan dengan maksud Will.
"Kau akan tahu nanti."jawab Will menampilkan seringai liciknya lagi.
_____________________________________________
Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote, rate, tip dan saran & komen supaya author tambah semangat untuk update cerita :)
Jangan pernah bosan untuk menunggu update-an cerita ini ya (:
Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati :)
See you in the next chap :v
CapricornDS089