The Reincarnation Of A Phoenix

The Reincarnation Of A Phoenix
Chapter 41 : Destroyer Flame vs Dark Thunder



Seekor burung yang memiliki tinggi jika dihitung dari ujung kepala hingga ujung ekor sekitar sebelas meter terbang dengan berwibawa.


Bulu berwarna merah gelap dengan api semerah darah yang terlihat tidak akan pernah padam menyelimuti seluruh tubuh burung itu, membuat penampilan burung itu sangat mengerikan sekaligus mengagumkan.


"Ba-bagaimana.....P-Phoenix !!!"


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Arthur yang kini dalam wujud Phoenixnya melesat dengan kecepatan sedang ke arah Night Eagle King.


Night Eagle King yang melihat itu tidak tinggal diam. Dia dengan cepat mengumpulkan petir hitam di dalam paruhnya dan melepaskannya ke arah Arthur seperti sebelumnya.


*DDDDUUUAAAARRRR!!!*


Ledakan besar terjadi lagi di dekat Arthur dan menghasilkan kepulan asap tebal. Walaupun serangan Night Eagle King mengenai Arthur dengan telak, monster bersayap itu tidak melepaskan sikap waspadanya.


Night Eagle King berpikir kalau serangan yang dilancarkannya tidak akan membuat Phoenix di hadapannya kalah walaupun petir hitam yang dikeluarkan oleh Night Eagle King bisa menghancurkan sebuah desa dalam sekejap.


Dan benar saja, tiba - tiba semburan api bersuhu sangat tinggi muncul dari dalam kepulan asap dan mengarah ke arah Night Eagle King.


Tidak ingin dirinya terkena semburan api itu, Night Eagle King mengepakkan sayapnya dengan cepat dan terbang lebih tinggi untuk menghindar serangan yang di arahkan kepadanya.


Tetapi semburan api itu berbelok arah terus mengikuti Night Eagle King seperti memiliki kesadaran sendiri.


Night Eagle King tidak memiliki pilihan lain selain menahan semburan api itu. Lalu Night Eagle King pun mengumpulkan listrik - listrik hitam di dalam paruhnya sembari terus terbang berkelok - kelok.


Tetapi ada yang berbeda dari serangan yang akan dilancarkan oleh Monster bersayap itu dengan serangan yang dibuat sebelumnya.


Kali ini listrik - listrik hitam itu berkumpul di satu titik membentuk semacam bola hitam yang memancarkan hawa mengerikan dengan kilatan listrik yang sesekali menyambar udara.


Ukuran bola yang tadinya sebesar bola basket semakin lama semakin menyusut hingga seukuran bola kelereng.


Tetapi hawa yang dikeluarkan bola itu malah semakin mengerikan.


Disisi lain, Sierra dan yang lainnya terus menjauh dari Arthur dan Night Eagle King. Will dan raja Escanor yang sudah sadar kini sedang diobati oleh Sierra yang sudah mulai tenang.


Tiba - tiba Will dan raja Eacanor tersentak kaget saat merasakan hawa yang mengerikan yang berasal dari pertempuran Arthur dan Monster bersayap itu.


"Hawa mengerikan apa ini !?"ucap raja Escanor dengan ketakutan.


"Makhluk apa yang bisa mengeluarkan hawa semengerikan ini !?"tanya Will dengan sedikit takut.


Bukan hanya mereka berdua saja yang merasakan hawa yang sangat mengerikan itu. Sierra, Brian dan Alice juga bisa merasakan hawa itu.


"It-itu....itu pasti kakak ! Kakak dalam bahaya. Aku harus menyelamatkannya !!!"ucap Sierra yang membelalakkan matanya dengan lebar.


Sierra pun menjadi panik dengan keselamatan Arthur dan mulai mengepakkan sayapnya untuk terbang kembali ke tempat Arthur berada.


"Tunggu, Sierra !"


Will yang berada dekat dengan Soerra mencoba untuk menghentikannya tetapi karena luka yang dideritanya belum sembuh total membuat Will tidak bisa melakukan apa - apa selain menyuruh Brian dan Alice untuk menyusul Sierra dan membawanya kembali.


"Brian, Alice. Bawa Sierra kembali !"ucap Wi kepada Brian dan Alice.


"Baik !"jawab Brian.


"Ya."jawab Alice.


Lalu Brian dan Alice pun terbang untuk menyusul Sierra dan membawanya kembali.


Kembali ke pertarungan.


Bola petir hitam seukuran bola kelereng itu melesat dengan kecepatan suara. Sejenak tidak terjadi apa pun.


Tetapi sedetik kemudian, ledakan cahaya yang bisa membutakan mata muncul di tengah - tengah api diikuti oleh ledakan yang super kuat yang menghasilkan hempasan angin kencang yang mampu menerbangkan Night Eagle King puluhan meter.


Hempasan angin itu juga sampai ke tempat Sierra berada, membuat Sierra yang tadinya terbang dengan cepat terhenti sesaat hingga angin kuat itu mereda.


Sierra pun menambah kecepatan terbangnya agar cepat sampai di tempat Arthur.


Sedangkan Arthur mengalami pertarungan yang sangat sengit dengan Night Eagle King.


Cakar Arthur yang setajam belati mengenai dan menggores kepala Night Eagle King membuat kepala monster itu mengeluarkan darah yang sangat banyak.


Night Eagle King pun membalas mencakar tubuh Arthur yang membuatnya terluka cukup dalam. Tetapi dalam sekejap luka yang diberikan oleh Night Eagle King menutup dan menghilang seakan tidak pernah terjadi apa pun.


Night Eagle King menghilang dari hadapan Arthur dan muncul kembali di belakangnya seperti berteleportasi dan menyerang Arthur dengan petir hitamnya. Sebenarnya Night Eagle King terbang dengan sangat cepat. Kecepatannya setara dengan suara ultra sonik yang membuat Night Eagle King seperti berteleportasi.


Arthur pun terkena petir hitam itu dengan telak di punggungnya. Menghasilkan luka bakar yang tampak gosong. Tetapi dengan cepat luka itu menutup kembali sama seperti sebelumnya.


Night Eagle King yang melihat itu menjadi marah karena Arthur memiliki kekuatan regenerasi dan berhenti menyerang. Sejak awal, Night Eagle King merasa tidak akan bisa mengalahkan Arthur.


Perbedaan kekuatannya dan kekuatan Arthur sangat jauh. Tetapi kemarahannya telah membuatnya buta dan tetap bertarung dengan Arthur yang merupakan seekor Phoenix.


Arthur yang melihat lawannya kini berhenti menyerang tidak menyia - nyia kan kesempatan. Dengan cepat dia mengumpulkan semua mana yang dimiliki ke kedua sayapnya dan mengepakkan dengan kekuatan penuh ke arah Night Eagle King.


Dari hempasan sayapnya itu keluar dua buah tornado api yang sangat panas mengarah ke arah Night Eagle King berada dari arah kanan dan kirinya.


Night Eagle King pun terbang menghindari kedua tornado api itu ke belakang. Tetapi kini di belakangnya tedapat sebuah tornado api lainnya.


Monster bersayap itu pun segera menghindar ke atas. Tetapi lagi - lagi, sebuah tornado api menghadangnya. Night Eagle King pun melihat ke depan dan menemukan tornado api yang sama.


Kini, lima tornado api mengelilingi Night Eagle King. Mengurungnya tepat di tengah - tengah kelima tornado itu.


Night Eagle King melihat sedikit celah di bawahnya. Dengan cepat, dia terbang menukik kebawah untuk menghindari kelima tornado api yang sebentar lagi akan saling bertabrakan.


Sedikit lagi, Night Eagle King akan berhasil keluar dari lingkaran tornado api. Tetapi Arthur tiba - tiba muncul dihadapannya dan menyemburkan api dari mulutnya.


Night Eagle King terpental ke atas dan mengenai tornado yang ada di atasnya. Lalu dia terpental lagi ke bawah dan di sambut oleh empat tornado api dari empat arah yang berbeda.


*DDDDUUUUAAAARRRRR!!!*


Ledakan yang sangat besar terjadi. Arthur yang merasa semuanya sudah selesai mulai berubah wujud kembali lalu tidak sadarkan diri dan jatuh kebawah dengan kecepatan tinggi.


Dari dalam ledakan itu, Night Eagle King juga terjatuh dengan luka bakar yang sangat parah berada di seluruh tubuhnya.


Bulu hitam legam yang tadinya menghiasi tubuh monster itu kini hanya tersisa sedikit di tubuhnya. Bulu yang ada di sayapnya terbakar habis dan salah satu kakinya menghilang.


Tubuh Arthur dan Night Eagle King yang tidak sadarkan diri itu terus terjatuh ke bawah. Jarak antara mereka dengan tanah kini tinggal beberapa ratus meter saja dan terus berkurang.


Hingga disaat tubuh Arthur tinggal berjarak lima puluh meter dengan tanah, tubuhnya berhenti jatuh. Sedangkan Night Eagle King terus terjatuh dan berbenturan dengan tanah dengan sangat keras. Membuat tanah tempatnya terjatuh menjadi retak sepanjang puluhan meter dengan Night Eagle King sebagai pusatnya.


Arthur yang masih berada di udara sempat membuka matanya sedikit dan melihat seseorang dengan sepasang sayap dipunggungnya sedang menahan tubuhnya agar tidak terjatuh ke tanah.


"Sier-rra..."ucap Arthur perlahan sebelum dirinya tidak sadarkan diri kembali.


__________________________________________