The Reincarnation Of A Phoenix

The Reincarnation Of A Phoenix
Chapter 47 : The Emergence Of 13 Highest Elemental Spirit II



"Kenapa..."ucap Dyra datar.


"""!!???"""


Ketiga belas makhluk di hadapannya kebingungan dengan maksud perkataannya hanya saling pandang.


"Kenapa kalian menghalangiku..!?"ucap Dyra sembari mengeluarkan hawa membunuh yang sangat besar, membuat wanita tumbuhan itu merasa tertekan.


"B-bukan maksud kami untuk menghalangimu, nona Dyra."ucap wanita tumbuhan itu mencoba untuk menjelaskan.


"...."


Tatapan tajam Dyra membuat wanita tumbuhan di depannya kesulitan untuk melanjutkan perkataannya.


Melihat rekannya kesulitan untuk berbicara karena tekanan yang Dyra berikan, orang berjubah lusuh pemegang sabit yang seperti malaikat kematian itu pun maju hingga sejajar dengan wanita tumbuhan.


"Kami telah mengetahui tentang kematian salah satu Phoenix. Tetapi tidak kami sangka Phoenix itu merupakan kandidat kami."ucap orang itu, menggantikan wanita tumbuhan.


"Apa maksudmu ?"tanya Dyra.


"Apa nona masih ingat saat aku bertarung dengan Red Phoenix di perbatasan hutan Lightforest ? Lalu nona juga pasti ingat saat aku mengatakan kalau Red Phoenix telah melalui latihan pertamanya, bukan ?(ada di chapter 10)"tanya Naga kepada Sierra.


"Pertarunganku dengannya merupakan salah satu latihan yang harus dijalaninya untuk mempersiapkan dirinya menjadi salah satu bagian dari kami."ujar Naga itu menjelaskan.


"Jadi maksudmu, Arthur merupakan kandidat Fire Elemental Spirit yang baru ?"tanya Dyra memastikan.


Perlahan - lahan cahaya seperti ribuan kunang - kunang berwarna hitam mulai berterbangan dari tubuh Dyra. Merubah penampilannya menjadi Sierra kembali dengan tampilan biasanya.


"Ya. Sebenarnya ada tiga latihan yang harus dijalani. Yang pertama, memanipulasi api penghancur sesuai keinginan sang pengguna. Yang kedua, mengubah api penghancur menjadi api penyembuh. Di dalam latihan ini, Arthur memerlukan bantuan dari Green Phoenix yang memiliki api penyembuh. Lalu latihan yang terakhir, Arthur harus bisa mengubah seluruh tubuhnya menjadi api itu sendiri."Naga utu menjelaskan panjang lebar kepada Sierra agar dirinya paham.


"Itu lah yang seharusnya terjadi, tapi karena kini satu - satunya kandidat kami telah mati, kami tidak memiliki pilihan lain selain menghidupkannya kembali."lanjut Naga itu lagi.


"Lalu, bagaimana caranya ?"tanya Sierra. Matanya mulai berkaca - kaca. Setitik cahaya harapan mulai muncul di dalam hatinya.


"Sebelum itu, lebih baik aku menyembuhkan orang - orang yang tidak sadarkan diri di sini."ucap wanita tumbuhan itu.


"Baiklah."


Lalu wanita tumbuhan itu pun merentangkan kedua tangannya. Tidak lama kemudian dari dalam tanah keluar sulur - sulur tanaman yang sangat banyak bergerak seperti ular yang menghampiri tubuh - tubuh tidak sadarkan diri yang tergeletak di sekitar.


Sulur - sulur tanaman itu pun melilit tubuh - tubuh yang ada dan mengeluarkan cahaya hijau. Tidak lama kemudian satu persatu, orang - orang mulai sadarkan diri dan langsung terkejut saat melihat ketiga belas makhluk yang kini ada di hadapan mereka.


Akhirnya semua orang di tempat itu pun sudah sadar. Sulur - sulur yang melilit tubuh mereka mulai layu dan mengkerut hingga akhirnya hilang menjadi debu.


Semua orang membelalakkan mata dengan lebar melihat makhluk - makhluk yang mereka agungkan sedang berdiri di hadapan mereka. Mereka pun mulai berbisik - bisik melihat fenomena yang kini sedang terjadi.


Will yang sudah sadarkan diri mencoba berjalan menghampiri Sierra.


"Sierra, sebenarnya apa yang telah terjadi di sini ?"tanya Will yang berdiri di samping Sierra.


"Will, sebelum aku menjelaskan semuanya bisakah kau menyuruh Raja Escanor untuk membubarkan orang - orang ?"ucap Sierra.


Will pun hanya menatap Raja Escanor dan memberikan tanda kepadanya. Raja Escanor hanya menganggukkan kepala.


"Semuanya, tolong tinggalkan tempat ini. Kami akan melakukan pembicaraan yang sangat penting."ucap Raja Escanor kepada para prajurit dan pelayan istana.


"""Baik, Yang Mulia Raja Escanor."""jawab mereka dengan serentak sembari membungkukkan badan.


Orang - orang pun mulai melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu, menyisakan Sierra, Will, Brian dan Raja Escanor serta ketiga belas makhluk raksasa di tempat itu.


"Baiklah, pertama - tama. Kami akan memberi tahu tujuan kami, para Highest Elemental Spirit datang ke tempat ini."ucap wanita tumbuhan itu.


Highest Elemental Spirit, merupakan makhluk perwujudan dari elemen - elemen yang ada di Starus. Mereka pun memiliki pemikiran atau kecerdasan layaknya manusia.


Elemen - elemen di Starus sendiri ada empat belas. Yaitu elemen Api, elemen Air, elemen Tanah, elemen Angin, elemen Lava atau elemen Magma, elemenĀ  Es, elemen Petir, elemen Nature, elemen Cahaya, elemen Kegelapan, elemen Besi, elemen Kristal, elemen Darah, dan yang terakhir adalah elemen Void atau elemen Kehampaan.


Perwujudan dari elemen - elemen itu memiliki bentuk yang bermacam - macam. Seperti Elemen Air yang memiliki wujud Naga atau yang lebih dikenal sebagai Water Dragon Spirit.


Lalu Elemen Tanah, memiliki wujud humanoid raksasa terbuat dari bebatuan, dikenal sebagai Earth Golem Spirit.


Elemen Angin, memiliki wujud serigala putih, dikenal sebagai Wind Wolf Spirit. Elemen Lava, memiliki wujud humanoid raksasa terbuat dari lava gunung berapi, dikenal sebagai Lava Salamander Spirit.


Elemen petir, memiliki wujud seekor kuda dengan kaki kijang dan kepala naga, dikenal sebagai Thunder Qilin Spirit. Elemen Cahaya, memiliki wujud seekor harimau putih dengan corak hitam, dikenal sebagai Light Tiger Spirit.


Elemen Kegelapan, memiliki wujud seekor ular raksasa berwarna hitam legam, dikenal sebagai Dark Snake Spirit. Elemen besi, memiliki wujud seekor Griffin, dikenal sebagai Iron Griffin Spirit.


Elemen Darah atau Blood, memiliki wujud seekor Hydra berkepala tujuh dengan tubuh yang terbuat dari darah sepenuhnya, dikenal sebagai Blood Hydra Spirit. Elemen Kristal, memiliki wujud seekor singa dengan kristal yang tumbuh di punggung dan kaki, dikenal sebagai Christal Lion Spirit.


Elemen Void, memiliki wujud humanoid memakai jubah lusuh yang menutupi seluruh tubuhnya serta memegang sabit yang menjadi ciri khas dari malaikat kematian, dikenal sebagai Void Grim Reaper Spirit.


Dan yang terakhir elemen Api yang memiliki wujud burung, dikenal sebagai Fire Phoenix Spirit. Tetapi karena suatu hal, dua ratus tahun yang lalu Fire Phoenix Spirit sebelumnya hilang dan tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang. Menyebabkan kedudukan Fire Elemental Spirit kosong selama dua ratus tahun.


Para Highest Elemental Spirit yang lainnya sepakat menyatakan bahwa Fire Phoenix Spirit sebelumnya telah mati, bersama dengan matinya ras Phoenix yang lainnya dan akan mencari penggantinya.


Saat ini mereka telah menemukan kandidat yang cocok untuk dijadikan Fire Elemental Spirit, dan orang itu adalah Arthur.


Tetapi karena kini Arthur telah mati, mereka berencana untuk menghidupkan kembali Arthur dengan meminta bantuan dari Seven Deadly Sins dan Seven Heavenly Virtue yang tinggal di dimensi yang berbeda.


Tetapi untuk meminta bantuan kepada Seven Deadly Sins dan Seven Heavenly Virtue, para Highest Elemental Spirit harus melakukan ritual pemanggilan untuk bisa mendatang mereka ke dunia Starus.


Dan untuk bisa melakukan ritual tersebut, mereka membutuhkan Mana yang sangat banyak, walaupun mereka bertiga belas memiliki Mana yang sangat besar di tubuh mereka, tetapi itu tidak akan cukup untuk proses pemanggilan itu.


Mereka membutuhkan Mana dari para reinkarnasi Phoenix dan Mana dari Ocean Pearl yang ada di tangan para Mermaid & Merman.


Ocean Pearl merupakan mutiara yang mengandung Mana yang sangat besar di dalamnya. Ocean Pearl sendiri terbentuk akibat endapan Mana yang tersebar di lautan dan mengkristal membentuk bulatan seukuran telapak tangan orang dewasa yang memiliki warna biru tua.


"Bolehkah aku bertanya ?"ucap Sierra.


"Apa ?"tanya Druid.


"Mengapa kita harus meminta bantuan kepada mereka, maksudku Seven Deadly Sins ? Aku masih menerima jika kita meminta bantuan dari Seven Heavenly Virtue. Tapi..."ucap Sierra dengan nada ragu di akhir.


"Aku mengerti perasaanmu. Dan aku juga tahu kekhawatiranmu tentang mereka yang merupakan perwujudan dari dosa besar."ujar Druid itu.


Druid itu pun melanjutkan perkataannya.


"Mungkin kau berpikir mereka itu makhluk yang sangat jahat-"


"Tapi itu memang kenyataannya, bukan ?"tanya Sierra menyela perkataan Druid.


"Tidak, kau salah..."jawab Druid sembari menggelengkan kepalanya.


Sierra pun mengerutkan dahi, kebingungan dengan maksud perkataan dari Druid yang ada di depannya.


"Apa maksudmu ?"


"Tidak selamanya yang jahat akan selalu menjadi jahat, dan tidak selamanya yang baik akan selalu menjadi baik."


"Hal itu juga berlaku untuk mereka."


"Hah, baiklah. Aku mengerti..."


"Tapi.....bagaimana caranya kita mendapatkan Ocean Pearl yang dijaga oleh ras Mermaid & Merman ?"


"Untuk masalah itu, serahkan saja kepada kami, para Highest Elemental Spirit."


"Kami akan menyerahkan masalah Phoenix yang lain kepada kalian bertiga."


"Baik !"


_____________________________________________


Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote, rate, tip dan saran & komen supaya author tambah semangat untuk update cerita :)


Jangan pernah bosan untuk menunggu update-an cerita ini ya (:


Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati :)


See you in the next chap :v


CapricornDS089