The Reincarnation Of A Phoenix

The Reincarnation Of A Phoenix
Chapter 6 : Alamsyah



Author's pov


Bumi. Planet berwarna biru yang berada di galaksi bima sakti. Satu - satunya planet yang dihuni oleh makhluk hidup.


Tidak ada sihir disini. Tetapi teknologi yang sangat canggih. Tidak seperti Starus yang memiliki berbagai ras. Disini hanya ada manusia yang hidup di planet ini.


*******


*Indonesia, 19 Juni 2562*


Author's pov


Perkembangan teknologi di Indonesia semakin canggih. Buktinya tidak ada lagi mobil yang menggunakan bahan bakar minyak. Tetapi berbahan bakar listrik. Dan juga mobil - mobil itu terbang di langit layaknya pesawat.


Perkembangan teknologi dirasakan pula di sekolah. Sekarang tidak ada lagi siswa yang menulis dibuku. Bahkan ada sekolah yang melarang muridnya membawa buku ke sekolah. Sebagai gantinya, siswa -siswi belajar menggunakan meja hologram.


Gagasan sekolah menggunakan hologram merupakan ide dari Jojo Suterjo yaitu presiden Indonesia ke-253.


Alamsyah atau biasa dipanggil Al. Dia adalah seorang siswa di sekolah elit SMA Semesta Alam. Dia itu siswa terpopuler disekolahnya karena rupanya yang menurut seluruh siswi tampan.


Pagi ini seperti biasa. Murid - murid SMA Semesta Alam berdatangan untuk bersekolah. Termasuk Alamsyah. Dia sedang bersiap - siap untuk berangkat ke sekolah.


Al's pov


Pagi ini aku akan berangkat ke sekolah seperti biasanya.


"Bu. Aku berangkat dulu"


"Ya, hati - hati dijalan"


Aku keluar dari rumah dan aku berjalan menuju bus sekolah yang sudah ada di depan rumahku. Saat aku didepan pintu bus. Supir bus membukakan pintu bus dengan tombol yang memang berfungsi untuk membuka tutup pintu bus.


Aku pun menyapa supir bus sambil tersenyum.


"Pagi pak!"


Dan dijawab sambil tersenyum juga.


"Pagi nak Al"


Setelah aku menyapa supir akupun bergegas mencari tempat duduk. Aku kebagian tempat duduk di paling belakang dekat dengan jendela.


Setelah aku duduk aku mengambil handphone milikku yang berbentuk kaca tipis dan mendengarkan lagu menggunakan headphone.


Bus pun mulai melayang lebih tinggi dan melaju. Bus ini terlihat seperti bus pada umumnya tetapi bus ini tidak memiliki ban untuk jalan di atas jalan. Tetapi bus ini melayang dan jalannya terbang seperti pesawat. Walaupun ketinggiannya hanya sampai rumah tingkat dua. Sekolah memang menyediakan bus antar jemput.


Setelah menempuh jarak sekitar 1mil dengan waktu sekitar 30 menit. Bus ini akhirnya sampai di sekolah. Tidak menunggu lama aku pun bergegas keluar dari bus dan menuju ke arah kelasku.


Sekolahku memiliki 10 lantai dengan 15 ruangan dimasing - masing lantai. Dan satu lantai paling atas yang menjadi rooftop. Kelasku ada di lantai 5.


Sepanjang perjalanan banyak yang menyapaku terutama para murid perempuan. Para murid lelaki ? Hanya tatapan penuh keirian yang terlihat dari mereka. Aku tidak tahu mengapa demikian. Tetapi siapa peduli ?.


Aku menuju kearah lift yang disediakan oleh sekolah. Lift ini berbentuk kapsul dengan seluruhnya terbuat dari kaca transparan sehingga kita bisa melihat semua yang ada di luar lift.


Saat aku sudah masuk lift aku langsung menekan angka lima. Pintu lift mulai tertutup dan lift pun menuju ke atas. Lift pun berhenti melaju keatas yang artinya aku sudah sampai di lantai lima. Pintu lift pun terbuka dan aku langsung jalan ke arah kelasku yang berada di ujung koridor.


Saat sudah sampai di kelas. Sudah banyak murid yang masuk. Aku berjalan ke tempat dudukku yang berada di paling belakang pojok sebelah kanan dekat dengan kaca yang mengarah langsung ke arah danau alami di sebelah sekolahku.


Ya benar kalian tidak salah baca. Sekolahku di bangun tepat disebelah danau alami yang sangat indah. Bel sekolah berbunyi sekitar 20 menit lagi. Seperti di bus, aku pun mulai mendengarkan lagu menggunakan headphone.


Setelah 20 menit berjalan. Bel sekolah tanda masuk pun berbunyi. Aku mematikan musikku dan memasukkannya ke tas. Tidak lama kemudian guru mata pelajaran pertama masuk ke kelas dan memulai pembelajaran untuk hari ini.


*******


*kriiiiiiiiiingggg*


Bel untuk pulang pun berbunyi. Seluruh murid mulai berbubaran untuk pulang termasuk aku sendiri. Setelah aku berada di depan sekolah. Aku pergi menuju ke bus yang sudah parkir.


Setelah murid yang menggunakan bus ini masuk semua. Bus pun mulai melayang dan melaju. Seperti biasa, selama perjalanan aku mendengarkan musik menggunakan headphone.


Saat bus sudah sampai du depan rumahku. Aku langsung turun tak lupa mengucapkan selamat bertemu besok kepada supir.


"Aku pulang"ucapku setibanya di dalam rumahku.


Tidak ada yang menjawab ucapanku karena tidak ada siapa - siapa dirumahku. Ibu dan ayahku bekerja di sebuah perusahaan besar di kota ini dan selalu pulang larut malam.


Aku langsung menaiki tangga ke lantai 2 dan menuju ke kamarku. Aku berbaring di kasur dan memainkan handphone milikku.


Semakin lama mataku terasa memberat dan secara tidak sadar aku telah terbang ke alam mimpi.


Aku terbangun saat paginya. Aku langsung mandi dan bersiap - siap untuk ke sekolah. Aku melakukan rutinitas seperti hari kemarin. Pergi sarapan sambil menunggu bus datang. Saat bus datang aku langsung naik. Dan saat sudah sampai sekolah aku langsung menuju lantai 5.


Tetapi ada yang aneh disini. Tubuhku seperti dikendalikan. Saat aku di lift bukannya menekan tombol angka 5 tetapi aku malah menuju lantai 11atau rooftop.


Aku saat ini sudah ada di pagar pembatas rooftop. Entah siapa yang mengendalikanku. Aku naik ke pagar pembatas itu. Aku mulai panik. Ingin berteriak mengatakan tolong tetapi mulutku seakan terkunci rapat.


Aku berdiri diatas pagar. Dan aku lihat dibawah sudah banyak orang yang melihatku. Sepertinya mereka mengira aku akan melakukan bunuh diri dengan cara melompat dari atas gedung. Orang - orang yang ada dibawah berteriak panik saat tubuhku condong ke depan dan menjatuhkan diri.


'A-aku akan mati ?. K-kenapa ? Padahal masih banyak hal yang ingin aku lakukan.'pasrahku dalam hati saat masih berada di udara.


Akhirnya tubuhku menghantam tanah dan aku terbangun dari tidur dengan napas terengah - engah seperti habis lari. Ternyata hanya mimpi.


Aku melihat jam di meja dekat kasurku. Ternyata sudah jam 6.30.


'Astaga aku terlambat !!!'


Aku panik karena lima menit lagi bus penjemput akan datang. Aku cepat - cepat mengganti bajuku dengan seragam sekolah. Menggunakan minyak wangi yang sangat banyak. Tidak perlu mandi karena tidak akan sempat.


Ayah dan ibu tidak ada dirumah. Mereka berangkat lebih pagi terbukti dari pesan yang ada di meja makan saat aku mengambil roti lapis di meja.


Aku makan roti lapis itu sambil berlari keluar rumah dan aku langsung menuju ke bus yang sudah menungguku. Aku seperti biasa menyapa supir bus dan duduk di paling belakang.


Saat sudah sampai disekolah aku langsung turun dari bus dan lari menuju ke arah lift. Saat aku sudah masuk di dalam lift aku merasakan dikendalikan seperti didalam mimpi.


Aku malah menekan tombol lantai 11 bukannya 5. Menunggu beberapa saat aku telah sampai di rooftop. Aku keluar dari lift dan berjalan menuju ke pagar pembatas. Aku sudah mencoba menahan diri tetapi tidak bisa bahkan aku tidak bisa berbicara sama sekali.


'Ada apa dengan tubuhku ini ? Kenapa aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri ? Sebenarnya ada apa ini ?'


Perasaan ini sama seperti saat aku didalam mimpi tadi. Aku terus berjalan menuju pagar. Dan saat pagar sudah didepan mata. Aku dikendalikan untuk menaiki pagar. Aku berdiri diatas pagar dan melihat kebawah.


Dibawah sana terlihat banyak orang yang menyuruhku untuk turun dan tidak melakukan bunuh diri. Aku ingin berteriak meminta pertolongan tetapi mulutku tertutup rapat. Aku tidak bisa mengeluarkan satu katapun.


Tubuhku mulai condong kedepan dan orang - orang dibawah sana berteriak histeris. Akhirnya tubuhku jatuh kebawah.


Saat masih ada di udara aku merasakan tubuhku ditarik dan aku melayang. Kau percaya itu ? Aku melayang ! Dan aku bisa melihat tubuhku masih terjatuh kebasah dan akhirnya menghantam tanah dengan keras.


Aku tetap melayang diudara. Aku melihat tubuhku yang ini transparan dan semakin lama semakin menghilang. Dimulai dari kedua kaki dan akhirnya seluruh tubuhku menghilang. Dan aku tidak bisa melihat apapun. Hanya warna putih.


Aku saat ini berada di semacan ruangan berwarna putih. Aku tidak tahu aku dimana sekarang ini. Mungkin ini adalah alam perbatasan.


Saat aku masih bingung memikirkan aku ada dimana sekarang ini, tiba tiba datang cahaya berwarna hijau di depanku. Cahaya itu sangat kontras dengan ruangan disini.


Dari cahaya itu keluarlah seekor burung raksasa yang berwarna hijau. Lalu burung itu berubah menjadi wanita yang sangat cantik bak seorang dewi yang turun dari surga.


Aku masih mencerna kejadian yang terjadi dihadapanku tadi. Wanita itu berjalan menuju ke arahku tetapi Aku tidak menyadarinya. Aku sadar saat dia mengucapkan sebuah kalimat yang membuatku sangat - sangat bingung.


"Selamat datang wahai reinkarnasiku"ucap wanita itu.


"???"


"Kau harus segera pergi ke Starus. Mereka sudah menunggumu"


Aku mengerutkan dahi.


'Apa maksud wanita ini ? Dan siapa dia ? Aku benar - benar tidak mengerti dengan ucapannya'


"Siapa kau ? Dan apa maksudmu aku harus pergi ke Starus ? Bukan kah jika sudah mati hanya ada 2 pilihan surga dan neraka ?"


"Dan juga, apa itu Starus ? Aku tidak pernah mendengar itu sebelumnya."


"Kau tidak akan pergi ke surga atau ke neraka. Takdirmu masih akan terus berlanjut. Kau akan direinkarnasikan ke dunia yang bernama Starus. Disana bukan hanya dihuni oleh ras manusia saja. Tetapi terdapat banyak ras yang hidup disana. Dan juga ada sihir."ucap wanita itu dengan tegas.


"Aku akan direinkarnasikan ? Menjadi apa ?"tanyaku penasaran. Wajar saja aku bertanya demikian karena wanita itu bilang bahwa disana banya ras selain manusia.


"Kau tetap akan menjadi manusia yang memiliki takdir menyelamatkan semua makhluk hidup."


"Tap-"ucapanku dipotong oleh dia.


"Waktuku sebentar lagi akan habis. Jadi langsung saja aku akan memberikan semua kekuatanku kepadamu."


Dia pun merubah kembali wujudnya ke bentuk burung rakasasa berwarna hijau dan berubah menjadi cahaya hijau yang masuk ke dalam tubuhku. Aku mendengar suara sepertu wanita tadi yang berkata.


"Semoga berhasil, Alamsyah"


Setelah mendengar suara itu aku seakan melayang dan dipenglihatanku hanya warna putih terang seperti sebelumnya.


*******


Aku membuka mataku yang sebelumnya tertutup. Aku segera duduk. Aku mengedarkan pandangan kesekelilingku.


'Aku......ada di hutan ? Hutan apa ini ? Mengapa semunya terlihat aneh ?'


Saat aku membuka mataku. Aku menyadari bahwa aku sedang berada di sebuah hutan. Tetapi ada yang aneh dengan hutan ini. Tidak seperti hutan yang sering aku lihat.


Hutan ini terdapat pohon besar seperti pohon dihutan pada umumnya tetapi warna daunnya sangat berbeda. daunnya beraneka warna seperti biru, merah, ungu, dan warna - warna lainnya.


Aku melihat seperti pohon apel. buahnya bukan berwarna merah atau hijau tetapi warna toska. Aneh sekali. Aku bahkan bingung.


'Apa yang dikatakan wanita itu sungguhan ? Apa aku berada di dunia yang bernama Starus ?'


Aku memutuskan untuk tidak memikirkan hal itu. Aku berdiri dari dudukku dan berjalan tak tentu arah.


Saat aku sedang berjalan tak tentu arah. Aku melihat sekelebat bayangan. Aku langsung bersikap waspada. Aku takut kalau itu adalah hewan buas.


Aku mengalihkan pandanganku ke sekeliling dan berhenti di arah jalan yang aku lalui tadi. Setelah memastikan aman aku berbalik badan. Tetapi saat aku berbalik, bukannya pohon yang aku lihat tetapi aku malah melihat ujung benda tajam yang seperti tombak tepat didepan mataku.


Aku reflek mengangkat kedua tanganku ke atas. Betapa terkejutnya aku bahwa yang memegang tombak adalah manusia. Tetapi ada yang aneh dari dia. Dia memiliki sepasang tanduk di kepalanya dan muncul sepasang sayap kelelawar di punggungnya. Aku secara spontan mengucapkan sebuah kata yang bahkan aku sendiri tidak menyadarinya.


"I-iblis ?"


*******