
Beberapa bulan kemudian.
Arthur, Sierra, Alice dan Will sedang berada di sebuah pelabuhan milik kerajaan manusia dan Elementer di benua Drasius.
"Akhirnya.... setelah dua bulan aku menahan rasa mualku diatas kapal, aku telah sampai didaratan. Aku tidak menyangka akan sangat merindukan yang namanya DARATAN !"ucap Sierra sembari merenggangkan tubuhnya yang pegal - pegal.
"Ayolah Sierra, kau jangan berlebihan. Setidaknya tidak didepan lelaki yang kau sukai."ucap Arthur dengan tersenyum jahil.
"A-a-ap-apa !?.... M-me-memangnya aku m-me-menyukai s-s-siapa !?"ucap Sierra gugup dan wajah yang memerah.
"Apa !? Sierra, apa yang dikatakan Arthur itu benar ?"tanya Alice terkejut.
"J-jangan percaya dengannya ! D-dia itu s-sering berbohong !"jawab Sierra yang masih gugup.
"Oh, ku kira kau benar - benar telah menyukai seseorang."ucap Alice.
"Itu memang benar."sahut Arthur.
"B-bohong !"sanggah Sierra.
Arthur dan Sierra pun berdebat hingga menimbulkan sedikit kekacauan di pelabuhan itu.
"Benar !"
"Bohong !"
"BENAR !"
"BOHONG !"
"Sudahlah, hentikan perdebatan konyol kalian ! Apa kalian tidak malu diperhatikan oleh orang banyak !?"ucap Will menengahi.
Wajah Sierra menjadi pucat pasi. Badannya terlihat goyah, seperti tidak memiliki tenaga sedikit pun.
"Ugh...Uhuk..."
Tiba - tiba Sierra jatuh tersungkur ke tanah dan memuntahkan seteguk darah. Arthur dan yang lainnya pun terkejut dan segera menghampiri Sierra.
"SIERRA ! Apa kau tidak apa - apa ? Kenapa kau bisa menjadi seperti ini !?"ucap Will dengan raut wajah yang dipenuhi oleh kekhawatiran yang sangat besar.
"Ak-aku... S-sepertinya a-aku terlalu banyak menggunakan manaku."jawab Sierra dengan lemah.
"A-apa ! It-itu berarti...."ucap Arthur sembari melihat kearah Alice yang ternyata telinganya sudah berubah menjadi telinga serigala.
"G-gawat !"ucap Alice yang juga melihat perubahan pada diri Arthur dan Sierra.
"Hei lihat ! Fae ! ADA FAE DI SINI !"ucap seseorang didekat mereka sembari menunjuk ke arah Arthur dan yang lainnya yang sedang berkumpul.
"Kau benar, itu adalah Fae dan juga seekor Werewolf !"ucap seseoramg yang lain.
"AYO KITA TANGKAP MEREKA !"teriak salah satu warga.
"AYO AMBIL DARAH DAN SAYAP BERHARGA MEREKA !"sahut warga yang lainnya.
"HAHAHA. INI SUNGGUH HARI KEBERUNTUNGANKU !! DENGAN MEMINUM DARAH SEORANG FAE, AKU BISA MENJADI ELEMENTER TERKUAT !!! HAHAHAHA. AYO TANGKAP MEREKA !!!"ucap seseorang yang langsung mengeluarkan bola api di tangannya.
"AKU AKAN MENGAMBIL KEDUA TANDUK ITU !"ucap warga yang lainnya.
"JANGAN MIMPI ! AKU YANG AKAN MENGAMBIL KEDUA TANDUK ITU !"sahut warga yang lainnya.
"SIAPA CEPAT DIA DAPAT !"teriak Elementer tali tadi.
Dalam sekejap saja, mereka berempat sudah dikepung oleh ratusan orang.
"CEPAT TERBANG !!!"teriak Arthur.
Dengan cepat Arthur menggendong Alice yang berada di sebelahnya dan mengepakkan sayapnya untuk terbang menjauhi kerumunan para Manusia dan Elementer yang mengincar mereka.
Sedangkan Will menggendong Sierra yang tampak lemas. Lalu Will pun mengucapkan mantra sihir untuk menyusul Arthur dan Alice yang terlebih dahulu terbang.
"ANCIENT MAGIC : LEAF WINGS !"
Dedaunan yang entah dari mana munculnya, berkumpul di punggung Will dan membentuk sepasang sayap hanya dalam beberapa detik. Kemudian Will pun mengepakkan sayap daunnya itu mengikuti Arthur dari belakang.
Di bawah, terlihat orang - orang yang mengejar mereka berempat. Para Elementer melemparkan elemen - elemen mereka.
"BRANNELEMENT: BRANNBALL !"
"VANNELEMENT: VANNLASER !"
"JORDELEMENT: JORDBULLET !"
"VINDELEMENT: SYKLON !"
"KOMBINASJONSELEMENT: METEORISK !"
Para Elementer yang mengejar meneriaki serangan elemen yang mereka miliki dan mengarahkannya kepada Arthur dan yang lainnya yang sedang terbang di langit.
Dalam sekejap saja, berbagai macam elemen mengarah kepada mereka berempat. Will pun berhenti sejenak dan terbang di tempat. Tiba - tiba Will melempar Sierra ke udara.
"KYAAAAA....APA YANG KAU LAKUKAN BODOH !!!"teriak Sierra meneriaki Will yang melemparkannya ke udara.
Setelah melempar Sierra ke udara, Will mengulurkan tangannya kearah sekumpulan serangan elemen yang mengarah ke arah mereka.
"ANCIENT MAGIC : ABSOLUTE CANCEL !"
Secara mengejutkan semua serangan elemen yang mengarah kepadanya hilang tanpa sisa seakan - akan tidak pernah ada serangan elemen sebelumnya.
Lalu Will menangkap Sierra yang terjatuh karena tarikan gravitasi dan terbang kembali menyusul Arthur.
Di kejauhan, Arthur melihat hamparan berwarna hijau yang lumayan luas. Hamparan hijau itu merupakan hutan yang membatasi antara ras Manusia dan Elementer dengan ras Naga.
Arthur berencana untuk melewati hutan itu untuk memperlambat orang - orang yang mengejar mereka.
Disaat Arthur dan Will terbang melewati barisan pohon pertama, orang - orang yang mengejar mereka mendadak berhenti dan hanya melihat kepergian Arthur dan yang lainnya yang semakin lama - semakin menyecil di pandangan mereka.
Akhirnya mereka pun memutuskan untuk turun di dalam hutan itu. Sesampainya mereka diatas tanah, mereka memperhatikan lingkungan sekitar untuk memastikan keadaan susah aman.
"Hah.... akhirnya mereka berhenti mengejar kita."ucap Arthur yang kelelahan karena terbang sembari menggendong seseorang.
"Ya, kau benar. Lalu, Sierra. Mengapa manamu bisa habis secepat ini ?"tanya Alice yang menghampiri Sierra yang berada di sebelah Will.
"Entahlah, aku juga tidak tahu."jawab Sierra.
"Kita bahas itu nanti. Yang terpenting, sekarang kita akan pergi ke arah mana ?"tanya Will.
"Entahlah." jawab Arthur.
"Apa kau sudah baikkan, Sierra ?"tanya Arthur.
"Ya, itu berkat Will yang telah menyembuhkanku saat terbang tadi."jawab Sierra dengan wajah yang memerah.
"Hohoho...-"Arthur pun tertawa jahil.
"Jangan coba - coba untuk meng-"peringat Sierra, tetapi sebelum dirinya menyelesaikan perkataannya, mereka diganggu oleh sesuatu.
*srek* *srek* *srek*
Mereka berempat dikejutkan oleh suara gesekan semak - semak di dekat mereka. Mereka pun memasang sikap waspada untuk kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
"Hah.... sekarang apalagi ?"ucap Alice yang menampilkan raut wajah lelah.
"Semoga bukan orang - orang yang tadi."ucap Arthur sembari melihat keatas seakan - akan sedang berbicara kepada dewa yang ada si atas langit.
Dari semak - semak itu keluarlah seorang remaja berumur sama dengan Arthur, dengan rambut berwarna coklat dan iris mata yang berwarna hitam. Dia pun terlihat terkejut saat menyadari dihadapannya ada empat orang yang sedang memasang sikap waspada.
"Siapa kau !?"ucap Alice, Sierra dan Will berbarengan.
"Siapa kalian !?"ucap orang itu juga yang langsung memasang sikap waspada.
Sedangkan Arthur, ia hanya terdiam melihat ke arah orang itu.
"Tunggu..."ucap Arthur.
Alice, Sierra, Will, dan orang itu pun mengalihkan perhatiannya ke arah Arthur.
"Apa kau adalah Phoenix ?"ucap Arthur dengan raut wajah serius.
"APA !!!"teriak Arthur dan yang lainnya karena terkejut oleh perkataan Arthur
"B-bagaimana kau tahu !? T-tunggu !! Kau....KAU JUGA PHOENIX !!!"ucap orang itu yang terkejut karena mengetahui salah satu orang yang ada di hadapannya merupakan phoenix, sama seperti dirinya
'Hmm... ternyata mencari Phoenix yang lain tidak sesulit yang aku pikirkan.'gumam Arthur dalam hati.
"Ya, perkenalkan aku adalah Arthur. Seorang Light Fae sekaligus reinkarnasi dari Red Phoenix."ucap Arthur memperkenalkan diri.
"Aku Brian Draxon. Dari ras Naga sekaligus reinkarnasi dari Brown Phoenix."ucap Brian yang ikut memperkenalkan diri.