
"Selanjutnya kami. Saat itu aku dan adikku sedang berada di dalam pesawat yang sedang mengudara. Tetapi entah mengapa tiba - tiba pesawat mengalami turbulensi kuat dan akhirnya pesawat yang kami tumpangi terjatuh di pegunungan dan meledak."ucap Rain.
"Lalu aku dan kakakku bertemu dengan dewi alam yang memberikan berkah kepada kami berupa dapat mengendalikan hewan atau beast trainer, mengendalikan monster atau monster tamer dan memanggil sesuatu atau summoner. Kami juga bisa menggunakan elemen tumbuhan dan air."tambah Rein.
"Aku mati karena tenggelam di tengah lautan saat kapal pesiar yang aku tumpangi tenggelam karena menabrak bongkahan es yang menyebabkan lambung kapal berlubang sangat besar. Lalu aku bertemu dengan dewa laut yang memberiku berkah berupa mengendalikan elemen air dan es. Dan juga dewa laut memberiku kekuatan untuk bisa menghapus kekuatan seseorang walaupun hanya bertahan selama seminggu."ucap Rin penuh dengan kesedihan di setiap kata - katanya.
"Aku mati karena terinfeksi virus yang sangat mematikan di zamanku. Nama virus itu adalah Covid-20. Virus itu menyebar ke seluruh dunia hanya dalam beberapa bulan saja saat virus itu ditemukan di sebuah negara. Virus itu menyebar pada akhir tahun 2019. Aku tidak tahu virus itu menghilang tahun berapa karena aku sudah terlebih dahulu mati di tahun 2020."kata Bima dengan raut wajah biasa saja seakan - akan dia tidak bersedih atas kematiannya dulu.
"Setelah aku mati, aku tiba di ruangan yang serba putih. Disitulah aku bertemu dengan dewa perang. Dia memberiku berkah berupa bisa menggunakan semua jenis senjata dan kekuatan mind reader."lanjutnya.
"Selanjutnya aku. Aku mati saat akan menyelamatkan temanku yang terjebak tepat dibawah air terjun. Tetapi saat aku ingin menyelamatkannya, aku malah ikut terseret kebawah hingga aku mati kehabisan nafas karena tenggelam. Lalu aku bertemu dengan dewa elemen yang memberiku berkah berupa elemen besi, cahaya dan elemen kegelapan."ucap Cristina penuh semangat di setiap kalimatnya.
"Lalu aku. Aku mati karena aku didorong ke jurang oleh pacarku sendiri karena aku telah mengetahui identitasnya yang ternyata adalah seorang perampok bank. Lalu aku bertemu dengan dewa..... Entahlah aku tidak tahu karena dia tidak memberi tahuku. Dia memberiku berkah berupa kekuatan blood control, mind control, creator. Dan juga elemen kegelapan."ucap Anna penuh dengan kebencian di setiap kata - katanya.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu ?"kata Al.
"Kau bisa langsung bertanya Al."ucap pengeran Alfin.
"Baiklah. Jadi, apa perbedaan kekuatan mind control, mind reader, dan telepati ? Bukankah ketiga kekuatan itu sama saja ?"tanya Al sembari mengerutkan dahi.
"Memang ketiga kekuatan itu saling terhubung. Jika seseorang yang memiliki kekuatan mind control, dia juga pasti memiliki kekuatan mind reader dan telepati. Tapi jika seseorang memiliki kekuatan telepati, belum tentu dia memiliki kekuatan mind control dan mind reader."pangeran Alfin menjelaskan kepada Al.
"Begitu pula seseorang yang memiliki kekuatan mind reader, dia belum tentu juga memiliki kekuatan mind control dan telepati."tambahnya.
"Oh."
"Ada yang mau ditanyakan lagi ?"tanya pangeran Alfin.
"Sebenarnya ada satu pertanyaan yang selalu terngiang - ngiang dikepalaku saat pertama kali Alfin mendatangiku dikamar."ucap Al sembari memejamkan matanya.
"Apa ?"tanya pangeran Alfin.
"Apa tujuan sebenarnya dari organisasi ini ? Segala sesuatu pasti ada tujuannya bukan ?"tanya Al dengan serius.
Mereka semua saling berpandangan sejenak. Lalu perhatian mereka semua kembali kepada Al. Pangeran Alfin dan yang lainnya menjadi serius.
"Baiklah, karena kau adalah bagian dari kami sekarang, aku akan memberitahu tujuan yang sebenarnya."kata pangeran Alfin.
"Kau ingat saat pertama kali kita bertemu dan kau bilang kau berasal dari bumi lalu aku tiba - tiba tersedak ?"tanya pangeran Alfin kepada Al.
"Iya, aku ingat."jawab Al dengan mengerutkan dahinya.
"Dan apa kau masih ingat penjelasanku tadi tentang kekuatan mind control ?"pangeran Alfin bertanya kembali kepada Al.
"Iya."jawab Al dengan kebingungan yang memenuhi pikirannya.
"Lalu kau kan sudah tahu kalau aku memiliki kekuatan itu, benar ?."kata pangeran Alfin memastikan.
"Iya, lalu apa hubungannya kekuatan mind control dengan tujuan dari organisasi ini ?"Al bertanya dengan penuh kebingungan. Kerutan di dahinya pun semakin dalam.
"Tentu itu ada hubungannya. Aku telah menggabungkan kekuatan mind control, mind reader dan time control yang menghasilkan kekuatan yang lain. Yaitu aku bisa melihat masa lalu seseorang."pangeran Alfin menjelaskan.
"Kami kekurangan seorang ahli lagi di organisasi ini untuk menjalankan tujuan kami yang sebenarnya."ucap Reni menimpali.
"Seorang ahli ?"lagi - lagi Al dibuat bingung oleh perkataan mereka.
"Ya, kami sudah memiliki seorang yang ahli dalam bidang mekanik, arsitektur, ekonomi, politik dan juga biologi. Bahkan kami juga sudah mempunyai seseorang yang bisa menyediakan bahan apapun yang kami butuhkan. Kami hanya kekurangan dua komponen lagi. Yaitu seorang yang ahli dalam bidang fisika dan kimia."ucap Bima dengan panjang lebar.
"Dan aku memilihmu untuk mengisi komponen yang kosong itu."pangeran Alfin menimpali.
"Sepertinya kau telah salah memilih orang, Alfin. Aku tidak ahli dalam bidang fisika dan kimia."kata Al tersenyum getir.
"Tidak, aku telah memilih orang yang tepat. Aku telah melihat masa lalumu saat masih hidup di bumi Al. Di bumi kau telah menjadi seorang ilmuan jenius disaat umurmu masih 12 tahun. Lalu satu tahun kemudian kau mempunyai laboratoriummu sendiri yang berada di ruang bawah tanah rumahmu."ucap pangeran Alfin menjelaskan.
"Kekuatanmu sungguh tidak punya sopan santun, Alfin. Melihat masa lalu seseorang yang merupakan privasi pribadi."Al memberikan raut wajah datar kepada pangeran Alfin.
"Tapi memang itulah fungsi dari kekuatan past memory."ucap pangeran Alfin dengan kesal.
"Perkembangan teknologi."pangeran Alfin menjawab dengan singkat.
Al terkejut dengan ucapan pangeran Alfin. Dia tidak menyetujui tujuan pangeran Alfin dan berniat keluar dari organisasi PPR.
"Kau serius !? Perkembangan teknologi tidak dibutuhkan disini. Sudah ada sihir yang mempermudah kehidupan."ucap Al.
"Aku tahu, tapi tidak semua makhluk yang hidup di sini memiliki sihir. Contohnya manusia, mereka tidak bisa menggunakan sihir untuk mempermudah perkerjaan mereka."ujar pangeran Alfin.
"Tapi...."Al mulai terlihat ragu. Hatinya merasa terombang - ambing antara memilih mengikuti pangeran Alfin atau tidak.
"Kau bayangkan. Kita membuat kendaraan yang modern disini dan menjualnya dengan harga yang mahal. Lalu kita juga membuat barang rumah tangga dari bumi seperti lemari pendingin dan microwave."
"Bukan hanya itu saja, kita juga membuat ramuan obat seperti ramuan penyembuhan dan ramuan penambah mana sama seperti yang ada didalam game. Kau bayangkan berapa keuntungan kita jika kita menjual semua itu. Kita akan mendapakan banyak sekali gold, Al."pangeran Alfin menjelaskan keuntungan yang didapatkan jika bergabung.
Mendengar kata gold, mata Al berubah menjadi hijau dan tanpa ragu dia memutuskan akan bergabung dalam rencana yang dibuat oleh PPR.
"Baiklah, aku akan mengisi komponen yang kosong itu."ucap Al tanpa berpikir panjang.
"Akhirnya komponen PPR telah lengkap."ucap Rain tersenyum lebar.
"Sebenarnya ada satu lagi tujuan kami. Yaitu membangun sebuah kota atau kalau bisa membangun sebuah kerajaan yang diisi oleh para pengemis dan gelandangan yang ada di seluruh wilayah menggunakan biaya yang telah didapatkan dari penjualan barang - barang bumi."ucap julius
"Tapi kau tenang saja, kita akan membagikan gold yang telah didapatkan dengan rata dengan potongan sepuluh persen untuk setiap orang yang akan dimasukkan kedalam kas organisasi yang nantinya akan dipakai untuk membangun kota."tambahnya.
"Baiklah. Jadi, kapan kita memulai membuat barang - barangnya ?"tanya Al.
"Kurasa sekarang saja. Selagi masih siang hari."jawab Julius.
"Baiklah."
"Kira - kira barang apa yang akan kita buat pertama kali ?"tanya Rin.
"Kurasa lemari pendingin saja, menurutku lemari pendingin akan sangat mudah dibuat karena sangat sederhana."ucap pangeran Alfin.
"Baiklah, lalu bahan - bahannya apa saja ?"tanya Bima.
"Kita membutuhkan besi yang ringan tetapi kuat dan sihir es yang bisa digunakan tanpa membutuhkan mana dari seseorang, apakah ada ?"ucap Al.
"Kalau untuk besi Anna bisa menyediakannya untuk kita. Lalu untuk sihir es tanpa menggunakan mana seseorang, mungkin kita bisa menggunakan kristal mana es yang hanya ditemukan di pegunungan yang ditutupi salju selama berjuta - juta tahun. Dan pegunungan itu terletak tidak jauh dari sini."ucap pangeran Alfin menjelaskan dan mengeluarkan sebuah buku kecil dan sebuah pensil.
"Dan untuk tugas - tugasnya akan ku beri tahu. Yang pertama Al dan Bima. Kalian bertugas untuk membuat cetak biru dari lemari pendingin."ucap pangeran Alfin sembari menulis di buku kecil itu.
"Baik !"jawab Al sembari menganggukkan kepala.
"Baiklah..."ucap Bima dengan nada malas.
"Yang kedua, Anna. Kau buatlah besi yang sangat kuat tetapi ringan menggunakan kekuatan creatormu."pangeran Alfin menulis sesuatu lagi di buku kecil itu.
"Baik, akan aku usahakan semampuku."kata Anna sembari mengepalkan kedua tangannya.
"Dan yang ketiga Feyling, Kay, Reni, Julius, Cristina, Rin, Rain, Rein dan Aku sendiri. Bertugas untuk pergi ke gunung Eternal Winter untuk mencari dan mengumpulkan kristal mana es sebanyak - banyaknya. Aku yakin kristal itu ada banyak disana karena tidak banyak yang mampu bertahan dari dinginnya suhu di gunung itu."lagi dan lagi pangeran Alfin menjelaskan sembari menuliskan sesuatu di buku kecil itu.
"""Baik !"""jawab mereka dengan serempak.
__________________________________________
Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote, rate, tip dan saran & komen supaya author tambah semangat untuk update cerita :)
Jangan pernah bosan untuk menunggu update-an cerita ini ya (:
Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati :)
See you in the next chap :v
CapricornDS089