The Reincarnation Of A Phoenix

The Reincarnation Of A Phoenix
Chapter 33 : Cryonax



Kini Arthur, Sierra dan Alice tengah berjalan menuju gedung serikat petualang. Sesampainya di dalam, tanpa basa - basi Arthur dan yang lainnya menghampiri meja resepsionis.


"Selamat siang tuan Arthur. Ada yang bisa saya bantu ?"tanya Fina yang menjadi resepsionis.


"Kami hanya ingin mengkonfirmasi penyelesaian quest membasmi sekawanan fire bull."ucap Arthur sembari mengeluarkan kertas quest yang sebelumnya di ambil dari papan quest.


"Baiklah. Apa kalian membawa bukti bahwa quest telah selesai ?"tanya Fina.


"Ya..."jawab Arthur.


Lalu Arthur mengeluarkan tiga puluh pasang tanduk fire bull dan sepasang tanduk fire bull yang lebih besar dari pada yang lainnya.


"......"


Fina yang melihat Arthur mengeluarkan tanduk fire bull yang sangat banyak menjadi terdiam dengan mata yang terbelalak dengan lebar.


"Apa ada yang salah nona Fina ?"tanya Alice.


"Huh ? Oh... t-tidak ada tuan Arthur. Apakah kalian bertiga yang telah mengalahkan semua fire bull dan pemimpin fire bull ini ?"tanya Fina sembari tersenyum canggung.


"Ya, memangnya siapa lagi ?"ucap Sierra menaikkan sebelah alisnya.


"Baiklah, saya akan menghitung pembayarannya. Mohon tunggu sebentar..."ucap Fina.


Lalu Fina pun menghitung semua tanduk fire bull dan menentukan pembayaran yang akan di dapat oleh Arthur dan yang lainnya. Tidak butuh waktu lama, Fina telah selesai menghitung.


"Baiklah tuan Arthur, sepuluh gold untuk penyelesaian questnya dan dua puluh lima gold untuk bonusnya."kata Fina sembari menyerahkan dua kantong kain yang berisi gold.


"Terima kasih nona Fina..."ucap Arthur berterima kasih


"Sama - sama tuan..."ucap Fina.


Lalu Arthur dan yang lain pun berjalan menuju keluar gedung. Tetapi baru saja mereka melangkah, mereka dipanggil oleh Fina.


"Tunggu tuan Arthur, nona Sierra dan nona Alice..."panggil Fina dengan berteriak.


"Ada apa nona Fina ?"tanya Sierra.


"Kalian ditunggu oleh pemimpin serikat petualang di ruangannya."ucap Fina sembari menundukkan sedikit kepalanya.


Arthur, Sierra dan Alice hanya saling berpandangan. Mereka kebingungan saat pemimpin serikat sedang menunggu mereka di ruangannya.


"Baiklah, bisakah kau tunjukkan ruangannya kepada kami ?"kata Arthur.


"Baik tuan..."


Lalu Arthur dan yang lainnya berjalan menuju lantai dua di pandu oleh Fina untuk menuju ruang pemimpin serikat petualang.


Akhirnya mereka tiba di depan sebuah ruangan yang terdapat tulisan 'pemimpin serikat petualang' di pintunya.


*tok* *tok* *tok*


"Tuan Harris, saya sudah membawa tuan Arthur, nona Alice dan nona Sierra."ucap Fina memberi tahu kepada seseorang yang ada di dalam ruangan.


"Suruh mereka masuk, dan kau kembalilah bekerja."balas seseorang yang ada di dalam ruangan


"Baik tuan Harris."ucap Fina.


"Silahkan masuk tuan dan nona - nona, saya permisi dahulu..."ucap Fina.


"Terima kasih nona Fina..."kata Alice.


Arthur dan yang lainnya pun masuk ke ruangan itu. Di dalam, mereka telah di sambut oleh seorang pria paruh baya yang merupakan pemimpin dari serikat petualang.


"Silahkan duduk..."kata pria paruh baya itu.


"Terima kasih tuan Harris."ucap Sierra.


Mereka bertiga pun duduk di kursi yang telah disediakan.


"Jadi, ada keperluan apa sampai - sampai kau memanggil kami keruanganmu."ucap Arthur dengan acuh tak acuh.


"Hei Arthur ! Kau harus sopan ! Tolong maafkan teman kami yang tidak sopan ini tuan Harris..."ujar Sierra meminta maaf saat melihat Arthur yang tidak sopan.


"Kalau kami boleh tahu, mengapa anda memanggil kami kemari, tuan Harris ?"tanya Alice yang mewakili semua rasa penasaran Arthur dan Sierra.


"Langsung keintinya saja. Aku tahu apa yang kalian bertiga sembunyikan dari kami..."raut wajah tuan Harris berubah menjadi lebih serius hanya dalam sepersekian detik saja.


"Ha..ha..ha... A-apa m-ma-maksud anda, tuan. Kami tidak mengerti."Sierra tertawa canggung dan berbicara dengan gugup.


Arthur dan Alice pun demikian, bulir - bulir keringat keluar dari kulit mereka bertiga, membasahi tubuh mereka.


"Jangan pura - pura bodoh. Aku tahu kalau kalian bukan manusia. Tapi kalian tenang saja. Yang tahu tentang hal ini hanya aku sendiri."tuan Harris mengucapkan itu semua dengan tenang. Sangat - sangat tenang seakan - akan tidak terjadi apa - apa.


"Kau !!! Bagaimana kau bisa mengetahuinya ?!!"


Arthur dan yang lainnya melompat mundur dan memasang sikap waspada saat identitas mereka diketahui oleh orang asing yang ada di hadapan mereka.


"Tidak usah bersikap waspada. Aku tidak akan menyakiti atau menjebak kalian. Jadi, tenang saja."lagi dan lagi, tuan Harris menjawab dengan sangat tenang.


"Jadi, kau mau apa ?"tanya Alice dengan tatapan tajam.


"Aku ingin meminta bantuan kalian..."ucap tuan Harris.


"Bantuan apa ?"tanya Sierra yang mengendurkan sikap waspadanya.


"Akan aku ceritakan..."ucap tuan Harris.


Tuan Harris pun mulai bercerita tentang masa lalunya.


"Mungkin kalian mengenalku dengan nama Harris Blackhead, pemimpin serikat petualang. Tetapi dulu Aku lebih dikenal dengan sebutan Harris si monster penyiksa. Itu karena aku bekerja sebagai algojo yang mengeksekusi orang - orang yang berbuat jahat di kerajaan.


Aku selalu menikmati saat aku memenggal kepala seseorang dan darahnya menciprat atau mengucur membasahi tubuhku. Dan aku melakukannya dengan memasang wajah bahagia.


Apalagi saat raja memerintahkanku untuk menyiksa para tahanan untuk mendapatkan informasi. Aku akan menyiksa mereka dengan sangat baik.


Terkadang aku akan mematahkan tangan dan kaki tahanan. Ataupun memotong jari - jari tangan tahanan. Tetapi aku lebih suka saat aku menyiksa dengan cara merobek perut tahanan sedikit demi sedikit lalu menarik ususnya keluar dan memotongnya.


Setelah itu aku akan menjahit lukanya menggunakan benang dan jarum jahit tanpa membuat tahanan itu tak sadarkan diri. Aku paling suka saat tahanan itu menjerit kesakitan.


Semakin tahanan itu menjerit kesakitan, semain menjadi - jadi juga aku menyiksanya sampai aku mendapatkan informasi yang raja inginkan."tuan Harris bercerita dengan semangat, apalagi saat tuan Harris menceritakan tentang dirinya yang melakukan penyiksaan, dia bercerita dengan rasa bangga yang sangat tinggi.


"Tetapi itu dulu. Sekarang aku sudah berhenti menjadi algojo dan bekerja menjadi pemimpin serikat petualang.


Walaupun demikian, aku tetaplah menjadi seorang manusia biasa yang lebih lemah dari pada ras lainnya.


Aku punya sebuah rahasia kecil dalam hidupku yang tidak diketahui oleh siapapun. Bahkan oleh orang - orang terdekatku.


Dan rahasia yang aku sembunyikan selama ini adalah aku bisa mengendalikan darah.


Aku pun baru mengetahuinya saat aku telah memenggal kepala manusia yang ke seribu. Mungkin karena aku telah menghilangkan banyak nyawa, aku mendapatkan kekuatan terkutuk ini."ucap tuan Harris.


Tuan Harris tampak ingin melanjutkan ceritanya. Tetapi sebelum itu terjadi, Alice dengan cepat menyela perkataan tuan Harris.


"Tunggu.... itu sangat tidak masuk akal, tuan Harris.... Maksudku, bagaimana mungkin seorang manusia bisa mendapatkan kekuatan hanya karena melakukan satu hal dengan berulang - ulang. Aku yakin kekuatan itu berasal dari leluhurmu, tuan Harris..."ucap Alice sembari memegang dagunya.


"Entahlah, aku tidak tahu siapa leluhurku. Bahkan aku tidak tahu siapa orang tuaku."ucap tuan Harris tersenyum masam.


"Jadi, kau perlu bantuan kami untuk mencarikanmu informasi tentang siapa orang tua dan leluhurmu ?"tanya Arthur menaikkan sebelah alisnya.


"Tidak, bukan itu. Masalahku lebih rumit dari pada mencari asal usul ku. Dan aku membutuhkan bantuan kalian untuk menyelesaikannya."ucap tuan Harris yang kembali memasang ekspresi seriusnya.


_____________________________________________


Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote, rate, tip dan saran & komen supaya author tambah semangat untuk update cerita :)


Jangan pernah bosan untuk menunggu update-an cerita ini ya (:


Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati :)


See you in the next chap :v


CapricornDS089