
*ppyyaarrr*
Akhirnya barrier yang melindungi mereka pecah berkeping - keping menimbulkan suara seperti kaca pecah diikuti oleh Arthur yang tidak sadarkan diri karena sihir barriernya dihancurkan secara paksa sekaligus kehabisan mana.
""ARTHUR !!!""
Alice dan Sierra berteriak memanggil nama Arthur dengan panik. Bukan karena Arthur tidak sadarkan diri di dekat mereka, melainkan tubuh Arthur yang tiba - tiba hilang.
"KKYYAAAAK!!!"
Suara monster Night Eagle terdengar di atas mereka. Will dan yang lainnya pun mendongakkan kepala ke atas
Betapa terkejutnya mereka saat melihat makhluk apa yang ada di atas mereka.
Makhluk yang memiliki tubuh sebesar Brian dalam bentuk Naganya. Dengan sayap yang sangat besar yang dipenuhi bulu - bulu berwarna hitam legam.
Makhluk itu sama seperti para Night Eagle yang sebelumnya menyerang mereka.
Raja Escanor, kedua pengawalnya dan Will hanya terdiam dengan raut wajah terkejut sedangkan Brian dan Sierra segera bersiap - siap memulai serangan. Disisi lain, Alice memasang raut wajah terkejut sama seperti Will, tetapi dengan cepat dia menutupinya dengan sikap waspada.
"Night Eagle King !"seru Will, raja Escanor dan kedua pengawalnya.
Ternyata monster yang kini berada di atas mereka merupakan Night Eagle King atau dengan kata lain monster itu merupakan pemimpin dari semua monster Night Eagle yang ada di wilayah itu.
"LIHAT ! ITU ADALAH ARTHUR !!!"teriak Alice sembari menunjuk ke arah Arthur yang berada di genggaman cakar Night Eagle King.
"ARTHUR !!!"Teriak Sierra yang ingin terbang menghampiri Arthur tetapi dihalangi oleh Alice.
"KEMBALIKAN TEMAN KAMI, MONSTER SIALAN !!!"teriak Sierra.
"Setelah kalian membunuh beberapa anak ku, kalian ingin pergi begitu saja dan menyuruhku untuk mengembalikan salah satu dari kalian !? JANGAN HARAP AKU AKAN MEMBIARKAN KALIAN PERGI DARI SINI HIDUP - HIDUP !!!"Night Eagle King terlihat marah dan berteriak sembari mengeluarkan hawa mengerikan.
"KKKYYYYAAAAAAKKKK!!! "
"Ancient magic : Cyclone ! "
"BBBRRRUUUUUSSSHH "
Night Eagle King itu mengeluarkan petir berwarna hitam yang cukup besar dari mulutnya yang diarahkan kepada Will dan yang lainnya.
Tetapi dengan cepat, Will mengeluarkan angin tornado yang sangat besar disusul oleh raja Escanor yang menyemburkan api dari mulut Naganya yang di arahkan ke angin tornado itu hingga menciptakan tornado api yang sangat mengerikan.
Bahkan panas dari tornado api itu membuat awan - awan menghilang dengan cepat seperti debu yang ditiup angin.
Dengan daya kerusakan yang dahsyat, kedua serangan itu pun saling bertabrakan. Sejenak petir Night Eagle King bersatu dengan tornado api yang dibuat oleh Will dan raja Escanor.
Membuat tornado api itu mengeluarkan percikan petir hitam ke segala arah membuat penampilan tornado api yang sebelumnya menyeramkan menajadi semakin menyeramkan sebelum akhirnya tornado api petir itu semakin membesar dan meledak tepat di tengah - tengah mereka semua termasuk Night Eagle King dengan daya ledakkan setara dengan ledakan nuklir di bumi.
Angin kejut yang dihasilkan oleh ledakan itu membuat mereka terpental ke segala arah dan terjun bebas dari ketinggian langit.
Mereka bertujuh tidak sadarkan diri dengan luka yang paling parah dialami oleh Will dan raja Escanor karena mereka berdua yang paling dekat dengan ledakan.
Bagian kanan Will mulai dari kepala sampai kaki mengalami luka bakar yang sangat parah dan sayap daunnya menghilang. Raja Escanor tidak lebih baik dari pada Will.
Sayap kirinya berlubang dengan diameter yang sangat besar dan sayap kanannya yang robek membuat raja Escanor tidak bisa terbang lagi ditambah dengan kepala Naganya yang gosong karena terkena ledakan.
Raja Eacanor pun berubah ke bentuk manusianya lagi dengan sendirinya karena tidak sadarkan diri.
"Obice ! Obice ! Obice ! Obice !"
Secara mengejutkan, mereka bertujuh berhenti terjatuh dan tertahan di atas empat buah pelindung berwarna merah transparan.
Seseorang yang memiliki sepasang sayap terlihat terengah - engah saat selesai membaca mantra itu berulang - ulang.
Ternyata yang membuat empat buah pelindung itu adalah Arthur yang telah sadar dan berhasil lepas dari cengkraman Night Eagle King.
Arthur pun terbang dan mendarat di dekat Sierra dan Alice.
"Arthur..."Sierra berlari menghampiri Arthur dan memeluknya.
"Syukurlah kau tidak apa - apa."ucap Sierra yang melepas pelukannya.
"Hei, Sierra. Dengarkan aku... Kau harus pergi dari sini sejauh mungkin bersama mereka semua ! Aku akan mencoba menahan monster itu."ucap Arthur dengan serius sembari memegang kedua pundak Sierra.
"Tidak ! Aku tidak akan meningggalkan mu !"ujar Sierra yang matanya mulai berkaca - kaca.
"KAU YANG SEHARUSNYA MENDENGARKAN AKU ! Hiks...."
"....."Arthur terdiam melihat Sierra yang menangis sembari menutup wajahnya.
Brian dan Alice yang masih sadarkan diri hanya melihat tanpa berkata - kata.
"Hiks... K-kau adalah keluargaku satu - satunya...hiks..."ucap Sierra disela - sela tangisnya.
"Aku...hiks....AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN SATU - SATUNYA KELUARGA YANG KU MILIKI MENINGGALKANKU SENDIRIAN !!"teriak Sierra yang memeluk Arthur dengan erat.
"Sierra, kau tenang saja. Aku, aku pasti akan kembali kepadamu."ucap Arthur yang membalas pelukan Sierra. Tetapi tidak lama kemudian, dia melepas pelukannya dan menjauhkan Sierra dari tubuhnya.
'Mungkin.'lanjut Arthur di dalam hatinya.
Arthur menarik kedua sudut bibirnya. Arthur tersenyum hangat kepada Sierra.
"Aku pasti akan kembali karena kau.... Karena kau adalah adikku, Sierra."
Arthur pun mengepakkan sayapnya dan mengulurkan tangannya ke arah pelindung. Pelindung itu pun bergerak menjauhi Arthur dengan kecepatan tinggi.
"T-TIDAK ! ARTHUR, JANGAN TINGGALKAN AKU !! A-AKU MOHON, JANGAN TINGGALKAN AKU, KAKAAK !!!"
Sierra terlihat ingin terbang menyusul Arthur. Tetapi seakan tidak mengijinkan hal itu, rantai berwarna merah transparan keluar dari pelindung itu dan melilit Sierra.
Sierra terus meronta - ronta agar bisa terlepas dari rantai itu, tetapi semua usahanya berakhir sia - sia. Dia pun hanya bisa berteriak sembari menangis melihat Arthur yang semakin jauh darinya.
"Akhirnya kau memanggilku dengan sebutan itu, Sierra..."ucap Arthur sembari tersenyum hangat.
"KKKYYYAAAKKK !"
Senyuman Arthur segera menghilang digantikan wajah datar tanpa ekspresi saat Night Eagle King muncul di hadapannya.
"Sekarang tinggal kita berdua. Kau harus mati dicakar ku sendiri !"
Night Eagle King itu membuka paruhnya dengan lebar. Percikan listrik berwarna hitam mulai berkumpul di dalam paruh monster itu.
Semakin lama percikan listrik hitam itu berubah menjadi percikan petir hitam yang menyambar ke segala arah.
Arthur yang melihat itu hanya menutup kedua matanya. Dia memfokuskan pikirannya. Bernapas dengan tenang dan membuangnya dengan perlahan.
Petir hitam mulai dilepaskan dari paruh Night Eagle King dan melesat dengan cepat ke arah Arthur.
*DDDUUUAAARRR!!!*
Ledakan yang cukup besar terjadi setelah petir hitam mengenai tubuh Arthur. Asap hitam membumbung di titik ledakan, membuat Night Eagle King menjadi sangat senang.
"Hahaha, akhirnya aku bisa membunuh salah satu dari pembunuh anak - anakku. Sekarang, aku akan mencari pembunuh yang lain."
Night Eagle King membalikkan badannya dan mulai terbang menjauh.
*DDDDUUUAAAARRRR!!!*
Night Eagle King membalikkan badannya saat ledakan yang lebih besar dari yang sebelumnya terjadi tepat berada di belakangnya.
Monster bersayap itu sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya sekarang.
Kini dihadapannya, seekor burung dengan tinggi sekitar sebelas meter terbang dengan berwibawa.
Bulu berwarna merah gelap dengan api semerah darah yang terlihat tidak akan pernah padam menyelimuti seluruh tubuh burung itu, membuat penampilan burung itu sangat mengerikan sekaligus mengagumkan.
"Ba-bagaimana.....P-Phoenix !!!"
____________________________________________
Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote, rate, tip dan saran & komen supaya author tambah semangat untuk update cerita :)
Jangan pernah bosan untuk menunggu update-an cerita ini ya (:
Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati :)
See you in the next chap :v
CapricornDS089