
Setelah Al dan Winston keluar dari istana mereka langsung mencari penginapan. Karena saat ini sudah larut malam mereka berharap masih ada penginapan yang masih buka.
Raut wajah Al masih saja menampakkan sedikit kemarahan. Kecanggungan dirasakan oleh Winston. Oleh sebab itu dia mencoba memulai pembicaraan.
"Hei Al. Bukankah kau tadi sangat berlebihan ?"ucap Winston.
"Aku sudah muak dengan ucapannya yang telah merendahkan kita."kata Al dengan kesal.
"Tapi dia seorang pangeran. Keluarga kerajaan yang sangat berharga. Mereka bisa saja mengerahkan para pasukan untuk membunuhmu bahkan mungkin aku juga akan terlibat dan akhirnya kerajaan Braston dan kerajaan Lightner bisa saja berperang."jelas Winston.
"I don't care."ucap Al sembari mengedikkan bahu tidak peduli.
"Ai don ker ? Apa itu ?"bingung Winston.
"Sudahlah, lupakan saja. Aku sudah terlanjur melakukan hal ini."
"Lagipula bagaimana caranya kau melawannya nanti, sedangkan kau tidak bisa menggunakan senjata seperti pedang."tanya Winston.
"Kau salah, aku bisa bertarung menggunakan pedang."kata Al.
Winston membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Al.
"S-sejak kapan ?"tanya Winston.
"Sejak aku membunuh para bandit di hutan waktu itu."jawab Al dengan acuh.
"...."Winston terus memandang Al.
Al yang tidak nyaman karena dipandangi terus akhirnya bertanya.
"Apa ?"tanya Al.
"Apa kita melupakan sesuatu ?"Winston balik bertanya.
"Lupa apa ? Tunggu, Little ada di mana ?"ucap Al sembari lihat kanan, kiri, atas dan bawah.
"Aku tidak ingat."kata Winston
"Astaga ! Tas ku masih ada di istana bersama semua uang yang kita miliki !"ucap Winston sembari menepuk dahinya.
"Itu berarti little masih ada di sana !"kata Al.
"Apa kita harus kembali ?"tanya Winston.
"Aku tidak ingin kembali menginjakkan kakiku di sana lagi."ucap Al. Ada nada kebencian dalam setiap perkataannya.
"Lalu kapan kita akan mengambilnya ?"bingung Winston.
"Besok, disaat aku selesai dengan si ******* itu."kata Al. Perkataannya masih mengandung nada kebencian setiap berbicara tentang keluarga kerajaan.
"Itu berarti untuk semalaman ini kita akan menjadi gelandangan ?"tanya winston.
"Tidak juga..."ujar Al.
"Maksudmu ?"bingun Winston.
Lalu Al merogoh saku celananya dan mengeluarkan sesuatu. Sesuatu itu sekarang ada di balik telapak tangan Al yang tertutup. Setelah dibuka ternyata sesuatu itu adalah sebuah koin berwarna emas. Winston yang melihatnya sangat terkejut.
"Apa kau telah mencuri gold itu ?"selidik Winston.
"Tentu saja tidak !"bantah Al.
"Lalu, kau dapat dari mana ?"tanya Winston kebingungan.
"Dari dalam tasmu saat aku menaruh Little di dalam tas. Karena aku penasaran dengan bentuk gold di dunia ini, jadi aku mengambilnya satu."jelas Al.
"...."Winston hanya terdiam.
Empat puluh menit mereka mencari tetapi mereka tidak menemukan penginapan yang bisa mereka tempati. Entah itu sudah penuh ataupun sudah tutup. Lima menit kemudian mereka akhirnya menemukan sebuah penginapan yang masih buka. Penginapan itu bernama Skyfall.
Setelah berada di dalam penginapan mereka berjalan menuju resepsionis yang berada di ujung ruangan.
"Selamat datang di penginapan Skyfall ! Ada yang bisa kubantu ?"
"Aku pesan dua kamar."
"Maaf tapi hanya tinggal satu kamar yang tersisa dengan dua kasur yang berada di lantai tiga dengan nomor tiga ratus sepuluh. Kalian mau mengambilnya ?"
"Baiklah. Kami pesan untuk satu hari."
"Biayanya 3 silver termasuk sarapan dan kamar mandi."
Winston menyerahkah satu gold ke resepsionis itu.
"Ini kembalian dan kunci kamar kalian. Semoga kalian menikmati pelayanan dari kami."ucap pelayan itu sembari menyerahkan 7 silver dan sebuah kunci.
"Baiklah, terima kasih..."
Lalu mereka berdua menaiki tangga menuju lantai tiga dan memasuki kamar nomor tiga ratus sepuluh. Sesampainya di dalam tanah mereka segera tidur di kasurnya masing - masing
------------------------------
Keesokan paginya saat matahari baru saja muncul, Al dan Winston sudah bersiap - siap untuk pergi ke koloseum untuk menepati perkataan Al semalam.
Setelah itu mereka keluar kamar dan menuju lantai bawah untuk mengantarkan kunci kamar ke resepsionis.
Setelah itu mereka pun keluar dari penginapan. Diluar banyak sekali orang yang berbondong - bondong menuju ke suatu arah. Hal itu membuat Al dan Winston menjadi bingung.
Mereka pun memutuskan untuk bertanya kepada seseorang yang lewat ke arah mereka.
"Permisi, mereka semua ingin kemana ?"tanya Winston kepada seorang pemuda.
"Baiklah. Terima kasih."
"Sama - sama."
Lalu orang itu pun melanjutkan perjalanannya.
"Sepertinya pertarunganku dengannya sudah tersebar luas. Tapi ini terlalu cepat."ucap Al.
"Ya kau benar. Lebih baik kita ikuti mereka semua."
"Baiklah."
Mereka melanjutkan perjalanannya kembali dengan mengikuti rombongan warga yang bertujuan ke koloseum.
Ternyata jarak antara penginapan yang mereka tempati dengan koloseum lumayan jauh. Butuh sekitar empat puluh lima menit agar mereka sampai di tujuan.
Mereka akhirnya sampai di depan koloseum. Tetapi sebelum mereka memasukinya mereka dihadang oleh dua orang prajurit kerajaan yang membawa pedang dan tombak.
"Apa betul anda tuan Al dan tuan Winston ?"
"Iya betul, itu kami."
"Kalau begitu mari ikuti saya, yang mulia raja dan ratu ingin bertemu dengan kalian berdua."
"Baiklah."
Al dan Winston menjadi pusat perhatian dan saling membicarakan karena mereka dihampiri oleh prajurit kerajaan.
"Kenapa mereka berdua dihampiri oleh prajurit kerajaan ?"
"Aku tidak tahu, mungkin saja mereka berdua berniat mengacau di dalam koloseum tetapi diketahui oleh pihak kerajaan. Lebih baik kita jangan dekat - dekat dengan mereka."
"Ayo kita langsung masuk saja."
Mereka berdua tidak memperdulikan omongan mereka semua. Mereka tetal mengikuti prajurit tadi yang kini berjalan menuju salah satu lorong yang ada di koseum.
Setelah berjalan beberapa menit mereka sampai di sebuah pintu yang sangat mewah yang di jaga oleh dua orang prajurit di setiap sisi pintunya.
Lalu salah satu prajurit yang tadi mengantarkan mereka berbicara kepada prajurit yang menjaga pintu.
"Ada keperluan apa kalian datang kesini ?"
"Aku membawa tamu yang mulia raja dan ratu."
"Baiklah, hanya tamu yang mulia raja dan ratu saja yang boleh masuk."
Lalu prajurit penjaga pintu pun membukakan pintu sedangkan prajurit yang bersama mereka pergi menuju lorong yang mereka lewati tadi.
Al dan Winston pun masuk ke ruangan itu. Di dalam sudah ada raja dan ratu yang sedang duduk di kursi dengan meja bundar di depannya.
Setelah raja dan ratu tahu kalau Al dan Winston sudah datang, mereka segera berdiri dari duduknya dan menghampiri mereka berdua.
"Tuan Al, aku mohon maafkan perlakuan anakku."ucap raja kepada Al.
"Iya tuan, aku mohon jangan bunuh anakku di koloseum."ucap ratu.
"Aku tidak bisa menarik kembali ucapanku."kata Al sembari memalingkan wajahnya ke kanan.
"Tuan Al, aku mohon. Aku akan memberimu uang berapapun yang kau mau."ucap raja sembari memegangi tangan Al.
"Aku tidak butuh uang."
"Lalu apa maumu ?"tanya raja.
"Nyawa anakmu."kata Al dengan singkat dan datar.
"A-aku m-mohon, a-aku tidak bisa memberikan itu."raja menjadi ketakutan dengan perkataan Al.
"Kalau begitu, ambil saja nyawaku untuk menggantikan nyawa anakku."tiba - tiba ratu berbicara sembari bersujud dihadapan Al yang membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut bukan main.
"Ambil juga nyawaku..."raja juga melakukan hal yang sama dengan istrinya.
"Berdirilah..."ucap Al dengan tegas.
"Tidak pantas seorang raja dan ratu bersujud kepada rakyat jelata"lanjutnya.
"Baiklah, baik. Aku tidak akan membunuhnya. Tapi aku tidak menjamin kalau dia akan keluar tanpa patah tulang."ucap Al.
"Terima kasih, terima kasih, terima kasih. Itu lebih baik daripada kami haru kehilangannya."raja dan ratu tidak bisa membendung air matanya lagi sehingga mereka pun menangis bahagia.
"Tidak ada yang mau dibicarakan lagi kan ? Kalau begitu aku akan ke arena sekarang. Oh iya, setelah selesai bertarung kami berdua akan mengambil barang - barang kami yang tertinggal di istana."ucap Al dan berbalik arah.
"Baiklah, sekali lagi aku ucapkan terima kasih."ucap raja.
Al dan Winston pun keluar dari ruangan itu. Saat di persimpangan mereka berpisah. Sebelum berpisah mereka berjanjian dahulu untuk bertemu kembali di depan istana.
Dan mereka pun berjalan berlawanan arah. Al menuju ke arena koloseum dan Winston menuju bangku penonton koloseum.
__________________________________
**Note : jadwal update terbaru
mulai minggu depan novel The Reincarnation Of A Phoenix akan update seminggu dua kali. yaitu hari selasa dan hari sabtu**.
typo bertebaran dimana - mana. so, kalian harus hati - hati (:
CapricornDS089