The Reincarnation Of A Phoenix

The Reincarnation Of A Phoenix
Chapter 49 : The Mission In Strangeland



Saat ini, Will, Brian dan Sierra sedang berjalan menuju halaman depan istana. Di belakang mereka terlihat raja Escanor dan puluhan pelayan serta prajurit mengantar mereka bertiga.


Setelah perdebatan yang lumayan lama di ruang singgahsana yang disebabkan oleh masalah uang yang diberikan raja Escanor kepada Will dan yang lainnya, akhirnya mereka menerimanya dengan berat hati.


Akhirnya, setelah lima menit berjalan mereka semua telah sampai di halaman depan istana.


Brian mulai merubah wujudnya menjadi Naga coklat dengan sepasang sayap seperti kelelawar dipunggung berdurinya. Sedangkan Will mulai merapalkan mantra sihir kuno yang membuat ribuan daun muncul entah dari mana yang berkumpul di punggungnya membentuk sepasang sayap.


"Semoga selama diperjalanan kalian tidak menghadapi masalah."ucap raja Escanor.


"Aku juga berharap seperti itu."jawab Sierra sembari menyatukan kedua tangannya.


"Baiklah, kami berangkat sekarang, Escanor."ucap Will kepada raja Escanor.


Lalu Will pun mengepakkan sayapnya dan terbang ke udara disusul oleh Brian dan Sierra. Raja Escanor melambaikan tangannya ke arah Will dan yang lainnya yang jaraknya kini sangat jauh.


Satu jam kemudian.


Satu jam telah terlewatkan. Will, Brian dan Sierra akhirnya telah sampai di pelabuhan tempat awal mereka datang ke Benua Drasius. Tetapi yang membedakan saat ini adalah mereka berada di antara awan - awan untuk menyembunyikan keberadaan mereka dari Manusia dan Elementer agar tidak dikejar seperti di awal.


Mereka pun berhenti sejenak dan tetap melayang di tempat.


"Baiklah, mulai dari sini kita akan berpisah. Saatnya kita memilih tujuan masing - masing."ucap Will kepada Sierra dan Brian.


"Sepertinya aku akan pergi ke Benua Strangeland."ucap Brian sembari menunjuk ke arah Timur.


Sierra pun memegangi dagunya. Memikirkan dengan matang - matang akan kemana dirinya pergi.


"Aku akan pergi ke Benua Halfland saja. Sepertinya aku tidak akan cocok jika aku memilih Benua Realm Naturae "ucap Sierra.


Will pun tidak memiliki pilihan lain selain pergi ke Benua Realm Naturae. Karena hanya tinggal Benua itu yang belum terpilih.


"Yah, sepertinya diantara kita bertiga hanya aku saja yang cocok untuk mendatangi Realm Naturae."


Lalu mereka bertiga pun terbang menuju tiga arah yang berbeda. Will terbang ke arah Selatan, menuju ke Benua Realm Naturae. Tempat dimana Blue Phoenix, sang Annihilation Flame berada.


Sierra terbang ke arah Tenggara, menuju ke Benua Halfland. Tempat dimana Purple Phoenix, sang Cursed Flame berada.


Dan Brian terbang ke arah Timur, menuju ke Benua Strangeland. Tempat dimana Green Phoenix, sang Recovery Flame berada.


 


Di suatu tempat, sepanjang mata memandang hanya terdapat lautan. Diatas birunya laut seekor Naga coklat terlihat mengepakkan sayapnya tanpa lelah.


Naga itu adalah Brian yang kini sedang terbang benuju Benua Strangeland. Brian tidak bisa terbang terlalu tinggi karena hawa yang sangat panas.


Walaupun kini Brian dalam wujud Naga. Tetapi kulitnya belum sekeras dan setebal Naga dewasa. Untuk menghindari tubuhnya terbakar oleh sinar matahari yang sangat menyengat Brian memutuskan untuk terbang dengan rendah agar mengurangi rasa panas yang menyengat tubuhnya.


Jarak antara tubuh Brian dan permukaan laut hanya berjarak beberapa meter saja. Hal ini membawa keberuntungan bagi Brian. Tapi dibalik keberuntungan itu terdapat kesialan.


Tanpa Brian ketahui, makhluk dengan ukuran lebih besar dari tubuhnya tengah mengintai dari suatu tempat. Menunggu Brian melakukan kesalahan kecil.


Dan akhirnya, Brian melakukan kesalahan tersebut. Brian memasukkan tangannya ke dalam air laut untuk mendinginkan tangannya yang terasa panas.


Bayangan hitam yang sangat besar muncul dibawah tubuh Brian.


*bbruuussssss*


"Aaarrrggghhh"


Tiba - tiba bayangan itu muncul dari dalam air dan menggigit tubuh Brian. Brian pun berteriak kesakitan saat gigi makhluk besar itu menembus kulit perutnya.


Brian dan makhluk itu pun terjatuh dan masuk kedalam laut. Brian mencoba untuk membuka matanya di dalam air untuk melihat makhluk apa yang telah menyerangnya.


Tiba - tiba matanya membelalak lebar dengan setitik ketakutan di dalamnya saat melihat wujud makhluk itu.


Tubuh dan ekor seperti seekor buaya dengan berkali - kali ukuran tubuhnya. Empat sirip seperti sirip seekor paus dan kepala yang sangat menyeramkan dengan gigi - giginya yang sangat banyak dan juga besar serta tajam.



'Le-LEVIADON !!!'teriak Brian di dalam hati.


Leviadon merupakan monster laut yang sangat berbahaya. Lebih berbahaya dari monster Cryonax yang kekuatannya bisa menghancurkan sebuah kota besar hanya dalam satu hari saja.


Melihat monster yang menyerangnya merupakan monster yang sangat berbahaya, Brian pun dengan cepat mengepakkan sayapnya di dalam air agar cepat - cepat keluar dari dalam laut.


Brian pun akhirnya bisa keluar dari laut dan terbang. Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sebelumnya, Brian memutuskan untuk terbang lebih tinggi lagi agar tidak diserang oleh monster Leviadon.


Naga muda itu pun akhirnya bisa menghela napas lega, berpikir bahwa dirinya sudah aman. Tetapi ternyata pikirannya itu salah.


Leviadon yang tadi menyerangnya kini melompat ke luar dari laut hingga mencapai tempat Brian berada dan berhasil menggigit ekornya yang membuat dirinya terjatuh bersama Leviadon ke dalam laut lagi.


Brian tidak memiliki pilihan lain selain bertarung. Dia pun mulai menyiapkan napas apinya untuk ditembakkan kepada monster Leviadon. Semangat bertarungnya semakin membara dan tidak sabar untuk menghajar balik.


Baru saja semangat bertarungnya meningkat drastis, tiba - tiba semangat bertarung miliknya menurun drastis kembali hingga mencapai titik terendah disaat dirinya melihat ada lebih dari satu ekor monster Leviadon.


Lebih tepatnya kini dihadapannya ada lima ekor Leviadon yang siap mencabik - cabik tubuhnya kapan saja.


'Mati aku...'ucapnya di dalam hati.


'Sekarang, bagaimana caranya aku mengalahkan mereka ?'


'Hmm....'


Brian pun berpikir keras untuk menemukan solusi dari masalah yang sedang dihadapinya.


'Bagaimana jika aku menggunakan api Phoenix untuk merubah ke lima monster itu menjadi lebih kecil.'


Ekspresi senang mulai muncul di wajahnya.


'Hehehe. Ini pasti akan menjadi lelucon yang bagus.'


Lalu Brian pun berkonsentrasi. Api coklat mulai menyelimuti seluruh tubuhnya. Air laut didekatnya pun mulai mendidih.


Semakin lama api coklat yang menyelimuti tubuhnya mulai berwarna coklat pekat. Tidak lama kemudian api coklat itu memudar dan semakin pudar.


Menampilkan Brian yang kini berwujud seekor burung dengan api coklat yang terlihat membakar tubuhnya tetapi juga terlihat tidak membakar tubuhnya.


Brian pun mengepakkam sayapnya seperti tadi dan keluar dari dalam laut lalu terbang di ketinggian seperti sebelumnya.


Sesuai dugaannya, salah satu Leviadon itu mengikutinya melompat keluar dari air dan melesat dengan cepat ke arahnya.


Dengan cepat Brian menyemburkan api coklatnya dari mulut lalu mengarahkannya ke Leviadon yang ada di udara.


Api coklat menyelimuti seluruh tubuh monster Leviadon itu. Perlahan - lahan tubuh monster itu menyusut dan terus menyusut dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya tubuh monster itu berhenti mengecil saat ukuran tubuhnya sebesar ikan teri.


Ke empat ekor Leviadon yang tersisa mengira Brian telah membakar temannya hingga tidak bersisa menjadi marah.


Ke empatnya melakukan lompatan seperti Leviadon yang pertama secara bersama - sama. Hal itu tidak membuat Brian menjadi ketakutan disaat ada empat mulut besar penuh gigi setajam pedang sedang mengarah kepadanya.


Sebaliknya Brian merasa senang karena pertarungannya kini akan semakin cepat berakhir.


Dengan cepat Brian menyemburkan api coklatnya dari dalam mulutnya dan mengenai dua monster Leviadon yang langsung membuat kedua monster itu menyusut hingga seukuran ikan teri.


Lalu Brian pun mengepakkan sayapnya dengan mengalirkan sedikit Mananya yang membuat pusaran api coklat yang keluar dari kepakan sayapnya yang mengenai tubuh dua ekor monster Leviadon yang tersisa.


Kedua ekor Leviadon itu pun berakhir sama seperti ke tiga Leviadon yang lain. Berubah ukuran menjadi seukuran ikan teri.


Setelah itu Brian pun menghentikan perubahan wujudnya dan berubah kembali menjadi Naga coklat yang langsung terbang melanjutkan perjalanan kembali menuju Benua Strangeland.


_____________________________________________


Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote, rate, tip dan saran & komen supaya author tambah semangat untuk update cerita :)


Jangan pernah bosan untuk menunggu update-an cerita ini ya (:


Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati :)


See you in the next chap :v


CapricornDS089