
"Tapi.....bagaimana caranya kita mendapatkan Ocean Pearl yang dijaga oleh ras Mermaid & Merman ?"
"Untuk masalah itu, serahkan saja kepada kami, para Highest Elemental Spirit."
"Kami akan menyerahkan masalah Phoenix yang lain kepada kalian bertiga."
"Baik !"
Lalu ketiga belas Highest Elemental Spirit mulai berubah menjadi elemen - elemen yang berbeda dan mulai menyebar ke segala arah.
Kini di tempat itu hanya tinggal Will, Sierra, Brian dan raja Escanor. Keheningan sejenak terjadi di tempat itu. Tidak ada tanda - tanda mulainya pembicaraan.
Tidak tahan dengan suasana yang aneh, Sierra pun memutuskan untuk memulai pembicaraan.
"Jadi, apa yang akan kita lakukan selanjutnya ?"tanya Sierra memecah keheningan.
"Mencari reinkarnasi Phoenix yang lain ?"jawab Brian dengan ragu.
"Tapi, dimana kita harus mencari mereka ?"kali ini yang bertanya adalah Will.
"Sebenarnya aku tahu dimana mereka berada."ucap Brian sembari memegang dagunya.
"Dimana ?"tanya Sierra semangat.
Dengan perasaan ragu, Brian pun memberitahu dimana reinkarnasi Phoenix yang lain berada.
"Di Benua Strangeland, Benua Halfland, dan Benua Realm Naturae."
Mendengar lokasi yang sangat jauh bahkan hingga berbeda Benua dan Wilayah, semangat Sierra tiba - tiba luntur.
"Kenapa sangat jauh...?"Protes Sierra.
"Entahlah. Aku tidak tahu.."
"Lalu, bagaimana sekarang ? Akan membutuhkan banyak waktu jika kita mendatangi setiap Benua. Belum termasuk mencari keberadaan reinkarnasi Phoenix diantara banyaknya kerajaan di ketiga Benua itu."lanjut Sierra yang terlihat kecewa.
"Kita berpencar. Kau juga ikut mencari, bukan ?"ucap Will, lalu menatap raja Escanor untuk meminta jawaban.
"Sayangnya aku tidak bisa ikut. Masih ada beberapa masalah yang harus aku urus di kerajaanku. Belum lagi aku harus menghadiri rapat penting bersama bangsawan - bangsawan kerajaan besok pagi."ujar raja Escanor menjelaskan.
Will pun menghela napas lelah.
"Hah. Yah, itu sangat disayangkan."
"Tapi, walau pun kita berpencar, kita pasti akan kesulitan untuk menemukan reinkarnasi Phoenix !"kata Sierra.
"Sebenarnya ada satu cara agar kalian bisa menemukan mereka dengan cepat. Bahkan kalian bisa mengetahuinya langsung."ucap raja Escanor.
Semangat Sierra muncul kembali saat mendengar ucapan raja Escanor. Dengan semangat yang menggebu - gebu, Sierra pun menanyakan tentang bagaimana cara yang akan diberitahu oleh raja Escanor dengan penuh semangat.
"Bagaimana ?"
"Darah Phoenix."
Dengan singkat, raja Escanor menjawab pertanyaan Sierra yang penuh semangat. Membuat Sierra yang mendengar jawaban itu menjadi bingung.
"Apa ? Aku tidak salah dengar, bukan ?"tanya Sierra
Raja Escanor menggeleng pelan.
"Tidak. Kalian membutuhkan darah Phoenix agar kalian bisa menemukan reinkarnasi Phoenix yang kini tersebar di tiga benua."
"Saat ini para reinkarnasi Phoenix saling terhubung satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu juga Brian merasakan sakit disaat kematian Arthur. Dan aku yakin, Phoenix yang lain juga merasakan apa yang dirasakan Brian pada saat itu."ucap raja Escanor menjelaskan.
"Dengan kalian meminum darah Phoenix, tugas kalian akan cepat selesai."lanjutnya.
Raja Escanor berhenti sejenak. Lalu raja Escanor melanjutkan perkataannya dengan raut wajah serius.
"Dengan kata lain, kalian membutuhkan darah Brian."
Mendengar ucapan raja Escanor, Brian pun menjadi kebingungan dan tidak percaya.
Brian menunjuk dirinya sendiri.
"Da-Darah ku ?"ucapnya dengan penuh ketidak percayaan.
"Ya, tapi tenang saja. Kalian berdua hanya membutuhkan lima tetas darah Brian agar bisa menerima efeknya. Tapi efek tersebut hanya akan bertahan selama dua minggu. Lebih dari itu efek dari darah Brian yang merupakan darah Phoenix akan menghilang."jelas raja Escanor.
"Kau....serius ?"tanya Sierra penuh keraguan.
"Ya, apa ada masalah ?"
Dengan nada tinggi, Sierra pun menjawab pertanyaan dari raja Escanor.
"Tentu saja ! Menurutmu aku harus meminum darah yang jelas sangat menjijikan itu !?"
Tanpa Sierra sadari, ucapannya ternyata telah menyinggung perasaan Brian dengan menyebut darahnya sangat menjijikkan.
"Emm...Sierra, perkataanmu sedikit....menyinggungku."
Sierra pun tersadar dengan apa yang diucapkannya. Dengan nada berasalah, Sierra pun meminta maaf kepada Brian dan menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi.
"Eh ? Oh, aku minta maaf, Brian. Aku tidak bermaksud untuk menyinggung perasaanmu. Tapi, aku memang merasa jijik jika aku harus meminum darah."
"Aku akui ini memang sedikit menjijikkan, tapi tidak ada pilihan lain selain cara ini agar kita cepat menyelesaikan tugas ini dan menghidupkan Arthur kembali."ucap raja Escanor.
"Baiklah."
Lalu Will pun menciptakan 2 lembar daun yang cukup lebar untuk dijadikan tempat darah Brian yang akan di minum.
Sedangkan Brian, dengan menggunakan cakar naga di tangan kirinya, mulai melukai tangan kanannya dengan cara menusukkan cakar itu ke telapak tangannya.
Darah merah kental keluar dari luka yang di hasilkan. Dengan cepat Will menampung darah itu menggunakan daun yang ada di tangannya hingga masing - masing daun terdapat lima tetes darah Brian.
Setelah itu Brian pun menutup lukanya dengan kain yang diberikan raja Escanor sebelumnya.
Will pun menyerahkan salah satu daun itu kepada Sierra yang terlihat ragu - ragu menerimanya.
Tidak lama dari itu, Will merasakan tubuhnya panas seperti terbakar dari dalam.
Will pun menahan rasa sakit yang ditimbulkan dengan mengepalkan tangannya dengan kuat hingga telapak tangannya terluka akibat kukunya yang menembus kulit.
Lalu aura seperti asap berwarna coklat merembes keluar dari tubuh Will dan menghilang tidak lama setelah mengenai udara.
Kejadian itu berlangsung sekitar lima menit. Sierra, Brian dan raja Escanor memperhatikan semua kejadian itu dalam diam.
Setelah semua proses telah selesai, kini giliran Sierra yang melakukannya.
Sierra dengan ragu - ragu mendekatkan ujung daun ditangannya ke mulutnya dan menutup kedua matanya agar tidak melihat kejadian selanjutnya.
Dia pun akhirnya menelan darah Brian yang ada di daunnya. Lalu kejadian yang dialami Will pun terulang lagi.
Tubuhnya terasa terbakar dari dalam dengan rasa sakit yang teramat sangat. Sierra pun menggigit bibirnya dengan kuat hingga mengeluarkan darah untuk meredam teriakannya.
Aura seperti asap berwarna coklat pun mulai merembes keluar dari tubuh Sierra lalu menghilang tidak lama setelah terkena udara.
Lima menit kemudian, Sierra pun membuka kedua. Kini dia merasakan perasaan aneh tetapi terasa nyaman di dalam tubuhnya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan masuk ke dalam istana sekarang. Berdiskusilah di sini untuk menentukan tindakan kalian selanjutnya."
""Baik !""
"Oh, jangan lupa. Setelah kalian selesai datanglah ke ruang singgahsana."
"Ya, akan kami ingat."
Lalu raja Escanor pun pergi dari tempat itu dan berjalan menuju ruang singgahsananya yang ada di dalam istana kerajaan.
Sedangkan Will dan yang lainnya membentuk lingkaran dan mulai membahas tindakan selanjutnya.
Lima belas menit kemudian.
Lima belas menit telah berlalu semenjak raja Escanor meninggalkan yang lainnya di lapangan.
Kini raja Escanor hanya duduk sembari menunggu yang lainnya datang menemuinya.
Tiba - tiba, pintu ruang singgahsana terbuka. Menampilkan tiga orang pemuda dan pemudi yang telah ditunggu - tunggu kedatangannya.
"Akhirnya kalian datang juga."ucap raja Escanor dengan senang.
"Sebenarnya ada apa kau menyuruh kami datang ke sini ?"tanya Will.
"Tidak ada hal yang khusus. Aku hanya ingin memberikan beberapa koin emas untuk bekal perjalanan kalian nanti."
"Tidak usah rep-"
ucapan Will langsung di potong oleh perkataan raja Escanor yang terdengar sangat mutlak.
"Tidak ada penolakan !"
"Aku tahu kalian tidak memiliki koin untuk bekal perjalanan."ucap raja Escanor.
Sierra pun membantah ucapan raja Escanor.
"Kami punya koin emas hasil kami berdua menjadi petualang ! Dan itu kami simpan di......"Sierra mencoba untuk mengingat - ingat kembali dimana dirinya menyimpan koin emas yang selama ini dikumpulkannya bersama Arthur dan Alice.
Dirinya pun teringat saat kejadian Night Eagle. Dan kantung yang berisi koin emas ternyata terjatuh saat Arthur berubah menjadi Phoenix.
Sierra pun membelalakkan matanya dengan lebar.
"Astaga !!! Koin emas yang telah kami dapatkan susah payah....hilang....."ucap Sierra dengan nada tidak percaya.
"Maka dari itu, terima saja pemberian dariku. Aku tidak akan menagihnya."
"Pelayan !"
Lalu seorang pelayan datang dengan membawa tiga buah kantung yang langsung di serahkan kepada raja Escanor.
Raja Escanor pun menerimanya dan membagikan tiga buah kantung itu kepada tiga orang yang ada di hadapannya."
"Maaf, aku tidak bisa memberikan lebih banyak lagi. Aku hanya bisa memberikan masing - masing dari kalian lima ratus koin emas saja."ucap raja Escanor dengan perasaan bersalah.
Ketiga orang yang menerima kantung itu pun terkejut saat mendengar ucapan raja Escanor.
"Apa kau bercanda !? Itu adalah jumlah yang sangat banyak ! Dan kau bilang hanya ini yang bisa kau beri !?"kata Sierra dengan nada tinggi.
"Kau tahu, aku bisa membeli sebuah pulau seluas hutan Lightforest hanya menggunakan koin emas ini !"lanjutnya sembari mengangkat kantung yang ada di tangannya.
Di dunia Starus. Satu koin emas bisa menghidupi seseorang selama dua minggu tanpa bekerja.
Mata uang di dunia Starus bukan hanya koin emas saja, melainkan ada koin Perunggu, koin Silver, koin Emas, koin Platinum dan yang tertinggi adalah koin Diamond. Urutannya sebagai berikut :
1 Diamond \= 1000 Platinum
1 Platinum \= 100 Emas/Gold
1 Emas/Gold \= 10 silver
1 Silver \= 10 Perunggu
____________________________________________
Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote, rate, tip dan saran & komen supaya author tambah semangat untuk update cerita :)
Jangan pernah bosan untuk menunggu update-an cerita ini ya (:
Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati :)
See you in the next chap :v
CapricornDS089