The Reincarnation Of A Phoenix

The Reincarnation Of A Phoenix
Chapter 24 : The Recovery Flame



"Racun itu terlalu kuat, yang mulia. Hanya para penyihir saja yang bisa menyembuhkan dan mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh yang mulia ratu."ucap tabib sembari menundukkan kepalanya.


"Kita hanya mempunyai waktu sekitar satu jam sebelum racun evil viper itu menyebar ke seluruh tubuh yang mulia ratu."lanjut tabib itu.


Racun evil viper sangat terkenal dengan penyebarannya yang sangat cepat di dalam tubuh. Bukan hanya itu saja, racun ini sangat kuat, lima puluh lebih kuat dari racun sianida.


Raja sangat putus asa mendengar penuturan tabib. Dia sangat bingung dengan keadaannya.


Disatu sisi dia harus menyelamatkan istrinya. Tetapi dia teringat dengan pendahulunya yang sering membuat masalah dengan para penyihir.


Disisi yang lain dia berpikir para penyihir tidak akan mau membantunya menyembuhkan ratu kerena masa lalu yang dibuat oleh pendahulunya.


"Prajurit, bawa istriku ke kamar !"titah raja kepada para prajurit.


"Baik yang mulia."


Lalu ratu pun dibawa oleh prajurit menuju kamarnya diikuti oleh raja meninggalkan Al dan Winston berduaan di ruang tahta.


Al dan Winston saling pandang.


"Al, kenapa kau tidak membantu raja untuk menyembuhkan ratu ?"tanya Winston.


"Karena yang dibutuhkannya adalah seorang penyihir, dan aku bukan seorang penyihir."ucap Al dengan enteng.


"Lalu, kenapa kau diam saja disaat raja membutuhkan seorang penyihir ?"tanya Al.


"Tadinya aku ingin memberitahu raja tentang ini, tapi kita malah ditinggal berduaan disini."jelas Winston.


"Jadi, kau mau membantunya ?"tanya Al lagi.


"Aku tidak tahu. Sebenarnya walaupun aku seorang penyihir aku tidak bisa menggunakan sihir penyembuhan. Hanya para priest saja yang bisa menggunakan sihir penyembuhan."kata Winston sembari mengelus tongkatnya.


"Aku rasa, kita harus membantunya dengan syarat kerajaan ini membuat aliansi dengan kerajaan lightner. Dengan begitu benua Strangeland menjadi damai seutuhnya."ucap Al.


"Kalau begitu, mari kita hampiri raja dan membantunya."kata Winston sembari melangkahkan kakinya.


"Baiklah."kata Al dan ikut melangkahkan kakinya.


Lalu mereka pun berjalan menuju kamar ratu. Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka telah sampai karena jarak antara ruang tahta dengan kamar ratu dan raja hanya selisih dua ruangan.


Al dan Winston menghampiri raja yang tengah bersedih di dekat istrinya.


"Yang mulia raja."panggil Winston.


"Ada apa ?"tanya raja.


"Aku bisa menyembuhkan dan mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh yang mulia ratu. Tapi ada satu syarat yang harus yang mulia raja dan kerajaan Braston penuhi..."ucap Al sembari mengacungkan satu jarinya di akhir kalimat.


"Benarkah ? Kalau begitu apa syaratnya ? Uang ? Seluruh harta kerajaan ? Sumber daya kerajaan ? Atau syaratnya adalah menyerahkan kerajaan ini kepada kalian aku tidak peduli. Yang terpenting adalah istriku sembuh."raja menjadi semangat mendengar ucapan Al.


"Kami tidak menginginkan itu semua..."ucap Winston.


"Lalu, apa ?"raja menjadi kebingungan.


""Bergabunglah ke dalam aliansi kerajaan penyihir dan iblis.""ucap Al dan Winston berbarengan.


Raja terdiam sejenak dan terlihat memikirkan sesuatu.


"...."


"Bagaimana, apa yang mulia setuju ?"tanya Al.


"Baiklah, aku setuju. Aku akan mengirimkan perwakilan dari kerajaan ini ke kerajaan para penyihir dan kerajaan para iblis untuk menandatangani surat perjanjian dan memasuki aliansi."ucap raja.


"Pilihan yang sangat tepat. Kerajaan ini akan berkembang pesat dari sekarang. Aku jamin itu karena aku merupakan seorang jendral di kerajaan para penyihir..."kata Winston menjelaskan dengan bangga.


Raja terkejut dengan pernyataan Winston. Raut wajahnya menunjukkan ketidakpercayaan. Tapi itu semua segera hilang dan digantikan dengan tatapan khawatir yang mengarah ke arah istrinya.


"Baiklah, aku akan menyembuhkan yang mulia ratu sekarang."


Lalu Al menghampiri ratu yang tidak sadarkan diri itu, kemudian Al memegang luka yang ada di perut ratu.


Dari tangan Al keluar api berwarna hijau yang langsung meresap ke luka itu.


Tidak lama setelah itu dari seluruh kulit ratu, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki, keluar cairan berwarna hitam pekat yang sangat bau.


Cairan itu sangat banyak sehingga membuat tubuh ratu terlihat seperti menghitam. Bahkan kasur yang ditidurinya pun menjadi berwarna hitam pekat.


Winston maju mendekati Al dan ratu. Dia mengarahkan tongkatnya kearah tubuh ratu dan melafalkan mantra.


"чистить."


Benang cahaya berwarna biru keluar dari ujung tongkat Winston dan mengarah ke tubuh ratu.


Cairan hitam yang melekat ditubuh ratu secara perlahan menghilang saat cahaya itu menyentuh badannya. Hingga akhirnya menghilang seutuhnya.


Kini tubuh ratu bisa dilihat oleh siapapun. Kulitnya yang putih semakin memutih. Wajahnya yang dulu memang sudah cantik dengan sedikit keriput di lipatan matanya kini semakin cantik dan keriputnya hilang setelah menerima api hijau phoenix.


Semua orang yang ada diruangan itu terpana oleh kecantikan ratu, bahkan raja pun ikut terpana melihat kecantikan istrinya yang bertambah.


Kelopak mata sang ratu perlahan bergerak. Sedikit demi sedikit membuka, memperlihatkan manik berwarna coklat yang sangat indah.


"Fanya ! Akhirnya kau telah sadar..."ucap raja sembari memeluk istrinya.


"Ugh! Ferdynand, apa yang terjadi kepadaku ?"tanya ratu memegangi kepalanya yang sedikit pusing.


"Kau terkena panah yang mengandung racun evil viper. Untunglah ada dua orang penyihir yang membantu mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuhmu..."jelas raja.


"Tunggu, apa kau bilang ?! Penyihir ? Apa mereka ingin membalas dendam ?"ratu terlihat tidak percaya dengan ucapan suaminya dan menjadi ketakutan.


"Tenanglah, mereka tidak ingin membalas dendam dengan kerajaan kita. Mereka hanya ingin kerajaan ini bersatu dan membentuk aliansi dengan kerajaan mereka."jelas raja menenangkan istrinya.


"Benarkah ? Syukurlah. Lalu, dimana penyihir yang telah menyelamatkanku ?"ratu menjadi lega dan bertanya.


Raja tidak menjawab tetapi kepalanya menoleh dan pandangannya menuju ke arah Al dan Winston berdiri. Ratu pun ikut menolehkan kepalanya.


Ratu sangat terkejut saat melihat penyihir yang dimaksud oleh suaminya. Matanya membelalak dan mulutnya terbuka.


"Ternyata kalian berdua adalah penyihir. Terima kasih karena telah menyembuhkanku."ucap ratu tersenyum dengan tulus.


"Yang mulia ratu terlalu banyak mengucapkan kata terima kasih kepadaku. Dari kemarin hingga sekarang, sampai - sampai aku bosan mendengarnya."ucap Al.


Tiba - tiba pintu kamar terbuka, seseorang terlihat berlari menghampiri ratu yang terbaring di kasur dan memeluknya. Siapa lagi kalau bukan putri Sanny.


"Ibu ! Apa ibu baik - baik saja ? Aku dengar ibu terkena racun evil viper."ucapnya dengan khawatir.


"Ibu tidak apa - apa, ibu sudah sembuh berkat mereka berdua."ucap ratu.


"Terima kasih tuan Al dan tuan Winston karena telah menyembuhkan ibuku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika ibuku tidak ada. Hiks... Hiks..."kata putri Sanny sembari meneteskan air matanya.


"Sama - sama putri."ucap Al.


Pintu kamar terbuka kembali, seseorang yang terlihat kesulitan berjalan memasuki kamar ratu. Raut wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang sangat tinggi. Dia adalah pangeran Felix.


Melihat ibunya susah baikan, pangeran Felix terlihat sangat lega. Sebenarnya dari tadi dia telah menguping pembicaraan adiknya dengan ibunya. Jadi dia kini telah mengetahui siapa yang telah menyembuhkan ibunya.


Tetapi karena harga dirinya yang terlalu tinggi, dia tidak ingin mengucapkan kata terima kasih kepada Al. Walaupun di lubuk hati yang terdalam dia sangat ingin mengucapkan terima kasih dan permintaan maaf.


Akhirnya pangeran Felix mengabaikan egonya dan menghampiri Al.


"Terima kasih karena telah menyelamatkan ibuku. Dan aku ingin meminta maaf atas perlakuanku kepadamu sebelumnya."ucap pangeran Felux dengan tersenyum tulus.


"Sama - sama. Aku sudah tidak memperdulikannya lagi. Jadi, mulai saat ini kita berteman ?"ucap Al sembari menjulurkan tangannya.


"Yah, Aku rasa tidak buruk juga untuk memiliki seorang teman."pangeran Felix membalas uluran tangan Al dan mereka berdua berjabat tangan.


"Baiklah, urusan kami disini sudah selesai. Kami akan melanjutkan perjalanan kami sekarang."kata Winston.


"Baiklah, hati - hati di jalan..."


Mereka pun pergi dari istana. Benar - benar pergi dan tidak akan kembali lagi untuk waktu dekat.


Sebelum mereka keluar dari kota mereka terlebih dahulu pergi ke pasar untuk membeli perbekalan.


Winston membeli banyak daging sekaligus bumbu untuk memasak. Dia juga tidak lupa membeli persediaan air yang cukup.


Setelah selesai dengan urusan perbekalan mereka langsung menuju ke gerbang kota.


Keluar dari gerbang kota berjalan dengat lancar tanpa hambatan. Itu karena mereka semua sudah mengetahui tentang Al yang memenangkan pertarungan dengan pangeran Felix.


Mereka akhirnya memasuki hutan kembali untuk melanjutkan perjalanan menuju kerajaan Lightner, surganya para penyihir.