
"Ben-"ucapan orang berambut merah itu terpotong oleh perkataan seorang perempuan.
"Lebih baik kalian berdua duduk dahulu. Setelah itu, baru kita berbincang."ucap perempuan itu yang memiliki rambut berwarna pirang dengan iris mata berwarna coklat.
"Kau selalu saja memotong ucapanku !"kesal orang berambut merah.
"I don't care..."kata perempuan itu sembari menjulurkan lidahnya.
"Kau !..."orang berambut merah menjadi geram.
"Sudahlah, kenapa kalian berdua selalu bertengkar setiap kalian kalian bertemu ?"kata laki - laki yang memiliki rambut berwarna putih dengan iris mata berwarna merah.
"Itu karena dia menyebalkan !"ucap orang berambut merah sembari menunjuk kearah perempuan berambut pirang itu.
"Kau yang menyebalkan !"perempuan itu tidak mau kalah dan menunjuk balik ke arah orang berambut merah.
"Kau !"ucap si rambut merah.
"Kau !"balas si rambut pirang tidak mau kalah.
"Cukup ! Apa kalian berdua ingin merasakan hukumanku lagi ?!"ucap pangeran Alfin sembari menatap kearah mereka berdua dengan tajam.
""....""si rambut merah dan si rambut pirang hanya menundukkan kepala dengan takut.
"Maaf Al, mereka memang selalu bertengkar setiap kali mereka bertemu. Jadi, biasakan dirimu ya."ucap pangeran Alfin.
"I-iya."jawab Al dengan canggung.
Al dan pangeran Alfin pun duduk di kursi yang telah disediakan. Setelah mereka berdua duduk, mereka semua mulai memperkenalkan diri masing - masing.
"Al, perkenalkanlah dirimu."ucap pangeran Alfin.
"Baiklah, perkenalkan namaku adalah Alamsyah. Kalian bisa memanggilku Al. Aku berasal dari bumi tahun 2562. Salam kenal semuanya."Al memperkenalkan dirinya keada semua orang yang ada di ruangan itu.
"Baiklah Al, sekali lagi. Perkenalkan aku adalah Alfin Fladmir. Aku berasal dari bumi tahun 2050. Dan aku juga merupakan ketua dari PPR."pangeran Alfin juga memperkenalkan dirinya.
"Namaku adalah Rein Floyd. Berasal dari bumi tahun 2038."ucap lelaki berumur sekitar 19 tahun yang memiliki rambut berwarna coklat dengan iris mata yang senada dengan rambutnya.
"Namaku adalah Rain Floyd. Berasal dari bumi tahun 2038. Omong - omong aku adalah kembaran dari Rein. Lebih tepatnya aku adalah kakak kembarnya."ucap lelaki berumur sekitar 19 tahun dengan warna rambut dan iris mata yang identik dengan Rein. Bahkan wajahnya sangat mirip bagai pinang dibelah dua karena mereka kembar identik
"Perkenalkan, namaku adalah Rin Flameheart. Aku berasal dari bumi tahun 2067. Salam kenal Al."ucap perempuan yang tadi bertengkar dengan si rambut merah. Dia berumur sekitar 18 tahun.
"Kay Bruce. Bumi tahun 2372."ucap lelaki berumur sekitar 17 tahun yang memiliki rambut berwarna biru dan iris mata berwarna yang senada dengan rambutnya. Dia berkata dengan nada datar dan dingin.
"Perkenalkan Al, namaku adalah Julius. Aku berasal dari bumi tahun 2026. Salam kenal."ucap lelaki berumur sekitar 18 tahun. Dia adalah lelaki yang tadi bertengkar dengan Rin.
"Namaku adalah Bima Samudra. Aku berasal dari bumi tahun 2020."ucap lelaki berumur sekitar 20 tahun yang memiliki rambut berwarna hitam dengan iris mata berwarna coklat gelap.
"Perkenalkan namaku adalah Reni putri. Aku berasal dari bumi tahun 2004."ucap perempuan berumur sekitar 19 tahun yang memiliki rambut panjang berwarna hitam dengan iris mata berwarna coklat gelap.
"Aku Feyling. Berasal dari bumi tahun 2054."ucap perempuan sipit berumur sekitar 25 tahun yang memiliki rambut berwarna hitam dengan iris mata berwarna hitam.
"Hai ! Perkenalkan namaku adalah Cristina. Aku berasal dari bumi tahun 2199."ucap perempuan berumur sekitar 21 tahun yang memiliki rambut berwarna hijau lumut dengan iris mata berwarna hijau.
"Halo Al, namaku adalah Anna Cristie. Aku berasal dari bumi tahun 2561. Berbeda satu tahun denganmu, Al. Apa selama satu tahun teknologi di bumi semakin maju ?"ucap perempuan berumur sama seperti Al, yaitu berumur 16 tahun yang memiliki rambut berwarna coklat dengan iris mata yang senada dengan rambutnya.
"Hanya teknologi VR saja yang semakin maju. Bahkan game bisa dijadikan bumi kedua hanya dengan menggunakan perangkat VR yang mirip seperti chip berukuran kecil yang ditempel ke belakang kepala."Jelas Al kepada Anna.
"Benarkah ? Andai saja aku bisa merasakan teknologi VR."Anna menjadi tidak semangat dan murung.
"Kau ada benarnya juga. Tapi, hei ! Aku kan tidak akan mati. Aku sudah diberi berkah oleh dewa untuk hidup abadi di Starus."ucap Anna tidak senang
"Apa ! Kau bertemu dewa !?"Al terkejut dengan ucapan Anna yang telah bertemu dengan seorang dewa.
"Iya, sebelum aku dihidupkan kembali disini aku bertemu dewa yang mengatur dunia ini. Bukan hanya aku saja yang telah bertemu dengan dewa. Mereka semua juga telah bertemu dewa dan diberi berkah yang berbeda - beda."ucap Anna menjelaskan
"Kenapa kalian bertemu dewa, sedangkan aku tidak ? Malah yang menemuiku adalah sesosok green phoenix yang berubah menjadi seorang wanita yang memberikan semua kekuatannya kepadaku..."kata Al sembari menundukkan kepalanya.
"Sebenarnya wanita itu adalah seorang dewi. Lebih tepatnya dewi dari green Phoenix. Kau sangat beruntung karena kau telah mendapatkan semua kekuatan dari seorang dewi yang menjadikanmu sebagai dewa baru."ucap Rein.
"Itu benar, tapi untuk saat ini kau diibaratkan sebagai bayi yang baru dilahirkan. Jadi, kekuatanmu masih kalah jika kau berhadapan dengan dewa. Bahkan jika kau melawan dewa terlemah sekalipun kau akan kalah."tambah Rain.
Floyd bersaudara itu menjelaskan kepada Al dengan semangat. Al kini merasa senang karena dia telah bertemu dengan seorang dewi yang sangat cantik, bahkan dia akan menggantikannya dan menjadi dewa dari green phoenix yang baru.
Al sudah memikirkan kedepannya untuk membangkitkan kembali kaumnya, yaitu kaum green phoenix.
Al tengah berkhayal tentang dia yang sedang duduk di kursi yang mewah dengan dikelilingi oleh gadis - gadis cantik dan dihadapannya ada banyak burung hijau raksasa yang sedang bersujud kepadanya. Tetapi khayalannya itu dipecahkan oleh pertanyaan Bima.
"Memangnya kau dulu mati karena apa, Al ?"tanya Bima.
"Aku terjatuh dari gedung sekolah lantai sebelas. Lebih tepatnya tubuhku seperti dikendalikan untuk jatuh dari atas. Kalau kalian kenapa bisa mati ?"kata Al dan diakhiri dengan pertanyaan.
"Aku mati karena menyelamatkam seseorang saat terjadi tsunami di Indonesia pada tahun 2004. Dan mirisnya saat aku menyelamatkan orang itu untuk naik ke atap rumah, dan aku ingin menaikinya juga dia malah meninggalkanku terseret arus dan akhirnya aku mati. Lalu aku bertemu dengan dewa perang dan dia memberiku berkah berupa dapat menggunakan semua jenis senjata dan pengendalian elemen api."ucap Reni dengan panjang lebar.
"Kalau aku mati karena tertabrak truk saat berjalan di lampu merah saat aku mencoba menyelamatkan anak kecil, lalu aku bertemu dengan dewa elemen dan memberiku berkah berupa bisa mengendalikan elemen api, air, tanah, udara, dan elemen gravitasi."ucap Julius menjelaskan sembari melakukan gaya yang sangat aneh.
"Kecelakaan mobil, bertemu dewa elemen, pengendali lava, petir, pasir dan gas."ucap Kay singkat, padat, dan jelas dengan nada datarnya yang khas.
"Gas ? Aku baru mendengar ada yang namanya elemen gas."bingung Al.
"Elemen gas, sama seperti namanya. Bisa mengendalikan gas seperti oksigen, racun, nitrogen atau apapun itu yang berbentuk gas."kata Reni menjelaskan.
"Oh, terima kasih penjelasannya Reni."ucap Al.
"Sama - sama."jawab Reni.
"Baiklah, sekarang giliranku. Aku mati karena diterkam buaya saat aku dan teman - temanku sedang berenang di sebuah danau. Saat itu aku menyelamatkan temanku saat akan diterkam oleh buaya. Tapi sayangnya aku yang menjadi korbannya menggantikan temanku yang melihatku dengan sedih dan terpukul disaat - saat aku kehilangan kesadaranku untuk selamanya."kata pangeran Alfin dengan ekspresi yang menyedihkan.
"Lalu ?"tanya Al dengan semangat.
"Lalu aku bertemu dengan dewa elemen yang memberiku berkah berupa elemen es, bayangan, pasir. Dan juga dewa itu memberiku kekuatan mind control dan time control."ucap pangeran Alfin dengan nada sinis karena Al menganggap kisah hidupnya itu merupakan sebuah dongeng yang menyenangkan.
"Kalau aku mati karena tersengat kabel listrik bertegangan tinggi. Saat itu aku sedang berada di taman dan tidak sengaja aku menginjak sebuah kabel yang terputus. Aku tersengat untuk waktu yang lama hingga akhirnya aku mati dengan tubuh yang gosong."kata Feyling dengan tersenyum getir.
"Lalu aku tiba di sebuah ruangan putih dan bertemu dengan dewi pelindung yang memberiku berkah berupa kekuatan telekinesis, gate dan dimensi yang memungkinkanku untuk membuat dimensiku sendiri."tambahnya.
____________________________________________
Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote, rate, tip dan saran & komen supaya author tambah semangat untuk update cerita :)
Jangan pernah bosan untuk menunggu update-an cerita ini ya (:
Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati :)
See you in the next chap :v
CapricornDS089