
Setelah berbincang - bincang mengenai kelompok organisasi Cryonax bersama tuan Harris, mereka bertiga pun berjalan menuju hutan untuk menemui Will yang tengah menunggu kedatangan mereka.
Setelah berjalan selama tiga puluh lima menit di dalam hutan, akhirnya mereka telah sampai di lokasi yang telah disepakati.
Arthur dan yang lainnya menghampiri Will yang sedang berbaring sembari memejamkan matanya di bawah pohon.
"Hoi Will ! Sepertinya kita akan menunda perjalannya. Kami harus melakukan sesuatu terlebih dahulu di dalam kota."ucap Arthur kepada Will yang tengah berbaring santai.
Will pun membuka matanya dan menatap kearah Arthur yang tadi berbicaa kepadanya.
"Baiklah, aku akan memberi tahu Will sekarang."ucap Will yang ternyata hanya cloningan saja.
"Apa maksudmu ?"tanya Arthur mengerutkan dahi.
"Yah, aku disini hanya kloningan saja. Karena Will menunggu kalian datang disini terlalu lama, ia memutuskan untuk kembali kerumahnya dan menyuruhku menunggu disini menggantikannya."ucap cloningan itu menjelaskan.
"Baiklah, kalau begitu kami akan kembali ke dalam kota. Beritahu Will kalau kami akan kembali ke sini dua hari lagi."kata Arthur.
"Baik !"
Lalu kloningan Will itu pun berubah menjadi kumpulan daun yang langsung menyebar ke segala arah karena tertiup angin. Arthur dan yang lainnya juga pergi dari tempat itu kembali ke kota untuk membantu pemimpin serikat petualang.
Disisi lain diwaktu yang hampir bersamaan.
Tuan Harris sedang menanda tangani dokumen - dokumen penting di dalam ruangannya. Tanpa ia sadari, seseorang yang menggunakan jubah dan topeng yang menutupi seluruh tubuhnya sedang memperhatikan dirinya dari sudut ruangan.
"Semoga saja mereka bertiga bisa ku andalkan untuk mencari informasi dari organisasi Cryonax yang sedang mengincarku."gumam tuan Harris sembari menuliskan sesuatu disebuah kertas.
"Halo tuan Harris. Bagaimana kabar anda ?"ucap seseorang dengan suara yang terdengar seperti suara kaset rusak.
Tuan Harris yang baru menyadari ada orang lain selain dirinya diruangan itu menengokkan pandangannya. Tuan Harris membelalakkan matanya saat melihat seseorang yang menggunakan jubah dan topeng yang sedang berdiri di pojok ruangan.
"K-kau ! B-bag-bagaimana kau bisa ada di situ !?"ucap tuan Harris dengan terbata - bata.
"Tenang tuan Harris. Aku kesini hanya untuk mengunjungimu saja."ucap orang berjubah itu dengan tenang.
"Apa kau ingin mengajakku untuk bergabung denganmu !? Jangan harap !!!"kata tuan Harris dengan nada marah.
"Yah, kudengar kau sudah memberitahu dan membocorkan kekuatan serta identitasku kepada ketiga bawahanmu."ucap orang berjubah itu sembari menyeringai mengerikan dibalik topengnya.
"B-bagaimana kau tahu !?"kaget tuan Harris.
"Kau tidak perlu tahu aku mendapatkan informasi ini dari mana. Yang terpenting, sekarang pemimpin utama memerintahkanku untuk membunuhmu dengan tanganku sendiri."ucap orang berjubah itu yang masih mempertahankan seringainya.
Orang berjubah itu pun melangkahkan kakinya mendekati tuan Harris secara perlahan - lahan. Tuan Harris yang merasa terancam mencoba untuk menggertak orang berjubah itu.
"J-jangan mendekat ! A-atau a-aku akan mengendalikanmu !!!"
Orang berjubah itu tidak mendengarkan gertakan tuan Harris. Ia tetap melangkahkan kakinya mendekati tuan Harris.
Tuan Harris pun mengulurkan tangannya ke arah orang berjubah itu. Tiba - tiba orang berjubah itu tidak bisa bergerak seakan - akan dirinya berubah menjadi patung.
Tuan Harris meremas tangan yang diulurkannya itu dan orang berjubah itu nampak kesakitan karena merasa tubuhnya sedang diremas - remas oleh tangan raksasa yang tidak terlihat.
"Ugh..."
Orang berjubah itu pun mengerang kesakitan karena merasa darah yang ada di tubuhnya seperti akan meledak kapan saja. Seringai mengerikannya pun menghilang digantikan dengan ekspresi yang terlihat kesakitan, tetapi tuan Harris tidak menyadari semua perubahan itu karena terhalangi oleh topeng yang dipakai.
Disaat tuan Harris merasa dirinya berada di atas angin saat melihat orang berjubah itu tidak berdaya, tiba - tiba kedua tangan tuan Harris bergerak dengan sendirinya mengarah ke arah lehernya sendiri dan mencekiknya hingga tuan Harris kesulitan bernafas.
Dibalik topengnya, orang berjubah itu menampilkan seringai jahat melihat tuan Harris terkena kekuatannya sendiri.
Saat ini Arthur dan Sierra tengah duduk di kursi sebuah restoran yang ada di kota Grayn. Mereka tampak sedang memakan makanan yang tersedia di restoran itu.
Disela - sela memakan makanan, mereka berbincang - bincang tentang rencana mereka yang akan melakukan perjalanan.
"Menurutmu, apa Will akan benar - benar ikut ?"tanya Sierra dengan wajahnya yang sedikit merona.
"Tapi, bagaimana kalau dia tidak jadi ikut ?"tanya Sierra dengan suara kecil.
"Memangnya kenapa ? Apa kau menyukainya ?"tanya Arthur.
Sierra tidak menjawab pertanyaan Arthur. Tetapi wajahnya nampak memerah dan nampak malu - malu.
Arthur yang melihat Sierra bertingkah seperti itu menyungingka senyum jahilnya.
"Hohoho... Ternyata sahabat kecilku sudah mulai mengenal yang namanya cinta...."ucap Arthur memperlihatkan seringai jahilnya.
"Huuh, Arthur.... Jangan meledekku seperti itu. Sudah sewajarnya aku untuk menyukai Will. Dia baik, ramah dan juga tampan."kata Sierra dengan kesal sebelum dirinya sadar dengan apa yang diucapkannya, pipinya pun memerah.
"Oh, ternyata orang yang kau sukai itu Will. Baiklah, nanti aku akan berbicara dengannya."ucap Arthur.
"Kau sangat menyebalkan ! Aku membencimu, Arthur..."kata Sierra dengan kesal.
"Hahahaha, ayolah Sierra. Aku hanya bercanda."ucap Arthur yang tertawa dengan kencang sehingga menarik perhatian beberapa pengunjung restoran.
"Tapi candaanmu tidak lucu, Arthur. Kau tidak berhak mengejekku seperti itu. Wajar saja aku tertarik dengan lawan jenis. Aku bahkan tidak pernah sekalipun melihatmu tertarik dengan lawan jenis, apa jangan - jangan....."ucap Sierra yang memicingkan matanya kearah Arthur.
"A-apa yang kau katakan !? Aku tidak seperti yang kau pikirkan, Sierra. Aku, a-aku hanya merasa tidak cocok dengan semua wanita yang pernah kutemui."ujar Arthur sembari memalingkan wajahnya.
"Lalu, sejak kapan kau menyukai Will, Sierra ?"tanya Arthur.
"Uhuk....uhuk...."
Sierra yang sedang memasukkan makanan ke mulutnya menjadi tersedak dan tebatuk - batuk saat mendengar pertanyaan dari Arthur.
"Ng-ngomong - ngomong, Alice kemana ? Mengapa dia ke toiletnya lama sekali ?"tanya Sierra yang mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Hei ! Jangan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan, Sierra !?"protes Arthur.
"Oh, itu Alice. HEI ALICE, DI SINI !"teriak Sierra.
Alice yang merasa dipanggil menengokkan kepalanya dan melihat Sierra yang sedang melambaikan tangan ke arahnya.
Alice pun berlari kecil agar cepat sampai di tempat Sierra dan Arthur. Setelah sampai, ia pun duduk di kursi yang masih kosong.
"Kalian pasti akan sangat terkejut dengan berita yang akan aku sampaikan."ucap Alice.
"Berita apa ?"tanya Sierra.
"Kalian tahu, tuan Harris ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam ruangannya !"dengan raut wajah yang serius, Alice membisikkan kata - kata yang membuat kedua temannya terkejut setengah mati.
"APAA !!!"teriak Arthur dan Sierra terkejut.
"Jangan bercanda, Alice !"ucap Arthur dengan sedikit membentak.
"Tidak, aku sedang tidak bercanda. Tuan Harris ditemukan oleh nona Fina saat dia ingin menemui tuan Harris di ruangannya. Tetapi nona Fina malah menemukan tuan Harris yang telah terkapar dilantai dengan wajah yang membiru."ujar Alice menjelaskan.
Disisi yang lain, di tempat yang berbeda.
Disebuah ruangan yang nampak sederhana. Seseorang yang sedang memejamkan matanya, dengan ekspresi yang tenang seakan - akan tidak memiliki beban hidup membuka matanya.
"Organisasi Cryonax kah ? Menarik... Mari kita lihat apa yang kalian rencanakan kali ini. Aku sungguh tidak sabar untuk menghapus keberadaan kalian semua dari dunia ini setelah kalian membunuh semua kaumku."ucap orang itu sembari menampilkan seringai yang menakutkan sebelum orang itu menutup kembali matanya.
_____________________________________________
Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote, rate, tip dan saran & komen supaya author tambah semangat untuk update cerita :)
Jangan pernah bosan untuk menunggu update-an cerita ini ya (:
Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati :)
See you in the next chap :v
CapricornDS089