
Author's pov
Arthur berubah menjadi burung yang sangat besar. Burung yang selalu dikaitkan dengan air mata ajaib dan keabadian. Dengan kata lain. Arthur telah berubah menjadi Red Phoenix.
"**Hohoho, ternyata kau sudah bisa merubah wujudmu menjadi phoenix"
"Saatnya serius**"
Naga air mulai mengepakan sayapnya terbang ke angkasa hingga menembus awan dan tidak terlihat. Tiba - tiba langit yang tadinya cerah berubah menjadi hitam kelam. Gemuruh petir mulai terdengar dimana - mana.
Tidak lama dari itu hujan pun turun dengan deras. Walaupun hujan deras, api yang menyelimuti tubuh phoenix Arthur tidak padam ataupun mengecil.
Red phoenix terkenal dengan apinya yang bisa membakar dan melelehkan apapun tanpa terkecuali. Berbeda dengan api yang biasa dijumpai dikehidupan sehari - hari ataupun api dari sihir.
*CCCCCTTTTTTAAAAAARRRR*
Petir menyambar tepat dihadapan Arthur dan air yang jatuh dihadapan Arthur menyatu membentuk naga air yang langsung menyerang dengan semburan air yang besar.
Arthur yang melihat serangan kejutan itu hanya bisa melipat sayapnya yang penuh api kedepan melindungi dirinya.
Sayap api dengan semburan air yang besar saling bersentuhan. Menciptakan asap berwarna putih yang sangat tebal.
Dari sudut pandang Sierra dan Alice. Mereka tidak bisa melihat Arthur di tempat terakhir dia terlihat ataupun dimana pun. Pandangan mereka dihalangi oleh kabut asap tebal yang ada di daerah pertarungan.
Arthur yang berada di tengah - tengah kabut asap mengepakkan sayapnya menghasilkan angin kencang yang menyapu habis kabut asap disekitarnya sehingga dia bisa terlihat oleh Sierra dan Alice.
"Hebat juga kau bisa bertahan dari seranganku tanpa ada luka sama sekali. Yah, kekuatan phoenix memang tidak bisa diremehkan."
Naga air berbicara dengan santai. Suara tanpa wujud. Itulah yang didengar oleh semua makhluk yang ada di sekitar pertempuran. Ya, semua makhluk. Sekarang yang menyaksikan pertarungan Arthur bukan hanya Alice dan Sierra saja. Melainkan banyak peri dari berbagai jenis dan manusia yang berada jauh dari pertarungan yang sedang memperhatikan pertarungan antara Arthur dengan naga air. Mereka datang karena mendengar suara ledakan yang sangat besar.
"Tunjukan wujudmu naga air. Serangan itu sangat - sangat lemah untukku. Bahkan aku merasa bosan dengan serangan lemahmu. Kurasa kau itu bukan spirit naga air yang ditakuti oleh semua makhluk yang mengetahuinya. Tapi kau itu hanya kadal air lemah yang pengecut !"ucap Arthur.
Dia mencoba untuk memprovokasi naga air untuk menunjukan dirinya.
"**Kadal air !?. Lemah !?. Pengecut !?. Kau akan menyesal setelah mengatakan itu semua. Bersiaplah menemui ajalmu, phoenix !!!"
"Akan kutunjukkan kekuatanku yang sebenarnya**"
Dan sepertinya Arthur berhasil memprovokasi. Arthur tidak terlihat panik saat mengetahui naga air akan mengeluarkan semua kekuatannya. Bahkan dia menyeringai.
Naga air menghilang lagi, menyatu dengan air yang ada disana. Tiba - tiba semua air yang terdapat disana mulai menyatu membentuk ombak besar. Saking besarnya ombak itu terlihat seperti tsunami yang mengarah kepada Arthur. Pepohonan dan segala benda yang telah dilewati ombak itu akan hancur dan terbawa oleh ombak.
Ombak itu meluluhlantakkan sebagian hutan Lightforest. Untungnya. Semua makhluk yang menyaksikan pertempuran itu sudah pergi menjauh, sejauh - jauhnya.
Dalam sekejap mata. Ombak itu sudah berada dalam jarak 10 meter di depan Arthur. Dan sedetik kemudian Arthur sudah berada di dalam ombak itu.
Sierra yang terbang di ketinggian bersama dengan Alice untuk menghindari air membelalakkan mata saat melihat Arthur ditelan oleh ombak. Kejadian yang sungguh cepat. Sehingga tidak bisa dipercaya oleh diri sendiri. Walaupun sudah melihat dengan mata kepala sendiri.
"T-tidak.....mungkin.....Arthur.....d-dia...."Alice tidak bisa melanjutkan ucapannya. Dia terlihat tidak percaya dengan apa yang dia lihat oleh mata kepalanya sendiri.
Sedangkan Sierra tidak mengucapkan apa - apa. Dia juga terlihat tidak mempercayai penglihatan yang diberikan oleh matanya sendiri.
Naga air muncul tepat di atas ombak air yang sekarang didalamnya ada Arthur. Naga air mulai mengendalikan ombak itu membentuk bola raksasa dan dilayangkan keatas.
Mata dari naga air menyala terang disaat langit mulai mendung kembali dan gemuruh petir terdengar. Tidak lama dari itu patir mulai menyambar dimana - mana seakan - akan ada badai yang akan datang.
*CCCCTTTTAAAARRRR*
Petir yang lumayan besar menyambar bola air. Tidak hanya sekali tetapi beberapa kali hingga bola air raksasa yang melayang itu menyeluarkan percikan listrik. Bisa dipastikan segala apapun yang berada didalam bola air itu akan hangus terpanggang petir yang diperkuat oleh air.
"**Hahahahaha, rasakan kekuatan penuhku itu. Phoenix sombong !!!"
'*Sial, kekuatanku hampir habis***' naga air meneruskan ucapannya didalam hati.
Karena kelelahan naga air turun kebawah. Walaupun kekuatannya hampir habis tetapi naga air masih bisa mempertahankan bentuk dari bola air dan mengendalikannya.
"HEEEEEI !!!! KAU TELAH MELANGGAR KESEPAKATAN KITA NAGA AIR !!!"Sierra berteriak kepada naga air dengan perasaan marah.
"Diamlah bocah ! Dia telah membuatku marah. Jangan aalahkan aku juka aku melanggar kesepaktan kita. Baru kali ini ada yang berani memanggilku kadal." Naga air mengucapkannya dengan nada marah.
'Lagipula. Kekuatan sebesar itu tidak cukup untuk memberi luka padanya' lagi - lagi naga air meneruskan perkataannya di dalam hati.
"TAP-"sebelum Sierra menyelesaikan ucapannya. Bola air memancarkan cahaya merah. Air mulai mendidih. Asap mulai bermunculan dari permukaan air.
Perlahan dengan pasti bola air yang berukuran raksasa mulai mengecil dan semakin banyak asap yang bermunculan. Asap semakin tebal menutupi semuanya.
Sierra dan Alice tidak bisa melihat apa - apa. Begitu pula dengan naga air. Mereka bertiga tidak bisa melihat apa - apa. Pandangan mata merrka terhalang oleh tebanya asap. Naga air tidak bisa mengepakkan sayapnya karena kelelahan.
"Apa hanya segitu kekuatanmu ? Benar - benar lemah !" suara yang begitu familiar ditelinga ketiganya.
*Whuusssss*
Asap tebal segera disingkirkan oleh hembusan angin kencang sehingga penglihatan menjadi normal kembali. Mereka bertiga menutup mata saat hembuaan angin kencang itu mengarah kepada mereka.
Terlihat sesosok makhluk yang diselimuti oleh api yang besar seakan - akan dia adalah api itu sendiri. Dengan sepasang sayap yang diselimuti api membuat sosok itu terlihat seperti malaikat api.
"Akanku tunjukkan kekuatan yang sebenarnya"ucap Arthur
Arthur memejamkan mata sembari merentangkan kedua tangannya dan terbang dengan perlahan lebih tinggi dari sebelumnya. Api yang ada di tubuh Arthur semakin besar dan terus membesar sehingga tampak seperti ledakan bom nuklir di udara.
Api itu sangat panas. Melebihi panas matahari yang menyengat di siang hari. Bahkan rumput dan pohon yang berada di tanah mulai layu.
Arthur mengangkat tangan keatas. Api yang tadinya hampir tersebar kesegala arah mulai mengarah keatas telapak tangan Arthur dan membentuk bola api raksasa. Panasnya melebihi panas api yang tadi. Seakan akan bola api itu adalah matahari.
"Tunggu !!! Aku mengaku kalah !!! Segera batalkan sihirmu itu, phoenix"
tepat sebelum Arthur melempar bola api itu kearah bawah naga air mengaku kalah dan menyuruh Arthur untuk membatalkan sihirnya. Arthur pun yang mendengar itu segera menghilangkan bola apinya dan turun dengan perlahan hingga kakinya menyentuh tanah. Api ditubuhnya perlahan mengecil hingga wujud burung api tidak terlihat digantikan oleh sosok Arthur.
"Jadi, kami boleh lewat kan ?"tanya Arthur
"Ya, kau boleh lewat. Latihan pertamamu sudah selesai"
Arthur bingung dengan pernyataan dari naga air. Bahkan Sierra yang mendengarkan pun menjadi bingung. Lalu Arthur tidak peduli dan segera mengajak Sierra dan Alice untuk segera pergi melewati sungai yang sekarang kering.
Setelah melihat Arthur dan yang lainnya sudah ada di seberang sungai, naga air berubah menjadi air dan kembali kesungai yang kering menjadikannya menjadi sungai yang sangat deras kembali.
*******
**Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Author butuh saran dari para pembaca yang budiman :)
Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati :)
*Salam :
CapricornDS089***