
Cerita sebelumnya....
Kedua orang Phoenix itu mendengarkan cerita dari ratu Siren hingga akhir cerita. Mereka pun akhirnya paham dan menarik kembali kekuatan mereka.
Mereka berdua serta anak mereka pun berbalik memutuskan untuk kembali pulang kerumah mereka.
"Tunggu ! Aku mohon, bantulah aku dan rasku untuk terlepas dari kegelapan yang membelenggu kami..."
"Aku mohon, bantulah kami..."ucap ratu Siren kembali sembari menundukkan kepalanya hingga hampir menyentuh tanah.
Sang suami yang memiliki nama Kyle dan sang istri yang memiliki nama Nancy menjadi kebingungan setelah mendengar permohonan dari ratu Siren.
Sepasang suami istri itu saling berpandangan untuk sesaat, memikirkan jawaban yang akan diberikan kepada ratu Siren yang kini sedang menundukkan kepala di hadapan mereka.
"Keuntungan..."ucap Kyle singkat.
Ratu Siren pun kebingungan dengan ucapan Kyle yang mengucapkan kata "keuntungan" dengan nada datar serta tanpa ekspresi.
"A-Apa ?"
"Keuntungan apa yang akan kami dapatkan setelah kami membantumu dan juga seluruh bangsa Siren ?"ucap Kyle menjelaskan dengan datar tanpa ekspresi.
"....."
Ratu Siren terdiam memikirkan apa yang akan diserahkan kepada kedua Phoenix di depannya agar mereka membantu dirinya serta seluruh bangsanya.
Tetapi sekeras apapun dirinya memikirkan, dirinya tetap tidak menemukan barang berharga yang bisa dia berikan karena bangsanya kini tidak memiliki apapun lagi selain tubuh dan jiwa mereka sendiri yang bisa hilang kapan saja.
"Jika kau tidak bisa memberikan kami keuntungan apapun. Kami tidak akan membantumu apapun yang terjadi. Kami tidak ingin melakukan hal yang sia - sia yang bahkan tidak akan membawa kami pada keuntungan."
"A-Aku, tidak. Kami bangsa Siren akan memberikan seluruh jiwa dan raga kami untuk melayani kalian, para Phoenix untuk selamanya."
Kyle mengangkat salah satu alisnya. Wajahnya yang tanpa ekspresi itu kini menampilkan ketertarikan dengan perkataan ratu Siren.
"Bukankah itu sama saja dengan apa yang sedang kalian alami sekarang ?"
"Aku tahu... Tapi, tidak ada lagi yang tersisa dari kami untuk diserahkan selain jiwa dan raga kami sendiri. Walaupun nanti kami bangsa Siren menjadi budak dari bangsa Phoenix, tapi aku yakin kalian bangsa Phoenix tidak akan memperlakukan kami seburuk bangsa kegelapan memperlakukan kami."
Setelah berpikir beberapa saat, kedua Phoenix itu pun memutuskan untuk membawa ratu Siren ke tempat mereka.
"Baiklah, kau ikutlah dengan kami. Kami berdua tidak berhak untuk mengambil keputusan ini. Bagaimanapun juga kami bukanlah raja dan ratu bangsa Phoenix. Yah, setidaknya untuk sekarang ini."ucap Kyle dengan nada tak acuh.
Ratu Siren yang mendengar itu menjadi sangat senang hingga meneteskan air mata penuh kebahagiaan. Dengan penuh rasa syulur, ratu Siren mengucapkan terima kasih berkali - kali kepada sepasang Phoenix yang mau membantunya dan juga bangsanya.
"Oh, Syukurlah. Terima kasih, terima kasih, terima kasih."
"Terlalu cepat bagimu untuk mengucapkan terima kasih kepada kami yang bahkan belum membantumu sedikitpun."
Ratu Siren pun keluar dari danau dan secara ajaib ekor ikannya berubah menjadi kaki manusia. Karena sebelumnya ratu Siren tidak memakai pakaian sehelai pun saat berada dalam wujud setengah ikannya, membuat seluruh tubuh indah ratu Siren terekspos tanpa halangan sedikitpun.
Dengan cepat Nancy menutup kedua mata suaminya agar tidak melihat pemandangan indah yang tersaji di depan mereka. Walaupun begitu ternyata Kyle sudah melihat pemandangan indah itu walaupun sekilas yang membuat wajahnya memerah memikirkan setiap adegan di dalam kepalanya.
Lalu mereka berempat pun pergi dari danau itu dan berjalan menuju kerajaan bangsa Phoenix yang dipimpin oleh sang raja agung Phoenix sekaligus sang Highest Fire Phoenix Spirit.
Dua puluh menit kemudian.
Dua puluh menit telah mereka lalui hanya untuk keluar dari hutan tempat awal mereka bertemu. Akhirnya mereka melihat sebuah tembok pembatas yang menjulang tinggi dan terlihat sangat besar.
Tembok pembatas itu merupakan benteng dari kerajaan Phoenix.
Singkat cerita akhirnya mereka telah melewati gerbang masuk kerajaa tanpa mendapat masalah dan melewati jalanan umum. Namun saat ini mereka menjadi pusat perhatian, atau lebih tepatnya ratu Siren lah yang menjadi pusat perhatian karena dirinya merupakan satu - satunya ras selain ras Phoenix di kerajaan itu.
Dan juga setiap warga selalu melakukan penghormatan kepada Kyle dan istri serta anak mereka setiap kali berpapasan. Entah apa alasannya mereka melakukan hal itu, ratu Siren tidak memperdulikannya.
Yang dipedulikannya kini adalah bagaimana caranya agar dirinya mendapat bantuan dari sang Highest Fire Elemental Spirit, raja Phoenix.
Setelah mereka berjalan selama sepuluh menit dengan penuh perhatian di setiap jalannya akhirnya mereka telah sampai di depan gerbang istana yang dijaga oleh banyak sekali prajurit.
Salah satu prajurit penjaga itu melihat kedatangan mereka mulai berjajar dengan rapi seakan - akan menyambut kedatangan mereka.
Tiba - tiba salah satu prajurit meneriakkan sesuatu yang membuat ratu Siren sangat terkejut setelah mendengarnya.
"YANG MULIA PANGERAN KYLE, YANG MULIA PUTRI NANCY DAN NONA MUDA ANNABETH TELAH TIBA !!!"
"K-kau.... Seorang pangeran !?"tanya ratu Siren dengan sedikit memekik.
"Hm ? Apa aku belum memberi tahumu ?"tanya Kyle dengan nada tak acuhnya yang khas.
'KAU TIDAK PERNAH MENGATAKANNYA KEPADAKU, BODOH !!!'maki ratu Siren dalam hati.
Dengan nada getir dirinya pun menjawab pertanyaan Kyle.
"B-Belum."
"Oh, benarkah ? Kalau begitu, sekarang kau mengetahuinya, kan ?"ucap Kyle tidak peduli.
"...."
Ratu Siren hanya bisa terdiam tanpa bisa menjawab perkataan Kyle.
Lalu tanpa menunggu lebih lama, mereka pun memasuki istana kerajaan.
Singkat cerita...
Kini dihadapan ratu Siren, Kyle dan Nancy terdapat seorang pria paruh baya yang sedang duduk di kursi tahta. Nampak sangat gagah dan berwibawa.
"Kyle menghadap kepada yang mulia raja."ucap Kyle sembari berlutut diikuti oleh nancy dan ratu Siren yang membungkuk dengan hormat.
"Berdirilah, putraku."ucap raja Phoenix penuh wibawa disetiap kata - katanya.
"Baik, yang mulia raja."jawab Kyle sembari bangun diikuti oleh Nancy dan ratu Siren.
"Putraku, siapa wanita yang kau bawa ke istana ini ?"tanya raja Phoenix yang melirik ke arah ratu Siren.
Kyle melirik ratu Siren sejenak sebelum dirinya memperkenalkan wanita itu ke ayahnya.
"Yang mulia. Perkenalkan, dia adalah ratu Siren."
"Hm ? Apa tujuanmu datang ke kerajaanku ?"
"Hamba ingin meminta bantuan dari anda, yang mulia."
"Bantuan ? Bantuan apa ?
"Hamba, tidak. Kami semua para Siren, membutuhkan kekuatan dari anda yang merupakan salah satu Roh Agung sekaligus raja dari kerajaan Phoenix ini."
Mendengar permintaan dari ratu Siren yang memintanya memberikan bantuan berupa kekuatannya membuat raja Phoenix kebingungan dengan alasan yang akan dipakai oleh ratu Siren.
"Kau harus memberiku sebuah alasan mengapa dirimu dan rakyatmu membutuhkan kekuatan kami, para Phoenix !"
Ratu Siren terdiam sejenak untuk memikirkan alasan yang cocok. Jika dirinya mengatakan bahwa kaumnya membutuhkan kekuatan para Phoenix untuk melepas belenggu kehidupan mereka, dirinya takut jika nanti raja Phoenix tidak akan membantu dirinya serta kaumnya.
Bagaimana pun juga raja Phoenix yang kini berada di hadapannya merupakan salah satu dari Highest Elemental Spirit yang tidak akan ikut campur dengan permasalahan yang terjadi pada ras lain selain ras Phoenix. Atau permasalahan yang menyangkut dengan kelangsungan masa depan dunia Starus.
Dengan demikian, ratu Siren pun menceritakan kembali masalah yang menimpa dirinya serta kaumnya. Cerita tersebut sama persis dengan apa yang dirinya ceritakan kepada Kyle dan Nancy di danau.
Raja Phoenix hanya mendengarkan tanpa mengatakan apa pun hingga ratu Siren selesai bercerita.
Roh Agung itu terdiam sejenak dengan tatapan mata yang menatap tajam.
"Sepertinya aku dan Roh Agung lainnya telah membuat kesalahan yang sangat besar."gumamnya.
"Jika saja saat itu aku dan yang lainnya lebih mendengarkan perkataan Half-Dryad itu, mungkin peristiwa seperti ini tidak akan pernah terjadi."lanjutnya tetap dengan nada rendah.
Tidak ada yang mendengar karena suaranya yang terlalu kecil.
"Kyle. Kumpulkan seluruh prajurit kerajaan di depan benteng kerajaan untuk bersiap berperang. Aku akan menemui Roh Agung lainnya untuk mengajak mereka ikut berperang juga."ucap Raja Phoenix tegas.
"Baik, yang mulia."jawab Kyle sembari melangkah keluar ruangan dan segera diikuti oleh istrinya.
Sedangkan ratu Siren tetap berada di tempat. Dirinya menangis bahagia karena permintaan bantuannya di terima dengan baik oleh raja Phoenix. Bahkan akan ada Roh Agung lainnya yang akan ikut berperang. Itu sama saja berarti seluruh ras akan ikut berperang melawan kegelapan.
_____________________________
Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote, rate, tip dan saran & komen supaya author tambah semangat untuk update cerita :)
Jangan pernah bosan untuk menunggu update-an cerita ini ya (:
Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati :)
See you in the next chap :v
CapricornDS089