The Reincarnation Of A Phoenix

The Reincarnation Of A Phoenix
Chapter 42 : Arthur's Death



Masih ada yang nunggu update-an novel ini kah ?


-----------------------------------------------------------------


Arthur yang masih berada di udara sempat membuka matanya sedikit dan melihat seseorang dengan sepasang sayap dipunggungnya sedang menahan tubuhnya agar tidak terjatuh ke tanah.


"Sier-rra..."ucap Arthur perlahan sebelum dirinya tidak sadarkan diri kembali.


"Kakak, bertahanlah..."ucap Sierra penuh kekhawatiran.


Sierra pun membawa tubuh tidak sadarkan diri Arthur ke bawah dan menidurkannya di tanah di dekat mayat Night Eagle King. Begitulah yang ada di pikiran Sierra.


Tidak lama kemudian, Alice dan Brian telah sampai di dekat Sierra. Brian pun mendarat di tanah dan segera berubah wujud setelah Alice turun dari punggungnya.


"Sierra ! Apa kau baik - baik saja ? Kau tau, aku sangat khawatir saat kau terbang mendekati pertarungan antar burung raksasa !"ucap Alice sembari memeluk Sierra dengan erat.


"Dimana Will ?"tanya Sierra yang tidak memperdulikan ucapan Alice sebelumnya.


"Will dan yang mulia raja Escanor masih berada di tempat tadi. Atau mungkin mereka sudah terbang ke sini."jawab Brian yang berjalan mendekat.


"Sierra, apa kau baik - baik saja !?"ucap seseorang yang baru sampai.


"Will !! Syukurlah kau ada di sini. Will, aku mohon sembuhkan kak Arthur...."ucap Sierra memohon kepada Will.


Tanpa pikir panjang, Will pun mengiyakan.


"Baiklah."


Lalu Will pun menghampiri Arthur lalu menyentuh dahinya dan menutup kedua matanya.


Dari tangan Will yang memegang dahi Arthur keluar cahaya berwarna hijau daun yang meresap ke dalam kepala Arthur.


"Sepertinya dia hanya kehabisan mana. Aku sudah mentransfer manaku. Dia akan sadar sebentar lagi."ucap Will yang mulai menjauhkan tangannya dari dahi Arthur.


Baru saja Will berkata seperti itu, jari - jari Arthur mulai bergerak lalu kelopak matanya mulai terbuka dengan perlahan.


"Ugh.... Apa... Night Eagle King itu sudah mati ?"ucap Arthur yang baru tersadar dari pingsannya.


"KAKAK !!!"teriak Sierra sembari memeluk Arthur dengan erat.


Arthur pun membalas pelukan Sierra. Tiba - tiba Arthur menunjukkan senyum jahilnya.


"Akhirnya kau mau memanggilku kakak, heh ?"ucap Arthur sembari tersenyum jahil.


Sierra yang mendengar perkataan itu melepaskan pelukannya.


Wajahnya menjadi merah padam karena malu.


"D-diamlah.... B-bodoh !"ucapnya sembari memalingkan wajahnya yang memerah.


"Tapi.... Kenapa kau memanggil Arthur dengan sebutan kakak, Sierra ?"tanya Alice kebingungan.


"Oh, itu karena aku dan Sierra merupakan saudara kandung. Lebih tepatnya, kita berdua adalah anak kembar."jawab Arthur dengan santainya.


"Kalau kalian adalah saudara kembar, kenapa kalian tinggal terpisah ? Dan kenapa kau baru kali ini memanggil Arthur dengan sebutan kakak ?"tanya Alice yang masih kebingungan dengan hubungan antara Arthur dan Sierra.


"Emm....itu keinginan orang tua kami. Dan....walau pun Arthur lebih cepat beberapa menit dari pada aku, bukan berarti aku harus memanggilnya dengan sebutan kakak !"


Kali ini yang menjawab pertanyaan itu adalah Sierra.


"Hei, Will. Apa kau masih bisa terbang ?"tanya Arthur sembari mencoba bangun.


"Tidak. Mana ku terkuras habis saat aku menyembuhkan kalian tadi, ditambah saat aku mentransfer mana ke tubuhmu untuk menyadarkanmu kembali. Jadi, kalau aku menggunakan mana yang tersisa di tubuhku, maka aku akan tidak sadarkan diri seperti kau sebelumnya."jelas Will panjang lebar.


Setelah berhasil berdiri, Arthur melebarkan kedua sayapnya yang terasa kaku.


"Sepertinya aku juga tidak bisa terbang. Tubuhku masih le-"


Arthur menghentikan perkataannya. Matanya terbelalak dengan lebar. Sayap sebelah kirinya tiba - tiba terjatuh ke tanah dan darah mulai merembes dari balik baju di bagian kirinya, tepat di bagian jantung.


"Uhuk..."Arthur mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.


Arthur mulai kehilangan keseimbangannya dan akhirnya terjatuh dengan keras ke belakang.


"K-KAKAK !!!"teriak Sierra berlari menghampiri Arthur dan bersimpuh di dekatnya.


"Hahaha, setidaknya aku akan membawa salah satu dari kalian mati bersamaku !"ucap Night Eagle King yang ternyata masih hidup.


"Ancient Technique : Tripple Slash !"


Will tiba - tiba mengeluarkan padangnya dan menebas Night Eagle King yang ternyata masih hidup menggunakan salah satu teknik kunonya.


Night Eagle King itu pun mati dengan tubuh yang terpotong menjadi empat bagian.


"Ka-kakak ! Aku mohon, bertahanlah !"ucap Sierra yang matanya mulai berkaca - kaca.


Sierra mencoba menyembuhkan Arthur dengan mentransfer mananya. Dia mengulurkan kedua tangannya ke luka yang ada di dada sebelah kiri Arthur.


Cahaya berwarna kekuning keluar dari kedua tangan Sierra yang langsung meresap ke dalam luka Arthur.


Tetapi usaha yang dilakukan Sierra untuk menyembuhkan Arthur berakhir sia - sia. Luka Arthur tidak bisa disembuhkan dan tetap mengalirkan darah hingga membuat sebuah genangan.


Cahaya kuning yang keluar dari tangan Sierra semakin lama semakin meredup, menandakan mana yang berada di tubuhnya hampir habis. Tetapi Sierra tetap berusaha menyalurkan mananya untuk menyembuhkan Arthur walaupun dirinya tahu kalau usahanya berakhir sia - sia.


Sebuah tangan penuh darah terulur memegangi tangan Sierra. Sierra tersentak dan melihat Arthur yang tersenyum lemah kepadanya sembari menggelengkan kepalanya.


"Jaga......diri-mu.....b-baik......baik.....Sier-ra....."ucap Arhur yang semakin lama semakin melemah.


Kelopak mata Arthur menutup sepenuhnya. Kulitnya mulai memucat dan denyut nadinya melemah hingga akhirnya tidak berdenyut lagi.


"Ti-tidak..."


Perlahan, air mata yang telah lama di bendung tumpah ruah dari kedua mata Sierra.


*degg* *degg*


"Aaaaarrrggghhh"


Brian berteriak kesakitan sembari memegangi dadanya yang terasa seperti di tusuk sebuah pedang.


Alice, Will dan raja Escanor serta kedua pengawalnya serentak mengalihkan pandangannya ke arah Brian yang tiba - tiba berteriak itu.


Sedangkan Sierra tidak memperdulikannya dan tetap menangis histeris sembari memeluk tubuh tidak bernyawa milik Arthur.


Di tiga tempat yang lain, tiga orang lainnya mengalami hal yang sama dengan yang di alami oleh Brian.


Ke tiga orang di tempat berbeda tempat itu berteriak ke sakitan sembari memegang dadanya.


Salah satu dari orang itu Al yang merupakan reinkarnasi dari Green Phoenix.


Dan kedua orang lainnya adalah reinkarnasi dari Blue Phoenix dan Purple Phoenix.


Al saat ini sedang berada di Lightner Kingdom. Didekatnya ada Winston dan raja Albus.


Al yang sedang berlatih sihir di halaman kerajaan tiba - tiba berteriak kesakitan sembari memegang dadanya yang terasa sangat sakit berhasil membuat kedua orang yang berada di sampingnya terkejut.


"Ada apa ?"tanya raja Albus kepada Al.


"Apa kau baik - baik saja, Al ?"Winston pun ikut bertanya kepada Al.


"Salah satu dari kami..... terbunuh !"ucap Al dengan pandangan kosong.


Perkataan Al berhasil membuat raja Albus dan Winston lebih terkejut.


"APA !!!"


_____________________________________________


Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote, rate, tip dan saran & komen supaya author tambah semangat untuk update cerita :)


Jangan pernah bosan untuk menunggu update-an cerita ini ya (:


Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati :)


See you in the next chap :v


CapricornDS089