
Cerita sebelumnya....
"Ekhem.... Maaf, aku ganti pertanyaannya. Siapa kau sebenarnya ? Aku rasa kau bukanlah orang yang sesederhana penampilanmu."ucap raja penuh selidik.
Senyum miring terpatri di wajah Brian. Lalu dia pun berdiri dan mulai memperkenalkan dirinya tanpa menutup - nutupi identitas aslinya.
"Perkenalkan. Namaku Brian Draxon. Seorang dari ras Naga sekaligus reinkarnasi dari Brown Phoenix, sang Alteration Flame."ucap Brian yang kemudian memunculkan api coklatnya di seluruh tubuhnya sehingga kini Brian tampak seperti terbakar hidup - hidup.
-------------------------------------------
Semua Siren tampak sangat terkejut dengan pengakuan Brian dan semua bukti yang telah ditampilkan oleh Naga muda itu.
Tiba - tiba semua Siren yang berada di dalam ruangan itu pun melakukan hal yang sangat tidak terduga. Mereka semua bersujud di hadapan Brian, termasuk raja, ratu, putri mahkota dan putri Erika.
"Eh ?"
"Oh, yang mulia Brown Phoenix Agung. Mohon ampuni kami yang sedari awal tidak menyadari kehadiran yang mulia di hadapan kami yang rendah ini."ucap raja dengan nada yang seperti dilebih - lebihkan.
Brian menjadi bingung dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi saat ini.
"E-eh ? A-apa yang terjadi ?"
"Hamba mohon, tolong jangan hukum mereka semua yang telah menodongkan senjata kepada yang mulia... Sebagai gantinya, hukum saja hamba sesuka hati yang mulia... Hamba sebagai tuan dari mereka semua siap menerima hukuman apa pun."
"......"
"Bi-bisa kau ceritakan apa yang terjadi ?"
"Mohon maafkan hamba. Hamba tidak pantas untuk menceritakan yang terjadi kepada yang mulia."
"......"
"Ber-berdirilah."
"Kami semua tidak berani melakukan hal itu di hadapan yang mulia."
Lama - kelamaan Brian pun menjadi kesal. Dengan tegas, Brian pun memerintah kembali.
"Aku bilang berdirilah, kalian semua. Ini perintah !"
"Sesuai perintahmu, yang mulia !"
"Sekarang, kau ceritakan kepadaku kenapa kalian bersujud di hadapanku seperti tadi ! Ini perintah !"
"Sesuai perintahmu, yang mulia."
---------------------------------------
Flashback on
Enam ratus empat tahun yang lalu, disaat kegelapan masih menyebarkan kehancuran di Starus. Ras Siren merupakan ras yang menjadi budak kegelapan.
Setiap hari mereka diperintahkan untuk memangsa dan menangkap ras lainnya dengan cara menghipnotis menggunakan suara mereka yang merdu untuk dijadikan makanan.
Siren yang tidak mendapatkan mangsa satu pun akan dihukum cambuk selama tiga hari dua malam. Jika dua kali tidak mendapatkan mangsa maka akan disiksa selama satu minggu.
Dan jika Siren yang telah tiga kali tidak mendapatkan mangsa maka dialah yang akan dijadikan makanan oleh bangsa kegelapan.
Ras Siren tidak memiliki pilihan lain selain menuruti perintah dari raja kegelapan saat itu.
Setiap hari mereka jalani dengan penuh rasa bersalah karena telah secara tidak langsung membunuh ras lain.
Di suatu hari, seorang anak manusia tengah melewati wilayah ras Siren yang sedang mencari mangsa. Di wilayah itu terdapat mantan ratu Siren yang sedang menunggu makhluk hidup yang melewati wilayah perburuannya untuk dijadikan mangsa.
Disaat ratu siren tersebut menyadari keberadaan anak kecil tersebut, ratu siren dengan cepat bernyanyi untuk menghipnotis anak kecil itu.
Suara merdu yang keluar dari mulut ratu siren membuat anak kecil itu dengan cepat terhipnotis. Pandangan sang anak kecil menjadi kosong, kaki kecilnya melangkah menghampiri asal suara.
Anak kecil itu terus berjalan hingga akhirnya sampai di sebuah danau yang sangat indah dengan seorang wanita yang sangat cantik sedang duduk di batu besar. Bagian tubuh bawah wanita itu berupa ekor ikan dengan sirip - sirip kecil di sampingnya.
Dengan boneka beruang berwarna coklat ditangannya, anak manusia yang masih polos itu menghampiri wanita Setengah ikan yang ternyata sang ratu Siren.
Setelah sang anak sudah dekat dengannya, dengan cepat ratu Siren memeluk tubuh anak itu untuk dibawa ke dalam danau.
Tetapi sebelum itu terjadi, ratu Siren mendengar sepasang suara lelaki dan perempuan yang meneriaki sebuah nama di dekat danau itu.
"Anna..!"
"Anna..! Kemana kamu pergi, nak ? Ibu sangat khawatir denganmu !"
"Annabeth..! Jawab panggilan ayah, nak ! Jangan membuat kami khawatir !"
Anak kecil yang kini berada di pelukan ratu Siren pun tersadar dari hipnotis. Dirinya yang sadar sedang berada di pelukan orang asing mulai memberontak.
Ratu Siren yang mendapat perlawanan dari sang anak yang berada di pelukannya mulai kewalahan. Ratu Siren pun mulai menyanyi kembali untuk menghipnotis anak itu agar berhenti memberontak.
Bukannya berhenti sang anak semakin memberontak dan berteriak memanggil ayah dan ibunya.
"KKYYAAAA.....AYAH...! IBU...! TOLONG AKU...!"
Mendengar teriakan anaknya, lelaki dan perempuan yang ternyata merupakan ayah dan ibu dari anak itu pun bergegas menghampiri asal suara.
Akhirnya mereka sampai di sebuah danau dan melihat putri kecil mereka sedang di tangkap oleh seorang Siren.
Lelaki itu pun dengan cepat mengeluarkan api merah yang merupakan api Red Phoenix dan langsung melesat ke arah ratu Siren. Lalu lelaki itu pun berubah menjadi Red Phoenix yang langsung mencakar wajah ratu siren.
Tidak tinggal diam, perempuan itu pun ikut mengeluarkan api biru yang juga merupakan api Blue Phoenix lalu berubah menjadi Blue Phoenix dan mengambil tubuh anaknya yang terlepas dari genggaman ratu Siren.
Ternyata anak kecil yang dikira sebagai anak manusia merupakan anak dari ras Phoenix. Dan kini kedua oramg tuanya yang juga berasal dari ras Phoenix datang untuk menyelamatkan anak mereka.
Blue Phoenix itu pun lalu membakar tubuh ratu Siren dengan api biru. Walaupun api itu tidak memberikannya luka sedikit pun tetapi api itu membuat ratu Siren tidak bisa menggunakan sihir apapun karena kemampuan api dari Blue Phoenix yang meniadakan segala jenis sihir dan elemen.
Tanpa di sadari oleh ratu Siren, lelaki yang berubah menjadi Red Phoenix telah membuat bola api yang lumayan besar di udara dan siap untuk dilemparkan ke arahnya.
Ratu Siren pun ketakutan dan berpikir bahwa hari ini merupakan hari kematiannya. Walaupun dirinya merasa ketakutan tetapi jauh dilubuk hatinya dirinya merasa senang karena sebentar lagi akan terbebas dari penderitaan.
Senyuman tersungging di bibir sang ratu Siren. Ingatan - ingatan tentang dirinya yang dahulu memimpin ras Siren bersama suaminya.
Kebahagian yang terpatri dari wajah rakyat yang berada di kerajaannya, kedamaian yang terjadi dikerajaannya. Semua itu muncul dipikirannya secara bergantian layaknya sebuah film.
Lalu dirinya pun ingat, disaat kebahagian dan kedamaian negerinya dihancurkan oleh raja kegelapan dalam sekejap mata.
Senyuman di wajahnya menghilang. Digantikan oleh raut wajah marah yang penuh dendam. Dendam yang belum terbalaskan yang selama ini menghantuinya.
Ratu Siren mulai melihat secercah harapan disaat melihat kekuatan Blue Phoenix dan Red Phoenix yang ada di hadapannya. Secercah harapan untuk membalaskan dendamnya dan juga dendam seluruh rasnya kepada kegelapan.
"Tunggu ! Jangan bunuh aku, kumohon..."
Red Phoenix itu memberhentikan serangannya dan tetap mempertahankan bola api yang lumayan besar itu di dekatnya.
"Apa alasanku untuk menuruti perkataan orang yang akan mencelakai putriku."tanya Red Phoenix itu.
"Aku... Aku terpaksa melakukannya..."jawab ratu Siren.
"Jika aku tidak membawa satu pun makhluk hidup, maka aku akan dibunuh."lanjutnya terdengar sedikit keputusasaan.
Sepasang suami istri yang ada di hadapan ratu Siren mengerutkan dahi saat mendengar perkataan dirinya. Sang ratu pun menceritakan tentang rasnya yang diperbudak oleh kegelapan.
Kedua orang Phoenix itu mendengarkan cerita dari ratu Siren hingga akhir cerita. Kedua Phoenix itu pun akhirnya paham dan menarik kembali kekuatan mereka.
Mereka berdua serta anak mereka pun berbalik memutuskan untuk kembali pulang kerumah mereka.
"Tunggu ! Aku mohon, bantulah aku dan rasku untuk terlepas dari kegelapan yang membelenggu kami..."
____________________________________________
...[....WARNING!!!....]...
[....GAGAL MENYELESAIKAN HIDDEN QUEST....]
[....BANTU AUTHOR MENDAPATKAN 20 LIKE PER-CHAPTER DALAM KURUN WAKTU TERTENTU!!!
LIKE YANG DIPEROLEH : 489/1000
WAKTU PENYELESAIAN : 49 HARI
HADIAH : - UPDATE 10 CHAPTER LANJUTAN.
- SPIN OFF ( KHUSUS UNTUK VOTE PERINGKAT DUA & KOLOM KOMENTAR )
HUKUMAN : SEMUA HADIAH HANGUS TERBAKAR....]
Note : karena author ga mau level karya ini turun gara gara author ga update chapter terbaru sampai akhir bulan ini, akhirnya author memutuskan untuk update. Untuk kedepannya update cerita tergantung mood author (supaya ngehindarin kejadian serupa). Kalau pingin cepet up, Chapter ini minimal mendapat 10 like (kalau udah ada 10 like, langsung up chapter selanjutnya) itupun kalau kalian pengen author cepet up. kalau engga sih gapapa.