
"Dan satu hal lagi yang berhasil aku ungkapkan. Dia, merupakan salah satu pemimpin organisasi Cryonax yang memiliki nama Copycat..."ucap Will.
Sierra sangat tidak menyangka kalau teman yang telah dianggap sahabat olehnya merupakan salah satu dari pemimpin musuh.
"Ini....ini....bohong kan !? W-will....kau sedang berbohong kan !?"ucap Sierra sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Will hanya menggelengkan kepalanya tanda dia sedang tidak berbohong.
"Hei ! Entah mengapa semakin lama aku merasakan tubuhku semakin lemas."kata Brian yang tiba - tiba menyela pembicaraan.
*bruk* *bruk* *bruk*
Orang - orang yang ada di tempat itu ambruk dan tidak sadarkan diri satu persatu hingga akhirnya hanya menyisakan Will, Sierra, Brian dan raja Escanor saja.
Tetapi keadaan mereka berempat tidak bisa dibilang baik - baik saja. Tubuh mereka terasa lemas tidak bertenaga.
Akhirnya mereka berempat tidak bisa menahan berat badan mereka sendiri dan jatuh berlutut.
*prok* *prok* *prok*
Suara tepukan tangan yang entah berasal dari mana, membuat keempat orang yang masih sadarkan diri itu terkejut.
"Hebat..! Sangat hebat..! Aku sungguh terkesan melihat kalian masih sadarkan diri setelah aku menyerap hampir semua mana yang ada di dalam tubuh kalian..."
Will, Sierra, Brian dan raja Escanor mendongakkan kepala ke atas dan menemukan seseorang berjubah yang menutupi seluruh tubuhnya tengah melayang.
orang itu pun turun secara perlahan - lahan hingga akhirnya mendarat ditanah tanpa menimbuhkan suara sedikit pun.
Orang berjubah itu pun berbalik dan melangkahkan kakinya mendekati Alice yang tidak sadarkan diri.
"Si-siapa kau !?"tanya Brian.
Langkah kakinya berhenti. Untuk sesaat terjadi keheningan ditempat itu.
"Oh, benar juga. Ini merupakan pertama kalinya aku menampakkan diri di hadapan kalian."ucap orang berjubah itu sembari membalikkan badannya.
"Perkenalkan, aku adalah Fin. Salah satu pemimpin organisasi Cryonax."lanjutnya sembari membungkukkan badannya.
Ekspresi penuh kewaspadaan keempat orang yang mendengar perkataan orang berjubah itu berubah menjadi keterjutan tiada batas.
Mereka memang sudah memprediksi akan bertatap muka dengan para pemimpin organisasi Cryonax, tetapi tidak dalam waktu yang sesingkat ini.
"Yah, karena aku telah membuang - buang waktuku yang berharga hanya untuk memperkenalkan diri. Aku harus mempercepat urusanku di sini."ucapnya lagi sebelum dirinya menghilang entah kemana.
*bruk* *bruk*
Setelah mendengar ucapan Fin, tiba - tiba seseorang memukul tengkuk Will dan yang lainnya dengan keras dari belakang menyebabkan mereka tidak sadarkan diri seketika.
ternyata yang memukul tengkuk mereka adalah Fin yang tadi menghilang dan muncul di belakang keempatnya.
Kesadaran Sierra masih tersisa sedikit. Di saat itu pula dia mendengar ucapan dari Fin yang membuat Sierra marah.
"Sebenarnya aku ingin sekali membunuh Half-Dryad yang terakhir untuk melengkapi kuburan mereka. Tapi sayang, tujuanku datang ke sini hanya untuk membawa Alice kembali ke dalam organisasi."
"Yah...mungkin lain kali saja aku membunuhnya."
Lalu pemimpin organisasi Cryonax itu pun menghilang sembari membawa Alice.
Kemarahan Sierra pun akhirnya tidak terbendung lagi saat mendengar Fin akan membunuh Will suatu hari nanti yang berarti organisasi Cryonax ingin Sierra kehilangan orang terpentingnya kembali. Kesadaran Sierra pulih sepenuhnya dalam hitungan detik dengan kemarahan yang meluap - luap.
Dari tubuh Sierra keluar aura berwarna hitam dengan hawa mencekam yang meledak - ledak.
Will, Brian dan raja Escanor yang tidak sadarkan diri di dekat Sierra, terhempas beberapa meter oleh hempasan angin yang berasal dari aura hitam yang keluar dari tubuh Sierra.
Aura hitam yang menyelimuti tubuh Sierra mulai memadat dan membentuk kepompong hitam legam yang semakin tebal dari waktu ke waktu. Tidak lama kemudian kepompong itu pun retak dan pecah, memperlihatkan Sierra dengan sepasang sayap hitam legam dan sepasang tanduk di kepalanya yang memiliki rambut panjang berwarna hitam serta memakai gaun berwarna hitam legam yang membalut tubuhnya. Tidak lupa sabit berukuran besar yang berada di tangan kanannya.
Sierra yang kini berada dalam wujud Dewi Kematiannya, mulai melangkahkan kakinya.
"Cukup sampai di situ saja, Dewi Kematian, Dyra.."
Baru selangkah Sierra atau kini menjadi Dyra, sang Dewi Kematian melangkahkan kakinya, dirinya dihentikan oleh suara seseorang yang tidak memiliki wujud.
Tiba - tiba saja, dari udara dan dalam tanah muncul air yang sangat banyak lalu membentuk sesosok Naga berkaki empat dan sepasang sayap kelelawar dipunggungnya dengan tinggi puluhan meter. Tubuh naga itu terbuat dari air sepenuhnya.
Setelah itu hembusan angin yang menyegarkan berhembus di tempat itu. Semakin lama, hembusan angin itu semakin kuat dan kencang hingga akhirnya menjadi pusaran angin yang menjulang ke langit tepat di samping Naga. Dari dalam pusaran itu keluar seekor Serigala setinggi lima meter berwarna putih dengan lambang bulan sabit di dahinya.
"Itu benar."
Setelah serigala putih itu berkata demikian, tanah di samping Serigala putih itu pun mulai terbelah. Di dalam belahan tanah itu keluar lava pijar berwarna merah menyala yang kemudian membentuk sesosok humanoid setinggi tujuh meter.
"Ayolah, baru saja kemarin kau hampir menghancurkan Starus dengan gempa yang diakibatkan oleh keberadaanmu disini. Dan kau ingin menambah kehancuran itu lagi ? Apa kau bercanda, Dewi ?"
Tanah - tanah di sekitar serigala putih mulai terangkat lalu menyatu dan membentuk sesosok humanoid raksasa yang disebut golem.
"Aku mohon, jangan menambah pekerjaan kami, Dewi."
Setelah golem itu berbicara, tiba - tiba disampingnya mendarat seekor Griffin yang entah datang dari mana.
"Ya, itu benar ! Jangan menambah pekerjaan kami semua, Dewi !"
Setelah itu langit tiba - tiba menjadi gelap dan gemuruh petir mulai bermunculan. Tiba - tiba petir yang sangat besar menyambar tanah tepat di dekat Naga membuat tanah yang terkena sambaran petir berlubang cukup besar.
Di dalam lubang itu muncul makhluk berbadan kuda, berkaki kijang dan berkepala seperti naga shenlong yang ada di dalam mitologi cina. Makhluk itu bernama Qilin.
"Hah, masalah sebelumnya saja belum selesai, kini bertambah kembali masalah baru."
Tepat setelah Qilin menyelesaikan perkataannya, tiba - tiba tubuh Qilin dililit oleh akar pohon yang sangat banyak. Bukan hanya tubuh Qilin saja yang dililit, tetapi makhluk - makhluk besar di sampingnya pun ikut dililit oleh akar - akar pohon.
Dari belakang keenam makhluk raksasa yang ada di hadapan Sierra muncul seorang wanita yang berjalan dengan anggunnya. Dengan pemampilan serba hijau yang terbuat dari tumbuhan. Di mulai dari rambutnya yang terbuat dari sulur tanaman yang menjuntai hingga terseret di tanah, wajah serta seluruh tubuhnya yang terlihat seperti terbuat dari pohon, dan gaun yang terbuat dari daun - daun hijau yang menyatu.
Wanita itu berjalan dengan diikuti oleh enam makhluk raksasa yang lain. Yaitu seekor Ular berwarna hitam legam, Kura - Kura besar dengan tempurung yang terbuat dari besi, seekor Hydra dengan tujuh kepala serta tubuh yang terbuat dari darah sepenuhnya, seekor harimau putih dengan corak hitam di tubuhnya, dan seekor singa merah dengan kristal yang menempel di kaki dan punggungnya, serta seseorang berjubah lusuh yang menutupi seluruh tubuhnya dengan sabit ditangannya tampak melayang setinggi lima puluh cm di atas tanah.
Setelah wanita itu sampai di hadapan Sierra atau kini Dyra, dia pun mulai menundukkan kepalanya dan menarik ujung gaun daunnya, melakukan penghormatan ala putri bangsawan.
"Mohon maafkan kelancangan mereka, nona Dyra."
"Kenapa..."ucap Sierra datar.
"""!!???"""
__________________________________________
Note : Author minta maaf karena udah hampir tiga minggu author tidak meng-update novel ini. Akhir - akhir ini tugas sekolah author makin banyak jadi author ga punya waktu buat nulis lanjutan ceritanya. Sekali lagi author minta maaf. Author juga mau ngucapin terima kasih sebanyak - banyaknya bagi yang masih nunggu update-an novel ini.
Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote, rate, tip dan saran & komen supaya author tambah semangat untuk update cerita :)
Jangan pernah bosan untuk menunggu update-an cerita ini ya (:
Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati :)
See you in the next chap :v
CapricornDS089