
Arthur's pov
Saat ini kami sedang berjalan di dalam hutan yang termasuk kedalam wilayah kerajaan manusia. Selama perjalanan kami tidak berpapasan dengan makhluk hidup lain seperti hewan buas. Tetapi itu menjadi keuntungan untuk kami. Dengan tidak adanya hewan buas yang menghadang kami membuat perjalanan kami menjadi lebih cepat.
Tidak lama kemudian kami menemukan sebuah jalan setapak. Kami pun mengikuti jalan setapak itu. Jalan setapak ini ternyata mengarah ke sebuah jalan besar yang banyak dilalui oleh kereta kuda yang di kendarai oleh manusia. Sepertinya ada sebuah kerajaan di dekat sini.
Kami sedang bersembunyi di dalam semak - semak. Itu karena jika manusia - manusia itu melihat wujud kami, kami bisa dalam bahaya.
"Sierra. Cepat gunakan sihirmu kepada kita semua !"ucapku.
"Sihir apa ?"tanya Sierra kebingungan.
"Tentu saja sihir pengubah penampilan ! Rubah penampilan kita semua menjadi seperti manusia ! Jika mereka tahu kita bisa dalam bahaya !"
"Baiklah. Kalian mendekatlah kepadaku."
Aku dan Alice segera mendekat kepada Sierra. Setelah itu Sierra memejamkan matanya dan tiba - tiba cahaya keluar dari tubuh kami bertiga. Tidak terlalu terang tetapi tidak terlalu redup. Aku pun menutup mataku karena cahaya yang muncul mengganggu mataku.
Perubahan segera kurasakan. Aku merasa sayapku mengecil hingga aku tidak bisa merasakannya lagi. Tandukku pun seperti terserap kedalam kepalaku.
Aku pun membuka mata dan memeriksa penampilanku. Sekarang penampilanku seperti manusia pada umumnya. Tidak memiliki sayap, tanduk ataupun telinga hewan. Penampilan Alice dan Sierra juga seperti manusia pada umumnya juga. Kurasa yang tidak berubah hanya warna rambut dan warna mata.
Kamipun keluar dari semak semak dan berjalan mengikuti kereta kuda yang berjalan ke arah kerajaan.
Sesampainya kami di gerbang kami melihat banyak manusia yang mengantri untuk masuk ke kerajaan sama seperti kami. Aku dan yang lainnya pun mengikuti para manusia yang mengantri.
Satu persatu manusia yang mengantri masuk ke dalam gerbang setelah selesai di periksa. Semakin lama manusia yang mengantri tinggal sedikit. Hingga giliran kami pun tiba.
Ada 2 orang penjaga gerbang yang masing - masing dari mereka memegang tombak. Lalu penjaga yang di sebelah kanan menghentikan kami.
"Biaya masuk 15 perak untuk satu orang" ucap penjaga sebelah kanan.
"Maaf tapi kami tidak punya uang. Kami tadi bertemu dengan bandit dan bandit itu mengambil semua uang yang kami punya..."ucapku dengan berbohong tentunya.
Alasanku berbohong karena aku, Alice, dan Sierra tidak memiliki uang. Aku dan Sierra tidak memiliki uang disebabkan kami tinggal di desa yang terisolasi oleh sungai yang berasal dari water dragon spirit. Sedang kan Alice dia memang tidak memiliki uang.
"Kalau begitu tunjukkan kartu identitasmu !"ucap penjaga itu lagi.
"Sepertinya kartu identitas kami juga terambil oleh bandit karena kami menyimpannya di tas uang. Yang tersisa dari kami hanya makanan kami saja. Sebenarnya kami ke kerajaan ini ingin melaporkan kepada serikat petualang untuk mengurus para bandit. Sekaligus mendaftar untuk menjadi petualang."ucapku.
Kedua penjaga itu memicingkan mata tanda curiga. Kejadian selanjutnya membuat kami bertiga menghela nafas lega.
"Baiklah kalian boleh masuk. Selamat datang di Grayn Kingdom..."
Kami pun masuk kedalam gerbang. Setelah kami masuk kaki segera disuguhkan oleh pemandangan perkotaan yang ramai. Banyak orang berlalu lalang. Entah itu orang yang sedang berjalan kaki ataupun yang sedang menaiki kereta kuda.
Kami segera berkeliling untuk mencari gedung serikat petualang. Tujuannya adalah untuk menjadi petualang dan menghasilkan uang yang cukup untuk perjalanan kami selanjutnya.
Sudah 1 jam kami berkeliling mencari gedung serikat petualang. Tetapi belum kami temukan juga. Saat ini kami sedang berjalan di jalan besar yang banyak dilalui oleh kereta. Di kedua sisi jalan banyak terdapat pedagang yang ramai.
"Arthur. Bukankah tadi kita sudah melewati tempat ini ?"Sierra tiba - tiba bertanya kepadaku.
"Iya. Bahkan bukan hanya sekali tapi beberapa kali aku melihat pedagang yang sama dengan penjual yang sama."ucap Alice menimpali.
"Yah, Aku tahu. Sepertinya kita tersesat... Ditengah - tengah kota para manusia."ucapku.
"Tapi kalian jangan panik oke ? Semua akan baik - baik saja. Keadaan akan kembali seperti semula... Jangan panik !?"bisikku panik sendiri.
Itu karena para pedagang itu memperhatikan kami dengan tatapan tajam. Mereka pasti curiga Dengan kami bertiga yang sudah melewati tempat ini beberapa kali. Mereka berpikir kami memiliki niat jahat kepada mereka.
"Siapa yang panik ? Kami tidak panik kok. Bukankah seharusnya yang jangan panik itu kau ?"balas Alice dengan berbisik juga.
"Bagaimana aku tidak panik, mereka melihat kita dengan tajam ! Kau lihat ?"bisikku lagi tambah panik.
Mereka semakin curiga kepada kami karena kami berbisik - bisik. Terlihat dari tatapan mata mereka yang kian menajam. Bahkan bukan hanya para pedagang saja yang memperhatikan kami. Tapi hampir semua orang yang memperhatikan kami.
"Hey ! Alice mana ?"tanyaku.
"Kau itu kenapa sih ? Jelas - jelas Alice ada di sebelah....ku. Eh ? Alice mana ?"bingung Sierra.
Kami mengedarkan mata ke sekeliling mencari Alice. Tanpa kami sadari Alice telah pergi dari sisi kami.
"Itu Alice.."ucapku sembari menunjuk kearah seorang gadis yang sedang berbincang dengan seseorang.
"Mana ?"
"Itu, yang sedang berbincang dengan seseorang"ucapku lagi karena Sierra sepertinya tidak melihat arah yang kutunjuk dengan benar.
"Hm ? Dia sedang apa ?"tanya Sierra.
"Entahlah. Aku juga tidak tahu. Mungkin menanyakan arah.."
"Alice, siapa manusia yang tadi kau temui ? Apa hubunganmu dengannya ? Kau sedang apa tadi ? Apa yang kau bicarakan ? Kapan kau pergi dari sisi kami ? Kenapa kami-"
"Stop ! Aku akan menjawab semua pertanyaanmu. Jadi berhentilah bertanya oke ? Aku bisa mati mendengar pertanyaanmu yang banyak itu Sierra."ucap Alice.
"Sebaiknya aku menjelaskannya saat di jalan saja. Ikuti aku, aku sudah tahu dimana gedung serikat petualang..."tambahnya sembari berjalan.
Kami tidak memiliki pilihan lain selain mengikutinya. Sepertinya aku tahu apa yang dilakukannya tadi. Lalu Alice pun menjelaskan tentang yang tadi. Dan memang sesuai dugaanku.
Tidak lama kami berjalan kami telah sampai di depan sebuah gedung yang menurut Alice adalah gedung serikat petualang. Ternyata gedung itu sangat mudah untuk dikenali. Ada sebuah lambang di atas gedung itu yang berbentuk pedang yang saling menyilang diatas sebuah perisai.
Tanpa menunggu lama lagi kami pun masuk ke dalam. Pemandangan penuh orang - orang yang mabuk dan penuh kericuhan masuk kedalam mata kami seiring dengan masuknya kami ke dalam gedung.
Suasana hening sejenak saat kami ada di dalam. Orang - orang yang ada di dalam megarahkan pandangannya kearah kami tapi tidak lama kemudian mereka semua melanjutkan kegiatan mereka masing - masing.
Diujung ruangan terdapat meja resepsionis yang di jaga oleh seorang gadis muda. Disitulah tujuan kami yang sebenarnya. Kami pun mengahampiri gadis resepsionis itu.
"Ada yang bisa ku bantu tuan ?"
"Aku dan kedua temanku ini ingin mendaftar menjadi petualang."
"Baiklah. Silahkan isi kertas pendaftaran ini."sembari menyerahkan kertas yang berjumlah 3 buah itu kearah kami untuk di isi.
Kami pun mengisi kertas itu. Didalamnya hanya ada pertanyaan yang menanyakan nama, umur, dan senjata yang digunakan. Untuk senjata kurasa aku menuliskan belati saja. Karena aku susah menguasainya. Setelah itu aku memberikan kertasnya lagi kepada resepsionis.
Untuk senjata yang dituliskan oleh Alice dan Sierra aku tidak tahu karena aku tidak melihat kertas mereka. Kertas itu terlebih dahulu diberikan kembali ke resepsionis sebelum aku membacanya.
"Kalian tunggu sebentar. Kartu petualang kalian akan segera diproses."ucap gadis itu.
"Baik..."balas kami.
Lalu gadis itu pergi dari mejanya menuju tangga yang sepertinya menuju ke lantai 2 dan menaikinya. Sekitar 5 menit kemudian gadis itu datang dengan membawa 3 buah kartu berwarna seperti kayu. Setelah sampai dimejanya kembali dia pun berbicara.
"Ini kartu kalian. Kalian harus menjaganya agar tidak hilang. Jika hilang pemilik harus membayar denda. Untuk biaya pendaftaran tidak perlu membayar karena gratis. Tetapi jika kalian ingin membuat ulang kartu harus membayar. Ada 8 tingkatan dalam petualang mulai dari yang terbawah yaitu F, E, D, C, B, A, S, dan Yang terakhir dang yang paling tinggi adalah SS. Setiap orang yang baru mendaftar menjadi petualang akan memulainya dengan tingkatan paling bawah yaitu tingkat F. Setiap petualang yang ingin mengambil quest di papan quest hanya bisa mengambil quest yang sama dengan tingkatanya. Kalian juga bisa membuat kelompok. Jika kalian ingin menanyakan sesuatu atau butuh bantuan kalian bisa datang kepadaku. Terima kasih..."gadis itu berbicara seperti seorang profesional.
"Oh, maaf ini agak terlambat. Tapi, perkenalkan namaku adalah Zerfina. Kalian bisa memanggilku Fina."tambahya.
"Bolehkah kami langsung mengambil questnya Fina ?"ucap Sierra.
"Boleh. Silahkan kalian mencari quest yang cocok dengan kalian. Kalau sudah memilih kalian harus mengonfirmasinya disini."jawab Fina.
"""Baik !"""ucap kami
Kami pun berjalan menuju papan quest. Saat sampai di depan papan kami melihat banyak kertas yang tertempel dengan warna yang berbeda - beda. Tepatnya ada 7 warna. Sesuai dengan tingkatan yang ada di serikat petualang. Dan di setiap warna juga terdapat huruf tingkatan petualang.
Seperti F dengan warna coklat, E dengan warna hijau, D dengan warna putih, C dengan warna perak, B dengan warna ungu, A dengan warna merah, dan S dengan warna emas. Tingkatan SS aku tidak tahu warnanya apa. Itu dikarenakan tidak ada quest yang menunjukkan tingkatan SS. Kurasa petualang dengan tingkat SS sangat jarang ada.
Aku mencari quest dengan warna coklat yang menurutku sesuai. Ada sangat banyak quest dengan warna coklat di sini. Mulai dari mengumpulkan tanaman obat, membantu seseorang, hingga mencarikan peliharaan yang hilang.
Aku pun mengambil salah satu dari kertas - kertas itu yang isinya adalah mengumpulkan tanaman blue bird di hutan dekat kota. Salah satu tanaman yang sering dijumpai di hutan Lightforest, tempat tinggal kami.
Alice dan Sierra yang melihatku mengambil salah satu kertas mendekat dan melihat isinya.
"Menurutmu apa ini cocok untuk quest pertama kita ? Apa kalian setuju ?"ucap ku.
"Ya, kurasa begitu. Tidak terlalu buruk untuk permulaan. Lagipula aku sudah sering mengumpulkan tanaman itu."ucap Sierra.
"Aku ikut kalian saja."ucap Alice.
"Baiklah. Ayo kita ke Fina untuk mengonfirmasi quest kita."
Kami kembali lagi menuju meja resepsionis dan menyerahkan kertas quest kepada Fina.
"Quest sudah dikonfirmasi. Untuk batas waktu yaitu 1 hari. Semoga berhasil..."
"Terima kasih, Fina."ucapku.
"Tidak masalah. Itu memang tugasku."balasnya.
Lalu kami pun pergi dari serikat menuju hutan terdekat untuk mengerjakan quest pertama kami di kerajaan ini.
*******
Jangan lupa like, komen, dan votenya :)
Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati**** :)
CapricornDS089