The Reincarnation Of A Phoenix

The Reincarnation Of A Phoenix
Chapter 19 : the Fight In The Midnight



Al's pov


"Ras ke sembilan belas adalah ras demi-human. Demi-human adalah ras hewan yang berevolusi menjadi seperti manusia. Kekuatan mereka tergantung dengan jenis hewan apa mereka.


Berikutnya adalah ras nephilim. Mereka adalah keturunan antara manusia dan malaikat. Wujud mereka adalah manusia bersayap seperti malaikat tetapi tidak ada halo di atas kepala mereka. Kekuatan mereka adalah elemen cahaya.


Lalu ras nephalem. Mereka adalah keturunan antara malaikat dan iblis. Mereka sama seperti nephilim, yang membedakan mereka adalah warna sayap mereka yang berwarna hitam. Elemen mereka adalah cahaya dan kegelapan.


Selanjutnya adalah ras centaur. Makhluk dari kepala sampai pinggang manusia, dari pinggang ke bawah seekor kuda. Mereka adalah ras yang sangat menjunjung tinggi kekuatan. Segala masalah harus di selesaikan dengan pertarungan. Kekuatan mereka yaitu mengendalikan grafitasi.


Ras selanjutnya adalah satyr. Mereka sama seperti ras centaur tetapi kaki dari ras satyr adalah kaki seekor kambing. Mereka adalah ras yang cinta damai. Kekuatan mereka yaitu elemen tanah, sama seperti ras minotaur.


Lalu ras yang terakhir. Ras ke dua puluh empat, yaitu ras medusa. Ras medusa adalah ras manusia dengan badan ular. Kepala yang seharusnya tempat tumbuhnya rambut bagi makhluk hidup tidak berlaku bagi mereka.


Itu karena bukan rambut yang tumbuh di kepala mereka, tetapi ular - ular hidup yang berukuran kecil. Kekuatan mereka ada pada mata mereka yang bisa merubah makhluk hidup lain menjadi batu hanya dengan sekali tatapan."


Winston terlihat mengakhiri penjelasannya tentang ras kedaku. Tidak ku sangka penjelasan kali ini akan lebih panjang dari yang kemarin. Bahkan saat ini matahari sudah tidak terlihat di langit lagi.


"Yah, itu adalah akhir penjelasanku. Tidak ku sangka menjelaskan sepanjang itu membutuhkan banyak tenaga."ucap Winston sembari menghela napas lelah.


"Kau menjelaskannya hingga seharian penuh kau tahu ?"jelasku.


"Iya juga, lebih baik sekarang kita mencari tempat yang cocok untuk beristirahat."ucapnya.


"Lebih baik di bawah pohon itu saja..."ucapku sembari menunjuk sebuah pohon besar yang daunnya mengeluarkan cahaya berwarna hijau.


"Baiklah, bisakah kau mengumpulkan ranting untuk dijadikan api unggun ? Aku akan menyiapkan tempat istirahat kita nanti."


"Baiklah."


Lalu aku pun berkeliling di sekitar tempat itu untuk mengumpulkan ranting - ranting. Sedangkan Winston langsung berjalan ke bawah pohon yang akan menjadi tempat istirahat kami dan mulai menyiapkan tempat dengan mengeluarkan barang - barang yang di butuhkan.


Setelah semua kayu telah terkumpul banyak aku segera menghampiri Winston. Lalu menumpukkan kayu yang telah ku kumpulkan di dekat kami berdua untuk dibakar oleh Winston.


Setelah selesai Winston mengangkat tongkatnya mengarah ke tumpukan kayu bakar dan mengucapkan mantra seperti waktu itu.


"пришел огонь, который принес тепло всему живому."


Seperti waktu itu, cahaya berwarna merah segera muncul dari ujung tongkat Winston dan membentuk benang merah yang mengarah ke tumpukkan kayu. Setelah menyentuh kayu, cahaya itu segera berubah menjadi api yang segera membakar tumpukan kayu kering.


Api unggun telah selesai dibuat. Sekarang saatnya makan. Winston mengeluarkan 2 ekor ikan mentah yang didapatkan saat kami menemukan sebuah sungai tadi sore dan membakarnya di api unggun.


Selagi kami menunggu ikan itu matang kami berbincang - bincang agar suasanya tidak sepi.


"Hey Winston..."panggilku.


"Apa ?"tanyanya.


"Sebenarnya kau itu siapa ? Kenapa kau tiba - tiba datang disaat aku ingin di bunuh dan membawaku pergi ?"tanyaku.


"Sebenarnya, aku adalah seorang jendral dari Kerajaan Lightner. Kerajaan para penyihir. Ak-"belum selesai Winston berbicara, ucapannya segera terpotong olehku.


"Tunggu, tunggu, tunggu... Kau... Seorang jendral ?"ucapku tidak percaya.


"Bisakah kau tidak memotong perkataanku ?"kesal Winston


"Hehehe"kekeh ku


"Huh, iya, aku adalah seorang jendral. Aku di perintahkan oleh raja untuk menemukan dan mengumpulkan kalian, para phoenix dan membawa kalian serta melatih kalian di Kerajaan Lightner."jelasnya


"Oh, lalu saat ini kita akan kembali ke kerajaan para penyihir atau melanjutkan perjalanan mencari phoenix yang lain ?"


"Kita akan ke kerajaan terlebih dahulu untuk memberitahu raja. Setelah itu aku akan kembali mencari para phoenix."


"Aku ?"tanyaku sembari menunjuk diriku sendiri.


"Kau akan tinggal di kerajaan untuk berlatih."jawabnya.


"Tapi, kenapa aku tidak ikut denganmu ?"


"Itu adalah keputusanmu, Al..."


"Sepertinya aku akan mengikutimu. Aku ingin mengelilingi dunia ini agar aku bisa melihat bermacam -  macam ras dengan kepalaku sendiri."


"Sepertinya ikannya sudah matang, lebih baik kita akhiri saja perbicaraan kita dan melanjutkannya nanti..."


"Baiklah."


Lalu kami makan dengan keheningan. Setelah kami selesai makan kami bersiap untuk tidur. Tetapi sebelum itu, tupai berwarna biru muda yang ada di kepalaku sepertinya sudah tertidur. Oleh karena itu aku mengangkat tupai itu dari kepalaku dengan perlahan agar tidak membangunkannya dan menidurkannya di dahan pohon yang tidak terlalu tinggi di dekatku.


Lalu aku berbaring di tempatku. Seperti biasa, aku memandang bintang dan bulan di langit sebelum tidur. Entah mengapa setiap aku memandang ke atas langit saat malam hari, itu membuatku merasa tenang dan itu bisa membuatku tidur dengan nyenyak.


Dengan perlahan mataku mulai terasa semakin berat. Rasa kantuk semakin terasa hingga akhirnya mataku terpejam dan kegelapan menyambutku.


-----------------------------------


*trang* *trang* *tingg*


Aku terbangun oleh suara besi yang di adu yang kurasa tidak jauh dari tempatku. Ku lihat langit masih gelap dan bulan masih menguasai langit.


Kualihkan pandanganku ke arah Winston yang juga terbangun oleh suara bising itu. Kami saling berpandangan sejenak lalu aku mengutarakan rasa penasaranku.


"Winston, kau tahu suara apa itu ?"tanyaku.


"Itu adalah suara pertarungan."lanjutnya.


"Apa perlu kita ikut campur ?"tanyaku lagi.


"Kurasa, lebih baik kita lanjutkan tidur kita saja. Tidak baik untuk ikut campur urusan orang lain, Al..."


"Baiklah.."


Lalu aku pun berbaring kembali dan mencoba untuk terpejam kembali. Tetapi suara pertarungan itu sangat mengganggu. Aku akhirnya bangun dan bertanya kepada Winston.


"Hey Winston, kita harus melihat pertarungan yang sangat menggangu itu."ucapku


"Ku akui suara pertarungan di waktu tengah malam itu sangat mengganggu. Sepertinya pertarungan itu berasal dari sana..."kata Winston.


Lalu kami berjalan ke arah yang Winston tunjuk dengan pelahan agar tidak diketahui oleh mereka yang sedang bertarung. Suara dentingan semakin terdengar keras saat kami semakin jauh melangkah.


Tidak hanya suara dentingan saja yang kudengar. Suara teriakan juga sesekali terdengar. Entah itu teriakan yang mengandung kesakitan maupun teriakan yang mengandung semangat. Semua bercampur aduk hingga menghasilkan suara yang sangat bising.


Di depan kami, terjadi pertarungan sengit antara dua kelompok. Ku lihat salah satu kelompok itu yang berpakaian layaknya serorang prajurit abad pertengahan, seperti sedang melindungi sesuatu yang berada di dalam kereta kuda yang terlihat mewah.


Menurutku pertarungan yang terjadi di hadapan kami ini sangat berat sebelah. Kelompok yang seperti prajurit hanya ada sekitar 20 orang. Sedangkan kelompok satunya lagi yang berpenampilan seperti preman berjumlah sekitar 40 orang. Dua kali lipat jumlah lawannya.


"Kira - kira, apa yang ada di dalam kereta kuda itu ? Emas ?"tanyaku.


"Kurasa bukan. Sepertinya yang ada di dalam kereta kuda itu yang diincar oleh para bandit adalah manusia ?"jawab Winston


"Tunggu, apa ? Manusia ? Tapi mengapa manusia itu di in- oh. Apa kau memikirkan apa yang ku pilirkan ?"aku akhirnya paham dengan apa yang terjadi di sini hingga mereka bertarung.


"Kurasa, iya.."


Author's pov


Disaat keduanya sudah berancang - ancang untuk keluar dari semak - semak, mereka dikejutkan dengan seorang prajurit yang terlempar ke arah mereka. Dan untungnya prajurit itu tidak mengenai mereka berdua dan segera jatuh tepat di depan mereka dengan pedang yang terlempar dan tertancap di sebelah Al.


"Sempurna... Al, kau lawan para bandit itu dengan pedang yang ada di sebelahmu !"ucap Winston


"Tapi aku tidak bisa menggunakan pedang. Jangankan menggunakannya, memegangnya pun aku tidak pernah..."ujar Al.


"Kau tenang saja. Cukup kau pegang pedang itu. Aku akan mengendalikan tubuhmu menggunakan sihirku. Oke ?"kata Winston.


"Baiklah."


Lalu Al pun segera mencabut pedang yang ada di sebelahnya dan memegangnya dengan kedua tangan. Winston segera mengacungkan tongkatnya kearah Al dan mengucapkan mantra pengendali tubuh untuk mengendalikan tubuh Al.


"о бог, управляющий всеми силами. дай мне силы контролировать тело и победить всех моих врагов."


Cahaya berwarna hitam yang membetuk benang segera keluar dari ujung tongkat Winston dan mengarah ke tubuh Al. Seketika itu juga tubuh Al di kendalikan oleh Winston.


Tubuh Al sudah sepenuhnya dalam kendali sihir Winston. Lalu Winston mengarahkan tongkatnya ke sekumpulan manusia yang sedang bertarung itu dan diikuti oleh tubuh Al yang langsung menebas leher salah satu bandit.


Pertarungan berhenti sejenak karena di kejutkan oleh munculnya Al yang langsung menebas salah satu bandit hingga kepala bandit itu terjatuh ketanah diikuti tubuhnya yang ambruk.


"Siapa ka-"


Sebelum bandit itu menyelesaikan perkataannya, Al sudah terlebih dahulu memenggal kepalanya.


Perhatian semua bandit jadi teralihkan oleh Al. Semua bandit segera menyerang Al karena telah membunuh dua rekan mereka. Tetapi sebelum para bandit itu menyerang, Al terlebih dahulu menyerang mereka. Hingga dalam 20 menit saja semua bandit telah terkapar tidak bernyawa di tanah.


Setelah itu Winston segera melepas sihirnya. Akhirnya Al pun bisa mengendalikan tubuhnya lagi.


"Terima kasih telah menolong kami tuan."ucap salah seorang prajurit.


"Sama - sama."jawab Al.


"Siapa nama tuan ?"tanyanya.


"Namaku Al. Alamsyah."Al memperkenalkan diri.


"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih telah menyelamatkan nyawa kami tuan Al."ucap prajurit itu lagi.


"Tidak usah memanggilku tuan, panggil namaku saja."kata Al.


Lalu Winston keluar dari semak - semak. Para prajuri yang melihat itu bersiaga karena mengira Winston adalah musuh. Al yang melihat itu segera menjelaskan bahwa dia adalah temannya.


Tiba - tiba seorang gadis yang sangat cantik keluar dari dalam kereta kuda dan berjalan kearah Al dan Winston dengan elegan. Al tidak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis itu dan mukanya mulai memerah.


"Apa kalian yang telah membunuh para bandit itu ?"tanya gadis itu sesampainya di hadapan Al dan Winston.


"I-i-iya..."gugup Al


'Oh my god! Cantik sekali gadis itu! Bisa ku jadikan pacar tidak ya ?'batin Al.


"Kalau begitu, aku ucapkan terima kasih sebesar - besarnya karena telah menolong kami dari para bandit itu."ucapnya berterima kasih.


"Sama - sama."jawab Winston.


"Perkenalkan, namaku....."


*******