The Reincarnation Of A Phoenix

The Reincarnation Of A Phoenix
Chapter 23 : Alamsyah VS Prince Felix II



Lorong yang saat ini sedang dilewati oleh Al akan langsung mengarah ke arena koloseum. Dan di ujung lorong ini adalah arena pertarungan.


Sesampainya Al di ujung lorong, dia disambut dengan riuh para penonton. Al muncul di salah satu sisi arena yang berbentuk lingkaran seluas dua kali lapangan sepak bola di bumi.


Dan sisi satunya lagi, terlihat pangeran Felix yang memakai armor yang terlihat sangat mewah membuatnya tampak seperti seorang ksatria. Armor berwarna emas dengan garis berwarna merah di bagian lengan dan kepalanya.


Pedang dengan warna silver yang tampak sangat tajam telah terlampir disalah satu sisi tubuhnya, dan sebuah perisai bulat dengan lambang kepala singa ditengahnya, membuat penampilan pangeran Felix semakin gagah.


Sedangkan Al hanya memakai armor biasa tanpa pelindung kepala tetapi itu tetap membuatnya tampak seperti seorang prajurit pemberani.


Dipinggang kanannya tersimpan pedang dengan sarungnya yang berwarna putih, dan sebuah perisai bulat dengan lambang dua pedang yang saling menyilang ditangan kirinya.


Al dan pangeran Felix melangkah maju dari tempatnya berdiri menuju ke tengah - tengah arena. Mereka baru berhenti melangkah saat jarak diantara mereka hanya menyisakan sepuluh meter.


Tidak ada seorang juri yang akan menilai pertarungan mereka. Seorang wasit pun tidak ada. Bahkan seorang komentator yang biasanya hadir jika ada sebuah pertarungan di koloseum tidak ada.


Yang ada hanyalah mereka berdua yang akan melakukan pertarungan dan para penonton yang memenuhi koloseum.


"Apa kau siap untuk mengalami beberapa patah tulang, pangeran..."ucap Al sembari menyeringai.


"Kau !... Aku akan mengalahkanmu disini. Ingat itu baik - baik !"pangeran Felix tampak marah melihat seringai Al yang terlihat merendahkannya.


"Ya, ya, ya, aku percaya..."ucap Al sembari memutarkan bola matanya.


"Bersiaplah, aku tidak akan menahan diri jika berhadapan dengan orang seperti dirimu."


"Apa katamu ! Dasar rakyat jelata."lanjut Al.


Pangeran Felix mengeluarkan pedangnya dan segera berlari menuju Al sembari mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.


"Hyaah!"


Al yang melihat itu tidak tinggal diam. Dia pun segera mengeluarkan pedangnya dan menahan ayunan pedang dari pangeran Felix.


*Trang*


Benturan antara kedua pedang pun terjadi. Dan pertarungan dimulai.


*Trangg* *trangg* *tingg*


Bunga api keluar saat pedang mereka berdua bertemu. Pangeran Felix terus menebas Al tetapi tebasannya selalu ditahan oleh perisai ataupun pedang yang dibawa oleh Al.


Pangeran Felix menebas sembari melangkah maju. Sedangkan Al menahan sembari melangkah mundur.


Sorak sorai penonton semakin riuh terdengar saat melihat Al yang terpojok. Sekiranya itulah yang ada di pikiran mereka semua.


Akan tetapi seringai yang sangat meremehkan terpatri diwajah Al. Pangeran Felix yang melihat itu menjadi geram dan marah. Dia mengayunkan pedangnya lebih kuat dan lebih cepat. Tidak membiarkan Al untuk membalas serangan.


*trangg *tingg* *trangg* *trangg*


"Apa kau hanya bisa bertahan saja ?"tanya pangeran Felix.


"Kau mau aku menyerangmu ?"Al balik bertanya.


"Berhentilah meremehkanku rakyat jelata !"pangeran Felix semakin marah.


"Baiklah, kau yang bilang..."ucap Al.


Secara mengejutkan posisi bertahan Al berubah menjadi posisi menyerang dalam sepersekian detik saja.


Pangeran Felix yang belum siap terkena ayunan pedang Al pada bagian bahu dan melukainya.


Lalu Al menendang dada pangeran Felix membuatnya terpental beberapa meter ke belakang. Helm yang dipakainya pun terlepas.


"Ternyata kau hanyalah seorang pangeran manja yang lemah..."ejek Al.


Pangeran pun semakin dan semakin marah setelah Al menyebutnya pangeran manja yang lemah. Dia pun bangkit kembali dan mulai berlari ke arah Al. Serangannya membabi buta.


*Trangg*


Al menangkis dengan pedangnya lalu menyerang balik pangeran Felix dan menendangnya dibagian bahu yang terluka. Pangeran Felix pun terpental kembali ke belakang dan memuntahkan seteguk darah.


Pipinya pun terluka terkena sabetan pedang.


"Bagaimana, apa kau menyerah ?"tanya Al


"Tidak ada kata menyerah dalam hidupku."ucap pangeran sembari bangkit dari jatuhnya.


Pangeran Felix berlari kembali sembari menghunuskan pedangnya dan akan menebas Al.


Al yang melihat itu sudah mempersiapkan perisainya.


*tingg* *trangg *trangg*


Perisai dengan pedang bertemu menghasilkan suara yang memekakan telinga sekaligus memercikan bunga api.


Pangeran Felix terus mengayunkan pedangnya tetapi tidak ada satu pun serangannya yang mengenai tubuh Al.


Al yang mulai bosan dengan pertarungannya mulai serius. Dia mendorong pedang pangeran Felix menggunakan perisainya.


"Aku sudah bosan dengan pertarungan ini. Aku akan menyelesaikan pertarungan ini sekarang..."ucap Al dengan wajah datar.


"Jangan sombong !"ucap pangeran Felix.


Lalu Al berlari sembari menghunuskan pedang ditangan kanannya dan membuang perisai yang ada di tangan kirinya.


Setelah Al berada cukup dekat dengan pangeran Felix dengan cepat dia mengayunkan pedangnya kesamping.


Pangerang Felix tidak memiliki pilihan lain selain menahan pedang Al dengan perisainya.


Setelah melihat pangeran Felix dalam posisi bertahan, Al menendang tangan pangeran Felix yang sedang memegang pedang sehingga pedangnya terlempar sangat jauh sekaligus mematahkan pergelangan tangannya.


"Aaaarrrrggghhh"pangeran Felix berteriak kesakitan karena pergelangan tangan kanannya patah.


Pertarungan pun berakhir dengan dimenangkan oleh Al. Gemuruh para penonton semakin menjadi - jadi melihat pertarungan sudah selesai.


Para prajurit memasuki arena pertarungan sembari membawa tandu. Mereka mengangkat tubuh pangeran Felix yang pingsan dan membawanya keluar arena.


Al pun berjalan menuju keluar dengan melewati lorong yang dilewatinya tadi. Dia melepaskan armor, perisai dan pedang yang dipakainya tadi lalu menyerahkannya ke prajurit yang menjaga koloseum.


Al pun pergi menuju istana. Walaupun enggan tetapi dia harus pergi kesana untuk mengambil barangnya yang tertinggal dan juga Little, tupai peliharaannya.


Dua puluh menit kemudian Al sudah bisa melihat sebuah bangunan yang sangat megah dikejauhan. Dia pun mempercepat jalannya.


Akhirnya Al sudah sampai di depan istana dan bertemu dengan Winston.


"Apa kau sudah menunggu lama ?"tanya Al.


"Tidak, aku juga baru sampai."jawab Winston.


"Kalau begitu kita langsung saja masuk ke dalam..."


"Baiklah."


Lalu mereka pun berjalan menuju gerbang istana yang dijaga oleh prajurit. Mereka masuk tanpa ada hambatan.


Singkat cerita, mereka pun sudah sampai di dalam kamar yang semalam ditempati oleh Winston, walaupun hanya ditempati beberapa jam saja.


Winston segera mengambil tasnya, sedangkan Al menghampiri peliharaannya dan disambut dengan tupai itu yang berlari menaiki kepalanya.


Setelah itu mereka bersiap untuk langsung pergi dari istana itu dan melanjutkan perjalanan mereka menuju kerajaan Lightner.


Tetapi seorang pelayan menghampiri mereka dan berkata.


"Maaf tuan Al, dan tuan Winston. Yang mulia raja dan ratu ingin bertemu dengan kalian. Yang mulia sedang menunggu kehadiran kalian di ruang tahta."


"Baiklah, kami mengerti."ucap Winston.


"Kalau begitu, saya undur diri."


Al dan Winston segera berjalan menuju ruang tahta untuk bertemu dengan raja dan ratu.


Sesampainya mereka di ruang tahta, mereka berdua melakukan penghormatan dihadapan raja dan ratu yang sedang duduk di singgahsananya.


"Tuan Al, aku sangat berterima kasih karena kau tidak jadi membunuh putra kami di pertarungan."ucap raja dengan meneteskan sedikit air matanya.


"Itu semua karena aku masih menghargai kalian sebagai orangtuanya."jawab Al.


"Kalau hanya itu saja yang ingin anda sampaikan kepada kami, kami akan melanjutkan perjalanan kami kembali."ucap Winston.


"Baiklah, sampai jumpa lagi. Semoga kita bisa bertemu kembali."


Tetapi sebelum Al dan Winston melangkahkan kakinya, tiba - tiba kaca jendela diruangan itu pecah, mengejutkan semua penghuni yang sedang berada di dalam ruangan itu.


Para prajurit bersiaga dan menjaga raja dan ratu untuk mengantisipasi adanya penyusup.


Dari jendela yang pecah itu seseorang yang berpakaian serba hitam dengan topeng menyeramkan di wajahnya dan membawa busur dan panah masuk. Prajurit pun semakin bersiaga.


"Hahaha. Aku menghargai Sambutan kalian atas kedatanganku kesini."ucap orang misterius itu yang menganggap para prajurit sedang menyambutnya.


"Siapa kau !"marah raja.


"Siapa aku itu tidak penting. Yang terpenting adalah......"


Orang itu mengambil sebuah anak panah dan menarik busurnya lalu membidiknya kearah ratu.


"Kematian sang ratu !"


Panah segera melesat dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Tidak ada satu pun orang yang tahu kemana arah anak panah itu melesat.


Semua orang menjadi kebingungan. Tiba - tiba orang itu tertawa dengan keras dan berkata.


"Hahahaha. Misi telah selesai. Selamat tinggal."


Lalu orang tersebut melompat keluar melalui jendela pecah tadi. Semua orang masih kebingungan dengan maksud orang tadi yang berkata misi telah selesai.


Tetapi mereka mengingat perkataan orang misterius sebelumnya. Mereka pun tersadar dan melihat kearah ratu.


Mereka terkejut karena ada sebuah anak panah yang menancap di perut sang ratu. Raja yang melihat itu segera menghampirinya dengan tatapan khawatir.


"Panggil tabib istana, Cepat !"teriak raja.


Seorang prajurit segera berlari untuk memanggil tabib istana.


Tidak lama kemudian prajurit itu kembali bersama seseorang dengan pakaian putih dan menghampiri ratu.


Dia dengan hati - hati mencabut panah itu. Wajah ratu semakin memucat lalu tidak sadarkan diri.


Raja semakin panik saat istrinya tidak sadarkan diri. Tabib itu dengan cepat memeriksa luka itu.


Dia pun sudah mengetahui masalahnya.


"Yang mulia ratu terkena racun evil viper yang ada di anak panah yang melukainya. Maafkan hamba yang mulia raja, hamba tidak bisa menyembuhkan yang mulia ratu."ucap tabib itu sembari mengecek keadaan ratu.


Raja marah mendengar ucapan tabibnya.


"Mengapa kau tidak bisa meyembuhkan istriku !"


"Racun itu terlalu kuat yang mulia. Hanya para penyihir saja yang bisa menyembuhkan dan mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh yang mulia ratu."


****************


*see you in the next chap :v


CapricornDS089*