
Saat ini Al Dan Winston sedang beristirahat di bawah pohon yang rindang.
Mereka sedang memakan daging bakar yang telah dibumbui. Sedangkan peliharaan Al sedang memakan buah - buahan yang sengaja Al ambil dari hutan.
Setelah stamina mereka terisi penuh mereka melanjutkan perjalanan. Mereka akan pergi ke kerajaan Lightner untuk bertemu dengan raja para penyihir.
Mereka membutuhkan waktu selama delapan hari untuk sampai dikerajaan. Selama diperjalanan mereka tidak diam saja.
Terkadang Al belajar menggunakan sihir elemen selain sihir dari api hijaunya. Dan yang menjadi gurunya adalah Winston.
Perjalanan mereka tidak berjalan mulus. Mereka sering dihadang oleh monster dan juga para bandit.
Jika ada monster yang lumayan lemah Al akan menjadikannya objek percobaan sihirnya. Tetapi jika monster yang muncul terlalu kuat, maka Winston akan turun tangan dan ikut membantu Al untuk mengalahkan monster itu.
Hal itu juga berlaku jika mereka bertemu dengan bandit. Al akan melawan bandit yang lemah dan yang kuat akan dilawan bersama - sama.
Semakin lama pengendalian elemen Al semakin membaik. Bahkan dia sudah bisa mengeluarkan bola - bola air yang akan meledak menjadi jutaan jarum tipis setajam silet jika terkena sesuatu.
Bukan hanya itu saja, kini Al sudah menguasai lima elemen yaitu api hijau, air, angin, es dan elemen petir.
Bahkan Al sudah bisa melakukan kombinasi dua elemen dan mempunyai sihir serangannya sendiri.
Yaitu dengan Al yang membuat busur dan panah yang diujungnya terdapat gumpalan petir yang sesekali terlihat menyambar tanah.
Jika serangan itu tepat mengenai makhluk hidup bisa dipastikan hanya kematianlah yang akan mendatanginya. Itu karena tepat saat panah itu menancap ditubuh, maka tubuh bagian luar akan membeku hingga menyerupai patung es.
Sedangkan tubuh bagian dalam akan hangus karena tersambar petir petir. Setelah itu tubuh akan hancur berkeping - keping menjadi pecahan es.
Bukan sihir elemen saja yang dipelajari Al. Dia juga belajar telekinesis dan teleportasi, walaupun dia hanya bisa berpindah dengan jarak maksimal sekitar satu kilometer.
Dan itu semua Al pelajari hanya dalam waktu tujuh hari. Bahkan Winston yang mengajarnya pun kagum dengan kecepatan pemahaman Al yang diluar batas akal sehat manusia di dunia Starus.
Winston menganggap Al adalah seorang jenius dari yang jenius.
Saat ini Al dan Winston sudah bisa melihat dinding kota dikejauhan setelah berjalan selama delapan hari.
Tujuh menit kemudian mereka telah memasuki gerbang kerajaan. Di sepanjang jalan banyak para penyihir yang menundukkan kepala setelah melihat Winston.
Sepertinya Winston sangat dihormati oleh penduduk kerajaan Lightner, dilihat dari jabatannya di istana itu mungkin saja terjadi.
Singkat cerita mereka berdua kini tengah berhadapan dengan orang yang paling penting dikerajaan Lightner. Raja Albus Fladmir.
"Berdirilah, kalian berdua."ucap raja Albus.
"Baik, yang mulia raja."jawab Al dan Winston sembari berdiri dengan tegak.
"Winston, apakah orang disampingmu itu reinkarnasi phoenix ?"tanya raja mengalihkan perhatiannya kepada Al.
"Itu benar, yang mulia raja."jawab Winston.
"Siapa namamu, pemuda ?"tanya raja kepada Al.
"Perkenalkan, namaku Alamsyah. Seorang manusia yang berasal dari dunia lain. Tepatnya berasal dari planet bumi."ucap Al memperkenalkan diri.
"Alamsyah... Perkenalkan, namaku adalah Albus Fladmir. Kau bisa memanggilku sesukamu."raja juga memperkenalkan dirinya.
Al hanya menganggukkan kepala.
"Apakah kau akan langsung pergi kembali mencari phoenix yang lainnya Winston ?"tanya raja kepada Winston.
"Tidak yang mulia, rencananya saya akan tinggal beberapa hari di istana, selagi Al berlatih dengan penyihir yang lain."jawab Winston.
"Baiklah kalau begitu, lalu Alamsyah, kau akan ikut dengan Winston atau tetap tinggal disini ?"tanya raja kepada Al.
"Panggil saja saya Al, yang mulia. Saya akan mengikuti Winston. Aku ingin melihat ras selain manusia."jawab Al.
"Baiklah, kalian berdua beristirahatlah. Dan Winston, tunjukkan kamar yang akan ditempati oleh Al."kata raja.
"Baik yang mulia, kami undur diri."jawab Al dan Winston.
"Ya."
Mereka berdua pun pergi dari hadapan raja Albus. Mereka berjalan menyusuri lorong istana untuk pergi ke kamar tamu.
Lagi - lagi sepanjang lorong Al melihat ukiran yang sama seperti yang dia lihat di kerajaan Braston. Tapi kali ini didalam ukiran itu menggambarkan para burung itu yang tengah bertarung dengan makhluk aneh.
Al yang penasaran dengan ukiran itu hendak bertanya kepada Winston. Tetapi seakan - akan takdir tidak membiarkannya bertanya.
Lagi - lagi ukiran itu sudah tidak ada karena mereka sudah berbelok arah. Al pun hanya bisa memendam pertanyaannya lagi.
Akhirnya Al dan Winston sudah sampai di depan kamar tamu yang akan ditempati oleh Al. Sedangkan Winston dia telah mempunyai kamarnya sendiri di istana.
Al memasuki kamarnya yang tampak lebih luas dan lebih mewah daripada kamar tamu di kerajaan Braston.
Bahkan dikamar itu ada balkon yang mengarah langsung kearah taman istana yang dipenuhi oleh tanaman bunga.
Bukan hanya itu saja, di tembok pembatas balkonnya dan tembok dinding istana ditutupi oleh tanaman rambat dengan bunga berwarna merah yang sangat indah.
Al merasa seperti sedang berada di dunia lain, walupun itu memang kenyataannya.
Setelah melihat - lihat sekeliling kamar, membuat Al menjadi lelah. Dia berjalan menuju kasur dan berbaring disana. Tidak lama kemudian Al sudah berkelana di alam mimpinya.
*tok* *tok* *tok*
"Al, apa kau didalam ?"
Al terbangun oleh suara yang ada di balik pintu. Dia berdiri dari kasur dan berjalan dengan lunglai ke pintu.
Setelah sampai didepan pintu Al segera membukanya dan melihat siapa yang ada di baliknya. Ternyata orang yang ada dibalik pintu adalah Winston.
"Ada apa ? Hoaamm....."tanya Al lalu menguap.
"Kau baru bangun tidur ?"tanya Winston.
"Menurutmu ?"jawab Al sembari menaikkan satu alisnya.
"Lebih baik kau segera membersihkan diri dikamar mandi. Ini sudah waktunya untuk makan malam."kata Winston dan mendorong Al masuk ke dalam.
"Baiklah, baiklah. Jangan mendorongku !"kata Al lalu berjalan ke arah kamar mandi.
"Oh iya, jangan lupa memakai baju ini. Raja yang memberikannya."kata Winston.
"Iya. Kau keluarlah aku akan mandi."usir Al.
"Jangan lama - lama !"
Lalu Winston berjalan keluar dan menutup pintu kamar. Sedangkan Al berjalan ke kamar mandi yang ada dikamar itu dan mulai membersihkan diri atau dengan kata lain mandi.
Setelah selesai mandi dan memakai baju yang diberikan oleh Winston. Kini penampilan Al menyerupai seorang pangeran.
Itu karena baju yang dipakainya kini merupakan baju seorang pangeran.
Lalu Al pun berjalan keluar kamar. Di luar dia bertemu dengan Winston yang sedang bersender di dinding. Setelah melihat Al keluar dari kamarnya Winston segera menegakkan badannya dan mengajak Al pergi ke ruang makan.
Baju itu sangat cocok saat dipakai oleh Al. Sampai - sampai para pelayan dan para prajurit yang melihat Al menundukkan kepalanya. Mereka mengira Al adalah seorang pangeran dari kerajaan lain yang sedang bertamu.
Akhirnya mereka telah sampai di ruang makan. Ada raja, ratu, serta pangeran yang terlihat seumuran dengan Al yang duduk dikursi masing - masing, menyisakan dua kursi yang belum ditempati.
Al dan Winston langsung duduk ditempat kosong. Mereka semua melakukan sedikit perbincangan selagi menunggu para pelayan membawa makanan.
"Nah, Al. Perkenalkan ini adalah istriku. Namanya adalah Scarlet Wayna. Dan anakku, namanya adalah Alfin Fladmir."kata raja memperkenalkan anak dan istrinya.
"Salam ratu Scarlet dan pangeran Alfin. Perkenalkan namaku adalah Alamsyah. Panggil saja Al."kata Al memperkenalkan diri.
"Emm, Al. Kau berasal dari kerajaan apa ?"tanya pangeran dengan raut penasaran.
"Sebenarnya Al itu berasal dari dunia lain. Lebih tepatnya dari planet bumi."bukan Al yang menjawab pertanyaan dari pangeran, tetapi raja.
"Uhuk, uhuk, uhuk."
"Apa kau baik - baik saja alfin ?"ucap ratu dengan raut wajah khawatir.
"Ya, aku baik - baik saja bu, aku hanya terkejut saja saat mendengar kalau Al berasal dari dunia lain."ucap pangeran.
Setelah itu ratu memberikan banyak pertanyaan kepada Al tentang planet bumi. Al pun tidak memiliki pilihan lain selain menjelaskan tentang bumi.
Tetapi disaat Al baru menjelaskan setengahnya, para pelayan sudah memasuki ruang makan dengan membawa banyak makanan.
"Baiklah, kita lanjutkan ceritanya nanti saja. Kita makan terlebih dahulu."ucap raja.
Mereka pun memakan makanan yang disediakan. Selama mereka makan tidak ada yang berbicara. Bahkan diruangan itu hanya ada suara dentingan sendok saja.
Singkat cerita, mereka telah menyelesaikan makam malam dan saat ini mereka semua tengah mendengarkan cerita Al yang menceritakan tentang bumi.
Mereka mendengarkan dengan terkagum - kagum saat mengetahui kemajuan teknologi yang ada di bumi.
Setelah mengetahui tentang bumi raja, ratu, pangeran bahkan Winston sangat ingin pergi ke bumi. Tapi itu sangat tidak mungkin jika tidak ada campur tangan dari para dewa.
Akhirnya Al menyelesaikan ceritanya dan mereka semua pergi dari ruang makan menuju kamar mereka masing - masing.
Karena Al masih tidak hafal dengan jalan menuju kamarnya, dia meminta Winston untuk mengantarkannya.
Winston dan Al pun berjalan menyusuri lorong istana yang menuju kearah kamar Al. Saat mereka melewati lorong yang di dindingnya terdapat ukiran sebuah peperangan, Al tertegun dan berhenti berjalan karena ukiran itu telah hilang.
Winston yang menyadari kalau Al tidak mengikutinya lagi segera berbalik dan menemukan Al yang sedang menatap dinding lorong dengan tatapan kosong. Winston pun memanggil Al dan menyuruhnya untuk berjalan kembali.
"Hei Al, ayo cepat jalan. Tidak baik menatap tembok dengan tatapan kosong. Kemarin saja ada ayam yang melihat tembok dengan tatapan kosong lalu keesokan harinya ayam itu mati."kata Winston dengan sedikit bercanda.
Al pun tersadar. Mereka akhirnya berjalan kembali dan tiba di depan kamar Al.
________________________________
maaf ya, author kemarin lupa up. Sebagai permintaan maaf dari author, author up 2 chapter. jangan marah ya :)
jangan lupa juga buat baca terus cerita author :)
typo bertebaran di mana - mana. so, kalian harus hati - hati :v
jangan bosen untuk menunggu update-an cerita ini ya (:
^^^CapricornDS089^^^