
Note :
*Untuk chapter 17 s/d chapter unknown (soalnya author juga gak tau sampe chapter berapa) cerita bakal berfokus ke tokoh Alamsyah a.k.a Al. Setelah itu cerita bakal berfokus lagi ke tokoh Arthur.
Untuk pengenalan karakter bakal keluar pas Phoenix udah pada kumpul semua.
Tapi Author bingung soalnya gak ada gambar tokoh - tokohnya :(
Mungkin ada dari kalian yang mau menyumbangkan gambar dari tokoh - tokoh di cerita ini ?
Kalau ada kasih tau di kolom komentar atau langsung kirim ke Author ya :)
Tapi kalau gak ada ya terpaksa pengenalan karakternya nggak pake gambar.
Salam :
B.D.S*.
************************
Al's pov
*GGRRAAAA*
Monster itu mengaum seakan - akan sedang merayakan kemenangannya.
Luka yang ada di tubuhku terbakar oleh api berwarna hijau dan tidak lama kemudian luka itu sembuh tanpa meninggalkan bekas luka apapun seakan - akan luka itu hanya mimpi belaka. Bahkan lemas yang kurasakan pun perlahan - lahan menghilang. Hingga 1 menit kemudian keadaan ku sudah pulih total.
Aku bangun dengan perlahan. Aku melirik sebentar ke arah Winston yang terkapar tidak jauh dariku. Sepertinya dia tidak sadarkan diri. Setelah itu aku melihat kearah monster ular itu. Monster itu yang kini memiliki 2 kepala hanya diam saja saat melihatku bangun.
'Bagaimana aku bisa mengalahkannya seorang diri ? Aku butuh bantuan dari Winston..'
Aku memikirkan cara agar aku bisa menyadarkan Winston. Lalu akupun teringat dengan luka ku yang sembuh saat terbakar oleh api berwarna hijau.
'Apa api ku bisa menyembuhkan Winston ? Tapi bagaimana jika api ku malah membakar Winston ?'
'Lebih baik aku coba terlebih dahulu...'
Lalu aku terbang menuju Winston. Setelah berada di dekatnya aku menyentuh tubuh Winston menggunakan kaki ku. Tidak lama kemudian api berwarna hijau merambat dengan cepat hingga menutupi seluruh tubuhnya. Aku pun panik karena ku kira aku telah membakar Winston dan segera melepaskan kaki ku dari tubuhnya.
Api pun dengan cepat padam setelah aku melepasnya. Ternyata api ku tidak membakar Winston seperti apa yang ku takutkan tetapi api ku menyembuhkannya.
*GGRRAAA*
Saat aku masih memperhatikan Winston aku dikejutkan oleh raungan monster itu. Aku pun mengalihkan perhatianku kepadanya. Lagi - lagi aku dikejutkan oleh monster itu yang siap menyemburkan apinya kearah kami.
Aku dengan cepat mencengkram Winston yang masih tidak sadarkan diri dan terbang menghindari arah semburan api. Aku tetap terbang walaupun semburan api yang berasal dari monster ular itu sudah berhenti.
Selagi berputar putar diudara aku mencoba melakukan apa yang tadi aku lakukan yaitu membakar atau lebih tepatnya meyembuhkan Winston menggunakan api ku.
Tidak lama akhirnya Winston sadar dari pingsannya. Walaupun demikian aku tetap menyembuhkannya agar tenaganya juga ikut pulih dengan cepat.
"Ugh..."
"!!!"
"Winston. Akhirnya kau sadar juga..."
"Apa monster ular itu sudah mati ?"
"Belum. Aku membutuhkan bantuanmu untuk membunuhnya..."
"Baiklah, aku akan membantumu. Lagipula mana ku juga sudah terisi penuh. Turunkan aku, Al..."
Aku pun menurunkan Winston. Setelah sampai di atas tanah kami tanpa membuang waktu lagi segera menyerang monster yang ada di hadapan kami.
Aku melesat menuju ke bagian tubuh yang diyakini sebagai tempat ini monster itu. Aku telah menyiapkan cakar ku untuk menyerang. Hampir saya aku menyenainya jika saja monster itu tidak menghindar ke samping.
Aku segera terbang menjauh agar tidak terkena dampak dari 5 bola api yang berasal dari Winston. Monster itu terkena 3 bola api dan meninggalkan bekar terbakar di badannya.
*GGRRRAAAAA*
Monster itu berteriak kesakitan. Sementara monster itu dialihkan oleh rasa sakitnya aku segera menyerangnya lagi. Kali ini aku berhasil mencakarnya di tempat inti monster itu berada.
*GGGRRRRAAAAAAA*
Monster itu berteriak kesakitan lagi. Tetapi kali ini lebih keras dari sebelumnya. Dan aku juga melihat sebuah cahaya berwarna ungu diluka yang berasal dari cakaranku. Kurasa itu adalah inti dari monster itu.
Tiba - tiba Winston berteriak kepadaku.
"AL ! SERANG CAHAYA UNGU ITU !"
"BAIK !!"
Aku pun membalasnya dengan berteriak juga karena jarakku dengannya cukup jauh.
"OH IYA, AL ! KEMARILAH SEBENTAR ! ADA YANG INGIN AKU BICARAKAN DENGANMU..."Teriaknya lagi.
setelah mendengar ucapannya aku segera menghampirinya.
"Apa yang ingin kau bicarakan ?"tanyaku.
"Kau harus menyerangnya menggunakan api mu agar kita bisa lebih cepat mengalahkan monster itu !"kata Winston.
"Itu tidak mungkin terjadi, api mu akan membusukkan daging jika terkena monster..."Winston segera meyakinkanku.
"Benarkah ? Baiklah aku akan menyerangnya lagi..."akhirnya aku menuruti perkataannya.
Lalu aku pun menyerang lagi monster ular itu di tempat cahaya ungu itu berada. Sesuai dengan perkataan Winston. Aku menyerang tidak hanya menggunakan cakarku tetapi aku juga menyerangnya dengan api ku yang berwarna hijau. Tubuh monster yang terkena api itu dengan cepat membusuk sehingga dengan mudah aku mengoyaknya menggunakan cakarku. Hasilnya, luka yang ada di dekat cahaya ungu itu semakin terbuka dan inti monster itu terlihat.
Aku mengepakkan sayapku dengan kuat dan menghasilkan dua tornado api berwarna hijau yang mengarah langsung ke monster ular itu.
*GGGRRRRAAAAA*
Serangan tadi membuat inti monster itu mengalami keretakan. Setelah menyancarkan serangan itu aku segera mundur mendekat kearah Winston. Setelah aku dekat dengan Winston tiba - tiba aku berubah kembali menjadi manusia bertepatan dengan aku yang mendengar kalimat aneh yang diucapkan Winston. Sama seperti saat membuat api unggun.
"дай мне немного своей силы..."
Selagi Winston mengucapkan mantra, ujung tongkat kayu yang diarahkan kepada monster itu mengeluarkan cahaya berwarna merah, lalu berubah warna menjadi coklat dan berubah warna kembali menjadi biru, lalu cahaya itu berubah warna menjadi abu. Terakhir semua warna yang tadi muncul kini terlihat menyatu bertepatan dengan Winston yang menyelesaikan mantranya.
"... чтобы победить всех моих врагов, вы, элементальные боги."
Cahaya diujung tongkat Winston semakin terang lalu membentuk pilar cahaya yang memiliki empat warna yang mengarah ke arah monster, lebih tepatnya mengarah langsung ke inti monster yang membuat retakan semakin menyebar hingga akhirnya inti monster itu hancur berkeping - keping.
*GGGGRRRRRRAAAAAA*
Monster itu berteriak untuk terakhir kalinya sebelum tubuhnya ambruk ke tanah tidak bernyawa.
"Akhirnya..."ucap Winston sebelum tubuhnya ambruk ke tanah.
Tiba - tiba Winston tidak sadarkan diri. Kurasa dia telah kehabisan banyak tenaga saat melancarkan serangan terakhirnya tadi.
Aku pun membopong tubuh Winston yang tak sadarkan diri menuju ke luar gerbang desa. Di sepanjang perjalanan aku hanya melihat puing - puing bangunan yang sudah runtuh.
Tidak semua bangunan yang ada di desa ini menjadi puing. Adapun rumah yang tidak rubuh dan hanya mengalami kerusakan ringan. Tetapi itu masih bisa dihitung dengan jari.
Aku terus berjalan hingga akhirnya aku melihat gerbang desa di kejauhan. Aku juga melihat para warga yang sedang berjalan kearah kami. Beberapa warga yang melihatku sedang membopong Winston dari kejauhan mulai berlari kearah kami.
Beberapa warga yang dari berlari kini telah sampai didekatku dan membantuku membawa Winston.
"Apa kau baik - baik saja ?"tanya salah satu warga.
"Ya, aku hanya butuh istirahat..."jawabku
Setelah itu kami dibawa menuju ke pengungsian di luar desa.
Di luar desa tepatnya di pengungsian aku ditempatkan di sebuah tenda sederhana untuk beristirahat. Aku pun tertidur di dalam tenda.
--------------------------------------
Sang matahari yang menguasai planet ini kini digantikan oleh sang bulan purnama di ikuti dengan kedua bulan setengah. Tidak terasa aku tertidur hingga malam hari. Aku pun berjalan keluar dari tenda sederhana ini dan langsung di sambut oleh kehangatan api unggun di tengah - tengah pengungsian yang dimana itu tidak jauh dari tenda tempat aku beristirahat.
Aku melihat para warga sedang duduk mengelilingi api unggun. Winston juga ada di sana. Jadi, aku memutuskan untuk ikut bergabung bersama mereka. Aku duduk tepat di sebelah Winston.
Semua mata memandangku saat aku duduk. Aku yang diperhatikan secara terus - menerus menjadi gugup.
"Kenapa kalian memandangku terus ?"
Setelah aku bertanya seperti itu barulah mereka mengalihkan perhatiannya. Aku memandang api unggun di depan ku.
Aku pun terlarut dalam lamunanku. Aku memikirkan keadaan ibu ku di bumi, dari sekian banyaknya orang di bumi, mengapa aku yang dipilih. Aku termenung sesaat. Kemuadian lamunanku di buyarkan oleh panggilan Winston.
"Hey Al, kau kenapa ?"
"Tidak, aku tidak apa - apa."
"Oh iya, Winston. Kenapa di dalam tubuhku terdapat aliran yang terasa hangat ? Aku yakin sebelumnya itu tidak ada. Apa aliran hangat itu adalah mana ?"
"Ya, kau benar. Tapi bagaimana kau bisa mengetahui kalau itu adalah mana ?"
"Itu karena aku sering membaca buku bertema fantasi. Jadi, aku mengetahuinya..."
"Sebenarnya aku masih tidak percaya bahwa aku sedang mengalami kejadian yang sama seperti yang ada buku yang aku baca. Tetapi perbedaannya jika dibuku orang yang di panggil harus membunuh raja iblis yang ingin menguasai dunia, sedangkan aku tidak. Yang aku alami saat ini adalah sebuah kenyataan bukan sebuah cerita karangan yang dibuat seseorang."
"Jadi, kau sudah mengerti tentang mana ?"
"Secara garis besar, ya aku sudah mengerti."
Tanpa kami sadari satu persatu warga yang ada di sekeliling kami telah kembali ke tendanya masing - masing meninggalkan kami berdua yang sedang berbicara. Itu dikarenakan malam semakin larut dan susah waktunya orang - orang beristirahat.
Kami berdua pun memutuskan untuk kembali ke tenda masing - masing. Aku yang tadi sudah tertidur cukup lama tidak bisa tidur dan hanya tiduran menghadap langit - langit tenda.
Memikirkan kembali kejadian - kejadian dari dua hari lalu yang ku rasakan seperti berbulan - bulan yang lalu. Hingga akhirnya kantuk menyerangku dan aku pun tertidur.
*******
*Jangan lupa dukung author dengan cara like, vote, rate, tip dan saran & komen supaya author tambah semangat untuk update cerita :)
Jangan pernah bosan untuk menunggu update-an cerita ini ya (:
Typo bertebaran dimana - mana. So, kalian harus hati - hati :)
See you in the next chap :v
CapricornDS089*