
Di Apartemen mewah Adward.
Adward yang sedang berfikir merencanakan siasat licik nya untuk mendapatkan Amanda tiba tiba saja sirna karena suara ketukan pintu apartemennya.
Suara bel.. tingg... tingg...
“Sial ! mengganggu aku yang sedang berfikir saja!” umpat kata kasar Adward. Adward lalu membukakan pintu nya.
“Apa?” ucap Adward dingin.
“Ehem..” dehem Amanda karena gugup bertatapan dengan Bosnya yang tamapan.
“Malam bos aku Cuma mau anter makanan aja” ucap Amanda yang ada sedikit rasa takut.
“Masuk aja” Jawab Adward. Lalu Amanda masuk ke dalam Apartemen Adward yang ruangannya sangat besar dan cocok untuk di tempati bosnya itu. Dengan adanya perpaduan warna hitam dan biru tua sangat maskulin untuknya. lalu Kemudian Amanda masuk dan menata makanan yang dibawanya itu.
Amanda P.O.V
“Apakah Adward marah kepadaku ? kenapa dia tidak menghubungi ku? Kenapa dia tidak menyuruhku melakukan hal hal yang yang aneh? Kenapa tadi di bandara dia juga tidak pulang bersamaku? Apakah aku sudah melalui batas ku? Sadar Amanda sadar ..kamu hanya sekretaris nya saja, dan tidak lebih..” pikiran Amanda yang melayang karena memikirkan Adward.
“Apa sebegitu pentingnya sehingga dia kembali ke jakarta?” pikirnya lagi.
“Sudahlah lebih baik aku memasak saja karena perutku sudah sangat lapar meraung raung ingin di manjakan” ucap Amanda lalu memakai clemek masaknya.
Setelah di rasa selesai dan cukup puas dengan masakanya tanpa menunggu lagi Amanda menyantapnya dengan sangat lahap , tetapi di tengah tengah santapanya tiba tiba dia teringat Adward. Tanpa berpikir panjang lagi dia langsung menata makanan untuk di berikan bosnya, entah bosnya ada di apartemenya atau tidak itu urusanya nanti. Yang penting dia bisa mengobrol dan melihat wajah tampan bosnya.
**
Setelah menata makanan untuk bosnya, Amanda lalu meuju ke sebelah menghampiri Adward.
“Bos saya mau bertanya? Bolehkah?” ucap Amanda malu malu.
“Hem” jawaban singkat Adward yang cuek.
“Apakah di Bali kemarin saya melakukan sebuah kesalahan sehingga bos ingin segera kembali ke jakarta?” ucap Amanda.
Adward terdiam sejenak dan berfikir.
“Ya kamu melakukan kesalahan karena kamu tidak menghibur dan melayani bos mu dengan baik di sana, karena itu kita kembali ke Jakarta” ucap Adward yang menyalahkan Amanda.
“Ya ampun, apa lagi yang harus ku lakuakan untuk meyenangkanmu, aku selalu menuruti perintahmu!” Batin Amanda dalam hatinya.
“Oke, Fine aku akan memaafkanmu, tapi dengan syarat kamu harus nemenin aku di apartemen ini! Ada lagi kamu harus memasak dan mengurus keperluan yang aku buthkan” ucap Adward yang membuat Amanda kaget sampai mebelalakan matanya.
“Gila..! aku kan punya apartemen sendiri. Dan kalau syaratmu seperti ini sama saja aku terlihat seperti simpananmu bukanya sekretarismu?” ucap Amanda yang mencoba menolak syarat dari Adward untuk memaafkanya.
“Ya sudah kalau begitu.. aku akan cari sekretaris lagi, kamu harus keluar dari pekerjaanmu dan membayar uang ganti kontrak yang kamu sepakati dulu” ucap enteng Adward.
“Apa bahkan kamu mengungkit tentang kontrak itu?” kaget Amanda.
“Bagaimana setuju ?, aku tidak akan membiarkanmu berpikir panjang lagi, cepatlah ambil keputusan mu saat ini” ucap Adward.
“Oke , baiklah” ucap Amanda pada akhirnya menyerah dengan bosnya.
“kalau ini mau kamu akau juga akan mindahin semua baju aku kesini, apa kamu puas juga ?” ucap Amanda kesal.
“Ooo.. aku sanngat puas Babe” ucap Adward yang membuat bibirnya tersenyum mendengar jawaban Amanda sekretarisnya itu.
“Ya udah sana makan nanti keburu dingin!” Pinta Amanda.
“Iya aku makan , tapi temenin ya...” goda Adward memohon pada Amanda.
Dengan malasnya akhirnya Amanda menuruti omongan bosnya itu.
Adward P.O.V
“Siapa sih yang mengetok pintu, ganggu aku yang sedang berpikir saja!” ucap Adward dalam hatinya.
Lalu dia melihat lubang kecil untuk melihat siapa yang datang. “Belum aku menjeratnya dia sudah datang untuk menjeratkan diri kepada ku, aku tidak akan menyia nyiakan jesempatan kali ini” ucap Adward dengan ide liciknya yang tiba tiba muncul saat Amanda datang ke apartemenya tanpa dia suruh.
**
“Kalau begitu selanjutnya yuk kita belanja, aku ingin mengisi kekosongan kulkasku yang sudah lama kosong ini seperti hati ku yang sudah lama kosong” ucap Adward untuk menggoda Amanda.
“Ayo baby kita pergi” ajaknya lagi karena Amanda tidak menjawabnya.
“Tunggu dulu aku.. aku belum gantu baju” ucap Amanda akhirnya.
“Tidak usah begini saja kamu udah cantik, ayoo.. nati kemalaman lho..”ucap Adward lalu menggandeng lembut tangan Amanda yang membuat wajah Amanda menjadi merah.
Setelah bebrapa menit mereka sampai di Mall, Adward lalu mengambil troli dan mendorongnya sedangkan Amanda berjalan di sampingnya sambil memilih milih bahan untuk mengisi kekosongan kulkas Adward.
Setelah hampir dua jam lebih akirnya mereka selesai berbelanja dan membayar belanjaan tersebut. Karena terlalu capek mereka lalu langsung segera pulang. Adward lalu membantu membawakan kantong belanjaan itu, dan di bantu oleh Amanda juga karena tidak mungkin bosnya akan membawa semua belanjaan itu yang banyak sekali.
Sesampainya di apartemen Amanda lalu merapikan belanjaanya dan memasukkanya di kulkas. Adward berjalan ke arah Amanda.
“Kamu langsung tidur di sini aja ya!” ucap Adward membujuk.
“Tapi aku nggak bawa baju ganti” sahut Amanda.
“Kalau begitu kamu pakai baju ku aja.” Ucap Adward yang langsung di angguki oleh Amanda.
Setelah semua selesai Amanda lalu menuju ke kamar Adward untuk meminjam baju yang akan dia gunakan nanti dan saat membuka pintu , Amanda terkejut karena bertatapan dengan Adward saat membuka pintu kamar mandinya. Kelihatanya Adward habis mandi karena rambutnya terlihat basah dan dia juga hanya mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya saja.
Oh my Good badanya sangat seksi, bagus sekali ya tuhan .. ingin ku ciumi dan ku peluk badanya.
Tiba tiba saja pikiran kotor Amanda melayang ketika melihat tubuh Adward itu.
“Ehem, sedang menikmati pemandangan bagus Baby?” Tanya Adward yang sedang menyindir Amanda.
“Eh.. nggak kok. Ini .. aku mau pinjam baju mu” Dusta Amanda karena tidak ingin ketahuan kalau dia sedang terpesona melihat badan seksi Adward yang juga memperlihatkan kotak kotak enam di perutnya.
“Mana bajunya?” tanya Amanda sedikit gugup.
“Itu di lemari” ucap Adward sambil menujuk arah alamarinya.
Lalu Amanda menuju ke almari itu dan memilih baju yang cocok untuk dia kenakan. Setelah mendapatkan baju yang cocok dan nyaman untuk dipakainya , Amanda langsung menuju ke kamar mandi dan mengganti bajunya.
Dia mencopot bajunya sekaligus dengan Branya, karena Amanda tidak suka kalau tidur mengenakan Bra karena itu tidak sehat dan tidak nyama untuknya.
Setelah selesai berganti dia menuju ke Adward yang sedang duduk di ranjang tanpa mengenakan bajunya. Dan Amanda bingung dari tadi Adward belum menunjukan diamana Amanda akan tidur nanti. Jadi Amanda memberanikan diri untuk bertanya kepada bosnya itu.
“Aku tidur di mana ini ?” tanya Amanda tanpa basa basi. Tetapi Adward hanya menepuk ranjang di sebelahnya, dia sedang fokus dengan ponselnya.
“Hahh.. apa tidak salah?” tanya Amanda lagi.
“baby kamarnya Cuma satu, kamar sebelahnya sudah aku jadikan untuk ruangan kerjaku” seru Adward.
Amanda hanya bisa menghela napas dalam dan pasrah. Dan dia sesegera memulai merebahkan tubuhnya di samping Adward.
Karena kelelahan Amanda sudah tertidur di tambah lagi karena kasurnya yang empuk dan lembut ini membuat Amanda nyaman sekali.
Sehingga saat Adward menciumnya pun Amanda tidak merasakan dan tidak bergerak sedikitpun. Amanda sangat nyenyak dalam tidurnya entah apa yang sedang dia mimpikan sampai senyenyak itu. Hal itu jadi membuat gemas Adward sehingga ingin menciumnya lagi dan lagi dan lagi.
Karena sangat menikmatinya sampai sampai Adward tak sadar bahwa dia sudah meremas dada Amanda. Dalam hati Adward
“Damn it! dia tidak memakai Bra?”. Bahkan Adward tetap melanjutkan aksinya diam diam itu karena sudah terlanjur menikmati Adward memberanikan diri untuk membuka kancing baju Amanda hingga terlihat dadanya.
Tanpa menunggu Adward langsung menjalankan aksinya untuk mencium dadanya , membuat kissmark juga.
Hingga membuat sang empunnya mendesah ketika Adward menjilat ****** Amanda
“Ahh..” hal ini sontak membuat Adward menghentikan aksinya karna takut takut Amanda terbangun. Tetapi setelah beberapa waktu Amanda tidak kunjung bangun.
Karena belum cukup puas akhirnya dia melanjutkanya lagi.
“Ahh.. Adward..” Adward terkejut sekali dengan desahan Amanda , bahkan di dalam mimpi pun Amanda masih memimpikanya.
Setelah di rasa sudah puas Adward lalu merapikan lagi baju Amanda dan mengancingkan baju yang Amanda kenakan dan Adward lalu mandi air dingin untuk menurunkan yang ada di bawah sana.
“Shit! kamu membuatku Trun On Baby” ucap Adward di sela ia menuju ke kamar mandi.