
Happy reading..
“Amanda !!” teriak Adward saat melihat kekasihnya tak sadarkan diri, dia langsung berlari menghampiri Amanda yang bahkan sudah terkapar dengan banyaknya darah yang mengalir di kepalanya itu.
Polisi yang sudah sampai di tempat lokasi langsung mengamankan Ibu tiri Amanda dan Rara, seorang ibu dan anak yang selalu iri dan selalu merebut semua yang menjadi milik Amanda.
**
Saat Sebelumnya,
Adward dan papanya beserta orang kepercayaanya yang sedang menyusun siasat rencana strategi untuk membebasakan Amanda.
Tak sulit untuk menemukan Amanda karena tanpa Amanda sadari sendiri Adward telah menaruh alat pelacak di kalung yang di kenakan Amanda. Adward memasangkan sebuah kalung di lehernya tanpa sepengetahan Amanda tadi malam saat dia tertidur dengan pulas. Yang setelah tau keberadaan Amanda akhirnya mereka melakukan rencananya ke lokasi.
Adward langsung membopong tubuh Amanda yang lemah tak berdaya dan segera membawanya ke rumah sakit, karena keadaan Amanda sangat menghawatirkan yang sangat membutuhkan pertolongan medis dengan segera.
Saat ini papa Adward sedang sedang mengurus kasus ini sedangkan Adward yang ditemani oleh anak buahnya langsung membawa Amanda ke rumah sakit. Sedangkan Mama Diandra saat ini sedang menuju ke rumah sakit agar tau bagaimana kabar Amanda.
“Maaf pak anda tidak diperbolehkan untuk masuk” ucap perawat itu. Ya karena keadaan Amanda terlalu parah dokter langsung melilih jalan operasi, banyak sekali benturan yang terjadi di kepalanya membuat Amanda menjadi terluka parah dan memerlukan penanganan yang lebih.
Saat ini Adward dan keluarganya menunggu di luar dengan penuh rasa kawatir, sedangkan Diandra sedang berusaha menenangkan Adward yang kini terlihat di wajahnya sangat pucat dikarenakan rasa takutnya akan kehilangan Amanda.
“Sayang sabar ya..” ucap Diandara sambil mengelus elus pundak anaknya, sekuat kuatnya Adward jika di hadapkan dengan situasi seperti ini pasti dia akan merasakan hal yang sama seperti orang lain rasakan.
Hampir satu jam lebih mereka telah menunggu sang dokter yang menangani Amanda tadi keluar dari ruangan nya dan menghampiri keluarga pasien yang ditanganinya.
“Maaf apakah anda keluarga pasien?” tanya dokter itu kepada Adward, akan tetapi Adward tak menjawabnya dan akhirnya Diandra yang menjawabnya.
“Iya dok, bagaimana keadaan menantu saya?” tanya Diandara dengan rasa kekawatiranya.
“Menantu ibu mengalami koma, karena banyak benturan yang terdapat di di kepalanya dan adanya organ dalam yang terluka membuatnya menjadi koma. butuh beberapa waktu agar pasien bisa bangun. Ya sudah ya bu.. Bu Amanda akan dipindahkan ke ruang rawat semoga lekas sadar.” jawab sang dokter lalu pergi meninggalkan Diandra.
Mendengar penjelasan dokter tadi Adward menjadi lemas dan tidak berdaya. Dia lalu mengikuti perawat yang membawa Amanda.
Adward merasa sedih ini pertama kalinya dia merasakan hal yang sesedih ini hampir saja dia kehilangan calon istri yang sangat di cintainya. Dia sangat bersyukur tuhan masih melindungi Amanda, dia berterima kasih kepada tuhan yang sudah berbaik hati telah menyelamatkan orang yang sangat disayanginya.
“Mama akan mengurusi biaya Administrasinya dulu ya..” ucap Diandra.
“Iya ma” balas Adward yang kini sedang duduk di pinggir ranjang Amanda dan sedari tadi dia tidak henti hentinya dia menciumi tangan kekasihnya yang masih belum sadarkan diri itu.
Jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, dia hanya berdua dengan Amanda karena Diandra sudah berpamitan untuk pulang ke rumah.
Suasana sangat sepi hanya alat medis lah yang menghiasi keheningan malam ini.
Adward merasa gagal menjaga Amanda sehingga membuat keadaanya seperti ini. Seluruh muka Amanda mengalami memar memar bahkan sudut bibirnya terluka parah, dan pelipisnya di perban karena ada bagian yang robek di sana.
“Maaf kan aku sayang..” ucap Adward sambil mengecup tangan Amanda yang seakan akan ciuman itu mampu menyalurkan semua rasa cinta yang dia rasakan untuk wanita cantik calon istrinya itu.
**
Matahari menampakan sinarnya, Adward baru terbangun dari tidurnya ketika Diandra datang ke sini dengan membawakan makanan dan juga baju ganti untuk Adward.
Sesungguhnya bahkan Adwad tidak bersemangat untuk menjalani hari hari yang seperti ini tanpa Amanda, rasanya dia tidak bersemangat untuk melakuakan kegiatan apa pun itu.
“Iya ma, tolong jaga Amanda dulu ya..” ucap Adward lirih dan dia langsung pergi menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Diandra sangat sayang kepada Amanda bahkan dia sudah menganggap Amanda seperti anaknya sendiri. Diandra berharap Amanda lekas bangun dari komanya dan sehat seperti sedia kala.
Diandra lalu menyiapkan makanan yang dibawanya itu untuk di makan Adward. Dia tahu bagaimana Adward kalau dia tidak membawakan makanan untuk anaknya itu mungkin sampai besok juga dia lupa makan.
Tok..tok.. tok..
Dokter Adam yang kali ini yang bertugas merawat Amanda.
“Selamat pagi bu, saya mau memeriksa ibu Amanda dulu” ucap Dokter Adam yang meminta izin kepada Diandra.
“Oh iya dok” jawab Diandra.
“Oh ya bu saya mau meberi tahu walau sedang dalam keadaan koma ibu harus sering mengajaknya mengobrol karena itu sangat bagus untuk merangsang kinerja otak dan syarafnya bu.. dan saya rasa keadaan ibu Amanda lebih baik dari pada kemarin. Obatnya sudah dilarutkan dalam infus ya bu, mungkin nanti setelah beliau bangun bisa menebus obatnya di apotek nanti dan saya kan menuliskan resepnya” ucap dokter Adam.
“Ya sudah bu saya pamit keluar dulu” ucap dokter Adam.
“Iya dok, makasih dok” jawab Diandara.
“Mah gimana keadaan Amanda? Tad dokter sudah memeriksa keadaanya kan?” tanya Adward cepat.
“Iya keadaanya lebih baik dari pada sebelumnya, dan dokter berpesan agar lebih baik kamu ajak ngobrol karena itu sangat baik untuk perkembangan agar Amanda cepat bangun dari komanya itu” ucap penjelasan mama Diandra.
“Iya ma, ya udah kalau gitu aku sarapan dulu” ucap Adward yang langsung menuju ke sofa.
“Ma kerjaan aku di hendle sama papa kan ma? Terus masalah mama tiri dan adik Amanda kemarin udah clear semua kan ? aku nggak habis pikir berani beraninya adiknya itu melakukan hal keji kepada kakanya sendiri.” Ucap Adwad marah dan tidak habis pikir.
“Iya keluarga sendiri tega sekali mereka,” imbuh Diandra.
“Buah jatuh nggak jauh dari pohonya kan? Mama bilangin ke kamu sekarang kamu harus fokus jagain Amanda. Dan untuk pernikahan kamu akan mama urus, untung aja kemarin undanganya belum kesebar, jadi saat ini mama akan menunda pernikahan sampai Amanda bangun.
Kamu nggak usah mikirin yang lainya, kamu fokus aja sama keadaan Amanda” ucap mama Diandra panjang lebar kepada anaknya.
“Iya ma, aku ngerti” balas Adward di sertai anggukan kepala menandakan dia paham.
Yang harus dia pikirkan adalah Amanda yang sangat penting bagi Adward saat ini sampai nanti.
Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung author ya ..
Agar selalu semangat menulisnya...
Semoga kalian semua menyukainya...
Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.
xie xie.
zai jian..