
Happy reading..
“udah yuk sayang, kita berangkat sekarang aja !” ajak Adward
Mereka langsung pergi ke supermarket terdekat untuk membeli bahan bahan keperluan memasak Amanda, dan setelah dirasa cukup berbelanjanya mereka lalu kembali menuju ke Apartemen.
Sesampainya di apartemen Amanda langsung menuju ke dapur untuk menaruh bahan bahan yang di belinya bersama dengan Adward tadi,
Amanda saat ini sedang membuat Dimsum kesukaanya Adward. dia menyiapkan semua bahannya dan dia memulai mencincang cincang daging dan membungkusnya dengan adoanan kulit pangsit kusus untuk membungkus dagingnya. Setelah itu dimsum nya tinggal di kusus.
Setelah semua matang Amanda lalu menghiasinya dengan parutan keju di atasnya sebagai tambahan.
Lalu Amanda membawanya ke meja makan untuk di santap bersama Adward.
“Makasih sayang” ucap Adward.
“kamu jangan capek capek, kan kamu baru keluar juga dari rumah sakit” ucap Adward lagi.
“nggak papa kok, aku juga nggak capek, lagian ini aku masaknya untuk kamu juga” balas Amanda.
Mendengar perkataan Amanda tadi membuat Adward tersenyum kepada Amanda, karena kekasihnya ini selalu membuatnya bahagia.
Dia memang tidak salah memilih pasangan walaupaun memiliki awalan yang tidak baik akan tetapi Adward bersyukur karena ini merupakan cara tuhan untuk mempertemukan mereka dan berharap untuk selalu bahagia selamanya.
Jam saat ini menunjuk pukul setengah sembilan malam dan Adward masih sibuk dengan laptopnya, yang membuat Amanda kesal bukan main.
Karena sedari tadi Adward mengabaikannya yang terlalu sibuk dengan laptopnya itu. Bahkan Amanda sedari tadi sudah memberikan wajah wajah ngambeknya tapi semua itu sia sia nggak ada hasilnya.
“Sayang” panggil Amanda. Yang sudah kesal dengan Adward.
“Hmm” dia hanya bergumam tanpa adanya menoleh ke arah Amanda.
“Iihh ya udah aku mau tidur aja” kesal Amanda yang langsung meninggalkan Adward di sofa lalu menuju ke kamarnya.
Adward mencium bau bau drama drama ke-ngambekan akhirnya dia langsung mematikan laptopnya dan langsung menghampiri Amanda yang saat ini dia sudah menutupi semua badanya dengan selimut yang tebal. Adward tau kalau Amanda saat ini belum tidur.
Adward langsung membuka selimut itu, dan melihat Amanda yang sedang berpura pura tidur. Amanda pura pura menutup matanya seperti orang tidur padahal jelas jelas Adward tahu kalau wanita yang sedang berada di bawahnya ini sedang berpura pura tertidur, akan tetapi Adward hanya ingin mengikuti permainan ini dengan manis.
“sayang maaf ya.. tadi aku cuekin kamu” ucap Adward memohon dan dia lalu mencium kening Amanda yang kemudian turun ke kedua pipinya dan turun lagi ke bibir Amanda.
Adward mencium Amanda dengan menuntut sehingga membuat Amanda menjadi kehabisan nafas yang membuatnya mau tidak mau mengakhiri ke pura puran tidurnya.
“Aku nggak bisa nafas.. tau.. hahh..hah..” ucap Amanda sambil memukul pelan bahu Adward.
“Maaf sayang.. aku kelepasan jadinya.. oh ya kamu tadi pengen apa?” tanya Adward yang sekarang berada di samping Amanda sambil memeluknya.
“Aku tadi Cuma pengen tidur sama kamu aja” ucap Amanda.
“Ya udah, kalau gitu bentar ya aku tutup pintu kamar dan matiin lampu dulu ya” ucap Adward.
Dia langsung bergabung bersama dengan Amanda di ranjang, Adward lalu mengusap usap kening Amanda.
Amanda yang sedang berada di dalam dekapan Adward kini dia asik menciumi dan merab raba dada Adward dan perutnya yang sixpack itu. Entah kenapa Amanda tiba tiba menjadi sedikit nakal tanganya yang malah membuat Adward tergoda.
“Jangan memancing aku kenapa?” peringat Adward, yang sudah panas dingin karena kelakuan tangan Amanda yang membuat gairahnya naik seketika.
“Aku pengen itu..” bisik Amanda pelan, tetapi Adward nyaris tidak mendengarnya.
“Pengen apa sayang ?” tanya Award yang mulai terpancing mengikuti permainan Amanda , ya mana mungkin sih Adward mengabaikan kesempatan yang langka sekali seperti ini? Bahkan dia sangat menyukai sekali olahraga malam.
“Aku pengen kamu peluk aku sampai pagi tiba” ucap Amanda yang mebuat Adward salah paham dengan apa yang di pikirkanya tadi .
“Oh mau aku peluk aja?” tanya Adward kecewa tidak seperti bayanganya.
“Iya, emang kamu mikir apa ?” tanya Amanda dengan polosnya.
“Nggak papa kok, ya udah ayo tidur, sini aku peluk kamu” Ucap Adward.
Adward memulai memeluk Amanda dan karena tidak tahan dia lalu mencium bibir Amanda yang merah itu, dia mencium bibir itu semakin dalam bahkan lumatanya yang tak terhindarkan itu.
Jika saja Amanda tidak memberinya tanda jika dia kehabisan nafas mungkin saja Adward akan terus melanjutknya. Mana mungkin sih Adward hanya puas bermain bermain sebentar dengan bibir manis Amnda ? karena dia tidak akan pernah puas itulah jawaban yang tepat,
lalu Adward menurunkan ciumanya, yang ciuman itu merambat sampai ke rahang panjang milik Amanda , yang membuat Amanda sontak mendesahkan namanya.
Saat ini tangan nakal Adward mulai berada di dada Amanda, jari jari tangnya itu sangat pintar memainkan milik Amanda hingga membuat sang empunya tidak tahan dan mendesahkan namanya.
“jangan tahan sayang, keluarkan saja” ucap Adward.
Hingga ciumanya turun sampai ke dada milik Amanda yang sangat pas di genggamanya itu.
Bibir Adward mencium sekitar dada dan jari jarinya dengan leluasa memainkan ujung dada Amanda yang menegang karena rangsangan bertubi tibi yang di lakuakn oleh Adward.
“Ahh..” desah Amanda yang sedikit ada rasa sakit karena Adward meremasnya sedikit kasar karena Adward terlalu bersemangat.
Lalu dia menghentikan kegiatanya itu. tangan Adward memeluk tubuh Amanda hingga tubuhnya dan Amanda saling bersentuhan dan mereka berdua saling memejamkan matanya.
Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung author ya ..
Agar selalu semangat menulisnya...
Semoga kalian semua menyukainya...
Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.
xie xie.
zai jian..