
Happy reading !
“ Aku akan menunggumu di bawah “ ucap Adward
kemudian pergi begitu saja meninggalkan wanita itu.
“ Baik tuan “ sahut Amanda palsu.
Setelah wanita itu selesai mengenakan pakaianya dan
menemui Adward dan wanita itu seolah olah membuat dirinya sedikit berantakan
untuk membuat nya lebih nyata alami.
“ Adward.. mas.. tunggu .. dengarkan penjelasanku dulu, semua tidak seperti yang kamu lihat
.. “ teriak Amanda yang mengejar Adward keluar.
Wanita itu menghentikan langkah Adward dengan
memegang tangan nya.
“ Mas.. tunggu penjelasan ku dulu. Apa yang kamu
lihat tidak seperti yang kamu pikir “ ucap wanita itu.
“ Apa lagi Amanda ? apa lagi ? aku benar-benar
kecewa dengan mu. Aku pikir .. aku pikir.. “ ucap Adward yang seolah tidak kuat
untuk mengatakanya karena dia tahu bahwa Rara sedang tertawa menyaksikan pertengkaran
yang selama ini di harapkan nya.
“ Mass.. aku juga tidak tahu siapa laki-laki itu “
elak wanita palsu itu.
“ Dan lagi sebenarnya aku tadi bersama dengan Rara
adik aku, tapi entah kemana dia sekarang dan tiba-tiba aku tidak sadarkan diri saat dia meninggalkan aku
“ ucap wanita itu mencoba menjelaskan.
“ Apa lagi Amanda ?. Aku benar-benar kecewa dengan
kamu. aku pikir kamu wanita baik-baik. Dan lagi kenapa kamu membawa bawa nama
adikmu itu ? mana ada hubungan dia sama kamu “ ucap Adward marah.
“ Aku mohon mas .. percaya lah pada ku. Aku tidak
akan menghianati mu mas. Ini pasti ulah dia.“
" Amanda aku tau dia dulu memang pernah jahat sama kamu. tapi dia pastinya sudah jera kan dan menyerah setelah dia di penjara kan ? " elak Adward.
“ Kalau begitu bawa dia kemari “ teriak Adward
marah.
“ Baik akan aku buktikan kalau aku tidak bersalah
dan aku di jebak “ tegas perkataan wanita itu.
Kemudian Amanda mencoba mentelfon Rara dan
menyurhnya untuk segera kemari. Kemudian Rara pun menyanggupinya.
Setengah jam kemudian Rara menemui mereka. Melihat
Rara muncul di hadapanyanya kemudian Amanda menghampirinya dan langsung
menampar Rara keras.
" Plaakkkkk"
“ Akkkhhrr.. “ pekik Rara kesakitan.
“ Ada apa ini kak ? kenapa kaka tiba-tiba
menamparku ? apa salah ku kak ? “ ucap Rara yang seolah tidak mengerti.
“ Katakan yang sebenarnya kepada Adawar kalau kamu
telah menjebaku dengan laki – laki tak di kenal itu “ ucap Amanda marah.
“ Apa yang kakak katakan aku tidak mengerti kak ? “
elak Rara merasa tidak bersalah.
Lalu Rara mendekati Adward. “ Aku sudah bilang kan
kak. Jangan main di belakang kakak Adward tapi kakak tidak mendengarkan ku dan
dengan lancangnya membawa laki-laki itu ke dalam kamar tanpa sepengetahuan
Adward “ ucap Rara provokasi.
“ Kenapa kamu berbohon Rara ? kamu sendiri lah yang
memberikan ku minuman itu dan menjebak ku “ ucap Amanda lalu mencengkam tangan
Rara kuat.
“ Adward.. kalau kamu tidak percaya kamu lihatlah
ini “ kata Rara sambil memberikan vidio di dalam ponselnya.
“ Seseorang mengirimkan aku vidio ini “ ucap Rara memberikan ponselnya.
Adward melihat video itu sesaat dia benar-benar tidak menyangkanya.
“ Aku tidak menyangka Amanda kamu seburuk ini. Kamu
menuduh adikmu atas hal yang telah kamu lakukan sendiri “ bentak Adward.
" Kenapa kamu jadi seperti ini ? kenapa kamu meghianatiku lag Amanda ? "
“ Aku muak Amanda aku paling tidak suka ada orang
yang menghianatiku. Kamu tahu kan itu “ ucap Adward.dengan penuh penekanan.
“ Tapi mas vidio itu. Vidio itu semua palsu “ elak Amanda
sambil meneteskan air matanya.
“ Lebih baik kita tenangkan diri kita
masing-masing. aku butuh waktu untuk menerima semua klenyataan pahit ini. Aku kan pergi dari sini “ ucap Adward segera meninggalkan mereka.
“ Adward... jangan tinggalkan aku sendiri. aku takut mas.. “ teriak
Amanda dengan air mata yang telah membasahi pipinya.
" Akkahhahahahha..akkkhhahaha... aku puas aku puas sekali melihat kalian bertengkar seperti ini. aku mengira semua ini tidak akan berhasil " tawa Rara begitu senang.
“ Akhirnya kamu dapat merasakan apa yang aku
rasakan kak. “ ucap Rara senang.
“ Tapi ini semua belum seberapa dari sakit hati ku
saat berada di penjara yang dingin dan sendiran itu “
“ Kamu benar- benar ingin membuat keluarga kakakmu
sediri hancur Rara. Aku pikir kamu sudah berubah Rara. Ternyata aku benar-benar sudah salah besar masih mempercayaimu “
ucap Amanda berkaca-kaca.
“ Mau bagimana lagi kak. Nasi sudah menjadi bubur.
Ini belum seberapa dari apa yang aku rasakan di penjara. Dan ini pembalasan
pertama dari aku “ ucap Rara lalu meninggalkan Amanda sendirian.
“ Aku akan membuat Adward menjadi milik ku lagi
kak. Ingat itu “
" Dan aku kan merebut apa saja dari kakak " ucap Rara kemudian pergi meninggalkan Amanda.
**
“ Huhh.. benar-benar adik tidak tahu diri “ ucap
wanita itu saat Rara sudah pergi meninggalkanya.
Drrrttt..drrrttt...
“ Kamu melakukanya dengan sangat baik “ kata Adward
dari ponsel itu.
“ Terima kasih tuan, “ balas wanita itu bangga.
“ Aku telah transfer. Kalau tidak cukup katakan
saja. kamu berkerja dengan baik seperti apa yang saya minta “ kata Adward senang karena berhasil.
“ Iya tuan ini sudah lebih dari cukup tuan. Saya juga melakukan
ini karena saya berhutang budi karena tuan telah menyelamatkan adik saya.
Terima kasih tuan “ ucap wanita itu.
Halloo..
semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung
author ya ..
Agar selalu
semangat menulisnya...
Semoga
kalian semua menyukainya...
Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.
xie xie.