The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 58



Happy reading !


“ Aku akan menunggumu di bawah “ ucap Adward


kemudian pergi begitu saja meninggalkan wanita itu.


“ Baik tuan “ sahut Amanda palsu.


Setelah wanita itu selesai mengenakan pakaianya dan


menemui Adward dan wanita itu seolah olah membuat dirinya sedikit berantakan


untuk membuat nya lebih nyata alami.


“ Adward.. mas.. tunggu .. dengarkan penjelasanku dulu, semua tidak seperti yang kamu lihat


.. “ teriak Amanda yang mengejar Adward keluar.


Wanita itu menghentikan langkah Adward dengan


memegang tangan nya.


“ Mas.. tunggu penjelasan ku dulu. Apa yang kamu


lihat tidak seperti yang kamu pikir “ ucap wanita itu.


“ Apa lagi Amanda ? apa lagi ? aku benar-benar


kecewa dengan mu. Aku pikir .. aku pikir.. “ ucap Adward yang seolah tidak kuat


untuk mengatakanya karena dia tahu bahwa Rara sedang tertawa menyaksikan pertengkaran


yang selama ini di harapkan nya.


“ Mass.. aku juga tidak tahu siapa laki-laki itu “


elak wanita palsu itu.


“ Dan lagi sebenarnya aku tadi bersama dengan Rara


adik aku, tapi entah kemana dia sekarang dan tiba-tiba aku tidak sadarkan diri saat dia meninggalkan aku


“ ucap wanita itu mencoba menjelaskan.


“ Apa lagi Amanda ?. Aku benar-benar kecewa dengan


kamu. aku pikir kamu wanita baik-baik. Dan lagi kenapa kamu membawa bawa nama


adikmu itu  ? mana ada hubungan dia sama kamu “ ucap Adward marah.


“ Aku mohon mas .. percaya lah pada ku. Aku tidak


akan menghianati mu mas. Ini pasti ulah dia.“


" Amanda aku tau dia dulu memang pernah jahat sama kamu. tapi dia pastinya sudah jera kan dan menyerah setelah dia di penjara kan ? " elak Adward.


“ Kalau begitu bawa dia kemari “ teriak Adward


marah.


“ Baik akan aku buktikan kalau aku tidak bersalah


dan aku di jebak “ tegas perkataan wanita itu.


Kemudian Amanda mencoba mentelfon Rara dan


menyurhnya untuk segera kemari. Kemudian Rara pun menyanggupinya.


Setengah jam kemudian Rara menemui mereka. Melihat


Rara muncul di hadapanyanya kemudian Amanda menghampirinya dan langsung


menampar Rara keras.


" Plaakkkkk"


“ Akkkhhrr.. “ pekik Rara kesakitan.


“ Ada apa ini kak ? kenapa kaka tiba-tiba


menamparku ? apa salah ku kak ? “ ucap Rara yang seolah tidak mengerti.


“ Katakan yang sebenarnya kepada Adawar kalau kamu


telah menjebaku dengan laki – laki tak di kenal itu “ ucap Amanda marah.


“ Apa yang kakak katakan aku tidak mengerti kak ? “


elak Rara merasa tidak bersalah.


Lalu Rara mendekati Adward. “ Aku sudah bilang kan


kak. Jangan main di belakang kakak Adward tapi kakak tidak mendengarkan ku dan


dengan lancangnya membawa laki-laki itu ke dalam kamar tanpa sepengetahuan


Adward “ ucap Rara provokasi.


“ Kenapa kamu berbohon Rara ? kamu sendiri lah yang


memberikan ku minuman itu dan menjebak ku “ ucap Amanda lalu mencengkam tangan


Rara kuat.


“ Adward.. kalau kamu tidak percaya kamu lihatlah


ini “ kata Rara sambil memberikan vidio di dalam ponselnya.


“ Seseorang mengirimkan aku vidio ini “ ucap Rara memberikan ponselnya.


Adward melihat video itu sesaat dia benar-benar tidak menyangkanya.


“ Aku tidak menyangka Amanda kamu seburuk ini. Kamu


menuduh adikmu atas hal yang telah kamu lakukan sendiri “ bentak Adward.


" Kenapa kamu jadi seperti ini ? kenapa kamu meghianatiku lag Amanda ? "


“ Aku muak Amanda aku paling tidak suka ada orang


yang menghianatiku. Kamu tahu kan itu “ ucap Adward.dengan penuh penekanan.


“ Tapi mas vidio itu. Vidio itu semua palsu “ elak Amanda


sambil meneteskan air matanya.


“ Lebih baik kita tenangkan diri kita


masing-masing. aku butuh waktu untuk menerima semua klenyataan pahit ini. Aku kan pergi dari sini “ ucap Adward segera meninggalkan mereka.


“ Adward... jangan tinggalkan aku sendiri. aku takut mas..  “ teriak


Amanda dengan air mata yang telah membasahi pipinya.


" Akkahhahahahha..akkkhhahaha... aku puas aku puas sekali melihat kalian bertengkar seperti ini. aku mengira semua ini tidak akan berhasil " tawa Rara begitu senang.


“ Akhirnya kamu dapat merasakan apa yang aku


rasakan kak. “ ucap Rara senang.


“ Tapi ini semua belum seberapa dari sakit hati ku


saat berada di penjara yang dingin dan sendiran itu “


“ Kamu benar- benar ingin membuat keluarga kakakmu


sediri hancur Rara. Aku pikir kamu sudah berubah Rara. Ternyata aku benar-benar sudah salah besar masih mempercayaimu “


ucap Amanda berkaca-kaca.


“ Mau bagimana lagi kak. Nasi sudah menjadi bubur.


Ini belum seberapa dari apa yang aku rasakan di penjara. Dan ini pembalasan


pertama dari aku “ ucap Rara lalu meninggalkan Amanda sendirian.


“ Aku akan membuat Adward menjadi milik ku lagi


kak. Ingat itu “


" Dan aku kan merebut apa saja dari kakak " ucap Rara kemudian pergi meninggalkan Amanda.


**


“ Huhh.. benar-benar adik tidak tahu diri “ ucap


wanita itu saat Rara sudah pergi meninggalkanya.


Drrrttt..drrrttt...


“ Kamu melakukanya dengan sangat baik “ kata Adward


dari ponsel itu.


“ Terima kasih tuan, “ balas wanita itu bangga.


“ Aku telah transfer. Kalau tidak cukup katakan


saja. kamu berkerja dengan baik seperti apa yang saya minta “ kata Adward senang karena berhasil.


“ Iya tuan ini sudah lebih dari cukup tuan. Saya juga melakukan


ini karena saya berhutang budi karena tuan telah menyelamatkan adik saya.


Terima kasih tuan “ ucap wanita itu.


Halloo..


semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung


author ya ..


Agar selalu


semangat menulisnya...


Semoga


kalian semua menyukainya...


Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.


xie xie.