
Happy reading !
Pagi yang sangat cerah,
“ Sssssssssrrrrrrrrrrrrrttttttt... “ suara kucuran air dari kamar mandi yang membangun kan Adward.
Adward yang meraba-raba mencari keberadaan istrinya itu yang sudah tidak ada di sampingnya. Ia kemudian segera turun dan mencari keberadaan istrinya.
“ Sayang... Amanda... ?“ panggil Adward kepada istrinya.
“ Iya aku sedang di kamar ganti “ Amanda menyahut.
Adward berjalan menghampiri Istrinya ke ruang ganti. Kemudian memutarkan tubuhnya untuk mencium bibir Amanda.
“ Morning kiss dulu babe “ kata Adward manja.
“ Sayang. kok kamu udah mandi sih ? “ tanya Adward yang kemudian memeluk istrinya dari belakang, mengelus perut Amanda lembut dan meletakkan dagunya ke pundak Amanda untuk mencium aroma kas Amanda.
“ Iya soalnya aku nggak bisa tidur karena baby nya nendang-nendang terus. Dan juga aku ini siap-siap untuk pergi ke rumah papa kan mas ?. “ kata Amanda mengingatkan.
“ Masa.. sini coba aku periksa dulu “ balas Adward kemudian dia berjongkok mendekatkan telinganya ke perut Amanda yang semakin hari semakin besar.
“ Dengar.. anak kita memanggil ku Papa.. “ ucap Adward senang.
Amanda menahan tawan karena tingkah Adward itu
“ Iya.. wahh pintar sekali ya... siapa dulu dong mama nyaa“ balas Amanda.
" Iyyaa siapa dulu dong yang membuatnya. pasti dia akan tampan dan hebat seperti papa nya nanti. " kata Adward tidak mau kalah.
“ Ya sudah kamu tunggu aku. Aku mandi dulu sayang “ ucap Adward kemudian mencium kening istrinya.
Satu jam telah berlalu sambil menunggu Adward Amanda menyiapkan sarapan pagi untuk Adward di bantu bibi juga.
Adward kemudian turun dan menghampiri Amanda yang tengah menunggunya lama.
“ Makan dulu mas “ kata Amanda dan menaruh roti untuk dimakan Adward.
“ Terima kasih babe “ balas Adward.
“ Hari ini aku antar kamu ke rumah papa ya. Nanti kamu di jaga sama bawahan ku soalnya aku nggak bisa nemenin kamu sayang. nanti biar aku jemput kamu juga “ pinta Adward.
Amanda pun menuruti perkataan suaminya itu dan menganggukan kepalanya.
Setelaha sarapan itu selesai. Adward mengantarkan istrinya ke rumah papanya sambil diikuti anak buahnya Adward.
Dan diam-diam tanpa sepengetahuan Adward juga bawahan Jansen juga mengikutinya dari kejauhan seperti perintah bosnya itu.
Kediaman Robert.
Setelah mengantarkan Amanda masuk kedalam, Adward kemudian mencium istrinya dan kemudian berlalu pergi.
“ Amanda “ panggil papanya dan memeluknya senang.
“ Kamu kesini nggak bilang dulu. Biar papa aja yang ke sana. Lihat itu kandungan kamu udah mulai besar “ ucap Robert papanya.
“ Enggak Amanda juga bosen makanya langsung datang ke sini “ balas Amanda.
“ Kamu sendiri, mana Adward ? “ tanya papanya celingukan.
“ Em.. sama mas Adward tadi abis nganter aku masuk lalu pergi soalnya ada urusan di kantor pa “ jelas Amanda.
“ Ya udah. Kamu mau ke kamar dulu ? biar papa antar “
“ Nggak pa. “ tolak Amanda.
“ Papa...” ucap Amanda manja.
“ Papa, kita keluar jalan-jalan yuk. Amanda udah bosen di rumah terus “
“ Keluar ? kamu ingin kemana memangnya ? “ tanya papanya.
“ Nggak tau sih mau kemana. Aku maunya keluar aja soalnya bosen “ pinta Amanda manja yang tidak bisa di tolak oleh papanya itu.
“ Ya udah gimana kalau kita ke taman baru di sana “ ajak Papanya.
“ Beneran boleh pa ? “ ucap Amanda senang.
“ Iya. Boleh asal sama papa “ balas papanya.
“ Soalnya kalau minta sama mas Adward nggak bakal di izin kan “ kata Amanda mendungkus kesal.
“ Suami kamu juga ada benar nya sayang. dia nggak mau kamu sampai kelelahan aja itu.. “ kata Papanya membela Adward.
“ Ya udah ayo kita pergi sekarang aja Manda. “
Di taman.
Amanda sangat senang ketika keluar rumah karena memang Adward benar-benar tidak mengizinkan Amanda untuk keluar karena Rara yang sedang mencarinya.
Jangan sampai Rara tau keberadaan Amanda yang sebenarnya. Kalau tahu pasti Rara akan menyiksa Amanda lagi.
Karena berjalan sebentar saja Amanda telah kelelahan kemudian dia duduk di sebuah bangku kosong itu yang telah di sediakan taman.
Amanda kemudian melihat seorang anak kecil bersama papa mamanya itu, yang terlihat gadis kecil itu sangat bahagia bersama kedua ornag tuanya.
“ Manis sekali “ kata Amanda.
“ Sayang kamu lapar tidak ? “ tanya Robert yang memebuat Amanda menoleh ke arah papanya.
“ Sedikit sih pa.. “ balas Amanda. Karena hamil bawaanya Amanda sekarang selalu lapar.
“ Mau papa belikan apa sayang ? “ tawar Robert.
“ Aku mau roti aja pa “ jawab Amanda.
“ Ya udah papa mau beli di sebrang sana kamu tunggu dulu di sini sama body guard Adward ya “
“ Iya pa “
Supermarket Sebrang,
Saat Papanya memasuki supermarket, Rara yang tidak sengaja sedang berjalan itu dan dari kejauhan melihat papanya itu ia langsung mengikuti papanya masuk ke dalam.
“ Eh papa “ ucap Rara saat melihat papanya.
“ Kenapa papa sampai ke sini “ ucap Rara kebingungan dan mengikutinya diam-diam.
Robert lalu dengan cepat mengambil beberapa roti, snack dan beberapa minuman ke meja kasir untuk segera membayarnya.
Dan saat itu juga Rara masih diam-diam mengikutinya.
“ Kenapa papa nggak pernah tengok aku pa ? saat di penjara.. “ gumam Rara sedih.
“ Papa benar- benar hanya menyayangi pelacur itu saja “ kesal Rara.
" Bahkan tidak peduli sama sekali dengan ku. aku juga anak mu pa " batin Rara.
Setelah itu Robert keluar dan segera menemui Amanda lagi.
***
Robert berjalan menuju ke arah Amanda duduk tadi,
“ Manda ini Papa belikan sesutau untuk mu. Cepat habiskan itu semua kesukaan mu “
“ Terima kasih pa “ balas Amanda senang.
Rara tercengang sekaligus bingung“ Apa ? ? “ kejut Rara saat melihat seseorang yang ada di depan nya itu.
Dia terasa seperti di sambar petir saking syoknya ia tidak percaya apa yang sedang di lihatnya saat ini.
Halloo..
semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung
author ya ..
Agar selalu
semangat menulisnya...
Semoga
kalian semua menyukainya...
Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.