The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 62



Happy reading !


Akhir Rencana Rara,


Malam ini,


Lagi dan lagi dengan rencana busuknya Rara akan menyewa preman bayaran untuk menculik dan membawa kakak tirinya itu.


Tetapi untuk kali ini preman yang di sewanya berbeda lebih cerdik, dan dari bebrapa premanya itu memiliki wajah yang tampan dan tubuh yang bagus. hingga memunculkan ide yang bagus untuk dapat menculik Amanda tanpa ada yang curiga.


tidak sia-sia dia mwnghabiskan banyak biaya untuk itu, karena dia yakin akan berhasil dengan mulus.


Rara yang tidak ingin ketahuan dan menyuruh preman preman nya dan ia akan menunggu kakak tercintanya itu di sebuah gedung kosong yang terbengkalai.


Dan saat tiba itu lah dia akan bertindak sendiri untuk menyiksa Amanda dengan tanganya sendiri.


Untuk dapat membawa Amanda ke gedung itu, Rara menyuruh salah satu dari preman preman nya yang berwajah tidak garang itu untuk menyamar menjadi seorang CEO tampan dan kaya yang sedang sengaja berhenti di depan Rumah Robert untuk meminta bantuan.


Memang takdir sedang berpihak kepada Rara. Hujan yang deras turun saat itu juga seolah mengetuk hati nurani seseorang Robert untuk membantu. yang mengetahui sifat papanya itu.


Mobil mewah yang di berikan Bram untuk Rara yang tidak akan di sia sia kan itu di gunakan untuk rencana nya menculik kakanya.


Preman yang menyamar memjadi CEO itu juga di dampingi ke dua penjaganya hingga benar-benar terlihat seolah sempurna. Memang Tidak sia-sia Rara menyewa mahal mereka.


Di iringi derasnya hujan, mobil mewah itu sengaja berhenti di depan gerbang masuk rumah Robert untuk menghalangi pintu masuk dan keluar.


Satpam yang berjaga di depan gerbang utama itu lalu berjalan menuju mobil mewah itu.


Mengetuk pintu mobil " Permisi, anda mengganggu gerbang Keluar-Masuk kami "


Supir itu lalu menurunkan sedikit kaca jendelanya.


" Maaf kami berhenti di sini karena tiba-tiba mobil kita mogok. kemungkinan mesin nya rusak " ucap tegas sopir garang itu tajam membuat satpam itu kikuk.


" Apakah sudah telfon.. " ucapan itu terhenti langsung oleh supir itu.


" Sudah dan mereka sangat lambat untuk kemari " balas sopir itu dengan wajah tajamnya lagi.


" Baiklah, tolong segera di pindahkan. Saya akan lapor kan ke tuan saya " ucap satpam itu sedikit ketakutan dan langsung pergi.


Robert yang melihat itu lalu memanggil satpam itu.


" Kenapa mobil itu berhenti di depan Man ? " tanya Robert bingung.


" Maafkan saya tuan. Katanya mobil itu mogok "


" Apa mereka tidak memanggil montir ? " tanya sabar Robert.


" Sudah tuan. Dalam kondisi seperti ini juga montirnya sepertinya terlambat " ucapnya jujur.


" Baiklah saya akan ke sana " kata Robert dan menyuruh membawakan payung untuknya.


Mereka segera membagi tugasnya. 3 anak buah yang membawa mobil yang berbeda telah sampai dan salah satu dari mereka akan membawa Amanda satunya lagi menjaga keadaan di sekitar, dan 3 lagi di pintu gerbang untuk membuat Robert dan yang lainya teralihkan sesaat dari Amanda.


Amanda turun dari anak tanga dengan pelan dan hati-hati " Pa mau kemana ini hujan " teriak Amanda melihat papanya yang akan keluar.


" Duduklah di sofa nak. Papa keluar sebentar dan akan segera kembali. " pesan papanya.


Amanda menurut perkataan papanya dan ia menganggu papanya duduk di sofa empuk sambil menyalakan Tv acara kesukaanya.


Ribert menuju ke luar bersama Eman satpamnya.


Dan Sosok gagah itu keluar dari mobil di dampingi ke dua pengawalnya sambil memegangkan payung untuk bosnya saat Robert datang menghampiri.


" Ada apa ini ? " kata Robert pada pria gagah itu.


" Maaf telah menggangu anda. Saya baru pulang dari luar negeri dan akan kembali akan tetapi mengalami masalah seoerti saat ini " ucap sopan pria itu.


" Jadi ? " sahut Robert.


" Kalau di izinkan, mobil kami di sini sampai montir datang kemari " jawab pria itu.


Saat Robert akan masuk kembali, langkahnya di hentikan oleh pria itu agar teralihkan dan bisa membawa Amanda keluar.


" Maaf apa saya boleh meminta bantuan tuan Robert " kata pria itu dengan penekanan. Sontak membuat Robert berbalik dan membelalakan matanya terkejut.


" Kamu mengenal ku ? " tanya nya.


Pria itu sedikit terkekeh. " Siapa yang tidak kenal dengan Robert dan Menantunya Adward Abraham di dunia bisnis ini " ucap pria itu mengalihkan.


" Oh baiklah. Jadi apa ? " balas Robert masih santai.


" Montir yang saya panggil ternyata terkendala dan tidak bisa kemari. Jadi apakah anda bisa menolong saya Tuan Robert " pintanya.


Halloo..


semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung


author ya ..


Agar selalu


semangat menulisnya...


Semoga


kalian semua menyukainya...


Dan terima


kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.