
Happy reading..
Matahari mulai menampakkan dirinya. Saat ini Amanda dan Adward sudah Mulai membuka mata, bangun dari tidurnya dan mereka duduk menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.
" Mmmhhh.."
" Pagi sayang ku" Ucap Adward lalu mengecup bibir istri tercintanya.
" Pagi juga sayang... " balas Amanda yang membalas mencium pipi suaminya.
" Sayang, bagaimana nanti kalau kita jalan jalan ke Pantai yuk? " Ajak Adward pada istrinya itu.
" Iya mas, aku mau jalan jalan ke pantai" ucap Amanda.
" Ya udah kita mandi dulu yuk " Ajaknya.
" Mas nanti aku boleh nggak pakai dress ini? " Tanya Amanda untuk memakai dress transparan tanpa lengan dengan warna hitam yang dapat mengekpose punggung mulusnya itu.
" Iya sayang boleh,asalkan kamu tidak memakainya di saat tidak dengan ku saja. dan sekalian aja nanti kamu pakai bikini di sana, lagian nanti tidak ada orang yang akan melihat tubuh mu selain aku " ucap Adward memberi tahu.
**
Setelah mereka selesai akhirnya mereka segera pergi menuju ke pantai.
Amanda sangat menyukai panorama yang ada di pantai. karena menurutnya pantai bisa membuatnya lebih tenang.
Suara deburan ombak yang bersaut sautan dengan kicauan burung yang begitu merdu. membuat pikirannya menjadi lebih rileks.
Embusan angin yang memainkan rambut Amanda hingga mengembang di udara.
Dan Semubrat jingga yang begitu menawan menyinari pasir putih yang dia pijak dengan kaki telanjangnya ini.
Saat ini suasana di pantai sangat sepi tidak seperti pantai pantai pada umumnya karena Adward tidak mau ada yang mengganggu dirinya dan istrinya apalagi orang belagu itu yaitu Jansen.
Jemari lentik Amanda mulai membelai punggung telanjang Adward. Lalu bibir Amanda menyusuri rahang Adward dan mulai memberikan beberapa kissmark di sana.
Hingga desahan kecil keluar dari mulut Adward karena ulah istrinya.
" Jangan menggodaku sayang" ucapnya di sela sela desahan.
" Berjanjilah untuk tidak menyentuh wanita lain selain diriku Adward dan berjanjilah hanya ada aku di hatimu" bisik Amanda di telinga Adward.
" I promise I just want you and I promise to sleep only with you. I love you" ucap Adward pada Amanda.
" Thank you, I love you, to Adward" balas Amanda pada suaminya.
Sesaat Amanda sedang melihat di sekitar pantai dia melihat Jansen yang sedang memeperhatikanya dan Adward.
" Adward, lihat kenapa ada Jansen? Bukanya kamu telah mengosongkan tempat ini? " Tanya Amanda heran.
Terlihat sangat jelas wajah kesal Adward saat melihat Jansen ada di sini. Amanda lalu mencoba untuk mengalihkan Adward agar tidak macam macam dengan Jansen.
" Biarkan saja, kita nikmati saja waktu bersama ini. Adward.. Kiss me.." ucap Amanda untuk mengalihkan perhatian Adward padanya.
Lalu Amanda dan Adward saling ******* bibir satu sama lain dan berhenti saat mereka berdua kehabisan nafas.
Saat ini Jansen mulai menghampiri kami dan terlihat sepertinya Jansen membawakan sebuah buket bunga mawar merah.
" Hai Amanda ternyata kita bisa bertemu kembali. aku tidak menyangka. dan Ini untukmu semoga kamu menyukainya" ucap Jansen sambil memberikan buket bunga mawar merahnya.
" Thanks Jansen. Tapi ku rasa ini tidak perlu" ucap Amanda sambil menerima buket bunga tersebut.
" Tidak apa apa. Apa kamu menyukainya Amanda? " tanya Jansen lagi.
" Ya aku sedikit meyukainya" ucap Amanda.
" Oohh.. You'are so hot, Amanda and I love you even more" ucap Jansen sambari melihat lekuk tubuh Amanda yang saat ini hanya memakai bikini saja. karena dia mengira tidak ada orang selain dirinya dan Adward di pantai ini.
" Aku kira di sini tidak akan ada orang jadi aku memutuskan untuk memakai ini" ucap Amanda jujur.
Mendengar perkataan Jansen itu membuat Adward yang sangat ingin langsung menonjok wajah Jansen sekarang, tapi Adward masih bisa menahannya karena tangan Amanda menggenggam tangan suaminya untuk tidak memukul Jansen.
" Kenapa kamu bisa ada di sini Jansen?" Tanya Amanda.
" Karena aku sangat menginginkamu Amanda, Aku sudah memutuskan bahwa aku menginginkanmu menjadi milik ku seutuhnya" jawab Jansen.
"Sejujurnya aku tidak tau apa yang kamu maksud itu Jansen? " ucap Amanda bingung.
" Aku menginginkamu Amanda, menjadi pendamping hidupku, aku ingin kamu menjadi istriku" ucap Jansen menjelaskanya.
" Maaf Jansen aku akan memberitau kan kamu lagi, kalau aku sudah bersuami , toh masih banyak wanita yang lebih cantik yang sangat menginginkamu dan lagi kita juga masih bisa berteman dan tidak akan lebih dari itu" ucap Amanda menjelaskan.
" Sejujurnya kamu lah orang pertama yang bisa membuatku jatuh cinta, Amanda" ucap Jansen memohon.
" Cukup Jansen. Apa kamu sudah gila? Kita baru saja bertemu bagaimana bisa aku membuat mu jatuh cinta padaku. Dan bisakah kamu tinggalkan kami untuk berdua? " usir Amanda.
" Apakah kamu mengusirku?" Tanya Jansen kecewa.
" Untuk saat ini aku hanya mau menghabiskan waktu ku dengan sumiku saja Jansen" tegas Amanda.
" Baiklah aku akan pergi, tapi aku masih akan tetap berada di villa ini. Kalau kamu butuh bantuan kamu bisa langsung memanggilku Amanda" ucap Jansen lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
**
" Heii.. Apakah Adward ku marah sekarang? " ejek Amanda.
Adward hanya diam saja sambil masih memandang ke arah kepergian Jansen.
" Oke Kalau begitu aku pergi saja menyusul Jansen" ucap Amanda yang mulai melangkahkan kakinya dan langsung di hetikan karena Adward meraih tangan Amanda dan mengurungnya dalam pelukannya.
" Sudah ku duga, dia memang menginginkamu sayang, dan aku tidak mau kehilangan kamu lagi Amanda " ucap Adward pada istrinya.
" Aku tidak akan pernah meninggalkan mu Adward" Balas Amanda. yang kemudian merangkul kan tangannya ke tengkuk leher Adward suaminya itu.
Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung autor ya ..
Agar selalu semangat menulisnya...
Semoga kalian semua menyukainya...
Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung autor dengan MengeVote.
xie xie.