The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 61



Happy reading !


“ A..a.. Apa yang barusan aku lihat  ? “ dengan


ekspersi syok berat.


“ Jadi apa selama ini aku salah merencanakan semuanya ? “


“ Tidak mungkin jelas- jelas aku sudah memastikanya


dengan benar “


“ Sial ! “


**


“ Manda, matahari akan semakin tinggi ke atas, lebih


baik kita kembali sekarang dan juga kamu harus banyak istirahat di kamar. Papa


sangat kawatir dengan kandungan mu jika kamu kelelahan “ ucap Papanya kawatir.


“ Iya pa, ayo kita kembali. Nanti mas Adward juga keburu


dateng nyariin “


Rara sangat bingung apakah benar selama ini dia


telah tertipu.


“ Nggak, aku nggak mungkin salah menilai orang kan ?


Baru sebentar aku di penjara masa aku lupa sama wajah pelacur itu “ hardik Rara


kesal.


“ Aku harus pastiin lagi. tapi iya sudah


jelas-jelas sih. Masa papa salah mengira anaknya sendiri itu nggak mungkin kan ?. “


“ Dan lagi bisa-bisa nya aku tertipu dengan permpuan bodoh yang menjadi Amanda itu ? . seharunya aku harus lebih tahu dari awal kalau Amanda yang sebenarnya tidak terlalu bodoh seperti wanita itu. “ Rara sudah sangat kebingungan.


" Kalau semua ini benar, aku benar-benar bodoh hingga bisa tertipu oleh mereka "


Dengan segera dia pergi ke Villa itu dan


menghampiri Amanda yang palsu itu.


“ Sial ! selama ini aku telah tertipu “ pekik


Rara sangat kesal.


“ ***** ! “


“ Sialan kalian semua. Akan aku balas semuanya karena telah menipu ku “


" Kalian bekerja dengan sangat baik. dan aku akui itu semua."


Setelah mengetahui semua kebohongan itu, kemudian


Rara diam diam memantau dari kejauhan rumah papanya itu.


Tak lama kemudian benar apa yang di duga Rara.


Datanglah mobil Adward yang memasuki halaman rumah Papanya.


“ Adward ..“


" Apa yang aku lihat kemarin bukan lah kesenangan yang nyata, bahwa dia bukan Amanda dan berpura- pura. seharunya aku akan lebih tahu itu kalau kamu sangat mencintainya dan akan memafkan nya walaupun dia melakukan kesalahan "


" Aku benar-benar bodoh ! "


“ Kenapa aku bisa tertipu seperti ini. apa ini semua demi melindungi wanitamu ? “


“ Lihat saja akan aku balas rasa sakit ini "


“ ucap Rara dengan selungut  emosinya.


Rarapun kemudian kembali untuk merencanakan sesuatu


terhadap Amanda.


“ dengan mata ku sendiri aku telah melihat Amanda


begitu bahagian dan telah mengandung anak Adward “


“ Dan aku tidak akan membiarkan anak itu lahir ke


dunia ini “


“ Aku akan membuat anak itu lahir di dunia ini “


Hari berlalu begitu sangat cepat, Rara pun masih


memantau dari kejauhan rumah papanya.


Ya Adward belum membawa Amanda pulang ke rumah


pribadinya sendiri karena Amanda selalu merengak tidak ingin berpisah dengan


papanya.


Dan Adward tidak ingin membuat istri tercintanya


itu menangis jadi mau tidak mau Adward menuruti permintaan Istrinya.


Terlihat diman - mana Amanda sangat di jaga dengan


ketat. Walaupun masih di dalam rumah pun Amanda tetap masih di ikuti body guard


Adward, karena dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada istrinya.


“ Penjagaan di luar di dalam sangat ketat sekali.


Sangat sulit untuk ku bisa masuk dengan mudah “


“ Walaupun aku mengatakan identitasku yang


sebenarnya juga sangat sullit untuk masuk, mereka pasti sudah memblog aku “


pikir Rara.


“ Lalu bagaimana caranya aku bisa membawa Amanda


pergi dan mencelakainya “


“ Sial ! membuat kepalaku sangat pusing memikirkan ini “


“ Lebih baik aku pergi dari sini dulu “ ucap Rara


dan pergi dari tempat pengawasanya itu.


**


Jansen yang tengah menghubungi orang kepercayaanya yang di


tugaskan langsung untuk melindungi dan mengawasi Amanda.


“ Bagaimana. Apakah Amanda baik baik saja di sana ?



“ Nona Amanda sejauh ini baik – baik saja tuan “


balas orang itu


“ Maksud kamu sejauh ini baik-baik saja ? “ tanya


kembali Jansen.


“ Sebenarnya dari kemarin ada seorang wanita yang


mengawasi dari jauh nona Amanda. “ ucap orang itu sedikit ketakutan saat


menjelasanya.


“ Oke.  kamu tau sedirikan dan tidak usah ku


perintahkan ? “


“ Baki tuan muda. saya sudah mengerti “


“ Tut “ akhir pembicaraan mereka.


Halloo..


semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung


author ya ..


Agar selalu


semangat menulisnya...


Semoga


kalian semua menyukainya...


Dan terima


kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.