
Happy reading..
Tok..Tok..Tok...
“ Masuk” ucap Roy.
“ Ini yang bos inginkan” ucap seorang pria suruhan Roy yang memberikan amplop coklat kepada nya.
“ Kamu boleh pergi sekarang” usir Adward pada pria itu.
Lalu Roy tersenyum dan membuka amplop coklat tersebut.
Tersenyum miris, marah dan ada kekecewaan saat dia membuka isi di dalam amplop coklat yang berisikan foto Amanda dan Adward di Bali yang sangat mesra.
“ Apakah kamu sangat bahagia dengan dia?”
“ Kamu sangat cantik menawan Amanda. Akan ku buat kamu kembali menjadi milik ku” ucap Roy.
“ Aku tidak akan melewatkan kesepatan ini sedikitpun” ucap Roy dengan rencana jahatnya.
“ Kamu harus kembali lagi dengan ku, dan kita akan hidup bahagia bersama Amanda..”
**
Setelah keluar dari toilet Amanda lalu segera menemui suaminya yang telah menunggunya.
Adward melambaikan tanganya pada Amanda agar istrinya tau keberadaanya sekarang.
“ Kenapa lama sekali sayang ? apa ada masalah tadi ?” tanya Adward.
“ Maaf membuatmu menunggu lama” ucap Amanda.
“ Iya tadi ada sedikit masalah, tiba tiba pintunya rusak” ucap Amanda sedikit gugup.
“ Kenapa kamu gugup sayang ? apa kamu takut ?” tanya Adward lagi.
“ Se..dikit “ ucap Amanda.
“ jangan takut Sayang, aku ada di sini, dan ini kelapa muda yang kamu inginkan” ucap Adward lalu memberikan kelapa muda pada istrinya.
“ Terima kasih, mas..“ ucap Amanda yang kemudian meminum nya.
Drrtt..drrttt..drrttt...drrttt..
“ Telpon aku “ ucap Amanda kemudian melihta siapa orang yang telah mentelfonya.
“ Roy..” sebut Amanda dalam hati dan mengangkatnya.
“ Hallo..”
...
“ Apa yang kamu bilang ? “ ucap Amanda kaget.
...
“ Ada apa sayang? “ tanya Adward kawatir karena melihat raut wajah Amanda.
“ Ba.. bagaimana bisa...” teriak Amanda yang langsung mengeluarkan air matanya.
“ siapa yang telfon sayang? “ tanya Adward penasaran karena Amanda belum menjawabnya dan malahan menangis.
“ Papah..” tangis Amanda.
Karena geram Adward lalu menyahut telfon tersebut dan di lihatnya siapa yang mentelfon istrinya sampai membuat Amanda menangis.
“ Roy, mau apa lagi dia?” gumam Aadward.
“ Hallo aku suaminya, apa yang kamu katakan hingga membuat istriku menangis?” tanya Adward kasar.
...
“ Apa?, sekarang di mana papa di bawa ?” tanya Adward.
...
“ Oke kita akan segera datang” balas Adward pada lawan bicaranya di telfon.
“ Papa.. papa, mas..” tangis keras Amanda yang tak tertahan.
“ Iya sayang, jangan menangis ya.. kita akan pulang sekarang, aku akan pesankan tiket nya sayang, kamu yang sabar ya.. aku akan selalu bersama mu dan akan selalu menemanimu “ ucap Adward manis pada istrinya.
“ terima kasih.. karena kamu salau ada untuk ku..” ucap Amanda sambil meneteskan air mata pada suaminya.
“ Kita kembali sekarang ya , dan.. hapus air matamu, aku tidak akan mampu melihat kamu menangis, sayangku..” ucap Adward sambil menghapus air mata istrinya yang telah membasahi pipi mulus Amanda.
**
Setelah tiba di bandara Amanda meminta Adward untuk langsung membawanya ke Rumah sakit di mana Papanya di rawat.
Sampainya di ruang bangsal Papanya, di mana papanya tidak sendirian karena di situ ada Roy yang menjaganya yang sedang duduk di sebelah papanya.
“ Papa..” panggil Amanda yang tiba tiba mengeluarkan air matanya lagi dan berlari kencil menghampiri Papanya, dan Adward yang ada di belakang Amanda lalu mengikuti.
“ Papa.. bangun..” ucap Amanda sambil memegang tangan Papanya.
" Kenapa bisa begini Pa? " ucap Amanda.
" Maaf Amanda aku tiba bisa menjaga Om dengan benar" ucap Roy sedih.
“ Saat aku sedang berkunjung ke rumah Om Robert, aku menemukan Om yang sudah terbaring di bawah tempat tidurnya, dan aku langsung membawanya ke rumah sakit” jelas Roy.
“ Selamat pagi, apakah di sini dengan keluarga pasien ?” tanya dokter yang menagani.
“ Saya, menantunya dok, dan ini istri saya“ jawab Adward.
“ Baik kalau begitu saya akan memberi tahu. Untung saja Bapak Robert segera di bawa ke rumah sakit segera kalau tidak nyawanya mugkin akan terancam”
“ karena sedikit saja terlambat racun yang ada di tubuh bapak Robet akan menjalar dan itu mugkin membuatnya lumpuh selamanya” jelas dokter.
“ Kercuanan? “ ucap Amanda.
“ Saya akan memberitahu lagi, apa yang membuat Bapak Robert keracunan setelah hasil lab nya keluar” ujar dokter tersebut.
" Ada yang ingin di katakan? Kalau tidak ada saya pamit " ujar dokter itu.
" Terima kasih dokter " ucap Adward.
" Terima kasih telah membawa Papah dengan cepat ke rumah sakit " ucap Amanda pada Roy.
" Sama sama Manda, kebetulan juga aku tadi memang mau datang menjenguk Om Robert. tapi malah.. " ucap Roy terputus.
" Terjadi hal seperti ini " lanjut Roy.
" Ini bukan salahmu Roy. aku yang salah sebagai anak aku yang tidak bisa menjaga orang tua ku satu satunya.. " ucap Amanda tersedu.
" Sayang.. " ucap Adward kemudian memeluk Istrinya.
" Jangan salahkan dirimu sendiri, sayang.. " ucap Adward.
“ Tunggu dulu kata dokter tadi Papa Keracunan ?, tapi bagaimana mungkin ?” pikir Amanda.
“ Siapa yang berani memberikan racun pada Papa?” pikiran Amanda bertanya tanya.
“ Sabar sayang, kita akan segera mengetahui penyebab dari kercuanan itu dan mencari tahu siapa yang meracuni Papa” nasihat Adward.
“ Heh..kalian tidak akan bisa menemukan dalang di balik semua ini ” Batin Roy yang tersenyum di dalam hatinya.
**
Sebelumnya,
Roy yang merencanakan rencana jahatnya yang berniat menggunakan Papa Amanda untuk membuat Amanda kembali bersamanya.
“ Bawa orang ku masuk” telfon Adward pada bawahanya.
...
Tok.. Tok..
" Masuklah" perintah Roh.
“ Suruh seseorang yang ada di dalam rumah untuk memasukkan ini. Ancam dan beri dia uang yang cukup agar dia mau memasukan ke dalam makanan Om Robert, ingat jangan bawa namaku untuk ini” perintah Roy sambil menyerahkan plastik berisi bubuk itu.
“ Baik bos” ucap seseorang dan pergi untuk melakukan aksinya.
Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung autor ya ..
Agar selalu semangat menulisnya...
Semoga kalian semua menyukainya...
Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung autor dengan MengeVote.
xie xie.