The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 38



Happy reading..


Setelah makanan yang di pesan Jansen tadi datang, dia lalu segera menyantapnya.


Saat ini Adward sedang bermanja dengan Amanda. Entah apa yang dipikirkan Adward. Dia merasa bahwa Jansen menyukai istrinya.


Di sela sela kegiatan makanya Jansen mukai mencoba berbicara dengan Adward.


" Kamu beruntung sekali memiliki Amanda yang sangat sempurna dan cantik ini" ucap Jansen yang memuji Amanda istrinya.


" Ya aku memang sangat beruntung sekali memiliki dan di miliki istriku ini"balas Adward dan kemudian dia memegang dan mencium tangan istrinya. Hingga membuat wajah Amanda memerah seketika.


" Andaikan saja aku bertemu Amanda terlebih dulu sebelum kamu dan aku akan membuatnya jatuh cinta pada ku, aku juga akan langsung menikahinya dan mungkin aku akan membuat anak yang lucu seperti aku dan Amanda" ucap Jansen sambil melihat Amanda intens.


Hal itu membuat Adward jengkel, dan benar seperti dugaanya jika Jansen memang menginginkan istrinya.


" Tapi yang kamu andaikan itu sepertinya terlihat sia sia karena kamu terlambat dan sekarang istriku sudah menjadi milik orang lain yaitu Aku Adward" balas Adward yang masih bisa mengontrol dirinya.


" Udah selesai ributnya?" ucap Amanda.


" Kita gak lagi ribut kok sayang" ucap Adward pada istrinya.


" Udah selsesai makanya? Yuk kita pulang aja udah mau malem juga sayang" ajak Adward pada istrinya.


" Iya, mas" balas Amanda lalu dia berdiri dan pergi meninggalkan Jansen sendiri.


Saat Amanda pergi dahulu menuju parking area, Adward kembali berbicara dan memoeringati Jansen.


" Habiskan makananmu aku tidak mau makanan yang telah ku bayar ini terlihat sia sia seperti dirimu" ejek Adward.


" Dan Jangan sampai aku dan istriku melihat wajahmu lagi" ucap Adward lalu pergi mengejar istrinya.


" Cuih..kamu bisa sombong untuk saat ini. lihat saja nanti"


" Heh,."


" Aku malah semakin ingin memiliki istrimu itu" Gumamnya saat Adward dan Amanda telah pergi meninggalkan nya sendirian.


**


Di dalam mobil


" Sepertinya ini bukan arah menuju ke villa kita? " tanya Amanda pada suaminya itu.


" Iya sayang kita akan pindah, malam ini"


" Pindah? Kenapa mas?" tanya Amanda lagi.


" Aku nggak mau liburan kita ini menjadi membosankan nantinya" Alasan Adward agar dirinya dan Amanda tidak akan bertemu dengan Jansen lagi.


" Nggak papa kan sayang" tanya Adward.


" Iya mas, terserah kamu aja aku ikut kamu kok" balas Amanda.


" Terima kasih sayang" Ucap Adward kemudian mencium kening istrinya.


**


Sesampainya di villa baru.


" Apa ini nggak salah? " ucap Amanda heran.


" Apa yang salah sayang? " jawab Adward pada istrinya.


" Vila Ini terlihat lebih mewah dari sebelumnya dan ini terlihat sangat mahal" ucapnya.


" Dan sepertinya di sini sepi sekali? Seperti tidak ada tanda tanda kehidupan selain kita berdua di sini? " heran Amanda.


" Iya sayang aku sudah mengosongkan tempat ini agar kita bisa berdua saja disini" ucap Adward sambil merangkul istrinya dari arah belakang dan dia lalu membalikkan tubuh istrinya.


lalu Adward tersenyum lebar yang tiba tiba saja dia menggendong istrinya dan masuk ke dalam kamar mereka.


setelah sampai di kamarnya.


Adward mulai mencium bibir Amanda dengan lembut, dan tangan Adward tak tinggal diam saja dia membelai membelai daerah sensitif milik istrinya itu.


Setelah mereka kehabisan nafas, mereka berdua akhirnya melepaskan ciumanya.


Adward lalu mencoba membuka pakain yang di kenakan istrinya, membuangnya ke sembarangan tempat dan membaringkan tubuh istrinya di ranjang. dia lalu memulai lagi untuk mencium, menelungsuri leher, payudara, perut dan terakhir dia berhenti ke area sensitif Amanda.


Adward mulai megelamkan kepalanya di paha istrinya dan menjilat area kenikmatan istrinya.


" Ah.. Ad.. ward.. " desah Amanda yang tak tertahan hingga dia meremas bantal yang ada di sekitarnya.


Dan Amanda melihat kebawah dilihatnya Adward sedang bermain main di area sensitifnya.


Dan setelah beberapa menit Adward bermain main di area sensitif Amanda, hingga Amanda kedatangan orgasme nya.


Yang itu sengaja dia lakukan Adward agar Amanda dapat menikmatinya terlebih dahulu.


Setelah dia rasa cukup Adward mulai mengarahkan juniornya ke area sensitif istrinya itu. Perlahan dan pasti.


" Aku mincintaimu sayang" bisik Adward di telinga Amanda dan mencium lagi bibir istrinya.


Jleeb.. ..


" Ahh..Ooh.. " lirih Amanda, Dan kemudian dia menghisap leher suaminya untuk menahan desahanya.


" Keluarkan saja sayang, jangan menahannya, aku sangat menyukai desahamu itu" teriak Adward.


" Desahkan namaku sayang" ucapnya lagi.


" Aku akan memulainya sekarang sayang" ucapnya dengan begitu senang.


Adward mulai melakukan aksinya dia memulai memaju mundurkan joniornya dengan penuh semangat.


" Emmhh.. .. Ad ward" Lirih Amanda.


" Iya sayang.. " ucapnya sambil memompa lebih cepat lagi.


" Ahh.. Ooh.. Hahhh.. hhh kamu nikmat sekali sayang"


Yang hingga akhirnya mereka berdua menghabiskan olahraga malam di ranjang.


Setelah beberapa jam akhirnya mereka berdua kelelahan dan tertidur. Saat tertidur Adward merangkul tubuh istrinya dengan begitu erat dan begitu posesif. Karena Adward tidak ingin istrinya pergi meninggalkan dirinya.


" Jangan pernah tinggalkan aku Amanda" ucap nya saat Amanda telah tertidur.


" Karena Aku tidak bisa membayangkan bisa hidup tanpamu" lirih Adward.


Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung autor ya ..


Agar selalu semangat menulisnya...


Semoga kalian semua menyukainya...


Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung autor dengan MengeVote.


xie xie.