The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 53



Happy reading !


“ Bagus. Tetap awasi dari jauh dan lindungi dia jika dalam bahaya. Ingat beri tahu aku bila dia sudah melahirkan “ ucap Jasen tegas pada bawahanya.


...


“ Adward memang aku masih kalah dari mu. Tapi aku hanya mau Amanda saja “ ucap tekat Jansen.


**


Di Penjara saat ini.,


Menghirup udara segar yang selama ini dia rindukan.


“ Akhirnya ... akhirnya aku bebas juga. aku akan membalas kan dendam ku yang tertunda. Aku akan buat kamu membayar semua yang aku alami selama di penjara terkutuk mu ini A.m.a.n.d.a ! “ ucap Rara adik Amanda.


“ Akan lebih baik aku segera pergi dari sini dan mencari tempat aman untuk ku terlebih dahulu. karena lebih baiknya tidak ada yang megetahui kebebasanku ini “ kata Rara kemudian segera pergi.


Ya pada akhirnya Rara keluar dari penjara, dan dia bersiap- siap untuk membalaskan dendamnya kepada Amanda. dendam yang teramat terdalam itu.


Perusahaan Adward.


Drrrrttt...drrrrrtttt..


Adward yang tengah sibuk bergelut dengan pekerjaan nya kemudian dia mendapatkan telfon dari papanya.


“ Hallo .. ada apa pa ?“ jawab Adward kepada papanya.


“ Apa kamu sudah mengetahuinya ? “ tanya Papanya.


“ Tahu apa pa ? “ tanya Adward lagi yang tengah sibuk dengan dokumenya itu.


“ Kamu masih ingat dengan anak keluarga Aldrich ? “ ucap papanya.


“ Maksud papa .. Jansen Aldrich “ kata Adward menggantung.


“ Iya Jansen “ balas Abraham.


“ Dia sekarang telah kembali ke tempat asalnya di Amerika “ kata Papanya.


“ Wahh.. bagus itu pa. Jadi tidak akan ada lagi yang menggangu aku dan Istriku lagi. dengan ke obsesianya terhadap Amanda. " ucap Adward sangat senang mendengarnya.


“ Iya Adward. Tapi ada berita buruk untuk kamu “ kata papanya lagi.


“ Apa lagi pa ?. Kalau soal Jansen kan sudah beres kan dia sudah menyerah dengan pergi ke Amerika dengan sendirinya kan “ kata Adward santai menangapinya.


“ Ini soal adik Istrimu “ kata Abraham.


“ Apa pa ? apa masa hukuman Rara sudah berakhir ? “ kata Adward sedikit terkejut.


“ Iya dia sudah keluar dari Penjara. Tidak dapat kita pungkiri apakah dia akan balas dendam atau tidak Adward. Tapi jaga istrimu itu dengan baik-baik. Papa tidak mau ada yang terluka lagi “ peringatan papanya untuk Adward.


“ Baiklah pa. Terima kasih telah memberitahukan semua ini. aku akan melindungi Istriku “ ucap Adward dan mereka memutuskan panggilanya.


" Aku tidak akan mempercayaimu lagi. selama yang di tanam adalah bibit kejahantan akan tetap tumbuh juga bibit kejahatan itu. kamu pasti tidak akan pernah berubah Rara. kamu bermain licik akupun juga sama sepertimu akan bermain licik" kata Adward.


Setelah mengetahui semua itu kemudian Adward memerintahkan lagi Body guard lebih banyak untuk menjaga Amanda dan dia juga telah menyusun rencana untuk menyambut Rara.


**


Selama Rara hidup di dalam penjara,


Rara yang sangat ingin segera keluar dari penjara dan ingin segera membalaskan dendamnya itu kepada Amanda.


Yang selama berada di dalam penjara, Rara telah mendapat banyak kejadian pahit selama dia berada di sana.


Dan juga tidak ada yang mengetahuinya sama sekali bahwa Mama Rara telah meninggal. hingga membuat Rara hidup tersiksa selama di penjara. Yang sebenarnya Rara yang tidak kuat menjalani kejamnya hidup di penjara semua itu dia pertahankan untuk membalaskan dendam nya.


Dan apa yang telah terjadi padanya saat ini semuanya ini adalah salah Amanda.


“ semua gara – gara kamu Amanda.. kamu akan mendapatkan balasanya dari ku. berkali kali lipatnya. Tunggu saja.. tunggu saja A M A N D A “ ucap Rara dengan dendam yang mendalam.


“ Gara – gara kamu sekarang aku seorang diri di sini. Aku sudah tidak punya keluarga lagi. kau telah membunuh Mama Amanda. Aku akan membalas atas kematian mamaku itu. “ tekat Rara bulat.


Rara kemudian mencari tempat untuk ia tinggali. Dan akhinya karena dia sebatang kara sekarang dia memilih untuk tinggal ke kampungnya yang dulu.


Lalu setelah itu baru lah dia mencari tahu dimana keberadaan Amanda sekarang. Dari mulai dia mencari tahu ke rumah Papanya kemudian dia mencari ke rumah Mama Diandara saat dia meneror waktu itu, dan terakhir sampai dia mengintai kantor Adward dari jauh tetapi pada akhirnya dia masih tidak bisa menemukan keberadaan Amanda.


Ya karena setelah diberitahu papanya Adward kemudian memindahkan Amanda dari rumah papanya ke rumah baru yang telah Adward siapkan untuk istrinya.


Adward sudah berfikir bahwa cepat atau lambat pasti Rara akan mencari keberadan Amanda terlebih dahulu dan yang pastinya Rara akan mencarinya ke rumah Papanya, kemudian ke rumah keluarga Adward.


Saat itu Rara benar benar sangat marah karena sudah berminggu minggu dia tidak bisa menemukan di mana keberadaan Amanda.


Hingga dia memilih untuk mengintai kantor Adward dan dia mengikuti diam-diam Adward.


Tetapi Adward yang tahu akan seperti itu dia lalu mengelabuhi Rara dengan pergi ke rumah sakit jiwa.


Adward yang telah memiliki rencana untuk mebgelabuhi si Rara itu bertindak dengan sangat cepat.


Adward melajukan kendaraanya menuju Rumah Sakit Jiwa. Saat itu diam-diam Rara mengikutinya dari belakang.


Kemudian Adward turun dari mobilnya dan memasuki rumah sakit itu. Di ikuti dengan Rara dari jauh.


Adward yang berhenti di sebuah ruangan yang ruangan itu ada seorang gadis yang sedang menghadap ke jendela dengan rambut terurai cantik.


Adward dengan raut wajah sedih menghampirinya “ Amanda sudah lama. Tapi kamu juga belum sembuh sayang. aku kanget banget sama kamu. Kenapa kamu seperti ini “ kata Adward yang berpura-pura untuk mengelabuhi Rara yang telah mengikutinya diam-diam.


Rara yang bersembunyi di dinding Lorong itu sedikit mendengar perkataan dari Adward.


Melihat itu Rara hanya kaget dan terdiam untuk berfikir “ Apa.. apa itu Amanda ? apa dia gila ? tapi karena apa ? Ini tidak mungkin “ pikir Rara.


“ Tidak bisa semudah itu percaya ! aku harus memastikanya sendiri “ ucap Rara.


Adward lalu memegang bahu gadis itu dari belakang “ Sayang.. besok kita bisa segera pulang kalau kamu cepat sembuh. jadi kamu cepat sembuh ya sayang “ ucap Adward sedih.


“ Aku ingin kamu segera kembali seperti dulu lagi “


“ Seandainya lelaki itu tidak terlalu obsesi kepada kamu. Kamu tidak akan seperti ini sayang “ kata Adward mengelabuhi Rara.


“ Maaf sayang aku tidak bisa lama di sini. Besok aku akan menemanimu lagi “ kata Adward kemudian pergi meninggalkan gadis itu.


“ Kalau aku tidak salah dengar tadi gadis itu gila karena seorang laki-laki. “


“ Apa yang telah terjadi saat aku berada di penjara. Aku tau kamu memang ****** yang haus akan laki – laki Amanda. Jika benar begitu rasakan akibatnya sendiri. “ ucap Rara merasa puas dengan keadaan Amanda saat ini.


“ Kalau keadaan mu seperti ini akan tidak imbang kalau aku membalaskan dendam ku sekarang Amanda. Tunggu kamu sembuh dulu dari kegilaan mu itu baru lah pembalasan ku untuk mu Amanda “ ucap Rara.


Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung author ya ..


Agar selalu semangat menulisnya...


Semoga kalian semua menyukainya...


Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.


xie xie.