
Happy reading..
Pagi akhirnya tiba, Amanda terbangun dari tidurnya dan dia langsung mencuci wajahnya, tak lupa dia menggosok giginya. Setelah itu dia langsung membersihkan dirinya dan langsung menuju ke bawah untuk membantu mamah Diandra untuk memasak sarapan seperti biasanya.
“Hallo sayang ku gimana, tadi malem tidurnya ?” tanya Diandra sambil mengaduk aduk masakannya di penggorengan.
“Nyenyak ma, ini aku bantu apa ma?” tanya Amanda balik.
“Kamu goreng ayamnya aja sayang” jawab Mama Diandra.
“Baik ma” ucap Amanda di sertai anggukan.
Hingga tak perlu menunggu waktu lama, akhirnya masakan yang mereka buat sudah jadi semua. Amanda langsung menuju ke kamarnya untuk segera membangunkan Adward yang masih betah bergulat dengan bantal dan guling di kasurnya.
“Sayang ayo bangun” ucap Amanda sambil menggoyang goyangkan tubuh Adward.
“iya. .” ucap Adward lalu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan setelah selesai mereka lalu menuju ke meja makan bersama sama untuk menyantapnya sarapan pagi.
Mereka semua lalu menikmati sarapanya. Saat di tengah tengah kegiatan makan Papa Adward mengatak sesuatu.
“Adward nanti setelah sarapan kamu nyusul ke ruangan papa” ujar Abraham yang memberi tahu Adward, karena hari ini juga mereka akan membahas masalah ini dengan lebih detail bersama dengan orang yang sudah berpengalaman di bidangnya.
“Iya Pa siap” ucap Adward.
Setelah selesai sarapan Amanda berniat untuk membereskan dapur karena Mama Diandra dan Bibi sedang sibuk membersihkan sesuatu di sebelah sana, sedangkan Adward beserta papanya sudah berada di ruang kerja itu.
Saat Amanda sedang menaruh piring itu di washtafel tiba tiba ada seorang yang sedang berjalan di belakangnya, dia yang sedikit ketakutan lalu menengok ke arah belakang dilihatnya ada tiga orang berpakaian serba hitam yang sangat menakutkan, dan ketika dia ingin berteriak tiga orang tersebut itu langsung menuju ke tempat Amanda dan membekam mulutnya.
Di saat itu Bibi sedang menghampiri ke tempat Amanda, dan bibi berteriak meminta pertolongan.
“Tolong-tolong” teriak bibi yang membuat ke tiga orang itu langsung melihat ke arahnya.
“Hey diam!!!” teriak salah satu orang itu yang bertato menyeramkan dan dia mengacungkan pistol untuk mengancam wanita tua itu.
Diandra yang mendengar teriakan itu langsung menuju ke ruang kerja suaminya.
“Pa ada penjahat masuk ke rumah kita, cepetan!” teriak Diandra, dan langsung membuat Adward berlari menuju ke tempat Amanda berada.
Ketiga orang itu lalu menyeret Amanda setelah mereka memukul bibi, Adward langsung mengejarnya namun sayangnya dia tidak terburu karena mereka langsung kabur dengan mobilnya. Dia lalu menuju ke pos satpam dilihatnya satpamnya yang sudah tidak sadarkan diri.
Lalu dia menghubungi ambulance karena pekerja rumahnya tidak sadarkan diri dan terdapat luka memar memar dikarenakan pukulan yang di lakuakn penjahat yang menculik kekasihnya itu.
Mama Diandra menangis dan papanya mulai menghubungi detektif keluarga, untuk segera menemukan keberadaan Amanda.
Kejadian ini begitu cepat membuat Adward kalang kabut karena semua ini, kekasihnya yang begitu dia cintai sekarang ini sedang dalam keadaan berbahaya dan dia kali ini sedang menunggu intruksi dari papanya untuk melakukan tindakan selanjutnya.
Adward tahu jika dia bertindak begitu gegabah dia tahu nanti akan membahayakan nyawa Amanda saat ini, Adward berusaha keras melawan egonya sebelum melakukan tindakan yang besar itu.
**
Setelah beberapa lama Amanda akhirnya sadar dari pingsanya itu.
“Kammuuu!” teriak Amanda dia terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini.
“kenapa kamu masih menggoda kekasihku? Apa Adward belum cukup untuk mu? Dasar ****** tidak tahu diri!, kamu sudah punya Adward masih saja kamu menggoda kekasih adik mu sendiri!”umpat Rara dengan kemarahanya.
“Apa maksudmu?” tanya Amanda yang tidak mengerti.
“Roy ingin membatalkan pertunanganya dengan ku dan dia ingin kembali denganmu” ucap Rara marah.
“Hahh.. dasar ****** tidak tau diri, seharunya aku menyingkirkan mu dari dulu sama dengan Ibumu yang tidak tau diri dan tak berguna itu” ucap Ibu tirinya dan langsung menampar Amanda dengan keras yang membuat sudut bibirnya hingga berdarah.
Lalu Rara menjambak rambut Amanda dan langsung mengehempaskanya hingga terjatuh dari tempat duduknya. Perlakuan mereka membuat kepalanya terluka dan sampai berdarah darah.
Lalu ibu tirinya semakin menganiayanya , memukulnya dan sekarang keadaan Amanda semakin tidak berdaya, dia pasrah , dia tidak tahu bagaimana lagi dia bertahan bahkan membuka matapun dia sangat sulit.
Saat Rara menjambaknya lagi dan menamparnya berulang kali hampir saja Amanda tidak sadarkan diri tapi tiba tiba saja dia melihat bayangan seseorang yang sangat dia cintai.
“Adward” ucapnya lirih, Amanda merintih dan tumbang tak sadarkan diri.
Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung author ya ..
Agar selalu semangat menulisnya...
Semoga kalian semua menyukainya...
Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.
xie xie.
zai jian..