The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 49



Happy Reading ...


“ Sial, kamu ingin aku melepaskanya begitu saja ? setelah aku telah benar- benar jatuh cinta kepada istrimu? Heh.. cuih tak akan !” umpat rasa muak Jansen yang resah karena tidak menemukan keberadaan Amanda.


Saat ini Jansen sedang berfikir keras untuk dapat menemukan keberadaan Amanda.


“ Cari keberadanan wanita di foto ini, ku tunggu malam ini ” ucap Jansen dengan nada tegas pada seseorang.


**


Di sofa terlihat Amanda yang sedang duduk dan memikirkan sesuatu hingga terlihat jelas di wajahnya yang cantik itu.


“ Isriku kamu sedang memikirkan apa ? “ tanya Adward menghampiri istrinya lalu duduk di sampingnya.


“ Emmh.. tidak apa apa, hanya saja aku sedang memikirkan Papa di sana, sedangkan kita asyik berlibur di sini” ungkap perasaan Amanda pada suaminya.


“ Kita belum ada seminggu disini kamu udah kangen papa aja kamu nggak suka ya di sini sama aku ?” gurau Adward.


“ Bukan beitu mas, tiba tiba aku kangen Papa “ sahut Amanda.


“ Iya sayang iya aku mengerti kok.. “ ucap Adward sambil mengelus kepala istrinya gemas.


“ Ya udah besok kita kembali ya, jangan sedih lagi “ ucap Adward.


Amanda pun tersenyum mendengar ucapan suaminya yang selalu tidak pernah mengecewakanya itu.


**


Malam hari pun tiba,


“ Dimana dia sekarang ? “ Tanya Jansen.


“ I..iini bos lokasi nya “ ucap seseorang itu takut takut.


“ Kamu boleh pergi ” perintahnya.


“ Oh bagus, kamu tidak membiarkan aku untuk bersama wanitamu, memang aku tidak bisa mengambil wanitamu itu, tunggu saja Adward akan aku dapatkan apa yang aku inginkan termasuk wanitamu sekalipun “ ucap Jansen.


**


Matahari telah memunculkan dirinya saat ini Amanda dan Adward telah tiba dan kembali kerumah mereka.


“ Sayang kamu istirahat dulu ya, kamu pasti capek “ bujuk Adward.


“ Iya mas “ jawab Amanda.


“ Sayang maaf aku nggak bisa nemenin kamu, tiba tiba aku ada usuran penting di kantor “ ucap resah Adward.


“ Apa harus sekarang ? apa kamu nggak capek mas kita kan baru sampai ? “ tanya Amanda kawatir dengan suaminya.


“ Nggak sayang, kan ada kamu yang akan menghilangkan nya ” balas Adward.


“ Aku ? Dengan ? “ tanya Amanda bingung.


Tiba tiba Adward memajukan tubuhnya hingga berhadapan dengan istrinya “Tubuhmu yang seksi itu yang membuatku selalu ketagihan” ucap Adward nakal pada istrinya.


“ Huh kamu mulai lagi, ya udah sana kamu siap siap sana” ucap Amanda yang tersipu malu dengan suaminya.


Hingga beberapa jam kemudian.


“ Babe aku berangkat dulu ya.. jangan kangen sama aku ” gurau Adward pada istrinya.


“ Yang ada kamu itu yang kangen sama aku mas “ balas Amanda tak mau kalah.


“ Kiss dulu dong babe..” ucap Adward.


Yang kemudian di turuti oleh Amanda sebuah Moring kiss yang hangat dari istrinya.


**


Setelah kepergian Adward suaminya Amanda pun tertidur karena kelelahan hingga menjelang sampai siang hari dan dia terbangun karena tiba tiba Amanda mendapat sebuah panggilan nomor dari Jansen.


“ Hah.. Jansen ? ada apa lagi ini “ batin Amanda sambil membenarkan posisi duduknya lagi.


“ Hallo..” sahut Amanda.


“ Jansen, ada apa ? kamu kenapa ? “ tanya Amanda sedikit kawatir.


“ aku..ahh kangen sama kamu manda, aku sakit karena memikirkan mu terus menerus..” balasnya.


Tiba tiba terdengar suara pecahan.


“ Jansen kamu kenapa, Jansen ? Jansen ? “ teriak Amanda yang kemudian panggilan itu terputus.


“ ahhh.. sial apa yang sedang terjadi pada anak itu? “ ucap Amanda frustasi dibuatnya.


Kemudian Amanda bersiap siap untuk menuju ke rumah Jansen untuk memastikan bahwa dia baik baik saja dan tidak melakukan hal bodoh terhadap dirinya sendiri.


Setelah sampai di apartemen Jansen. Amanda membunyikan bel terus menerus dan tidak ada respon dari sang pemilik apartemen itu. Lalu Amanda mencoba membuka pintunya dan ternyata pintu itu tidak terkunci. Amanda pun langsung segera masuk karena kawatir dengan keadaan Jansen karena dia tahu pasti tidak ada sesorangpun di apartemenya yang bisa mencegahnya melakukan hal hal bodoh.


Setelah Amanda membuka pintu Amanda langsung menuju ke ruang tamu dan tidak di temukanya Jansen di sana Amanda lalu mencoba masuk ke ruangan lainnya di temukanya sebuah pintu yang kemudian di bukanya dan dia menemukan sebuah kamar yang sangat berantakan dan sebuah botol yang berserakan dimana mana.


“ Apa yang sedang terjadi ? “ batin Amanda. Dia melihat Jansen yang sedang tergeletak lemas setengah sadar. yang melihat Amanda dia tersenyum puas dan meminum lagi seteguk botol itu.


" Apa kamu gila ? Kamu menyiksa tubuh mu seperti ini ? " ucap Amanda marah kepada Jansen dan menghampirinya dan langsung merebut botol itu dari genggaman tangan Jansen.


" Manda.. Aku kangen kamu " balas Jansen.


" Aku seperti ini karena kamu " ucapnya. tiba tiba Jansen menarik lengan Amanda sehingga Amanda yang sedang berjongkok di sampingaya menjadi terjatuh di lantai bersamanya, dan Jansen memeluk tubuh Amanda erat tak mebiarkanya lepas darinya.


Amanda pasrah dengan apa yamg di lakukan Jansen karena dia tidak tega melihat Jansen lemas seperti ini karenanya.


" Biarkan aku memelukmu seperti ini " Ucap Jansen.


Di balasnya Amanda dengan anggukan.


" Jansen apa yang kamu lakukan ? Kenapa kamu seperti ini " tanya Amanda.


" Aku sangat fruatasi aku telah mencari mu kemana - mana tapi tetap tidak menemukan mu. Apakah kamu sengaja meninggalkan ku tanpa kata kata ? dan membuatku kawatir " jawab Jansen.


" Maafkan aku Jansen, tapi kamu tidak perlu menghawatirkan aku, karena Adward selalu ada untuk ku " balas Amanda.


" Itu yang membuatku sakit Amanda, kenapa kamu lebih memilih dia, aku bisa memberikan kamu segalanya, harta, cinta, kasih sayang semuanya.. hanya untukmu saja" ucap Jansen.


" Harta tidak membuatku bahagia Jansen.. Cinta Adward yang tulus lah yang membuatku merasa aman, tenang dan bahagia " ungkap perasaan Amanda.


" Apakah aku tidak bisa mengejar mu sekali lagi ? " Tanya Jansen penuh berharap.


" Maaf Jansen kamu adalah orang yang baik, kamu pasti akan mendapatkan wanita yang baik dan mencitaimu dengan tulus suatu saat nanti " Ucap Amanda.


" Tapi aku hanya mencintaimu saja " Balasnya.


" Aku sudah ada seseorang di hatiku yaitu suamiku Adward cukup dia Jansen " Ucap Amanda pelan.


" Tapi .. Apakah aku masih bisa bertemu dengan mu lagi ? " ucapnya.


" Tentu saja Jansen.. Dan kamu harus mencari gadis yang juga tulus mencintai mu agar kamu tidak kesepian" ucap Amanda.


**


Di kantor Adward.


Adward yang di buat resah karena istrinya pergi dari rumah dan tidak pamit kepadanya.


" Kemana kamu pergi Amanda ? " batin Adward yang pergi mencari keberadaan istrinya.


" Apa kamu pergi dengan si brengsek itu ? " ucap Adward marah.


Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung autor ya ..


Agar selalu semangat menulisnya...


Semoga kalian semua menyukainya...


Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung autor dengan MengeVote.


xie xie