The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 17



Happy reading..


Adward dan Amanda lalu memasuki ruangan kerja mereka masing masing.


Tok... Tok... Tok..


Suara ketukuan pintu ruang kerja Amanda.


Entah siapa yang datang apa itu Adward? Batin Amanda dalam hatinya.


“Masuk”


Seorang laki laki melangkah masuk ke ruangan Amanda.


“Manda kembaliah kepada ku dan kita bisa mulai lagi dari awal ya, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi” ucap Roy begitu dia melangkah masuk ke ruangan Amanda.


“Damn it! Kenapa ada Roy di sini” batin Amanda.


“Kenapa kamu sampai disini?” tanya Amanda.


“Manda beri aku kesempatan kita kembali seperti dulu lagi, aku nggak perduli tentang rumor kamu dulu, aku tidak bisa hidup tanpa kamu, ayo kita mulai dari awal lagi, aku berjanji akan melindungi kamu dan tidak akan meninggalkan kamu lagi” ucap Roy yang memohon padanya.


“Cukup Roy kita tidak bisa bersama lagi” ucap Amanda.


“Ayolah Manda kamu juga masih cinta sama aku kan ? dan aku juga masih mencintai mu” ucap Roy padanya.


Aku juga cinta sama kamu Roy dulu. Tetapi biarlah cinta ku itu menjadi masa lalu dan basi dengan sendirinya.


cinta yang digantikan dengan rasa benci karena kau telah menusuk hatiku, merobeknya dan menghancurkanya berkeping keping.


“Aku bukan Amanda yang seperti dulu lagi. Yang Mudah di sakiti dan mudah di bohongi. Dan sekarang aku sudah mempunyai Adward yang selalu ada di dekatku, yang akan melindungi ku”


“Bukanya kamu sekarang tunanganya Rara?”tanya Amanda.


“Demi kamu kembali lagi di sisi ku Aku bisa saja membatalkan pertunangan ku asalkan kamu mau balikan lagi sama aku” ucap Roy lagi


“Maaf kan aku tapi aku tidak bisa” ucap Amanda lirih.


“Kenapa apa kamu sudah tidur dengan dia ? Sampai sampai kamu menolak ku?” ucap Roy kasar.


“Kamu.. ja..” ucapan Amanda terpotong karena kedatangan Adward tiba tiba itu.


“Kenapa kamu bisa ada di sini?” Tanya Adward yang memasuki ruangan Amanda.


“Tidak aku Cuma , aku tadi salah masuk ruangan” ucap basi Roy yang lalu keluar dari ruangan Amanda.


“Apa kamu punya hubungan dengannya ? sampai sampai dia datang ke sini?” tanya Adward penuh penekanan.


“Aaku .. dia sebenarnya dulu dia kekasihku” ucap Amanda yang agak takut untuk memberitahunya.


“Jadi dia mantan kekasihmu ? kenapa kamu tidak bercerita?” tanya Adward yang sedikit tenang karena dia tahu Amanda sedikit takut menjawab pertanyaanya itu.


“Iya, tapi dulu dan sekarang aku sudah memiliki mu” ucap Amanda.


“Apa kamu masih menyukainya” tanya Adward.


“Baiklah sudah lupaakan kalau begitu, sayang. Nanti malam kita pergi ke rumah orang tua ku ya..”


Kenapa harus secepat ini bertemu dengan orang tua Adward, aku takut kalau keluarganya tidak menerima aku. Pikir Amanda.


“Tapi aku masih takut” ucap Amanda pelan.


“Sayang jangan takut ada aku, dan lagi Mamah dan Papah aku itu orang nya baik dan penyayang, apa lagi dia pasti bakal sayang dengan menantunya nanti “ ucap Adward.


“Baiklah” ucap Amanda.


**


Kediaman keluarga Adward.


Malam ini mereka berdua pergi meuju ke Rumah orang tua Adward.


Sampai di sana kedatangan mereka di sambut ramah oleh mamah dan papahnya Adward.


“Hallo calon menantu mamah” ucap mamah Diandra yang langsung memeluk Amanda.


“Hallo Om, Tante ..giaman kabarnya?” ucap Amanda.


“Ahh jangan panggil Tante dong. Panggil aja Mamah kan kamu mau jadi anak mamah juga.


Mamah sama Papah sehat, ayoo masuk dulu nak” ucap mamah Adward.


Ternyata mamah nya Adward sangat ramah dan ini sama sekali tidak seperti bayangaan dan pikiran ku yang tidak tidak tadi.


“Kalian hari ini menginap ya.. dan nggak ada penolakan sama sekali!” ucap Mamah Diandra.


“Tapi Amanda nggak bawa baju ganti mah” ucap Amanda.


“Tenang aja, kalau gitu kita pergi Shooping aja, habisin uang calon suami mu itu ya.. nggak bos?” tanya Mamah Diandra, algi pula Adward tidak akan marah jika mengahbiskan uangnya.


“Jadi anak ku sayang, berikan kartu mu pada mamah mu” ucap Diandra pada Adward, dan Adward langsung memeberikan kartu kreditnya kepada mamahnya.


“Jangan lupa belikan Lingerie yang seksi ma biar cepet punya cucunya ya?” ucap Adward yang berbisik pada mamahnya.


“Siap” Jawab mamahnya yang malahan menyetujuinya untuk segera memiliki cucu.


“Ayok Amanda, kita langsung pergi saja, Award pamitkan sama papahmu ya Mamah mau shoping dulu sama Amanda” ucap Mamahnya itu.


“Siap Mah, hati hati mah, hati hati Sayang “ ucap Adward. lalu Adward memberikan ciuman di kening Amanda, dan karena ini Amanda menjadi malu karena dia di cium di depan calon mamah mertuanya.


Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung autor ya ..


Agar selalu semangat menulisnya...


Semoga kalian semua meyukainya...


Terima Kasih semuanya...


Dan terima kasih kalian semua yang sudah mendukung autor.