
Happy reading ...
Jansen yang baru kembali ke Apartemen di buat kaget oleh kedatangan Papanya yang tiba-tiba.
“ Pa ? “
“ Akhirnya kamu pulang juga “ cibir papanya.
“ Ada apa papa mencariku seperti ini. Sampai ke Aprtemen ku segala, telfon juga kan bisa “ kata Jasen cuek.
“ Apa dengan mentelfon kamu. Kamu akan menjawabnya dan menuruti perintah Papamu ini ? “ kata Papanya sedikit emosi.
“ Papa tau kamu masih mengejar- ngejar Amanda. Kamu harus sadar Jansen kamu sudah dikalahkan oleh Adward Abraham itu “ ucap Papanya ketus.
“ Lalu apa salahnya ? “ jawab enteng Jansen.
“ Kamu harus segera melupakanya. Kamu tidak akan mungkin untuk mengalahkan Adward. Dan juga Amanda gadis itu sudah mengandung anak dari Adward itu. Apakah masih mau kamu mengejar nya lagi ? “ ucap Papanya.
“ Heh.. tidak ada alasan untuk menyerah kepada orang yang kita cintai “ Kata Jansen santai.
“ Bukanya Papa juga dulu seperti itu “ balas Jansen membalikan nya.
Mendengar itu papanya mengalihkan pembicaranya
" Ingat Jansen di luar sana masih ada gadis yang lebih dari Amanda itu “
“ Dan papa juga bisa mencarikan kamu gadis yang lebih Cantik, lebih menarik dan lebih segalanya dari Amanda itu “ tutur papanya sedikit kesal dengan anaknya itu.
“ Papa mohon Jansen. Kamu adalah pewaris tunggal keluarga Aldrich. Papa mau kamu fokus menjadi pewaris tunggal dan melupakan masa lalu kamu dan juga ikut pergi bersama papa kembali ke Amerika. “ ajak Papanya.
“ Baiklah “ ucap Jansen dengan ekspresi datarnya.
“ Kamu sudah menyetujuinya begitu saja ? "
" syukurlah. Kamu akhirnya mau juga.Setelah membujukmu beberapa kali. Kalau begitu Pagi nanti kita akan berangkat ke Amerika “ kata Aldrich.
“ Oke.. kalau begitu Papa akan kembali dan papa akan menyuruh seseorang untuk mengemasi barang mu. “ ucap Papanya kemudian pergi meninggalkan Apartemen Jansen.
“ Semudah itu membujuknya ? apa karena dia benar –benar sudah menyerah ? itu sangat bagus ! “ ucap Aldrich bahagia saat meninggalkan apartemen.
Paginya Jansen yang baru sampai di Bandara. Dia lalu menemui papanya yang sudah menunggunya, kemudian mereka memasuki Airplane dengan tujuan Amerika.
Mereka berdua duduk di kursi VVIP yangbtelah di pesanya.
“ Jansen Papa mau setelah sampai ke Amerika kamu akan menjadi orang baru dan melupakan masa lalumu itu. dan tentu papa akan perkenalkan kamu dengan anak gadis dari teman papa yang cantik ” ucap papanya.
“ Dan juga setelah sampai Papa ingin kamu turun tangan langsung untuk memimpin perusahan Papa “ pinta Aldrich.
Di dalam hati Seorang Jansen masih tetap Amanda satu – satunya wanita yang dia cinta nya diam-diam itu. Saat ini Jansen hanya ingin membuat Amanda tenang sementara waktu saja.
Dan apabila dia sudah menyiapkan semuanya matang-matang dia akan kembali lagi ke Indonesia dan memperjuangkan Amanda lagi.
Dibalik dia menuruti perkataan papanya untuk kembali ke Amerika. Itu adalah awal dari persiapan Jansen untuk mendapatkan hati Amanda kembali.
Walaupun sekarang Jansen di Amerika sekarang, dia akan diam-diam tetap menyuruh bawahan kepercayaanya untuk mengawasi Amanda dan untuk melaporkan kepadanya apa yang dilakukan Amanda di sana.
New York, Amerika Serikat.
“ Wellcome to Amerika Jansen “ kata Papanya senang.
“ Papa ingin kamu pagi ini langsung mengurusi perusahaan “ pinta Papanya.
“ Ok Pa. Where is my room now ? “ kata Jansen.
“ Still the same as before “ kata papanya.
“ Okey. Aku akan ke sana “ pamit Jansen.
Di ruangan Jansen yang begitu luas.
Jansen yang baru tiba itu kemudian membuka laci rahasia miliknya. Dia kemudian mengambil poselnya dan sedang memanggil seseorang lewat posel tersebut.
“ Bagaimana ? “ kata Jansen kepada lawan bicaranya.
...
“ Bagus. Tetap awasi dari jauh dan lindungi dia jika dalam bahaya. Ingat beri tahu aku bila dia sudah melahirkan “ ucap Jasen tegas pada bawahanya.
...
“ Adward memang aku masih kalah dari mu. Tapi aku hanya mau Amanda saja “ ucap tekat Jansen.
Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung author ya ..
Agar selalu semangat menulisnya...
Semoga kalian semua menyukainya...
Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.
xie xie.