The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 18



Happy Reading..


lalu Adward memberikan ciuman di kening Amanda, dan karena ini Amanda menjadi malu karena dia di cium di depan calon mamah mertuanya.


Untuk sementara ini para perempuan shoping, sedangkan Adward dan papahnya di rumah saja, paling paling mereka Cuma membahas soal bisnis.


Amanda dan Mamah Adward sedang menuju ke Mall pusat perbelanjaan. Kelihata sekali kalau meraka sangat akrab dan saling cocok walaupun baru pertama kali bertemu,dan tidak ada rasa canggung sama sekali.


Mereka menuju ke toko pakaian, dan langsung memilih baju yang pas dan nyaman menurutnya, sedangkan Mamah Adward sedang asyik memilikhkan lingerie yang cocok di kenakan oleh Amanda nanti agar Adward bisa semakin tergoda dan cepat membuatkan cucu untuknya.


Mamah Diandra membeli itu tanpa sepengetahuan calon mantunya itu, karena Amanda dari tadi melihat gaun pesta yang sebegitu cantiknya menurutnya.


“Sayang kamu mau milih yang mana lagi ?” tanya Mamah Adward.


“Kamu suka model begini nggak ?” tanya Mamahnya saat di bagian dress.


“Ahh!, enggak mah kebanyakan ini udah cukup kok, malah ngerepotin terus nanti” ucap Amanda. Amanda menolaknya karena harga gaun itu sangat mahal menurutnya.


“Nggak papa lagian kan bentar lagi juga Adward bakal jadi suami kamu, percaya deh sama mamah sayang.. ” ucap mamah Adward yang meyakinkan Amanda.


Akan tetapi maksud Amanda sendiri itu dia takut kalau dia di cap sebagai wanita yang matre karena minta dibeliin ini dan itu padahal belum memiliki ikatan apa pun.


“Udah kalau begitu ambil ini,ini sama itu ya? Ya udah ayo langsung bayar aja” ucap Mamah Diandra dan mereka menuju ke kasir untuk membayar semua belanjaanya.


“Semuanya habis Lima belas juta lima ratus delapan puluh delapan bu” ucap kasir yang langsung membuat Amanda terkejut, karena dia hanya ambil tiga pasang baju, akan tetapi habisnya sampai puluhan juta. Hingga membuat wajah Amanda sedikit pucat karena dirinya tidak enak dengan apa yang sudah dilakukanya itu.


“Ini pakai kartu ini aja” ucap Mamah Diandra yang santai.


“Mah kok segini banyaknya aku tadi belanja apa aja coba?” bisik Amanda pelan, karena dia takut kasirnya salah menghitung karena dia hanya ambil tiga baju saja. Tetapi Amanda tidak tahu kalau Mamah Diandra membelikan Lingerie untuk calon mantunya.


“Udah sayang jangan di pikirkan itu, ini kan perintah calon suami kamu, ayo kita pergi” ucap mamahnya yang hanya di angguki Amanda.


**


Kalau di pikir pikir uang segitu banyaknya bisa di buat untuk makan Amanda hampir empat bulan lah, orang dia juga biasanya jarang banget untuk beli makan kan biasanya dia masak sendiri.


“Oh ya kita makan dulu ya Mamah tiba tiba laper, kita makan Sushi ya?” ajak Mamah Diandra.


“Iya mah” ucap Amanda mengiyakan ajakan Mamah Diandra dan mengikutinya, dalam hati Amanda senang sekali jalan jalan bersama Diandra, yang dia anggap jalan jalan dengan Mamahnya sendiri. Amanda juga merindukan Papahnya tapi apa boleh buat dia tidak bisa berbuat apa apa atas kesalah pahaman itu.


“Kamu mau pesen makan apa Amanda?” tanya Mamah


“Aku pesen ramen aja mah, sama minumnya Jasmin” ucap Amanda dengan senyuman.


Tiba tiba Telepon Amanda berbunyi.


Halloo


“Aku lagi makan sama Mamah, kamu mau di bawain apa?” balas Amanda.


Aku mau Gado gado seperti kemarin sayang, sekalian beliin ya !


“Iya sayang” balas Amanda


“Ya udah sayang, makananya udah mau dateng nih aku makan dulu ya see you” balas Amanda


Iya sayang Love you


Amanda lalu mematikan telponya itu.


“Siapa Amanda?” tanya Mamah Adward


“Kak Adward tapi mah, pesen gado gado di tempat langganan aku” ucap Amanda sambil mengaduk aduk ramenya itu.


“Tumben banget anak itu mau, biasanya mah dia nggak pernah mau makan makanan yang berlemak seperti itu katanya nggak sehat lah apa lah” ucap Mamah Diandra heran.


“Nggak tahu sih mah, kemarin malem aku bangun gitu pas jam dua malem terus aku laper ya udah akau bangunin kak Adward lalu aku ajak dia makan Gado gado di langganan aku” ucap Amanda yang menjelaskanya secara rinci. “Tapi dia mau aja kok mah, malahan dia makannya sampai habis” ucap Amanda lagi.


“Apa kamu lagi hamil Amanda?” tanya mamah Diandra yang berpikiran kalau Amanda hamil karena ulah anaknya.


“Masa sih mah? Ah nggak mungkin lah Amanda nggak merasa mual sih atau gimana gimana kok” ucap Amanda yang malu malu.


“Emm bisa aja sayang, ntar periksa aja deh kalau merasa mual mual gitu, nanti kamu langsung bilang mamah ntar mamah antar periksa ya” ucap Diandra dan di angguki oleh Amanda.


“Mamah tu nggak sabar tau ingin punya cucu dari kamu sayang” ucap Diandra


“Makasih mah udah mau nerima Amanda ya mah, Padahal dulu Amanda pikir nggak pantes buat anak mamah , tapi melihat mamah yang terima aku apa adanya ini aku jadi semangat dan lebih percaya diri lagi” ucap Amanda sambil memeluk Mamah Diandra.


“Sama sama sayangku” balas Diandra, dan mereka melanjutkan menyantap makanan mereka.


Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung autor ya ..


Agar selalu semangat menulisnya...


Semoga kalian semua meyukainya...


Terima Kasih semuanya...


Dan terima kasih kalian semua yang sudah mendukung autor dengan Vote.