The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 10



“Apakah makanannya sudah siap?” tanya Adward kepada Amanda setelah selesai memakai pakaianya.


“Semuanya sudah siap, ayuk kita sarapan” ajak Amanda.


Setelah itu mereka berdua bergegas menuju ke ruang makan dan mereka memulai kegiatan makannya.


“hemm.. ini sangat lezat sekali, dan karena itu aku tidak akan pernah bosan dengan maskanmu.


"Terima kasih baby telah menyiapkannya untukku” puji Adward kepada Amanda.


“Iya sama sama” ucap Amanda tersipu malu karena pujian Adward.


“kita ke kantor bareng ya nanti” ajak Adward.


“Ahh.. tidak usah nanti aku bisa berangkat sendiri naik taksi” tolak Amanda.


“nanti kalau kita berangkat ke kantor bersama.. nanti akan menjadi sebuah gosip” ucap Amanda jujur pada bosnya.


“Gak papa sayang, jangan peduliin omongan mereka” ucap Adward untuk membujuk Amanda berangkat bersamanya.


“Ya sudah terserah kamu saja kalau begitu” ucap Amanda mengalah. Karena tidak mungkin dia tidak menuruti perintah Adward, bisa gawat nanti.


Setelah selesai sarapan pagi mereka berdua berjalan menuju basemant apartement dan berangkat bersama ke kantor.


Sesampainya di kantor Amanda berjalan lebih dahulu karena dirinya tidak mau menjadi perbincangan hangat staf staf lain.dan tak beberapa lama Adward menyusul di belakang Amanda itu.


“Selamat pagi pak Adward” sapa karyawanya yang berpapasan dengan Adward.


“pagi”. Ucap Adward dengan singkat.


Lalu Adward segera menyusul Amanda menuju ke lift bersama dan di dalam lift itu hanya ada mereka berdua saja.


Tiba tiba saja Adward mendekat ke arah Amanda


“Baby.. kamu lupa meberikan ku morning kiss” ucap Adward.


“Apa tadi malam kamu belum puas? Kamu diam diam menciumku hah..?” ucap Amanda dengan sindiranya yang menusuk.karena Amanda sedikit sangat kesal dengan kelakuan Adward yang seperti itu.


“Itu berbeda, baby” ucap Adward lagi dan dia langsung ******* bibir Amanda dengan sedikit brutal” yang membuat Amanda mendesah.


“Ahh..” desahan Amanda yang tak terkendali keluar dari mulutnya.


“suuudah.. berrrhheennntiii” ucap Amanda di sela ciuman mereka dan Amanda mendorong pelan dada Adward itu.


“Aku kehabisan nafas..hah..hahhhh..”


“Maaf sayang , aku terlalu menikmatinya, karena kamu sangat manis sekali” jawab Adward tanpa dia merasa bersalah.


Tak lama lift yang mereka naiki sampai di tujan mereka yaitu ruangan Adward, setelah itu Amanda langsung menuju ke tempatnya di depan ruangan Adward sedangkan Adward memasuki ruanganya.


Hari ini hari yang sangat sibuk untuk Adward dan Amanda. Karena hari ini Adward ada banyak rapat yang tertunda saat dia berada di pulau Dewata, Bali lalu. Amanda sesegera menyiapkan keperluan rapat bosnya itu. untuk itu


Sebelum Adward datang tugas Amanda adalah menyiapkan semua keperluan pertemuan rapat bosnya. Amanda lalu mendatangi rekan bisnis Adward terlebih dahulu untuk meminta maaf karena rapat yang terhalang saat mereka berada di luar kota.


**


“Maaf pak kami baru saja sampai dari rapat ke luar kantor lusa, dan pak Adward akan datang ke sini sebentar lagi, maaf membuat anda menjadi menunggu lagi” ucap Amanda dengan sopan saat meminta maaf.


 


Dan tak lama kemudian orang yang di tunggu tunggu itu datang juga. dan mereka langsung memulai rapatnya. Setelah memakan banyak waktu dan menguras pikiran akhirnya rapatpun selesai juga.


jam menunjukan pukul dua siang ini adalah waktu untuk makan siang.


“ayo kita makan siang dahulu. Sekalian nanti habis itu kita rapat lagi di tempat yg dekat sini” ajak Adward


“tapiii” ucap Amanda.


“sudah ayo, dan kamu siapin berkas berkasnya untuk nanti” ucap Adward.


Lalu mereka berdua menuju ke restoran untuk makan sekaligus nanti menghadiri rapat lagi. Setelah sampai di restoran mereka lalu memesan makanan dan menghabiskannya. Setelah selesai Amanda lalu segera menghubungi rekan nya untuk datang.


**


“hari ini hari yang sangat melelahkan ya..” ucap Adward saat rapat nya sudah selesai dan sesegera mereka meninggalkan tempat itu untuk menuju ke kantor lagi.


“maaf ya sayang aku membuat mu kelelahan” ucap Adward.


“Iya aku maaf kan kamu, dan juga jangan lupa ubah sifat mesum mu itu!” gerutu Amanda blak blakan yang tiba tiba ingat kejadian semalam yang di lakukan Adward padanya.


“ha.. ha.. sudahlah Baby bilang saja kalau kamu juga suka kalau aku mesum kepadamu. dan juga sifat mesumku ku ini hanya berlaku untukmu saja Baby.. " Goda Adward kepadanya.


“heh.. kamu umat lagi” ucap Amanda sedikit kesal dengan tingkah bosnya itu.


 


Jam saat ini sudah menunjukan ke angka lima. Dan Amanda baru selesai mengerjakan tugas tugasnya. Tiba tiba ada notifikasi muncul dari ponsel Amanda.


“Babe.. tunggu akau ya.. nanti kita pulang bersama sama” notifikasi pesan.dan hal itu tiba tiba membuat Amanda menjadi sedikit tersenyum.


Lalu Amanda menunggu Adward di basemant temapat Adward memarkirkan mobilnya. Tak lama kemudia Adward meghampirinya.


Adward dan Amanda lalu menuju ke mobilnya dan Adward membukakan pintu mobilnya untuk Amanda. Hal ini membuat jantung Amanda berdebar debar dengan tingkah Adward itu.


“kamu capek?” tanya Adward padanya.


“tidak, aku malah senang dengan pekerjaan ini” ucap jujur Amanda.


“mau mampir untuk makan?” ajak Adward.


“tidak usah aku akan memasak untuk mu nanti” ucap Amanda menolak ajaknanya.


Setelah sampai di Apartemen amanda lalu bergegas untuk mandi. Dan Amanda lagi lagi dia mengambil baju Adward. Akhir akhir ini Amanda jadi lebih suka dengan baju milik Adward karena dia rasa pas untuk gaya pakaian sehari harinya di rumah dan juga dia memakai hot pants untuk melengkapi gayanya.


Setelah selesai mandi dia lalu berjalan menuju ke dapur untuk mebutkan makan malam untuknya dan Adward.


Hari ini tiba tiba saja Amanda ingin memasak soto, karena dia saat di perjalanan menuju Apartemen dia melihat pedagang soto dan Amanda ingin sekali memakannya, jadi hari ini Amanda memutuskan utntu memasak soto dan lagi ini sangat pas untuk cuacanya saat musim hujan begini.


Di sela sela kegitan memasak tanpa dipanggil oleh Amanda tiba tiba Adward menuju ke arah dapur.


“kamu sedang memasak apa?” tanya Adward dan tiba tiba dia merangkul Amanda dari belakang dan menyederkan kepalanya di leher jenjang Amanda. Yang sontak membuat Amanda kaget di buatnya.


“A..aku memasak soto. Karena akhir akhir ini musim hujan” elak Amanda. Padahal Amanda ingin sekali makan soto karena tak sengaja dia tadi melihtnya.


“Di musim hujan seperti ini memang enak sekali untuk memakan yang hangat hangat.” Ucap Adward yang sedang memikirkan sebuah akal bulusnya kepada Amanda.


“Betul sekali. Ini bisa membuat tubuh kita hangat” ucap Amanda polos dengan senyuman.


“tapi aku mau yang lebih hangat lagi” ucap Adward.


“Apa?” tanya Amanda tak tahu maksud Adward.


Tanpa Ada aba aba Adward lalu memeluk tubuh Amanda lebih kuat lagi dan dia menghisap leher jenjang Amanda. Yang membuat Amanda mendesah kuat.


“Ahh..apa apa yang sedang kamu lakukan” ucap Amanda.


“Jangan di leher” ucapnya lagi.


“kamu mau di bagian yang lain sayang?” ucap Adward menggodanya.


“tidak.. maksud ku ini jangan begini aku sedang memasak” ucap Amanda.


“kalau sedang tidak memasak apa kamu mau melakukannya?” tanya Adward menggoda nya lagi dan lagi.


"Ahh.. geli.. jangan begini" Ronta Amanda.