The Billionaire Contract Agreement

The Billionaire Contract Agreement
Part 59



Happy reading !


“ Sudah lebih dari cukup tuan. Saya juga melakukan ini karena saya berhutang budi karena dulu tuan telah menyelamatkan adik saya. Terima kasih tuan “ ucap wanita itu.


“ Oke .. kamu tenang saja aku juga sudah menyiapkan tiket kepergian mu dari sini dan juga adikmu “ kata Adward.


“ Wahhh.. terima kasih banyak tuan. “ ucap pengganti Amanda palsu itu.


Setelah tugas nya selesai wanita itupun pergi untuk keluar negeri dan tidak akan kembali lagi.


“ Akhirnya bisa juga aku menipumu Rara “


“ Aku berjanji tidak akan pernah mengulanginya untuk kedua kalinya ini “ tekat Adward.


" Oh ya sudah akan larut. lebih baik aku segera pulang. "


“ Aku harus segera pulang sekarang karena nanti pasti Amanda sedang menungguku “


Sesampainya,


Ternyata yang benar saja..


Amanda telah menunggu Adward di depan. Amanda menunggu Adward lama di taman halaman depan itu.


“ baby.. “ kata Adward kaget melihat Istrinya sendirian yang sedang menunggu kedatanganya.


“ Ihhh.. kenapa lama sekali sih kamu. “ protes Amanda kepada suaminya yang tak kunjung pulang.


“ Maaf sayang. aku telat pulang karena tadi ada banyak urusan di kator “ jawab Adward berbohong.


“ Benaeran ? gak ada yang kamu tutupin kan dari aku mas ? “ pekiki Amanda dengan penekanan.


“ Iya.. baby .. kapan aku bohongin kamu sih “ elak Adward pada istriya lagi.


“ Kenapa kamu menunggu ku di depan sayang ? di depan kan pasti dingin kasian baby nya nanti “ kata Adward dengan pelan kawatir pada istrinya.


“ Abisnya kamu lama. Aku jadi nggak sabar kan nunggu kamu. jadinya di sini “ balas Amanda sedikit bete.


“ Iya maaf sayang. ya udah ayo masuk angin ya mulai dingin disini “ ajak Adward kemudian memeluk bahu istrinya lembut.


“ Mass.. “ ucap Amanda manja.


“ Iya.. sayang .. “ balas Adward lembut.


Adward diam dan berfikir sejenak, karena dia kawatir akan istrinya itu Adward jadi berfikir untuk menolak permintaan Amanda dengan beberapa alasan.


“ Tapi baby.. kandungan kamu kan udah mulai besar. Jadi pasti kalau kamu mau pergi jadi kesusahan “ elak Adward.


“ Tapi aku udah mulai bosen di rumah terus. Kamu juga kan sibuk ngantor hemm.. “ ucap Amanda sambil cemberut.


“ Tapi aku kan khawatir sayang. jadi jalan-jalannya di skip dulu ya.. nanti kalau dedeknya udah keluar nanti jalan-jalan ya .. “ bujuk Adward kepada istrinya.


“ Nggak mau. Kalau aku nggak bisa jalan-jalan .. kalau begitu aku boleh nggak ke rumah papa aja ? gimana ?. Aku kangen papa juga mas “ ucap Amanda memohon.


“ Kan kemarin udah ke rumah papa juga sayang .. “ elak Adward lagi.


“ Tapi ini permintaan baby kita Adward “ ucap Amanda.


“ Ya udah tapi sebentar aja ya ke papanya. Nanti biar aku anter ke sana “ ucap Adward sambil mengelus perut besar Amanda.


“ Yee.. makasih sayang.. “ ucap Amanda senang dan mengecup pipi suaminya itu dan di balas Adward dengan mencium bibir Amanda.


“ Ya udah ayo tidur kamu pasti udah lelah kan ? “ ajak Adward lalu menggendong istrinya ke kamar utama mereka.


" Babe kamu istirahat dulu, aku mau mandi dulu ya " ucap Adward lalu mengecup kening istrinya dan berlalu pergi.


Untuk saat ini Amanda benar-benar belum tahu tentang kebebasan Rara adiknya. dan Adward belum menceritakan tentang kebebasan adiknya itu.


Halloo..


semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung


author ya ..


Agar selalu


semangat menulisnya...


Semoga


kalian semua menyukainya...


Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung author dengan MengeVote.