
Bali, 07.00 WITA
“Apa apaan ini dasar plin plan” umpat Amanda dalam hati dan dia sedang memasukkan barang Adward ke koper.
“Apakah sudah selesai ? jika sudah ayo kita check out” ucap Adward santai saat memerintahkan sekretarisnya.
“Sudah selesai semua apa ada yang kamu perlukan lagi..” ucap Amanda dengan sedikit jengkel kepadanya karena tiba tiba saja pagi pagi sudah menyuruhnya untuk berkemas dan kembali ke jakarta.
Lalu Amanda memberanikan diri untuk bertanya kepada Adward karena penasaran.
“emm.. kalau boleh saya tahu kenapa kita tiba tiba harus kembali ke Jakarta.. bukanya kamu bilang kita akan ke Bali sampai seminggu?” ucap Amanda.
“Aku mau berlama lama di sini kalau kamu mau tidur dengan ku, apa kamu setuju dengan itu?” goda Adward pada Amanda.
“Le..lebih baik kita berangkat sekarang sebelum jam penerbanganya” ucap Amanda sedikit salah tingkah karena omongan Adward.
Amanda P.O.V
Drrtt..drrttt...drrrt...
“Ahh apa apaan ini berisik sekali ganggu saja!” ucap Amanda sambil meraih hp nya di nakas sampingnya. Notifikasi pesan dari bosnya.
“Segera kemasi barang mu dan barangku kita akan kembali ke Jakarta hari ini. Jangan lupa pesankan tiket pesawat penerbangangan paling pagi” isi pesan dari Adward.
“Ahh... sial kenapa harus sepagi ini, katanya ingin berlama lama di sini” umpat Amanda pada diri sendiri, lalu ia bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan mengemasi barangnya dan milik bosnya tidak lupa juga ia memesankan tiket pesawat juga.
Mereka berdua lalu menuju ke bandara dan akhirnya mereka sampai pukul setengah sepuluh di bandara.
“Aku sudah siapkan mobil untuk mengantar mu pulang” ucap Adward yang tiba tiba menjadi dingin kepada Amanda setelah mereka kembali Jakarta.
“Baik, terima kasih pak” ucap Amanda pasrah dengan sifat Adwars yang kembali menjadi dingin.
Adward P.O.V
Malam itu Adward mendapat sebuah panggilan dari kakeknya.
“Apakah kamu masih di sana ?” ucap kakeknya.
“Iya ada masalah apa? Aku masih ada urusan di sini” ucap Adward.
Tuttt... “ suara panggilan terputus.
“Sial!” kesal Adward.
Setelah itu lalu Adward langsung menuju ke kediaman kakeknya. Dengan memakai mobil pribadinya tanpa di temani oleh supir pribadi.
setelah dia tiba dia sudah di sambut oleh kakeknya dan seorang wanita.
“Ini dia cucuku tampan kan?” ucap Kakeknya memperkenalkan cucunya pada wanita tersebut.
“Apa kamu sudah lupa ? Adward dia adalah putri dari teman papah mu, Jenny perkenalkan dirimu!” seru kakeknya.
Lalu Jenny memperkenalkan diri pada nya.
“Hallo senang bertemu dengan mu lagi . Aku Jenny. aku baru tiba di Jakarta kemarin dan aku langsung ke sini karena ingin bertemu dengan mu. Kamu tampan sekali Adward!” ucap Jenny dengan sebuah senyuman menggoda.
“cuih.. apakah masalah yang lebih penting itu ini?” tanya Adward sedikit kesal dengan kelakuan kakeknya.
“Dasar anak nakal!. Jenny sengaja datang jauh jauh dari Luar negri hanya ingin bertemu dengan mu.”
“Hehh..” remeh Adward. Dan dia berjalan mendekat “Apakah ini cara mu untuk mendapatkan simpati kakekku?. Tapi sayangnya itu tidak mempengaruhi ku!” ucap Adward kepada wanita tersebut.
“Maaf kakek kali ini sampai seterusnya aku tidak bisa menuruti perintah kakek, dan aku berhak memilih siapa yang akan menjadi wanitaku sendiri” ucap Adward lalu pergi dari kediaman kakeknya.
Kakeknya hanya diam saja, dan dia hanya berfikir sambil menatap bahu cucunya yang sudah pergi.
“Dia sudah benar benar dewasa dan tidak mau di atur lagi” batin kakeknya.
“Kakek apakah Adward tidak suka kepadaku?”
“Apakah aku jelek?, tidak menarik?” tanya Jenny pada kakek.
“Jangan begitu dia hanya terlalu keras kepala saja. Ya sudah biarkan dia tenang dulu mari masuk! Kita bicarakan di dalam” ucap Kakek untuk menenangkan Jenny.
Saat ini Adward menuju ke apartemennya yang bersebelahan dengan Amanda.
“Baru saja meninggalkanya sebentar, aku sudah rindu, entah apa yang ada di diri gadis itu yang membuat ku sangat ingin memilikinya” Batin Adward yang sedikit mengangkat bibirnya ke atas sedikit tersenyum.
“Aku benar benar ingin memilikimu bagaimana pun caranya” ucap Adward.