
Happy reading..
Pagi yang cerah untuk pasangan pengantin baru, Amanda mulai membuka kedua matanya dan segera bangun dari kamar tidurnya. Saat pertama kali dia membuka matanya suaminya lah yang pertama dilihatnya.
Saat ini Adward berada tepat di depan wajahnya lalu dia mengusap pipi Adward dengan gerakan sensual hingga membuat sang empunya terbangun dari tidurnya.
“Morning sayang..” sapa Amanda lalu mengecup bibir Adward singkat.
“Moring istri ku” balas Adward lalu dia mendekatkan wajahnya ke ceruk leher istrinya dan langsung mencium pipi istrinya.
“Kita nanti mau pulang jam berapa mas?” tanya Amanda pada suaminya.
“Nanti sayang, habis sarapan ya?” jawab Adward yang kemudian dia lanjutkan aksinya dengan mencium bibir Amanda berkali kali.
“Mandi bareng yuk sayang” ajak Adward pada istrinya yang langsung di setujui oleh Amanda.
Lalu Adward dengan semangatnya di langsung berdiri dan membopong istrinya ke dalam kamar mandi.
**
Mandi yang hanya seharunya menghabiskan waktu dua puluh menit sekarang berubah menjadi satu jam lamanya.
Setelah mereka selesai mandi mereka langsung berganti pakaian.
“Sudah selesai sayang?” tanya Adward.
“Sudah” jawab Amanda.
“Ayo kita sarapan dulu” ajak Adward pada istrinya.
Sesampainya di restoran hotel.
“Selamat pagi Tuan dan Nyonya, Silahkan” ucap pelayan itu dan memberikan daftar menunya.
“Kamu mau makan apa sayang?” tanya Adward.
“Emm.. aku pengen makan steak aja mas” ucap Amanda
“Mbak Ruth’s Chris Steak House dua, dan sebotol Anggur merah penfolds Grange Hermitage (1951)” ucap Adward.
“Baik, di tunggu ya ..” ucap pelayan itu lalu pergi.
**
“Sayang bagaiman kalau kita pindah ke rumah pribadi ?” ucap Adward yang ingin sekali membeli rumah pribadi untuk mereka berdua tinggali.
“Lalu Apartemen nya?” tanya Amanda bingung.
“Biarkan saja itu, dan aku mau kita tinggal di rumah impian kita” ajak Adward.
“Baik mas, terserah kamu saja yang penting kita selalu bersama” setuju Amanda.
Akhirnya makanan yang mereka pesan datang.
“Silahkan di nikmati hidangan nya” ucap pelayan itu.
Lalu Adward dan Amanda menyudahi perbincangan mereka dan segera menikmati makananya.
Setelah selesai menyantapnya mereka berdua memutuskan untuk kembali beristirahat ke Apartemen mereka.
**
Sesampainya di apatemen Amanda lalu pergi untuk membersihkan badanya karena dia merasa badanya sangat lengket sekali.
“Mas aku mandi dulu ya..” ucapnya.
“Iya sayang aku tunggu di sini” ucap Adward yang sedang duduk di sofa dan sambil menonton acara tv kesukaanya.
Setelah selesai mandi Amanda yang masih memakai jubah baju mandinya itu lalu menghampiri Adward.
“Kamu sedang nonton apa mas?” tanya Amanda.
“aku sedang menonton kamu, bagaimana kalau kita lanjutkan yang semalam tidak jadi itu.., kita lanjutkan sekarang saja” ucap pikiran licik Adward.
Adward lalu mencium bibir istrinya dengan penuh nafsu yang mengebu gebu. hingga ciuman mereka semakin panas. Lalu Adward meyudutkan tubuh Amanda ke dinding temboknya dan tetap mencium bibir Amanda.
Setelah itu Adward melepaskan ciumanya dan membopong tubuh istrinya ke kamar mereka.
Adward lalu membaringkan tubuh Amanda ke ranjang sedangkan dia berada di atas tubuh Amanda dan dia menahan satu tanganya agar tubuhnya tidak menimpahi tubuh Amanda.
“Aku sudah tidak tahan lagi sayang” lirih Adward.
“Kamu selalu membuat ku ingi terus” ucap Adward lagi.
“Eemmhh..hh sayang..” desah Amanda yang membuat bibir Adward tersenyum karena ulahnya itu.
Tanganya meraba leher Amanda kemudian turun ke bahu dan punggung milik Amanda dan menarik jubah mandi tersebut.
“Hahh..hahh..” deru nafas Amanda.
“Eeemphh..” desah Amanda lagi saat Adward menghisap lehernya kembali dan membuat kita mari di lehernya.
“Ahhrrrgg..” desah Adward yang menikmati tubuh indah istrinya itu. lalu tanganya menjalar ke dada milik istrinya. Memeras dengan penuh gairah, bibirnya menggigit kecil telinga Amanda.
Amanda tak tinggal diam lalu dia mencium leher Adward,yang kemudian tangan Amanda menelungsup masuk ke celana suaminya hingga sang empunnya mendesah di buatnya.
“ Arrgghtt..” desis Adward tak tahan dengan apa yang dilakukan Amanda.
Bibir Adward terus berjalan menuju gundukan daging yang tak terbungkus sehelai pun.
Lalu bibirnya menyusuri ****** Amanda, menggigitnya kecil , menjilatnya,
menghisapnya hingga kedua buah dada Amanda di penuhi oleh saliva Adward.
Bibir Adward menyusuri perut rata milik Amanda. Dan tanganya melepaskan celananya yang sedari tadi sesak karena ulah juniornya.
Kini sekarang mereka sama sama hanya memakai celana dalam saja.
“Are you ready baby..” ucap Adward kepada Amanda.
Amanda pun menggangguk karena ini bukan pertama kalinya dia melakukan ini dengan Adward. Dan Adward tidak ada bosan bosanya melakukan ini dengan Amanda yang sekarang telah menjadi istrinya. Malah ini akan membuat Adward bergairah dan kecanduan di buatnya.
Kedua tangan Adward lalu bermain dengan gundukan dua daging yang begitu menggoda. Bibirnya menyusuri perut nya dan semakin turun lebih jauh. Satu tangan Adward membelai lembut area sensitif Amanda dan membukan penghalang yang terakhir milik istrinya.
Adward lalu menghirup aroma khas milik istrinya itu.
“Kau sudah basah baby..” godanya.
“Ahhrrrgghh..” desah Amanda saat Adward memasukkan jarinya ke lubang kenikmatannya.
lalu Adward menjilat milik istrinya, menghisap dan memainkan lidahnya di bibir kenikmatan Amanda.
“Ahhh.. Adwa-ward..” desah Amnda yang tak tahan karena ulah suaminya itu.
Adward membuka celana dalam miliknya dan mendekatkan wajahnya ke arah Amanda dan mencium bibir istrinya dengan lembut.
“Kita lakukan lagi ya sayang..” ucap Adwar padanya.
Tanpa menunggu lagi Adwar langsung memasukkan miliknya ke lubang kenikmatan milik istrinya, perlahan dan pasti.
“Ahh.. “ teriak Amanda sambil meremas ramut Adward.
“Tahan sayang. Aku mencintai mu, Amanda” ucapnya sambil terus memasukan juniornya ke lubang milik istrinya itu.
“Sempit sekali..” ucap Adward lalu dia mencium bibir Amanda untuk mengalihkan perhatianya.
“Aku sudah masuk sepenuhnya sayang, aku akan lakukan sekarang” ucap Adward.
Adward lalu memaju mundurkan pinggulnya perlahan, dan tanganya sambil bermain meremas buah dada Amanda. Amanda pun menghisap leher Adward kuat, untuk menahan desahan.
“Ahhh.. ahhh.. ” desah Amanda yang keluar karena tidak tahan.
“Kamu membuatku ketagihan sayang, aku mencintaimu” ucap Adward lalu mencium bibir istrinya.
“Sayang aku hampir keluar...” ucap Adward yang semakin cepat memompanya.
“Aku kelurkan di dalam sayang. Bagaimana dengan mu? Kau sudah keluar juga?” ucap Adward dan tubuhnya menimpa tubuh Istrinya dan dengan nafasnya yang terengah engah mengejar pelampiasan.
Amanda pun hanya membalas nya dengan mengangguk.
“Adward.. berat, kamu turun dari atas tubuhku..” lirih Amanda.
"Maaf sayang, Ayo kita lakukan lagi, aku masih belum puas sayang" ucap Adward pada istrinya.
Halloo.. semuanya, jangan lupa tinggalkan like, koment, dan Vote untuk selalu dukung autor ya ..
Agar selalu semangat menulisnya...
Semoga kalian semua menyukainya...
Dan terima kasih kalian semua yang telah mendukung autor dengan MengeVote.
xie xie.